Beranda blog Halaman 383

Unram Lakukan Kegiatan Pemberdayaan untuk Anak-Anak Rohingya

Mataram (globalfmlombok.com) – Sebanyak 54 anak-anak Rohingya yang menjadi siswa binaan di Baitul Rohmah Rohingya Learning Center, wilayah perbatasan Malaysia–Thailand, mengikuti program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat internasional yang digagas oleh Universitas Mataram (Unram), Indonesia pada 11–15 Juni 2025.

Program ini berada di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unram dan merupakan bentuk nyata komitmen perguruan tinggi terhadap inklusivitas dan pendidikan global.

Dengan mengusung tema “Dream Beyond Borders”, kegiatan ini bertujuan membangkitkan kesadaran jati diri dan menumbuhkan semangat bermimpi bagi anak-anak tanpa kewarganegaraan (stateless children), banyak di antaranya merupakan hasil perkawinan antara ibu WNI dan ayah etnis Rohingya.

Melalui pendekatan seni visual, terutama lukisan, anak-anak diajak menuangkan impian mereka tentang masa depan dan negara yang mereka harapkan dapat menjadi tempat tinggal penuh harapan dan tanpa diskriminasi. Program ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara Unram dan Universiti Utara Malaysia (UUM).

Dosen Program Studi Hubungan Internasional Unram, Mega Nisfa Makhroja, menyampaikan bahwa ini adalah tahun kedua pelaksanaan program serupa di kawasan tersebut.

“Program ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan harapan dan keberanian anak-anak dalam membayangkan dunia yang lebih baik. Kami ingin mereka berani bermimpi dan percaya pada masa depan mereka,” ujar Mega.

Turut hadir memberikan dukungan dalam kegiatan ini adalah Dr. Nur Suzylah Sohaimi dan Assoc. Prof. Madya Dr. Mohd Naem Ajis dari UUM. Keduanya menyampaikan materi motivasi yang memperkuat semangat para peserta.

Cik Zuklifli, perwakilan Yayasan Baitul Rohmah sekaligus Presiden Kedah Football Association, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada tim Unram. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak anak-anak marjinal lainnya di masa mendatang.

“Kami sangat menghargai kontribusi ini. Program ini membawa harapan bagi anak-anak yang seringkali terlupakan,” ucapnya.

Program ini menegaskan komitmen Unram dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal hak atas pendidikan, pengurangan ketimpangan, dan kerja sama lintas negara.

Sebagai penutup, anak-anak peserta program menyampaikan pesan menyentuh dengan penuh ketulusan, “Kami, pelajar Baitul Rohmah Rohingya Learning Center, mengucapkan terima kasih kepada Universitas Mataram dan Universiti Utara Malaysia atas program ini. Terima kasih!”. (ron)

Tangani Stunting di NTB, MIM Foundation Produksi Telur Omega-3 dari Dana Wakaf

Mataram (globalfmlombok) – Upaya penanganan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melibatkan berbagai pihak. Lembaga Amil Zakat (LAZ) Metro Insan Mulia (MIM) Foundation turut berkontribusi melalui program Wakaf Produktif Ayam Petelur yang memproduksi telur Omega-3 untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.

Ketua MIM Foundation, Romi Saepudin, menjelaskan bahwa program ini diluncurkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap tingginya angka stunting di NTB serta ketergantungan daerah terhadap pasokan telur dari luar.

“Daerah kita masih mendatangkan telur dalam jumlah besar dari luar untuk memenuhi kebutuhan. Padahal telur merupakan komoditas penting, baik untuk gizi masyarakat maupun sebagai komponen inflasi,” ujarnya di Mataram, Rabu, 18 Juni 2025.

Program ini didanai melalui skema wakaf tunai yang telah disetujui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama, kemudian disalurkan melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU). Hingga kini, MIM Foundation telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp270 juta untuk pengadaan ayam petelur.

Telur yang dihasilkan merupakan telur Omega-3, yaitu telur dengan kandungan asam lemak esensial DHA yang penting bagi perkembangan otak dan kesehatan tubuh. Telur ini dihasilkan dari ayam yang diberi pakan khusus mengandung omega-3, seperti biji rami, minyak ikan, atau alga.

Menurut Romi, ide pengembangan telur Omega-3 ini bermula dari diskusi dengan mantan Kepala Dinas Kesehatan NTB, Dr. dr. H. Lalu Hamzi Fikri, MM.MARS. Dalam pertemuan tersebut, Dr. Fikri menyebut konsumsi telur harian sebagai langkah sederhana namun efektif dalam menanggulangi stunting, terlebih jika yang dikonsumsi adalah telur Omega-3.

“Awalnya kami uji coba dengan 200 ekor ayam. Hasilnya bagus, permintaan pasar juga tinggi. Kini kami memiliki sekitar 2.500 ekor ayam, dengan 350 ekor di antaranya sudah mulai berproduksi menghasilkan sekitar 350 butir telur per hari,” kata Romi.

Harga jual telur Omega-3 dari MIM Foundation dipatok antara Rp30.000 hingga Rp35.000 per 10 butir, lebih rendah dibanding harga pasar yang mencapai Rp40.000–Rp50.000. Selain untuk dijual secara profesional, sebagian hasil produksi juga disalurkan secara gratis kepada masyarakat kurang mampu sebagai bagian dari program sosial.

Target ke depan, MIM Foundation berharap dapat meningkatkan jumlah ayam petelur hingga 6.000 ekor guna menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan memperkuat pasokan telur lokal.

“Telur lokal berkualitas untuk anak-anak NTB, itu harapan kami. Ini menjadi bukti bahwa wakaf tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi dan solusi masalah gizi masyarakat,” pungkas Romi. (bul)

47 Ribu Jiwa Penerima Bansos di Lobar Anomali

SEBANYAK 47 ribu data penerima bantuan sosial (bansos) ang masuk Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional  (DTSN) di Lombok Barat (Lobar) anomali, lantaran bermasalah dari sisi KTP dan tak layak menerima Bansos. Data ini pun dilakukan pengecekan lapangan atau ground checking oleh Dinas Sosial. Dari hasil ground checking sejauh ini baru 74 persen dari 47 ribu jiwa yang diselesaikan verifikasi dan validasinya.

Kepala Dinas Sosial Lobar H. L. Winengan melalui Kabid Penanganan Fakir Miskin Zaenal Muttaqin menerangkan bagi masyarakat yang bisa mendapatkan bansos mulai saat ini pemerintah pusat memberlakukan DTSN yang menyatukan tiga sumber data, yakni P3KE Kemiskinan Ekstrem, DTKS dan Resosek BPS, sehingga DTKS tidak berlaku lagi.

“DTSN ini belum selesai secara nasional, karena masih ada data yang anomali, di Lobar sekitar 47 ribu, sudah tercapai verifikasi dan validasi sekitar 74 persen,”terangnya, kemarin.

Dirinci data anomali yang diverifikasi dan validasi di masing-masing kecamatan, paling banyak di Kecamatan Gerung sebanyak 7.404 jiwa, Lingsar sebanyak 5.726 jiwa, Kediri 5.720 jiwa, Narmada 5.129 jiwa, Labuapi 5.064 jiwa, lembar 4.495 jiwa.

Selanjutnya Kecamatan Sekotong 4.354 jiwa, Gunungsari 4.140 jiwa, Kuripan 2.840 dan Batulayar sebanyak 2.820 jiwa. Dari 10 kecamatan ini, paling tinggi progres validasi datanya Lembar 93 persen, Kediri 87 persen, Lingsar 84 persen, dan Kuripan 80 persen.

Dikatakan, anomali ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya ada yang mampu dan persoalan NIK atau bermasalah dari sisi Adminduk. 47 ribu jiwa anomali ini belum diselesaikan verifikasi dan validasi. Mereka yang divalidasi ini, kalau layak dan orang dan datanya, selanjutnya data ini masuk ke BPS. Pihak BPS yang meranking dari Desil 1-10. Barulah dikirim ke Kemensos hasil rangking ini. (her)

Bintaro akan Dijadikan Kampung Nelayan Merah Putih

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Perikanan Kota Mataram telah mengusulkan Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan sebagai kampung nelayan merah putih. Kampung nelayan ini terintegrasi dengan pasar ikan higienis yang diharapkan mengurangi kawasan kumuh.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram, H. Irwan Harimansyah dikonfirmasi pada, Selasa (17/6) menjelaskan, pemerintah pusat meminta seluruh kabupaten/kota se-Indonesia untuk membentuk kampung nelayan merah putih. Kampung nelayan ini mengintegrasikan antara nelayan, hunian, sarana-prasarana serta pemberdayaan perempuan di kawasan tersebut. “Jadi terintegrasi atau satu kesatuan semuanya,” terangnya.

Pemerintah Kota Mataram mengusulkan Kelurahan Bintaro sebagai kampung nelayan merah putih. Bintaro terang Irwan, memiliki kriteria khusus yang memenuhi persyaratan sesuai permintaan pemerintah pusat, diantaranya lahan maksimal satu hektar. “Sedangkan, lahan di Bintaro ini luasnya dua hektar. Kalau kawasan lain tidak ada lahan sampai satu hektar,” sebutnya.

Kampung nelayan akan terintegrasi dengan pasar ikan higienis di kawasan tersebut. Mantan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram menambahkan, dokumen perencanaan telah rampung dan dikirim ke pemerintah pusat. Proses penganggaran sepenuhnya menjadi kewenangan dari kementerian atau lembaga terkait.

Pembentukan kampung nelayan merah putih ini usulkan anggaran mencapai Rp20 miliar. “Kita sudah ditinjau dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI untuk pembentukan kampung nelayan merah putih ini,” ujarnya.

Program Presiden RI H. Prabowo Subianto memiliki manfaat terutama peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Selain itu, memberikan peluang tenaga kerja serta menghilangkan kesan kumuh di kawasan tersebut. Oleh karena itu, kegiatan berkaitan dengan nelayan berada di satu kawasan dan tidak menyebar di semua tempat. “Paling penting sebenarnya memberikan peluang kerja kepada masyarakat,” demikian kata dia. (cem)

 

Penjualan Rumah Subsidi di NTB Menurun, Konsumen Masih ‘’Wait and See’’

Mataram (globalfmlombok.com) – Penjualan rumah subsidi di Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Real Estat Indonesia (REI) NTB, Hery Athmaja, menyatakan bahwa kondisi ini tidak hanya terjadi di NTB, tetapi juga secara nasional.

“Secara umum sektor perumahan sedang mengalami penurunan. Banyak faktor yang memengaruhi, salah satunya adalah proses perizinan pembangunan yang lambat,” ujar Hery, Rabu, 18 Juni 2025.

Ia mengungkapkan, salah satu faktor utama turunnya minat masyarakat membeli rumah subsidi adalah isu nasional terkait rencana pengecilan ukuran rumah subsidi. Meskipun kebijakan tersebut hanya berlaku di wilayah Jabodetabek, informasi yang beredar telah memicu kekhawatiran masyarakat di NTB.

“Masyarakat mengira perubahan ukuran rumah subsidi berlaku secara nasional. Padahal, di NTB tidak ada perubahan ukuran. Rumah subsidi tetap dibangun sesuai standar yang lama,” jelasnya.

Hery berharap pemerintah lebih berhati-hati dalam menyampaikan wacana kebijakan ke publik, terutama jika belum bersifat final. Menurutnya, informasi yang tidak utuh bisa menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

“Kadang masyarakat menangkap informasi hanya sebagian. Ada yang mengira harga rumah subsidi akan turun, sehingga memilih menunggu daripada segera membeli,” tambahnya.

Selain faktor tersebut, momen hari besar keagamaan seperti Idul Fitri juga dinilai turut memengaruhi penurunan penjualan. Masyarakat, kata Hery, lebih fokus mengalokasikan dana untuk kebutuhan lebaran.

“Biasanya, setelah hari besar seperti Lebaran, penjualan akan kembali meningkat. Ini sudah menjadi pola yang berulang setiap tahun,” katanya.

Meski demikian, Hery menilai daya beli masyarakat NTB masih cukup kuat. Apalagi, pemerintah telah menaikkan batas maksimal penghasilan untuk penerima subsidi. Untuk individu yang belum menikah, batas penghasilan naik dari Rp7 juta menjadi Rp8 juta per bulan. Sementara bagi yang sudah berkeluarga, batasnya naik dari Rp8 juta menjadi Rp10 juta per bulan.

“Dengan kenaikan ini, pangsa pasar rumah subsidi semakin luas,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kuota rumah subsidi secara nasional tahun ini meningkat dari 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit. NTB diberi keleluasaan untuk menyerap sesuai kemampuan pasar.

“REI NTB siap mendukung program pemerintah dalam penyerapan rumah subsidi ini. Kami optimistis setelah masa wait and see ini berlalu, pasar akan kembali pulih. Seperti tahun-tahun sebelumnya, biasanya menjelang akhir tahun penjualan akan melonjak,” tutup Hery. (bul)

Buka 3.252 Formasi, Tujuh Kementerian/Lembaga Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan

Mataram (globalfmlombok.com) – Lulusan SMA sederajat yang ingin melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi (PT) memiliki banyak pilihan. Pilihan pertama, melanjutkan pendidikan ke PT favorit, tapi setelah lulus tidak  langsung bekerja. Pilihan kedua, melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan. Begitu lulus langsung menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Mataram Waisul Qarni, menyebut, pada tahun 2025 ini, ada tujuh kementerian/lembaga penyelenggara sekolah kedinasan yang membuka formasi di sekolah kedinasan. ‘’Ada 3.252 formasi dibuka di 7 sekolah kedinasan yang akan dibuka pemerintah,’’ ujarnya pada Global FM Lombok, Rabu (18/6).

Menurutnya, formasi masing-masing sekolah kedinasan ini terdiri Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (STMKG BMKG) sebanyak 350 formasi, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS BPS) sebanyak 400 formasi. Politeknik Siber dan Sandi Negara (PSSN BSSN) sebanyak 50 formasi, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN Kemendagri) sebanyak 1.061 formasi.

Selain itu, Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN BIN) sebanyak 100 formasi, Politeknik Keuangan Negara (PKN STAN) sebanyak 500 formasi dan Sipencatar Kemenhub sebanyak 791 formasi. ‘’Untuk Tahun Anggaran 2025,  diawali dengan pendaftaran melalui portal SSCASN BKN mulai tanggal 29 Juni 2025. Pengumuman seleksi sekolah kedinasan akan disampaikan pada 28 Juni 2025,’’ tambahnya.

Calon pelamar, ujarnya, dapat mulai mendaftar di portal setelah pengumuman instansi sekolah kedinasan dirilis, yakni mulai 29 Juni sampai dengan 18 Juli 2025. Dalam hal ini, calon pelamar hanya dapat memilih atau mendaftar 1 sekolah kedinasan.

Dalam menghadapi seleksi sekolah kedinasan ini, ujarnya, BKN telah melakukan sejumlah persiapan sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk pelaksanaan seleksi, mulai dari kesiapan portal aplikasi SSCASN, mekanisme helpdesk untuk membantu pelamar, dan sistem aplikasi CAT BKN yang akan digunakan pada tahap Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD.

Sementara dikutip dari laman BKN.go.id, Kepala BKN Prof. Zudan Arif menyampaikan tujuan penerimaan seleksi sekolah kedinasan tahun ini merekrut dan membuka kesempatan bagi talenta-talenta baru untuk memenuhi kebutuhan PNS yang mempunyai kompetensi spesifik di bidangnya. “Pembukaan seleksi Sekolah Kedinasan merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam membangun SDM aparatur negara yang unggul. Dengan sinergi antar instansi dan partisipasi masyarakat, seleksi Sekolah Kedinasan TA 2025 diharapkan mampu mencetak generasi pelayan publik yang profesional dan berintegritas,” terangnya.

Prof. Zudan juga mengingatkan calon peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik, mematuhi jadwal, dan memanfaatkan panduan yang tersedia di laman resmi dan media sosial BKN serta pengumuman instansi Sekolah Kedinasan yang dilamar. “Seleksi ini adalah kesempatan emas untuk berkontribusi pada negara melalui jalur kedinasan. CAT BKN untuk Sekolah kedinasan menjamin proses yang transparan dan efisien,” tegasnya. (ham)

Erupsi Gunung Lewotobi, Sejumlah Penerbangan di BIZAM Dibatalkan

Praya (globalfmlombok.com) – Sebanyak enam penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Lombok dibatalkan pada Rabu (18/6/2025) akibat sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok, Stephanus Millyas Wardana, mengatakan hingga pukul 13.00 WITA, terdapat dua penerbangan domestik dan empat penerbangan internasional yang dibatalkan oleh pihak maskapai.

“Dua penerbangan domestik yang dibatalkan adalah Wings Air IW1878 rute Lombok–Bima dan IW1879 Bima–Lombok. Sedangkan penerbangan internasional meliputi Scoot TR261 Lombok–Singapura, Scoot TR260 Singapura–Lombok, AirAsia AK305 Lombok–Singapura, dan AirAsia AK304 Kuala Lumpur–Lombok,” ungkap Millyas.

Akibat pembatalan tersebut, sebanyak 722 penumpang terdampak. Terdiri dari 130 penumpang penerbangan domestik dan 642 penumpang penerbangan internasional.

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, pihak Bandara Lombok terus berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, BMKG, dan Kantor Otoritas Bandara. Semua keputusan operasional, kata Millyas, mengutamakan prinsip keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Kami mengimbau calon penumpang untuk terus memantau informasi resmi dari maskapai terkait status penerbangan. Penumpang yang terdampak dapat menghubungi customer service atau call center maskapai untuk informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Millyas menambahkan, hingga saat ini ruang udara Bandara Lombok dinyatakan aman dan tidak terdampak langsung oleh abu vulkanik. Hasil pengamatan visual serta pengujian kertas (paper test) yang dilakukan setiap jam menunjukkan nihil abu vulkanik di area bandara.

“Informasi ini juga diperkuat oleh data dari BMKG, pantauan Perum LPPNPI, dan laporan pilot,” pungkasnya. (bul)

Akses Bibit Tembakau sampai ke Lotim, DKP3 Bimtek Petani

Tanjung (globalfmlombok.com) – Petani tembakau di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menghadapi kendala dan tantangan yang berulang setiap tahun, khususnya keterbatasan bibit. Untuk mencegah hal tersebut, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU, mulai menyusun strategi pembinaan. Petani tembakau mulai diberikan bimbingan teknis (bimtek) agar bisa menyiapkan bibit secara mandiri.

Kepala Dinas KP3 KLU, Tresnahadi, S.Pt., kepada wartawan mengungkapkan keterbatasan pengadaan bibit oleh petani merupakan masalah serius. Pasalnya, cukup banyak petani khususnya di Kecamatan Gangga yang memilih budidaya tembakau sebagai tanaman sela setelah padi.

Ia mengakui, sebagian besar petani di KLU harus mengakses sumber bibit yang disediakan oleh petani di Lombok Timur. Harga bibit dan ongkos transportasi ke Lombok Timur tentu menjadi tambahan biaya yang membenani petani tembakau KLU.

“Kasihan petani kita ini, harus jauh-jauh ke Lombok Timur hanya untuk mencari bibit,” kata Tresnahadi kepada wartawan, kemarin.

Dinas sambung dia, sudah merancang pola pembinaan agar petani tembakau KLU tidak bergantung pada pasokan bibit luar daerah. Salah satunya, dengan memberikan bimtek pembibitan tembakau kepada kelompok-kelompok tani yang ada di KLU.

Bimtek ini sendiri bertujuan untuk menciptakan kemandirian bibit bagi kelompok tani untuk jangka panjang, sehingga dalam proses budidayanya, DKP3 juga menyarankan kepada petani agar saat panen, petani menyimpan sebagian sumber bibit untuk kebutuhan musim tanam berikutnya.

“Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan petani terhadap pasokan bibit dari luar daerah, tetapi juga mendorong kemandirian dan peningkatan kualitas produksi tembakau lokal,” sambungnya.

Pihaknya berharap, kelompok-kelompok tani tembakau ke depan bisa lebih mandiri. Jika memungkinkan, petani diharapkan bisa menjadi pemasok bibit untuk kebutuhan dalam dan luar daerah.

“Dengan bimtek pembibitan ini, kita optimis para petani tembakau di Lombok Utara dapat lebih efisien dalam proses produksi. Mereka juga tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk mendapatkan bibit,” imbuhnya. (ari)

Tiga Orang Ditetapkan sebagai Tersangka dalam Kasus Kematian Brigadir MN

Mataram (globalfmlombok.com) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus kematian Brigadir Muhammad Nurhadi (MN), anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda NTB.

Ketiganya adalah Kompol IMYPU, Ipda HC, dan seorang perempuan berinisial M. Penetapan tersangka dilakukan pada Selasa, 17 Juni 2025. “Ketiganya kami tetapkan sebagai tersangka kemarin,” ujar Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, Rabu (18/6).

Para tersangka dijerat dengan Pasal 351 dan 359 KUHP terkait dugaan penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Penetapan ini dilakukan setelah hasil ekshumasi terhadap jenazah Brigadir Nurhadi menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan. Meski sudah berstatus tersangka, ketiganya belum ditahan. “Belum kami tahan, kita lihat nanti,” tambah Syarif.

Sebelumnya, Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) Polri telah menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada Kompol IMYPU dan Ipda HC. Dalam sidang yang digelar 27 Mei 2025 di Polda NTB, keduanya dinyatakan melanggar sejumlah ketentuan etik dan disiplin, di antaranya Pasal 11 ayat (2) huruf b serta Pasal 13 huruf e dan f Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri, serta Pasal 13 ayat (1) PP Nomor 1 Tahun 2003.

Brigadir Muhammad Nurhadi ditemukan meninggal dunia pada Rabu, 16 April 2025, di kolam renang sebuah hotel di kawasan wisata Gili Trawangan. Saat itu, ia disebut sedang bersantai sebelum berenang seorang diri.

Kompol IMYPU yang juga atasannya, menemukan Nurhadi berada di dasar kolam dan kemudian meminta bantuan Ipda HC. Pihak hotel menghubungi Klinik Warna, yang langsung mengirim tim medis untuk memberikan pertolongan.

Tim medis sempat melakukan resusitasi jantung paru (RJP) selama 20–30 menit dan menggunakan alat kejut jantung (AED), namun tidak berhasil. Korban kemudian dibawa ke Klinik Warna Medica dan dinyatakan meninggal dunia setelah pemeriksaan menggunakan alat elektrokardiogram (EKG).

Sejumlah kejanggalan dalam kematian Nurhadi mendorong penyelidikan lebih lanjut. Temannya, Taufiq Mardani, yang ikut memandikan jenazah, melaporkan adanya luka dan lebam di tubuh korban. Berdasarkan hal tersebut, pada Kamis, 1 Mei 2025, Polda NTB melakukan ekshumasi jenazah untuk mengungkap penyebab pasti kematian. (mit)

Belum Sepakat Harga dengan BRIN, Bioetanol Batang Sorgum KLU Tunda Produksi

Tanjung (globalfmlombok.com) – Usai diuji coba BUMN Pertamina, Bioetanol dari limbah batang sorgum Kabupaten Lombok Utara (KLU) kini dilirik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun suplai untuk BRIN  belum diproduksi lantaran pihak Universitas Mataram (Unram) dan petani Sorgum  KLU belum sepakat terkait harga beli.

Pembina Petani Sorgum KLU, sekaligus Guru Besar Ilmu Tanah Fakultas Pertanian – Unram Prof. Ir. H. Suwardji, M.App.Sc., Ph.D., kepada koran ini Rabu (18/6), membenarkan jika bioetanol batang sorgum hasil budidaya petani mulai dilirik lembaga-lembaganya pusat.

Tahun 2024 lalu, bioetanol sorgum dibeli oleh PT. Pertamina (Persero). Sedangkan tahun ini, BRIN pusat melirik potensi bioetanol sorgum sebagai alternatif bahan bakar untuk mengoperasikan mesin pertanian hasil inovasi BRIN.

“Tahun lalu Pertamina membeli bioetanol hasil kerjasama Petani di KLU dan Unram. Dengan BRIN sendiri, kita belum berproduksi karena masih belum sepakat terkait harga,” ungkap Suwardji, kemarin.

Ia menjelaskan, PT. Pertamina membeli bioetanol sorgum seharga Rp 60 ribu per liter. Sedangkan BRIN menawar lebih rendah dengan harga beli sebesar Rp 50 ribu per liter. Menurut Suwardji, harga beli BRIN tersebut belum berpihak kepada Petani, sehingga pihaknya masih menunda pemenuhan permintaan tersebut.

Suwardji menyatakan, bioetanol sorgum dari Lombok Utara memiliki tingkat kemurnian bahan bakar mencapai 95 persen. Sehingga oleh Pertamina, BBM sorgum tersebut digunakan untuk mencampur Pertalite dengan komposisi 5 persen bioetanol. Namun hasil dari pencampuran ini, disebutkan menghasilkan kualitas BBM setara Pertamax.

Oleh BRIN sendiri, terang Pakar Ilmu Tanah ini, bioetanol sorgum akan diujicoba untuk digunakan pada mesin-mesin pertanian buatan BRIN. Dari komunikasi awal, permintaan akan bioetanol sorgum sebesar 100 liter.

Kendati demikian, Suwardji selaku pembina petani sorgum menekankan, akan tetap mengawal budidaya sorgum petani dengan pola tumpang sari pada areal lahan kering. Pihaknya berencana akan menambah area tanam menjadi 5 hektare.

Alasan budidaya dilanjutkan karena biji sorgum merupakan komodoitas pangan alternatif beras. Bahkan kandungan biji sorgum, lebih menyehatkan bagi penderita diabetes karena memiliki Indeks Glikemik (IG) yang rendah. IG rendah berarti sorgum tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

“Kita juga sedang uji coba budidaya di lahan kering di Lombok Barat dengan salah satu pengusaha. Komoditas ini memiliki prospek bagus untuk kesehatan, lebih bagus dari beras konsumsi beras dan roti, jadi cocok dikonsumsi oleh lansia,” paparnya.

Selain budidaya melibatkan petani secara swadaya, Suwardji mengaku pihaknya sedang mengusulkan kepada Kementerian Pertanian di Jakarta agar komoditas ini mendapat dukungan anggaran budidaya massif di masyarakat. Hanya saja, usulan ini belum masuk ke dalam Program Nasional. Namun demikian, sebagai langkah awal, pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan salah satu perusahaan swasta penyedia bibit Sorgum. Diharapkan, petani KLU nantinya dapat menanam sorgum dengan 4 varietas dari India.

“Varietas India ini memiliki keunggulan, biji sorgum tidak dimakan oleh burung.  Secara ekonomis tentu saja menguntungkan petani. Per hektar menghasilkan biji pangan 5 ton per hektar, batangnya bisa menghasilkan bioetanol, dan limbah perasan batang sorgum bisa dijadikan pakan,” tandasnya. (ari)