BerandaBerandaPemprov NTB Ajak Masyarakat Pahami Teknik RJP untuk Pertolongan Pertama Kasus Henti...

Pemprov NTB Ajak Masyarakat Pahami Teknik RJP untuk Pertolongan Pertama Kasus Henti Nafas

Mataram (globalfmlombok.com)—

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak hanya menggelar sosialisasi kebencanaan dalam peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional, tetapi juga memperkenalkan pelatihan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) kepada masyarakat di kawasan car free day Jalan Udayana, Kota Mataram, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan yang didukung Balai Pelatihan Kesehatan (Bapekes) Mataram ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat, khususnya henti jantung atau henti napas.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama istri Sinta Agathia M. Iqbal, turut mempraktikkan secara langsung teknik RJP yang benar di hadapan masyarakat.

RJP merupakan prosedur pertolongan pertama darurat yang dilakukan untuk menjaga aliran darah beroksigen tetap menuju otak dan organ vital ketika seseorang mengalami henti jantung atau tidak bernapas. Tindakan ini penting dilakukan sebelum bantuan medis tiba guna mencegah kerusakan permanen hingga kematian.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan, RJP perlu segera dilakukan ketika seseorang tidak sadarkan diri, tidak bernapas normal, atau tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Kondisi seperti serangan jantung, tenggelam, tersedak parah, sengatan listrik, overdosis obat, hingga cedera berat dapat memicu situasi yang membutuhkan tindakan ini.

Petugas juga mengingatkan pentingnya segera menghubungi layanan medis darurat terdekat atau di call center 119 sebelum melakukan RJP. Namun, dalam kondisi tertentu—seperti saat penolong sendirian dan korban adalah anak-anak atau bayi—tindakan RJP harus segera dimulai.

Melalui kegiatan ini, pemerintah mendorong masyarakat memiliki keterampilan dasar penyelamatan jiwa. Pelatihan RJP dinilai krusial karena kecepatan penanganan sangat menentukan peluang keselamatan korban.

Keberadaan penolong pertama yang terlatih di lokasi kejadian disebut dapat meningkatkan peluang hidup korban hingga tiga kali lipat, terutama pada kasus henti jantung di luar fasilitas kesehatan.

Peringatan HKB tahun ini tidak hanya menekankan kesiapsiagaan terhadap bencana alam, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat medis yang dapat terjadi kapan saja.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI