Selong (globalfmlombok.com)–
Ratusan warga Kelurahan Suryawangi dan sejumlah wilayah sekitar menggelar aksi protes di lokasi tambang galian C yang diduga beroperasi tanpa izin di wilayah Geres, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur, Rabu (17/6/2026). Warga menuntut penghentian aktivitas tambang karena dinilai telah mencemari sungai serta merusak lahan perkebunan dan fasilitas umum.
Aksi tersebut dipicu oleh keresahan masyarakat yang telah berlangsung cukup lama. Warga menilai aktivitas penambangan menyebabkan aliran sungai di sekitar lokasi menjadi keruh sehingga mengganggu kebutuhan air bersih dan irigasi pertanian.
Selain itu, lalu lalang kendaraan berat pengangkut material tambang disebut turut memperparah kerusakan jalan yang menjadi akses utama warga di kawasan tersebut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan aktivitas tambang galian C yang diduga ilegal di wilayah Suryawangi dan Geres telah lama menjadi sorotan masyarakat. Warga bahkan mengklaim sebagian besar tambang tanpa izin yang sebelumnya beroperasi telah berhenti, namun masih terdapat satu lokasi yang tetap menjalankan aktivitas penambangan.
Untuk meredam ketegangan di lapangan, Camat Labuhan Haji Heri Wahyudi bersama Kapolsek Labuhan Haji, Lurah Geres, dan Lurah Suryawangi turun langsung menemui massa. Aparat dan pemerintah setempat melakukan dialog dengan warga maupun pihak penambang guna mencari solusi atas tuntutan yang disampaikan.
Setelah melalui perundingan, pihak penambang menyatakan kesediaannya menghentikan sementara seluruh aktivitas penambangan hingga seluruh perizinan yang dipersyaratkan diterbitkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Camat Labuhan Haji Heri Wahyudi mengatakan pemerintah kecamatan akan mengawal proses tersebut dan memastikan seluruh pelaku usaha mematuhi aturan yang berlaku.
“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha untuk patuh pada prosedur yang berlaku. Aktivitas usaha tidak boleh merugikan masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi warga yang menyampaikan aspirasi secara tertib sehingga situasi tetap dapat dikendalikan.
Hingga Rabu sore, kondisi di lokasi tambang dan sekitarnya dilaporkan kembali kondusif. Pemerintah Kecamatan Labuhan Haji menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Lombok Timur.(Suara NTB)


