Beranda blog Halaman 92

Lebih 85 Ribu Peserta Semarakkan Pawai Rimpu Mantika di Kota Bima

Kota Bima (globalfmlombok.com) –

Lebih dari 85 ribu peserta memadati ruas jalan dalam Pawai Festival Rimpu Mantika 2026 yang digelar Sabtu (25/4) di Kota Bima. Antusiasme tinggi masyarakat menandai kuatnya dukungan terhadap festival budaya tahunan tersebut.

Pawai dimulai dari Paruga Nae dan berakhir di halaman Istana Kesultanan Asi Mbojo. Sejumlah tamu kehormatan turut hadir, di antaranya Wakil Gubernur NTB Hj. Dinda Dhamayanti Putri, perwakilan Kementerian Pariwisata RI Joko Suharbowo, serta Tenaga Ahli Menteri Ekonomi Kreatif Bidang Isu Strategis Gemintang Kejora Malarangeng.

Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, bersama Wakil Wali Kota Feri Sofiyan, juga turut berjalan kaki mengikuti pawai bersama ribuan peserta.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Bima H. Soekarno menyampaikan tingginya jumlah peserta menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan pawai tahun ini. Panitia menyiapkan puluhan ribu kupon doorprize bagi peserta.

“Kupon yang dibagikan mencapai 85.600 lembar, dengan hadiah utama lima unit sepeda motor yang diundi di lokasi finis,” ujarnya, Sabtu (25/4) seperti dikutip dari Suara NTB.

Menurut Soekarno, kelancaran pelaksanaan pawai merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, sponsor hingga dukungan insan pers.

“Keberhasilan ini bukan hanya milik pemerintah, tetapi hasil kerja bersama. Kami berharap masyarakat Kota Bima terus berpartisipasi dalam mendukung kegiatan budaya seperti ini agar ke depan semakin besar dan berdampak luas,” katanya.

Wali Kota Rahman menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh unsur dalam menyukseskan Festival Rimpu Mantika 2026. Ia menegaskan, kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat daerah, kelurahan, sekolah, organisasi, perguruan tinggi, instansi vertikal, BUMN, BUMD hingga pelaku usaha.

“Ini adalah bukti nyata kebersamaan dan kecintaan kita terhadap budaya daerah. Rimpu bukan hanya identitas, tetapi juga kekuatan untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif. Atas nama Pemerintah Kota Bima, kami menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan, tenaga, pikiran, dan kontribusinya demi suksesnya Festival Rimpu Mantika Tahun 2026,” jelasnya.

Meski berlangsung meriah dan aman, pemerintah daerah mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal itu akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.(hir)

Pemprov NTB Ajak Masyarakat Pahami Teknik RJP untuk Pertolongan Pertama Kasus Henti Nafas

Mataram (globalfmlombok.com)—

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya menggelar sosialisasi kebencanaan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional, tetapi juga memperkenalkan pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada masyarakat di kawasan car free day Jalan Udayana, Kota Mataram, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan yang didukung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapekes) Mataram ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat, khususnya henti jantung atau henti napas.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama istri Sinta Agathia M. Iqbal, turut mempraktikkan secara langsung teknik RJP yang benar di hadapan masyarakat.

RJP merupakan prosedur pertolongan pertama darurat yang dilakukan untuk menjaga aliran darah beroksigen tetap menuju otak dan organ vital ketika seseorang mengalami henti jantung atau tidak bernapas. Tindakan ini penting dilakukan sebelum bantuan medis tiba guna mencegah kerusakan permanen hingga kematian.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan, RJP perlu segera dilakukan ketika seseorang tidak sadarkan diri, tidak bernapas normal, atau tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kondisi seperti serangan jantung, tenggelam, tersedak parah, sengatan listrik, overdosis obat, hingga cedera berat dapat memicu situasi yang membutuhkan tindakan ini.

Petugas juga mengingatkan pentingnya segera menghubungi layanan medis darurat terdekat atau di call center 119 sebelum melakukan RJP. Namun, dalam kondisi tertentu—seperti saat penolong sendirian dan korban adalah anak-anak atau bayi—tindakan RJP harus segera dimulai.

Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong masyarakat memiliki keterampilan dasar penyelamatan jiwa. Pelatihan RJP dinilai krusial karena kecepatan penanganan sangat menentukan peluang keselamatan korban.

Keberadaan penolong pertama yang terlatih di lokasi kejadian disebut dapat meningkatkan peluang hidup korban hingga tiga kali lipat, terutama pada kasus henti jantung di luar fasilitas kesehatan.

Peringatan HKB tahun ini tidak hanya menekankan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat medis yang dapat terjadi kapan saja.(ris)

NTB Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana, Dorong Budaya Siaga di Tengah Masyarakat

Mataram (globalfmlombok.com)—

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional yang jatuh pada 26 April dengan menggelar kegiatan sosialisasi di kawasan car free day, Jalan Udayana, Kota Mataram, Minggu (26/4/2026).

HKB yang diperingati setiap tahun ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap mitigasi risiko bencana. Peringatan tersebut diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak 2017, bertepatan dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan oleh BPBD NTB dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) NTB didukung Program SIAP SIAGA dengan melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, instansi vertikal, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah yang memiliki risiko tinggi seperti NTB.

Ia membandingkan peristiwa tsunami di Jepang pada 2011 dengan tsunami Aceh pada 2004. Menurut dia, meskipun Jepang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, jumlah korban relatif lebih sedikit dibandingkan Aceh.

“Di Jepang, kesiapsiagaan masyarakat sudah terbentuk sejak dini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa rutin melakukan simulasi kebencanaan. Itu yang membuat mereka lebih siap saat bencana terjadi,” ujarnya.

Sebaliknya, ia menilai kesiapsiagaan di Indonesia, termasuk NTB, masih perlu ditingkatkan karena sistem dan budaya simulasi belum terbentuk secara optimal.

“Kesiapsiagaan kita masih kurang. Simulasi belum menjadi kebiasaan. Padahal semua orang harus menjadi bagian dari proses untuk siap siaga menghadapi bencana,” katanya.

Iqbal menambahkan, NTB memiliki beragam potensi bencana, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir, kebakaran, hingga letusan gunung berapi. Oleh karena itu, upaya membangun budaya siaga menjadi sangat penting.

“Jalan keselamatan adalah menyiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk, yaitu bencana,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin, mengatakan kegiatan HKB dimanfaatkan untuk menyosialisasikan pentingnya kesiapsiagaan kepada masyarakat luas.

“Bencana bukan hanya tanggung jawab BPBD. Semua masyarakat harus paham dan siap,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan digelar di kawasan car free day agar menjangkau lebih banyak warga. Selain sosialisasi, BPBD juga rutin menggelar simulasi kebencanaan setiap tahun untuk meminimalkan jumlah korban saat terjadi bencana.

Menurut Sadimin, potensi bencana di NTB cukup beragam, antara lain gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem seperti banjir dan longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan.

“Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi risiko dan dampak bencana,” ujarnya.(ris)

Pengurus IKA UNY NTB Dilantik, Bantu Hadirkan PSDKU di Lombok Utara

Mataram (globalfmlombok.com)—

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (IKA UNY) Nusa Tenggara Barat resmi dilantik dalam agenda yang dirangkaikan dengan alumni gathering di ballroom Gedung Bank NTB Syariah, Jalan Udayana, Kota Mataram, Sabtu (25/4/2026).

Ketua IKA UNY NTB periode 2025–2029 adalah Yusron Saudi. Ia adalah akademisi, penulis dan tercatat sebagai komisioner KPID NTB. Ia juga aktif sebagai konten creator Youtube yang berfokus pada talkshow kisah sukses dan inspirasi dari berbagai sosok.

Ia mengatakan pelantikan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara alumni, kampus, dan pemerintah daerah. Menurut dia, kehadiran UNY di NTB tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kerja sama konkret dengan pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

“UNY tidak hanya hadir melantik, tetapi juga telah menjalin kerja sama dengan Pemprov dan Pemda KLU untuk membangun Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Rencananya kampus akan dibangun di Kecamatan Kayangan, dan lahannya sudah dihibahkan oleh pemerintah daerah,” ujar Yusron.

Ia berharap pembangunan PSDKU tersebut dapat membuka peluang bagi alumni untuk berkontribusi lebih luas, sekaligus memperkuat kehadiran fisik UNY di NTB. Menurut dia, keberadaan kampus tersebut diharapkan menjadi awal sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan para alumninya di daerah.

Yusron menambahkan, pembangunan PSDKU di Lombok Utara merupakan yang kedua di Indonesia dan pertama di NTB. Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan pengembangan pendidikan tinggi berbasis daerah.

“Dengan banyaknya alumni UNY di NTB, kami optimistis kampus ini bisa berkembang menjadi institusi pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan komitmen pihak rektorat UNY untuk memprioritaskan alumni sebagai tenaga pengajar di kampus tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum DPP IKA UNY, Prof Suyanto, menegaskan bahwa pelantikan pengurus daerah bertujuan memperkuat peran alumni di tengah masyarakat.

“Kita ingin alumni memiliki fungsi dan peran yang lebih nyata. IKA ini adalah brand ambassador dari UNY, sehingga punya tugas memberdayakan alumni agar memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” ujar Suyanto.

Ia menilai perubahan di tengah masyarakat menuntut alumni untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Karena itu, ia mendorong alumni untuk aktif dalam program pemberdayaan masyarakat.

Selain pelantikan, UNY juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan pemerintah daerah terkait pembukaan PSDKU di Kayangan, Lombok Utara. Menurut Suyanto, NTB dipilih karena kesiapan pemerintah daerah serta adanya komitmen bersama yang dilandasi rasa saling percaya dan saling menguntungkan.

“Pemda di sini sudah siap dan memiliki ketertarikan kuat. Ada kepercayaan dan kerja sama yang baik, sehingga program ini bisa segera direalisasikan,” katanya.(ris)

Tim SAR Temukan Anak Tenggelam di Dam Sungai Ketangga Lombok Timur

Mataram (globalfmlombok.com)—

Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang anak laki-laki bernama Alfian (11) yang dilaporkan tenggelam di dam sungai Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Sabtu (25/4/2026) sore.

Korban ditemukan setelah tim dari Pos SAR Kayangan bersama unsur SAR lainnya melakukan pencarian intensif selama beberapa jam. Alfian ditemukan pada pukul 17.30 Wita di dasar dam dengan kedalaman sekitar dua meter.

Koordinator Pos SAR Kayangan M. Darwis mengatakan, korban ditemukan melalui proses penyelaman di lokasi pusaran air, titik terakhir korban terlihat sebelum tenggelam.

“Korban ditemukan di dasar dam pada kedalaman kurang lebih dua meter. Setelah dievakuasi, korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Darwis dalam keterangan tertulisnya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 14.00 Wita saat korban bermain air di pinggiran dam. Korban diduga terpeleset dan sempat terbentur bebatuan sebelum akhirnya tenggelam dan hilang di pusaran air.

Laporan kejadian tersebut kemudian disampaikan warga kepada Kantor SAR Mataram. Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue Pos SAR Kayangan segera dikerahkan ke lokasi dengan membawa peralatan pencarian di air.

Darwis menyampaikan, keberhasilan menemukan korban dalam waktu relatif cepat tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak yang terlibat dalam operasi SAR.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai maupun dam.

“Arus air dan kondisi medan di lokasi seperti ini bisa berubah dan berbahaya sewaktu-waktu,” katanya.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Kayangan, SAR Unit Lombok Timur, Polsek Suela, TNI, Polairud, BPBD Lombok Timur, serta masyarakat setempat. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai.(ri)

Nekat Mogok Kerja, PPPK Paruh Waktu Lombok Tengah Bisa Terkena Sanksi Sesuai Aturan

Praya (globalfmlombok.com)-

Bupati Lombok Tengah (Loteng) H. Lalu Pathul Bahri angkat bicara terkait adanya rencana mogok kerja yang akan dilakukan tenaga kesehatan (nakes) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, mulai Senin pekan depan. Ia mengaku sangat menyayangkan jika aksi mogok kerja benar-benar dilakukan, karena PPPK paruh waktu bersangkutan nantinya bisa terkena sanksi berat.

Bupati mengatakan, aturan tentang disiplin pegawai pemerintah menyebutkan jika pegawai tidak masuk selama 10 hari berturut, bisa dikategorikan sebagai pelanggaran berat.

Melihat konsekuensi yang ada, pihaknya berharap kepada PPPK Paruh Waktu agar mempertimbangkan kembali rencana mogok kerja tersebut. Karena akan sangat disayangkan jika para PPPK Paruh Waktu terkena sanksi berat nantinya. Dan, itu sama saja dengan menyia-nyiakan perjuangan Pemkab Loteng yang meski dalam kondisi sulit berani mengambil keputusan untuk mengangkat sampai 4.000 lebih tenaga PPPK Paruh Waktu.

“Kalau tahu akan seperti ini (mogok kerja), mungkin hanya seribu saja (PPPK Paruh Waktu) yang kita terima kemarin. Tapi kenapa kita sampai mengusulkan pengangkatan hingga 4.000 lebih PPPK Paruh Waktu, karena kita sayang kepada mereka. Karena mereka juga anak-anak Loteng yang juga harus diperhatikan,” ungkapnya seperti dikutip dari suarantb.com.

Menurutnya, besaran upah yang diberikan kepada PPPK Paruh Waktu saat ini karena kondisi anggaran yang masih terbatas. Namun nanti kalau ada rezeki lebih tentu tidak seperti ini besaran upayanya. Lagi pula pemerintah daerah juga tidak hanya memberikan upah. Para PPPK Paruh Waktu ditanggung jaminan BPJS kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Di luar upah, para nakes PPPK Paruh Waktu juga memperoleh pemasukan lain. Seperti Jasa Pelayanan (JP), honor kunjungan posyandu hingga kapitasi. Jadi kalau di rata-rata PPPK Paruh Waktu ada yang memperoleh Rp1,5 juta per bulan. Ada Rp1,3 juta, bervariasi tergantung besaran JP yang masuk. “Jadi sekali lagi mohon bersabar,” pintanya.

Tapi kalau pun nakes PPPK Paruh Waktu tetap ngotot melakukan mogok kerja pihaknya juga tidak bisa melarang. Namun harus diingat, aturan juga tetap harus ditegakkan. Bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) PPPK Paruh Waktu terikat aturan tentang disiplin pegawai pemerintah.

“Harus diingat, PPPK Paruh Waktu itu juga punya NIP. Artinya, mereka juga terikat dengan aturan pegawai pemerintah,” tegas Ketua DPD Partai Gerindra NTB ini. (kir)

Belanja Pegawai Lombok Barat Terendah di NTB, Infrastruktur Tertinggi

Giri Menang (globalfmlombok)-

Data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menunjukkan Kabupaten Lombok Barat memiliki persentase belanja pegawai terendah di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun anggaran 2026. Di sisi lain, daerah ini juga mencatatkan belanja infrastruktur tertinggi di tingkat provinsi.

Berdasarkan data tersebut, belanja pegawai Lombok Barat tercatat sebesar 34,23 persen dari total APBD. Angka ini lebih rendah dibandingkan daerah lain di NTB, seperti Kota Bima yang mencapai 58,28 persen dan Kabupaten Dompu sebesar 51,93 persen.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Lombok Barat Agus Wirawan Sastra mengatakan, capaian tersebut mencerminkan efisiensi pengelolaan fiskal daerah.

“Ini menunjukkan kondisi fiskal kita berada di jalur yang lebih baik dibandingkan daerah lain di NTB. Kita paling efisien dalam belanja pegawai,” ujar Agus, Sabtu (25/4/2026).

Menurut dia, pemerintah daerah melakukan pengetatan belanja dengan memangkas pos yang dinilai tidak prioritas, kemudian mengalihkannya ke sektor infrastruktur. Kebijakan tersebut mendorong peningkatan belanja infrastruktur Lombok Barat hingga 38,69 persen, tertinggi di NTB.

Meski demikian, angka tersebut masih sedikit di bawah ketentuan mandatory spending infrastruktur yang ditargetkan sebesar 40 persen.

“Belum mencapai 40 persen, tetapi kita yang tertinggi. Ini bagian dari upaya mengefisiensikan belanja pegawai, meningkatkan pendapatan, dan mengarahkannya ke pembangunan infrastruktur,” kata Agus.

Sebelumnya, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) menegaskan pentingnya optimalisasi penggunaan anggaran daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menekankan setiap pengeluaran harus memiliki output yang jelas.

“Setiap perjalanan dinas harus jelas hasilnya, agar tidak menjadi pemborosan anggaran,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui berbagai kebijakan, termasuk digitalisasi sistem untuk menekan potensi kebocoran.

“Selama ini banyak sumber PAD, tetapi juga terjadi kebocoran. Dengan digitalisasi, kita harapkan kebocoran bisa ditekan sehingga lebih banyak anggaran yang bisa digunakan untuk pembangunan,” kata LAZ.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menilai, peningkatan PAD akan berbanding lurus dengan percepatan pembangunan, terutama pada sektor infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.(her)

Kejurnas Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series Musim Balap 2026 Dimulai, Diikuti 102 Pembalap

Praya (globalfmlombok.com) –

Kejuaraan nasional (Kejurnas) balap motor sportbike Pertamina Mandalika Racing Series (MRS) musim balap 2026 resmi dimulai, Sabtu (25/4/2026) di Pertamina Mandalika International Circuit atau Sirkuit Mandalika.  Di tempat ini digelar seluruh dari lima seri balapan yang akan berlangsung tahun ini. Untuk seri pembuka, total ada 102 pembalap yang turun di enam kelas berbeda.

Untuk kategori Kejurnas kelas Indonesia Junior Talent Cup – sebelumya Junior Sport 150 U-15, menjadi kelas yang paling banyak diikuti yakni 31 pembalap. Kemudian kelas Nasional Sport (NS) 250cc diikuti 27 pembalap, kelas NS 150cc, 16 pembalap dan kelas tertinggi NS 600cc diikuti lima pembalap. Sehingga untuk kategori Kejurnas total ada 79 pembalap yang ambil bagian.

Sedangkan untuk kategori Supporting Class total diikuti 23 pembalap. Masing-masing 11 pembalap di kelas Underbone 150cc serta Junior Sport 250 U-18, 12 pembalap.

“Kelas Junior Sport 250 U-18 sendiri merupakan kelas baru yang dipertandingkan di ajang MRS tahun ini. Diperuntukan bagi pembalap junior berusia 13 -18 tahun. Sebagai kelas persiapan sebelum mereka naik ke kelas profesional,” ungkap CEO PRIDE Motorsport Eddy Saputra, dalam keteranganya seperti dikutip dari suarantb.com.

Kehadiran kelas baru untuk pembalap junior tersebut sebagai penegasan kehadiran ajang MRS yang tidak hanya menjadi ajang balap bagi pembalap professional saja. Tetapi juga menjadi wadah pembinaan bagi talenta muda dilintasan, sebelum menjajal ajang balapan internasional.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) Priandhi Satria menambahkan, tahun ini merupakan tahun keempat penyelenggaraan MRS di Sirkuit Internasional Mandalika. Sejak mulai dirintis tahun 2023, MRS terus memperlihatkan hasilnya positif. Ditandai dengan prestasi para pembalap Indonesia di ajang balap internasional yang sebelumnya berlaga di MRS.

“Kejurnas MRS telah menjadi kompetisi bergengsi balap motor nasional. Keikutsertaan pembalap Indonesia di tingkat internasional termasuk beberapa prestasi yang diraih, lahir dari lintasan Sirkuit Mandalika dalam tiga tahun terakhir,” ujarnya.

Dengan dukungan berbagai pihak, ajang MRS tahun ini dirancang agar kualitasa penyelenggaraannya dari berbagai aspek bisa meningkat. Mulai dari aspek kemasan event hingga konsep kompetisinya. Agar mengikuti pola penjenjangan yang sistematis dalam upaya mencetak prestasi pembalap Indonesia yang mendunia.

Satu hal yang menjadi perhatian pihaknya yakni soal pembinaan usia muda. Ajang MRS diharapkan terus melahirkan bakat-bakat baru potensial yang siap tampil dan kompetitif di tingkat lebih tinggi. Kehadiran kelas Indonesia Junior Talent Cup yang merupakan nama baru untuk kelas Junior Sport 150 U-1 5serta kelas baru Junior Sport 250 U-18 adalah bukti komitmen pihaknya untuk menjadikan ajang MRS sebagai kawah candradimuka pembinaan pembalap-pembalap potensial masa depan Indonesia. (kir)

Festival Rimpu Mantika 2026 Kembali Digelar, Jadi Panggung Budaya dan Penggerak Ekonomi

Bima (globalfmlombok.com)—

Pemerintah Kota Bima kembali menggelar Festival Rimpu Mantika 2026 sebagai agenda budaya tahunan yang mengangkat sekaligus melestarikan warisan lokal, khususnya rimpu, busana khas perempuan Bima yang sarat nilai budaya dan identitas.

Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin menyatakan, festival ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga berfungsi sebagai ruang ekspresi masyarakat sekaligus penggerak ekonomi daerah. Hal itu disampaikan dalam malam pembukaan festival di Museum Asi Mbojo, Jumat (24/4/2026).

“Festival ini menunjukkan bahwa budaya bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga merupakan investasi masa depan,” ujar Rahman.

Menurut dia, pengalaman pelaksanaan tahun sebelumnya menunjukkan festival tersebut mampu meningkatkan kunjungan masyarakat secara signifikan. Dampaknya dirasakan langsung pada sektor penginapan, transportasi lokal, hingga penjualan produk ekonomi kreatif.

“Pawai rimpu bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi mesin ekonomi rakyat,” katanya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Pemkot Bima menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima untuk melibatkan generasi muda dalam pelaksanaan festival. Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan pendekatan baru dalam pelestarian budaya, tidak hanya dirayakan, tetapi juga diteliti dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Rahman menegaskan, rimpu merupakan simbol perempuan Bima yang beradab, berbudaya, dan bermartabat. Partisipasi ribuan masyarakat yang mengenakan rimpu dalam festival tersebut dinilai menjadi pesan kuat bahwa modernitas tidak harus meninggalkan identitas lokal.

Ke depan, Festival Rimpu Mantika diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai pusat penguatan ekonomi kreatif serta ruang bagi generasi muda untuk mencintai budaya daerah.

“Budaya akan tetap hidup jika masyarakatnya bangga mengenakannya, mencintainya, dan mewariskannya,” ujar Rahman.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj. Dinda Dhamayanti Putri menilai festival ini tidak hanya merayakan keindahan budaya, tetapi juga memperkuat nilai-nilai luhur masyarakat di tengah arus globalisasi.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Senada, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Abdul Malik menyebut Festival Rimpu Mantika sebagai peluang besar yang perlu dijaga, terutama oleh generasi muda.

“Festival ini bukan hanya panggung hiburan, tetapi juga peluang ekonomi yang bernilai bagi masyarakat,” ujarnya.

Festival Rimpu Mantika 2026 kembali menegaskan bahwa pelestarian budaya dan penguatan ekonomi dapat berjalan beriringan, menjadi modal penting bagi Kota Bima dalam menghadapi masa depan.(r)

Sekda NTB Tekankan Pelaksanaan Program MBG Sesuai SOP

Mataram (globalfmlombok.com)—

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB H. Abul Chair mengingatkan seluruh pihak agar menjalankan mandat pemerintah pusat dalam menyukseskan program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai penting untuk mencerdaskan sekaligus meningkatkan kesehatan generasi penerus bangsa.

Hal itu disampaikan Abul Chair saat Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas MBG tingkat Provinsi NTB di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Kamis (23/4/2026).

Ia menekankan pentingnya komitmen semua pihak agar tidak lalai dalam menjalankan tugas. Menurut dia, kelalaian dapat berdampak pada masih tingginya angka stunting, rendahnya derajat kesehatan, serta tingginya angka kemiskinan.

“Jangan sampai kita abai, sehingga berbagai persoalan seperti stunting, kesehatan, dan kemiskinan tetap tinggi. Semua pihak harus berkontribusi dan menghadirkan solusi,” ujar Abul Chair.

Abul Chair menjelaskan, keberadaan Satgas MBG di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memiliki peran strategis dalam memastikan program berjalan optimal. Satgas di daerah diharapkan mampu melakukan pengawasan, evaluasi, serta pengendalian pelaksanaan program di wilayah masing-masing.

Selain itu, ia menegaskan pelaksanaan program harus mengacu pada aturan yang telah ditetapkan, termasuk tata kelola, kelembagaan, standardisasi, dan prosedur operasional (SOP). Kepatuhan terhadap SOP dinilai penting untuk memudahkan proses evaluasi dan pengawasan.

“Tidak boleh ada pelaksanaan yang keluar dari SOP. Ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memastikan semua pihak berkontribusi dalam membangun generasi bangsa yang lebih baik,” katanya.

Ia menambahkan, program MBG menjadi salah satu upaya strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, terlebih dengan dukungan anggaran pemerintah yang cukup besar.

Dalam kesempatan itu, Abul Chair juga menekankan pentingnya pemanfaatan sumber pangan lokal NTB untuk mendukung program MBG. Menurut dia, NTB memiliki potensi besar dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Jika kebutuhan pangan dipenuhi dari dalam daerah, dampaknya terhadap perputaran ekonomi masyarakat NTB akan sangat besar,” ujarnya.(ris/r)