Beranda blog Halaman 53

Perkuat Tambora Menuju Geopark Dunia, NTB Jadikan Teluk Saleh sebagai Penyangga Konservasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat langkah menjadikan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) dengan menempatkan konservasi lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan kawasan. Salah satu penguatan penting dilakukan melalui perlindungan kawasan Teluk Saleh yang dinilai menjadi penyangga utama ekosistem dan biodiversitas Geopark Tambora.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, saat mempresentasikan pengajuan Geopark Tambora di hadapan tim panelis UNESCO secara daring, Rabu (13/5/2026).

Dalam presentasi itu, Gubernur Miq Iqbal didampingi Sekretaris Bappeda NTB Baiq Yunita Puji Widiani, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora Makdis Sari, serta General Manager Rinjani UNESCO Global Geopark Qwadru P. Wicaksono.

Di hadapan panelis UNESCO, Gubernur menegaskan bahwa NTB tidak memulai pengelolaan geopark dari titik nol. Pengalaman mengelola Rinjani UNESCO Global Geopark menjadi modal penting dalam memperkuat tata kelola Tambora menuju standar geopark dunia.

“We don’t start from the scratch. Kami sudah memiliki pengalaman bagaimana mengelola geopark sebagai pusat konservasi lingkungan, pelestarian geologi, dan pemberdayaan masyarakat,” terang mantan Duta Besar Republik Indonesia di Turki ini.
Menurutnya, Tambora merupakan forgotten gem yang selama ini belum sepenuhnya dikenal dunia, padahal memiliki kekayaan geologi, sejarah, budaya, dan biodiversitas yang sangat besar.
Berbeda dengan Rinjani yang dikenal sebagai destinasi wisata pegunungan dunia, Tambora menyimpan jejak salah satu letusan vulkanik terbesar dalam sejarah modern manusia. Letusan Gunung Tambora tahun 1815 tidak hanya mengubah bentang alam Pulau Sumbawa, tetapi juga memengaruhi iklim dunia dan memicu fenomena The Year Without Summer di Eropa akibat penyebaran abu vulkanik ke atmosfer bumi.

“Tambora bukan hanya tentang gunung api. Ia adalah bagian penting dari sejarah dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan Geopark Tambora mencakup tiga wilayah budaya besar, yakni Bima, Dompu, dan Sumbawa, yang menjadi bagian penting dalam penguatan konservasi berbasis masyarakat dan pelestarian budaya lokal.

Selain nilai sejarah dan budaya, kawasan Tambora juga berada di wilayah timur garis Wallace (Wallace Line), yang dikenal memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan banyak spesies flora dan fauna endemik.

Miq Iqbal mengungkapkan, sedikitnya 275 spesies telah berhasil diidentifikasi di kawasan tersebut, meskipun jumlah sebenarnya diyakini jauh lebih besar dan sebagian berada dalam kondisi terancam akibat kerusakan hutan serta aktivitas ilegal.

“Karena itu konservasi menjadi hal yang sangat penting dalam pembangunan kawasan ini,” jelasnya.

Komitmen tersebut diperkuat melalui kebijakan konservasi Teluk Saleh yang menjadi habitat hiu paus (whale shark) serta kawasan penting ekosistem laut di Pulau Sumbawa.

Menurut Gubernur, perlindungan Teluk Saleh menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan kawasan geopark tetap berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.

“Konservasi bukan pelengkap pembangunan, tetapi fondasi utama pembangunan kawasan,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager Badan Pengelola Geopark Tambora, Makdis Sari, menegaskan bahwa Tambora memiliki nilai universal yang sangat kuat sebagai warisan geologi dunia.

“Tambora bukan sekadar gunung berapi. Ia adalah arsip hidup dari peristiwa geologis yang mengubah sejarah manusia,” ujarnya.

Menurut Makdis, jejak letusan Tambora tahun 1815 hingga kini masih dapat ditelusuri melalui berbagai bukti ilmiah, geologi, dan budaya yang menjadikan kawasan tersebut memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan dunia.

Pengajuan Tambora sebagai UNESCO Global Geopark menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat posisi daerah sebagai pusat konservasi, geopark dunia, dan pembangunan berkelanjutan berbasis lingkungan di Indonesia timur. (r/ham)

Santai di Pendopo Gubernur NTB, Kepala BGN Tegaskan Keseriusan Pemerintah Urus Gizi Bangsa

Mataram (globalfmlombok.com) – Di tengah suasana santai makan siang dengan suguhan khas Lombok, percakapan tentang negara dan kewajibannya kepada rakyat mengalir hangat di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Rabu (13/5/2026).

TIDAK ada sekat formal yang kaku. Yang hadir justru dialog penuh keakraban antara Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Dadan Hindayana, dan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, tentang bagaimana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) lahir, bertumbuh, dan perlahan menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah pinggiran.

Di atas meja makan yang dipenuhi Sate Rembiga, Ayam Taliwang, telur goreng, serta pelecing kangkung khas Lombok, pembicaraan tentang tantangan besar pelayanan publik terasa begitu manusiawi. Sesekali diselingi tawa dan seloroh ringan, namun tetap sarat makna tentang kesungguhan negara menghadirkan hak dasar masyarakat: akses terhadap pangan bergizi yang layak.

Kepala BGN RI Dadan Hindayana hadir bersama rombongan dari Jakarta dan tim Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Lombok. Sementara Gubernur NTB didampingi Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik dan Ketua Satgas MBG NTB H. Fathul Gani. Pertemuan yang dikemas dalam suasana silaturahmi itu berlangsung cair, jauh dari nuansa birokrasi formal, namun justru memperlihatkan keseriusan pemerintah dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif di daerah.

Saat mencicipi pelecing kangkung, Dadan spontan memuji cita rasa kangkung Lombok yang menurutnya berbeda dengan daerah lain. Gubernur Miq Iqbal pun menyambut dengan gurauan khas tuan rumah bahwa ke Lombok tanpa menikmati pelecing terasa belum lengkap. Bahkan, menurutnya, kangkung Lombok tetap memiliki rasa yang berbeda dengan kangkung di daerah lain.
Percakapan ringan itu kemudian berkembang menjadi diskusi mendalam mengenai perjalanan Program MBG yang diakui tidak mudah sejak awal dijalankan.

Dadan mengungkapkan, sebagai lembaga baru dengan program berskala nasional yang sangat besar, BGN menghadapi banyak keraguan pada fase awal pelaksanaan. Namun semangat Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghadirkan layanan makan bergizi bagi masyarakat menjadi dorongan utama untuk mencari pola terbaik agar program bisa bergerak cepat dan tepat sasaran.

“Kalau pemerintah harus membangun dapur sendiri semuanya, tentu akan berat dan membutuhkan waktu lama. Sementara Presiden meminta program ini segera berjalan. Dari situlah lahir pola kemitraan bersama masyarakat melalui yayasan,” ungkap Dadan.

Ia juga mengakui perjalanan program tidak selalu mulus. Tingginya antusiasme masyarakat, percepatan pelaksanaan, hingga berbagai persoalan teknis sempat menjadi sorotan publik dan media. Namun menurutnya, kritik merupakan bagian dari proses membangun pelayanan publik berskala besar.

“Kalau memulai kebaikan besar untuk masyarakat, kita memang harus siap menerima kritik dan sorotan. Yang terpenting adalah terus memperbaiki dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi NTB sejak awal juga menghadapi tantangan dalam memastikan program strategis nasional tersebut dapat bergerak cepat di daerah. Namun konsolidasi yang kuat bersama pemerintah kabupaten/kota membuat progres pelaksanaan MBG di NTB terus menunjukkan hasil positif.

Menurut data Badan Gizi Nasional per 9 Mei 2026, NTB saat ini telah memiliki 820 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Program ini juga melibatkan 39.023 relawan dan telah menjangkau 1.832.808 penerima manfaat di NTB. Lombok Timur menjadi daerah dengan jumlah SPPG terbanyak, yakni 258 unit, disusul Lombok Tengah 179 unit dan Lombok Barat 126 unit.

Capaian tersebut bahkan mendapat apresiasi langsung dari Kepala BGN RI yang menyebut NTB sebagai salah satu daerah dengan progres pelaksanaan MBG terbaik secara nasional, bahkan telah melampaui target awal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Meski demikian, Gubernur NTB menegaskan masih terdapat sejumlah wilayah pinggiran yang belum sepenuhnya terlayani program MBG. Bukan kawasan terpencil kategori 3T, melainkan daerah yang secara geografis berada jauh dari pusat kota, sehingga belum banyak menarik minat mitra penyelenggara.

“Di beberapa desa sebenarnya sudah ada sekolah dan pondok pesantren yang sangat memungkinkan untuk dilayani satu SPPG. Program ini sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah-wilayah tersebut,” ujar Miq Iqbal.

Menanggapi hal itu, Dadan Hindayana memastikan BGN akan segera menindaklanjuti laporan pemerintah daerah agar titik-titik layanan baru dapat dipetakan dan dipercepat pelaksanaannya.
Silaturahmi sederhana di Pendopo NTB itu pada akhirnya memperlihatkan satu hal penting: pelayanan publik terbaik sering kali lahir bukan hanya dari rapat resmi dan meja birokrasi, melainkan juga dari percakapan yang jujur, suasana yang hangat, dan kesadaran bersama bahwa negara memiliki kewajiban menghadirkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Program Makan Bergizi Gratis pun menjadi penanda penting bahwa untuk pertama kalinya dalam hampir delapan dekade kemerdekaan, negara hadir secara lebih nyata melalui layanan pangan bergizi yang menjangkau masyarakat secara luas dan masif. (r/ham)

Diduga Sewakan Kasur ke Penumpang, Pemprov NTB Ingatkan Manajemen Kapal Jurusan Padangbai-Lembar

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB memberikan surat peringatan kepada kapal rute penyeberangan Padangbai-Lembar yang diduga menyewakan kasur kepada penumpang. Praktik sewa-menyewa di dalam kapal tidak diperbolehkan lagi berdasarkan surat imbauan Nomor 500.11/226/Dishub/III.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Ervan Anwar mengaku pihaknya sudah memberikan peringatan pada manajemen kapal yang bersangkutan untuk tidak lagi melakukan praktik tersebut. Dikatakan, praktik sewa-menyewa itu dilakukan oleh oknum Anak Buah Kapal (ABK).
“Itu sudah kita tegur, perusahaannya kita tegur untuk menilai. Karena kita kan ada surat untuk melarang, segala fasilitas yang disiapkan untuk penumpang tidak boleh disewa,” ujarnya.

Apabila teguran Dishub tidak diindahkan, Ervan menegaskan akan memberikan sanksi tegas, berupa menunda pelayaran hingga mencabut izin pihak yang bersangkutan. Sebab menurutnya, seluruh fasilitas di dalam kapal tidak boleh disewakan. Kecuali fasilitas-fasilitas premium misalnya fasilitas untuk penumpang VIP.

“Nanti, tahapannya, jadwalnya dia kita pending, lalu lama-lama kita cabut, kita bekukan, gitu. Ya, namanya oknum,” katanya.

Diketahui, Ombudsman RI Perwakilan NTB mengungkapkan praktik pungutan liar berupa penyewaan kasur kepada penumpang di atas kapal penyeberangan lintas Lembar-Padangbai. Berdasarkan hasil penelusuran Tim Pemeriksa Ombudsman NTB, sejumlah penumpang mengeluhkan adanya oknum yang menawarkan fasilitas tempat tidur di atas kapal dengan tarif tidak resmi. Tarifnya mencapai Rp50 ribu per kasur.

Asisten Ombudsman RI Perwakilan NTB, Ratih Wulandari menegaskan, pelayanan publik yang berkualitas harus secara transparan dan bebas dari pungutan ilegal.

“Tidak boleh ada biaya siluman di luar tiket resmi yang sudah dibayar oleh masyarakat. Praktik seperti ini harus dihentikan, karena merugikan pengguna jasa dan mencoreng citra pelayanan transportasi publik,” tegasnya. (era)

Karang Taruna dan Pelaku UKM di Loteng Bakal Dapat Jaminan Keselamatan Kerja

Praya (globalfmlombok.com) – PEMERINTAH Kabupaten Lombok Tengah (Pemkab Loteng) tengah mempertimbangkan untuk memberikan fasilitas jaminan keselamatan kerja bagi anggota karang taruna serta pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Loteng. Dengan cara mendaftarkan anggota karang taruna dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara gratis. Seperti yang sebelumnya dilakukan kepada perangkat desa di daerah ini.

Hal itu diungkapkan Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P., M.A.P., saat peluncuran Paritrana Award Universal Coverage Jamsostek (UCJ) tingkat keluhan dan desa di Ballroom Kantor Bupati Loteng, Rabu (13/5/2026).

Dengan langkah tersebut diharapkan akan semakin banyak masyarakat Loteng yang mendapat program perlindungan keselamatan kerja.

Dengan begitu, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat sudah terlindungi oleh program BPJS Ketenagaakerjaan. “Karang taruna dan pelaku UKM ini juga perlu dipikirkan bagaimana supaya bisa juga mendapat layanan program BPJS ketenagaankerjaan ke depan,” sebut Pathul.

Hal itu akan dilakukan Bupati, karena karang taruna maupun pelaku UKM juga termasuk tenaga kerja yang berpotensi mengalami kecelakaan kerja. Karena itu, layanan program BPJS ketenagaankerjaan penting untuk mereka. Terlebih bagi mereka yang berstatus kepala keluarga. Ketika terjadi kecelakaan mereka sudah terlindungi, termasuk anggota keluarganya.
Semua orang tentu tidak ingin mengalami kecelakaan kerja. Namun, setidaknya kalau sudah jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, ketika terjadi kecelakaan ada perlindungan berupa santunan yang bisa mengurangi beban dampak dari kecelakaan kerja yang terjadi.

Dalam hal ini, pihaknya juga mendorong pemerintah desa dan kelurahaan agar bisa menyiapkan program perlindungan keselamatan kerja yang sama. Ini agar cakupan layanan keselamatan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan di Loteng bisa semakin luas. Kalau pun anggaran desa belum memadai, pemerintah desa atau kelurahan bisa lebih masif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Hal ini supaya masyarakat semakin sadar pentingnya ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu cara melindungi diri dari potensi kerugian akibat kecelakaan kerja atau kejadian yang tidak diinginkan dalam aktivitas seharian lainnya.

“Melalui Paritrana Award ini kita dorong upaya masif desa dan kelurahan dalam memberikan penyadaraan akan pentingnya ikut program BPJS ketenagakerjaan bagi masyarakat,” tegasnya.
Terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTB, Nasrullah Umar, mengatakan di Loteng saat ini ada sekitar 500 ribu tenaga kerja yang berkerja di berbagai sektor. Baik itu sektor formal maupun informal. Dari jumlah tersebut baru sekitar 202 ribu pekerja yang ikut program BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk yang dibiayai oleh Pemkab Loteng sendiri sebanyak sekitar 18 ribu peserta. Mulai dari pegawai pemerintah, perangkat desa, nelayan hingga kader posyandu.

Diakuinya, progam BPJS Ketenagakerjaan memang belum begitu familiar di telinga masyarakat di daerah ini. Karena itu, belum banyak yang ikut atau menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Terutama yang berasal dari peserta mandiri. Berbeda dengan BPJS kesehatan yang pesertanya sudah sangat banyak.

Padahal kalau bicara manfaat, BPJS Ketenagakerjaan tidak kalah dengan BPJS Kesehatan. Hanya waktu pemanfatannya saja yang berbeda. “Kalau BPJS kesehatan digunakan saat sakit. Sedangkan BPJS ketenagakerjaan digunakan saat terjadi kecelakaan kerja. Jadi keduanya penting,” sebutnya. (kir)

Polisi Usut Dugaan Pencabulan oleh Siswa SMK di Lombok Tengah

Mataram (globalfmlombok.com) – Polres Lombok Tengah (Loteng) mulai melakukan pengusutan terhadap perkara dugaan pencabulan yang dilakukan seorang siswa di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Lombok Tengah.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Punguan Hutahaean, Kamis (14/5/2026) membenarkan pihaknya telah mulai melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencabulan yang sempat viral di media sosial itu.

“Kami telah melakukan penyelidikan awal langsung di SMKN terkait siang kemarin,” katanya.

Pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian lanjutnya, baru bersifat interogasi lisan untuk mendapatkan gambaran peristiwa. Serta untuk mengetahui mengapa video dugaan pencabulan itu dapat tersebar di media sosial.

“Langkah selanjutnya, kami aman meminta keterangan pihak terkait dengan sistem peradilan anak,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram, Joko Jumadi mengatakan saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Lombok Tengah.

Koordinasi tersebut untuk memulai pemeriksaan dan pendampingan kepada korban. “Nanti mereka (UPTD PPA) yang akan melakukan pendampingan psikologi kepada korban,” ucap Joko.

Ia menolak keras terkait pihak sekolah yang ingin menyelesaikan kasus ini dengan cara mediasi. Tanpa membawa perkara ke ranah hukum. “Maksudnya agar ada pembelajarannya. Bila ini hanya dimediasi, saya khawatir hal itu dinormalisasi,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan memegang bagian privat seseorang sudah masuk ranah pencabulan. Perbuatan tersebut juga sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan (TPKS).

Meskipun terduga pelaku juga masih di usia anak, lanjutnya, proses hukum harus tetap berjalan. “Agar ia menyadari kesalahannya. Jangan karena anak dia dimaafkan dan proses hukum dihilangkan,” tuturnya.

Ia menegaskan, memproses hukum perkara ini tidak semerta-merta langsung menjebloskan anak ke penjara.

Sebelumnya, video yang memperlihatkan seorang siswa meraba bagian privat teman perempuannya di ruang kelas viral di media sosial.

Berdasarkan video yang beredar, siswa tersebut tampak santai saat berdiri sembari mengulurkan tangan kirinya ke arah area sensitif si perempuan. Sontak, siswi yang tubuhnya diraba itu terlihat kaget.

Video tersebut diunggah ulang oleh sejumlah akun media sosial. Unggahan tersebut kini telah dicabut oleh si pemilik akun. (mit)

Pemda Didorong Segera Penuhi Pembayaran Tunggakan Gaji PPPK

Mataram (globalfmlombok.com) – Anggota DPRD Provinsi NTB dari Dapil VI, Abdul Ra’uf menyoroti keterlambatan pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu ditingkat Kabupaten Kota di NTab. Salah satunya di Kabupaten Bima yang sudah terlambat sampai lima bulan lamanya tak kunjung cair hak gaji mereka.

Abdul Ra’uf mengatakan bahwa sepengetahuannya pemerintah kabupaten bima bersama DPRD sebenarnya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp63 miliar untuk pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu tersebut. Namun karena persoalan administrasi yang berbelit, gaji para PPPK tersebut menjadi tersendat.

“Bisa saja pemerintah daerah sedang menghadapi tekanan kas akibat tingginya belanja rutin, keterlambatan transfer pusat, atau pendapatan daerah yang belum maksimal sehingga proses pencairan harus dilakukan secara bertahap dan penuh kehati-hatian,” ujar Rauf.

Menurutnya keterlambatan pembayaran gaji kemungkinan besar disebabkan bukan masalah ada atau tidak adanya anggaran melainkan persoalan teknis di dalam sistem keuangan dan administrasi pemerintahan. Dalam tata kelola keuangan daerah, anggaran yang tersedia di APBD tidak selalu berarti uang kas langsung siap dibayarkan.

Akan tetapi apapun persoalannya, politisi partai Demokrat itu menyayangkan tidak adanya penjelasan yang lengkap dari pemerintah sehingga menciptakan kesimpang siuran informasi ditengah masyarakat. Hal itu bisa mempengaruhi reputasi pemerintah.

“Keterlambatan selama berbulan-bulan tanpa penjelasan resmi justru memunculkan spekulasi dan keresahan di tengah para pegawai yang menggantungkan hidup dari penghasilan bulanan itu,” ungkap dnggota dewan dari Dapil Kota Bima, Kabupaten Bima dan kabupaten Dompu

Dikatakannya, jika pemerintah terbuka menjelaskan kendala yang dihadapi serta menyampaikan skema pembayaran yang jelas. Maka situasi mungkin tidak akan berkembang menjadi kegelisahan publik.

Di sisi lain, ia memberikan apresiasi pada pemerintahan kabupaten bima dan DPRD kabupaten bima karena telah menunjukkan keberpihakan melalui pengalokasian anggaran Rp63 miliar tersebut. Ia menegaskan secara politik anggaran, keberadaan PPPK Paruh Waktu tetap diperhatikan.

“Kini yang dibutuhkan masyarakat bukan lagi janji, melainkan kepastian kapan hak mereka dibayarkan. Karena di balik keterlambatan itu, ada ribuan keluarga yang sedang menunggu uang belanja, biaya sekolah anak, dan kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya. (ndi)

Pengusaha Muda NTB Bandingkan Manfaat Berusaha, Ketimbang Investasi di Pasar Modal

Mataram (globalfmlombok.com) – Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia sekaligus pengusaha muda NTB, Lalu Fatahillah, menilai generasi muda saat ini sebaiknya lebih didorong untuk masuk ke sektor usaha riil dibanding hanya berfokus pada investasi di pasar modal.

Menurutnya, kondisi ketenagakerjaan saat ini masih menjadi tantangan besar karena masih banyak generasi muda yang belum mendapatkan pekerjaan. Dalam situasi tersebut, keberadaan usaha baru dinilai lebih memberikan dampak langsung terhadap perekonomian karena mampu membuka lapangan kerja baru.

“Kalau pandangan pribadi saya, di tengah kondisi sekarang yang masih banyak anak muda belum bekerja, lebih baik kita membuka sektor riil. Dari sana lapangan pekerjaan bisa terbuka lebih luas,” ujarnya.

Ia mengatakan, ketika sebuah usaha baru tumbuh, dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik usaha semata. Perusahaan yang berkembang akan terus merekrut tenaga kerja baru sehingga menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah.

“Kalau perusahaan baru berkembang, otomatis dia akan merekrut lagi, merekrut lagi. Perputaran ekonomi juga akan semakin besar,” katanya.

Selain membuka lapangan kerja, pengusaha juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk menularkan semangat kewirausahaan kepada masyarakat. Menurut pengusaha property ini, edukasi tentang dunia usaha penting agar masyarakat semakin terbuka terhadap peluang menjadi entrepreneur.

“Kita sebagai pengusaha punya tanggung jawab moral dan sosial untuk menyebarkan ilmu entrepreneur agar masyarakat terbuka wawasannya,” ujarnya.

Ia menilai, bekerja di sektor usaha riil memberikan dampak ekonomi yang lebih nyata karena aktivitas bisnis dapat langsung terlihat melalui proses produksi, distribusi hingga transaksi di masyarakat.

“Secara ekonomi dampaknya lebih terlihat. Ada proses belanja, transaksi, produksi, semuanya berjalan dan manfaatnya langsung dirasakan,” katanya.

Meski demikian, Fatahillah tidak menampik bahwa pasar modal juga bisa jadi salah satu instrumen investasi. Namun menurutnya, masyarakat harus memahami terlebih dahulu fungsi investasi sebagai bagian dari pengelolaan keuangan pribadi.

Ia menambahkan, baik investasi di pasar modal maupun pengembangan bisnis memiliki risiko masing-masing. Karena itu, masyarakat perlu memahami profil risiko dan tujuan keuangan sebelum mengambil keputusan.

“Semua ada risikonya. Kalau bermain di pasar modal tentu harus melihat portofolio dan memahami risikonya. Tapi bagi saya, membangun usaha adalah pilihan hidup,” katanya.
Namun secara pribadi, ia tetap lebih memilih mengembangkan usaha di sektor riil karena dinilai memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kalau saya pribadi tetap lebih memilih sektor riil karena manfaatnya jauh lebih terasa bagi banyak orang,” tegasnya.

Fatahillah berharap semakin banyak generasi muda di NTB berani terjun ke dunia usaha agar dapat memperkuat perekonomian daerah sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran. Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha baru yang tumbuh, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja di daerah sendiri. (bul)

Putra NTB Sabolah Resmi Diangkat Jadi Komisaris MGPA

Mataram (globalfmlombok.com) – Putra daerah NTB asal Kabupaten Lombok Tengah, Sabolah resmi ditunjuk sebagai Komisaris PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melalui InJourney yang berada di bawah naungan Danantara.

Penunjukan tersebut menjadi bagian dari perombakan struktur manajemen MGPA, sebagai pengelola kawasan Sirkuit Mandalika. Pergantian juga terjadi pada jajaran direksi dan komisaris perusahaan. Dalam susunan baru, posisi Komisaris Utama diisi Marrel, sementara jabatan komisaris ditempati Ara dan Sabolah.

Adapun jajaran direksi dipimpin legenda balap nasional Ananda Mikola sebagai Direktur Utama, didampingi Dony Mahardjono dan Poppy Senduk sebagai direktur. Ananda Mikola menggantikan Priandhi Satria yang sebelumnya menjabat Direktur Utama MGPA sejak 2022 hingga 2026.

Menanggapi penunjukan tersebut, Sabolah menyampaikan rasa syukur sekaligus berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan baik demi kemajuan daerah dan bangsa. “Mohon doa, semoga amanah ini bisa saya jalankan dengan baik. Mohon dukungan dan support dari semua pihak,” ujarnya, Rabu malam (13/5/2026).

Ia menegaskan, posisi yang diembannya merupakan bentuk pengabdian untuk memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam memperkuat posisi NTB di mata dunia melalui pengembangan kawasan Mandalika. “Ini adalah tugas pengabdian dari negara untuk sebaik mungkin dapat berkontribusi bagi negara dan tentu untuk menduniakan NTB,” katanya.

Menurut Sabolah, Sirkuit Mandalika kini telah berkembang menjadi ikon internasional yang tidak hanya dikenal sebagai tuan rumah MotoGP, tetapi juga menjadi pusat berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional.

“Sirkuit Mandalika adalah sirkuit kelas dunia yang sudah dikenal mancanegara dengan berbagai event tiap tahunnya. Dahulu kita tahu hanya untuk balapan MotoGP, tetapi beberapa tahun terakhir sudah banyak event lain yang terlaksana, baik skala lokal, nasional maupun internasional,” tuturnya.

Ia menilai, tantangan berikutnya bagi MGPA adalah memperbanyak kegiatan dan event internasional agar kawasan Mandalika semakin dikenal luas sekaligus memberi dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat NTB. “Kedepan tugas kita insyaAllah memperbanyak event agar Mandalika makin dikenal dunia dan tentu memberikan dampak kepada perputaran ekonomi daerah,” tegasnya.

Sabolah juga menekankan pentingnya sinergi antara MGPA dengan Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah agar pengembangan kawasan Mandalika berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah.

“InsyaAllah akan semaksimal mungkin melakukan koordinasi intensif dengan Pak Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah agar sejalan dengan visi beliau, yaitu NTB Makmur Mendunia,” ucap Sabolah.

Menurutnya, pengembangan Mandalika dan visi besar pembangunan daerah hanya bisa dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak. “Visi besar yang ujungnya untuk kemanfaatan kepada masyarakat harus dilakukan secara bersama-sama dalam kolaborasi,” pungkasnya. (ndi)

Inflasi Masih di Atas Nasional, BI NTB Perkuat Operasi Stabilisasi Harga Jelang Iduladha

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi NTB bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi menjaga stabilitas harga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi TPID Provinsi NTB bertema “Pengendalian Harga Jelang HBKN Iduladha” yang digelar pada Selasa, 12 Mei 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi NTB masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen, baik secara tahunan (year on year/yoy) maupun inflasi tahun kalender (year to date/ytd). Meski demikian, laju inflasi NTB masih tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sehingga perlu diantisipasi.

Sejumlah komoditas pangan dinilai berpotensi mengalami kenaikan harga menjelang Iduladha. Komoditas tersebut antara lain daging ayam ras, cabai rawit, serta minyak goreng yang umumnya mengalami peningkatan permintaan saat momentum hari besar keagamaan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Hario K. Pamungkas, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai langkah konkret untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan di NTB sejak awal tahun.

Hingga Mei 2026, BI NTB telah mendukung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 37 titik di berbagai wilayah di NTB sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

Selain itu, BI NTB juga bersinergi dengan Badan Pangan Nasional dalam program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dengan mendatangkan cabai rawit sebanyak 2,48 ton dari Enrekang saat momentum Ramadan dan Idulfitri 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk menekan gejolak harga cabai rawit yang sempat meningkat akibat keterbatasan pasokan di daerah.

Tak hanya fokus pada distribusi, BI NTB juga turut memperkuat produksi pangan melalui penyaluran berbagai sarana dan prasarana pertanian kepada petani guna menjaga keberlanjutan pasokan komoditas strategis.

“Hingga Mei 2026, kami telah mendukung stabilisasi harga melalui Gerakan Pangan Murah di 37 titik, fasilitasi distribusi cabai rawit, serta penyaluran sarana dan prasarana kepada petani,” ujar Hario.

Menjelang Iduladha, BI NTB memastikan akan terus memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah dan seluruh anggota TPID agar gejolak harga pangan tetap terkendali.

Beberapa strategi yang akan terus dilakukan antara lain memperkuat distribusi pangan antarwilayah, menjaga kelancaran pasokan, memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang tepat lokasi, tepat waktu, dan tepat sasaran, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan inflasi NTB tetap terkendali di tengah meningkatnya permintaan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha. (bul)

 

Pastikan Bahan Pangan di Pasar Tidak Berbahaya

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram menunjuk Pasar Perumnas, Kelurahan Tanjung Karang Permai sebagai pasar aman. Proses penilaian telah rampung. Pasar tradisional diharapkan tidak menjual bahan pangan yang berbahaya bagi masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram, H. Miftahhurrahman dikonfirmasi pada, Rabu (13/5/2026) menjelaskan, penilaian pasar pangan aman oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan telah rampung. Aspek penilaian yang dilihat dari keamanan produk, higienistas serta kandungan bahan pangan. Pemkot Mataram mengusulkan Pasar Perumnas karena lokasinya berdekatan langsung dengan masyarakat. “Kita usulkan Pasar Perumnas, karena pasarnya berdekatan langsung dengan masyarakat,” terangnya.

Pemkot Mataram sebelumnya kata Miftah, telah mengusulkan Pasar Dasan Agung dan Pasar ACC Ampenan untuk mengikuti penilaian pasar pangan aman. Menurutnya, program ini bukan semata-mata untuk mengikuti penilaian saja melainkan prinsip dasarnya adalah pasar tradisional harus memberikan jaminan bahwa produk yang dijual aman dan tidak mengandung bahan berbahaya. “Prinsip dasarnya memperhatikan kebersihan, sanitasi dan pengaturan zona pedagang. Termasuk tidak ada kandungan bahan berbahaya seperti boraks dan lain-lain,” terangnya.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram menegaskan, pasar pangan aman sebenarnya mendorong sekaligus mengedukasi pedagang, agar produk yang dijual tidak beresiko terhadap kesehatan. Masyarakat atau konsumen yang berbelanja merasa aman serta nyaman untuk datang ke pasar tradisional. (cem)