Beranda blog Halaman 368

Telkomsel-UNIZAR Jalin Kolaborasi, Bangun Personal Branding dan Siapkan Talenta Digital Masa Depan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Telkomsel memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia melalui kolaborasi strategis bersama Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) Mataram. Kerja sama ini resmi ditandai dengan penandatanganan kerjasama antara Telkomsel dan UNIZAR yang dilaksanakan di kampus UNIZAR, Mataram (4/7).

Penandatanganan ini menjadi langkah awal dari sinergi antara dunia industri dan perguruan tinggi dalam rangka mendorong akselerasi transformasi digital dan pengembangan SDM unggul di Indonesia Timur. Salah satu bentuk konkret dari kerja sama ini adalah penyelenggaraan program Telkomsel Mengajar yang juga berlangsung pada hari yang sama, diikuti oleh ratusan mahasiswa.

Dalam kegiatan Telkomsel Mengajar, para mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai personal branding, keterampilan digital, dan persiapan karir di dunia kerja kepada mahasiswa, sebagai bagian dari kontribusi nyata Telkomsel dalam mendukung transformasi pendidikan dan pengembangan talenta digital di tanah air.

Manager Mobile Consumer Branch Mataram, Gede Jadiarte  menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif Telkomsel untuk memberdayakan generasi muda Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, Telkomsel ingin berperan lebih dari sekadar penyedia layanan digital. Kami hadir untuk menjadi mitra strategis dalam mencetak talenta digital unggul yang siap bersaing secara global. ” ujar Gede Jadiarte.

Kerja sama strategis ini melibatkan empat program studi, yakni Prodi Manajemen Bisnis Syariah, Prodi Ekonomi Syariah, Prodi Ekonomi Pembangunan, dan Prodi Akuntansi. Keseluruhan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang selaras dengan perkembangan dunia usaha dan industri, khususnya di era digital.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Agama Islam, Muhamad Sayuti, SE., MM, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kolaborasi yang terjalin. Ia menegaskan bahwa kerja sama seperti ini bukan hanya memperluas jaringan kemitraan, tetapi juga memiliki dampak langsung terhadap kualitas pendidikan dan penilaian akreditasi.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Di saat kami menghadapi proses akreditasi di setiap prodi yang ada di Fakultas Agama Islam dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, acara seperti ini memiliki nilai tersendiri dan menjadi poin penting dalam penilaian,” ungkapnya.

Melalui inisiatif ini, Telkomsel dan UNIZAR berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan pendidikan tinggi berbasis teknologi, memperluas akses dan peluang, serta menciptakan generasi muda yang cakap secara digital dan siap menghadapi tantangan global.(r)

Salurkan 3 Ribu Nasi Bungkus Selama Masa Tanggap Darurat, PDIP Kota Mataram Buka Dapur Umum 

Mataram (globalfmlombok.com)-

DPC PDI Perjuangan Kota Mataram bersama Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPC PDI Perjuangan setempat mendirikan dapur umum untuk korban banjir yang  menghantam ibukota provinsi NTB pada Minggu (6/7) kemarin.

Penyiapan makanan bagi sejumlah wilayah dan ribuan jiwa terdampak menjadi penting dilakukan.

“Insya Allah, mulai hari ini, dapur umum kami buka selama masa tanggap darurat  10 hari sesuai SK Gubernur NTB yang dipusatkan di kantor DPC PDIP Kota Mataram,” ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Nyayu Ernawati Selasa (8/7) kemarin.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram ini, menegaskan bahwa dapur umum tersebut sesuai arahan DPP PDI Perjuangan dan Ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat akan dibuka selama 24 jam.

Menurutnya, dana penyiapan dapur umum merupakan sumbangan sukarela dari seluruh kader PDI Perjuangan.

Untuk hari pertama, kata Nyayu, dapur umum ditargetkan bisa menyiapkan sekitar 3.000 bungkus nasi, untuk didistribusikan ke warga yang terdampak banjir di enam kecamatan se-Kota Mataram.

Hal ini, lanjutnya, saat ini warga yang terdampak banjir terpantau hingga kini, belum bisa beraktivitas normal, sehingga membutuhkan bantuan makanan.

“Pesan Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, agar seluruh kader harus turun membantu rakyat dengan seluruh pikiran dan tenaga dan juga hindari sikap lupa pada rakyat saat sudah menjabat menjadi anggota dewan. Teruslah turun ke bawah menyapa warga untuk menangis dan tertawa bersama mereka,” tegas Nyayu menjelaskan.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram, Made Slamet, mengatakan bahwa arahan DPP telah jelas, yakni memerintahkan kepentingan rakyat harus selalu dikedepankan, dan anggota serta kader partai wajib membantu rakyat.

“Jadi, ketika terjadi bencana di suatu wilayah maka organ partai secara otomatis bergerak memberikan bantuan. Di sini, seluruh kader PDIP Kota Mataram juga langsung turun ke semua wilayah terdampak bencana di Kota Mataram, dengan mendatangi dan memberikan bantuan pada mereka. Puncaknya, hari ini adanya dapur umum,” jelasnya.

Menurut Anggota DPRD NTB Dapil Kota Mataram ini, selain memberikan bantuan, pihaknya juga berjanji akan mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat proses penanganan pascabanjir.  termasuk bantuan pemulihan pada rumah warga yang rusak.

“Penanganan pasca-bencana harus segera dilakukan secara cepat dan tepat. Kami akan terus mengawal agar warga yang menjadi korban bisa mendapatkan haknya. Dengan langkah cepat ini, diharapkan semangat solidaritas dan gotong royong antar warga dan pemerintah terus terjaga, terutama dalam menghadapi musibah yang datang tak terduga ini,” tandas Made Slamet.

Made Slamet mengatakan, pihaknya juga telah membuka kanal donasi kepada masyarakat umum jika ingin berdonasi kepada korban banjir Mataram. Donasi bisa dikirim melalui rekening Bank Mandiri di nomor 1610015406080 atas nama Wahyu Septriandi Sakti

Diketahui, akibat banjir setinggi dua meter pada Minggu (6/7), yang dipicu intensitas hujan deras dan merata, sebanyak 7.676 rumah terendam banjir dengan ketinggian hingga satu meter dan 7.676 kepala keluarga (KK) atau sekitar 30.681 jiwa mengungsi dan dua orang meninggal dunia karena tersengat listrik.

Korban pertama adalah seorang pria (30) di Kecamatan Narmada dan korban kedua seorang perempuan (50) di Ampenan.

Menurut Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Ahmad Muzaki, terdapat enam kecamatan yang terdampak banjir antara lain Kecamatan Sandubaya meliputi 7 kelurahan, yakni Kelurahan Bertais, Selagalas, Babakan, Abian Tubuh, Mandalika, Dasan Cermen, dan Turida.

Kemudian Kecamatan Mataram meliputi Kelurahan Pagutan, Pagutan Timur, Pagesangan Timur, dan Mataram Timur.

Sementara untuk Kecamatan Sekarbela, wilayah yang terdampak di Kelurahan Kekalik Jaya, Karang Pule, Tanjung Karang, dan Jempong Baru.

Untuk Kecamatan Selaparang meliputi Kelurahan Dasan Agung Baru dan Gomong, sedangkan Kecamatan Cakranegara meliputi Kelurahan Karang Taliwang, Mayura, Cakranegara Selatan Baru, dan Cakranegara Barat.

“Tadi malam kami buka sekitar 30 titik pengungsian, baik di masjid, sekolah, rumah warga terdekat, serta fasilitas umum lainnya,” kata dia.

Namun hari ini, lanjutnya, rata-rata mereka sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah dari sisa banjir berupa lumpur dan sampah.

“Meskipun demikian, mereka belum bisa beraktivitas normal dan masih membutuhkan bantuan makanan,” tandas Muzaki. (r)

Sisir Wilayah Terdampak Banjir di Mataram, PMI NTB Serahkan Bantuan ke Ratusan KK di Kekalik

Mataram (globalfmlombok.com)-

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTB ikut membantu menangani warga yang terdampak banjir di wilayah Kota Mataram. Tim PMI NTB bersama PMI Kota Mataram menyisir warga terdampak banjir di wilayah Kekalik untuk mendistribusikan makanan siap saji mulai Minggu malam (6/7) hingga Senin (7/7) dini hari.

“Kami sudah kerahkan relawan untuk membantu di wilayah yang tergenang, identifikasi titik pengungsian, dan distribusi makanan bagi para korban. Ini tidak saja di Mataram tapi juga di wilayah Lombok Barat (Lobar),” ujar Sekretaris PMI NTB Lalu Dody Setiawan usai memberikan bantuan pada warga di Posko Masjid Al-Mabrur, Lingkungan Kekalik Jaya Timur, Kecamatan Sekerbela, Kota Mataram, Minggu malam (6/7) kemarin.

Menurutnya, saat relawan berangkat menuju lokasi menggunakan satu unit mobil ambulans dan satu unit mobil pick up, umumnya lokasi yang dikunjungi masih terjadi genangan banjir.

Salah satunya, di wilayah Kekalik. Di mana, sekitar 300 kepala keluarga memilih mengungsi di Posko Masjid Al-Mabrur, Kekalik Jaya Timur, Kecamatan Sekerbela.

“Jadi, karena ratusan KK belum ada dapat bantuan apapun, maka saya dan relawan PMI turun membagikan bantuan ke Kekalik,” kata Lalu Dody.

Ia mengatakan, bahwa bantuan yang disalurkan pada pengungsi berupa  ratusan  kotak makanan siap saji, terpal, selimut, paket family kit, kebutuhan bayi hingga masker.

Lalu Dody menegaskan bahwa pihaknya akan bersiaga beberapa hari ke depan dengan menyesuaikan kondisi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dampak banjir berjalan optimal.

“Yang pasti, relawan PMI NTB juga akan siap membersihkan rumah warga dari sisa banjir hingga nanti pascabanjir juga kami biasnya akan siap melakukan pembersihan sumur warga,” tegasnya.

Menyinggung permintaan warga yang menghendaki adanya pembukaan pelayanan kesehatan di lokasi pengungsian, Lalu Doddy mengaku akan berkordinasi terlebih dahulu dengan jajaran pengurus dan pihak rumah sakit.

“Tadi, banyak warga mengeluhkan gatal-gatal, dan kedinginan. Ini karena rumahnya tergenang. Secepatnya, kami akan menyikapi keluhan dan keinginan warga terdampak banjir dengan para pihak terkait,” jelasnya.

Sementara itu, Perwakilan Pemuda Kekalik, Iskandar mengaku berterima kasih atas kesigapan jajaran PMI NTB yang turun ke lokasinya.

Menurutnya, musibah banjir kali ini adalah paling parah lantaran air bisa masuk setinggi 50 centimeter ke rumahnya.

“Banjir Kekalik ini terparah. Tumben ada air banjir yang begitu kencang masuk ke rumah. Terimakasih PMI atas  bantuan yang pertama diperoleh warga Kekalik Jaya Timur,” tandas Iskandar.(r)

Sempat Alami Gangguan Akibat Banjir, Kini Seluruh Sistem Kelistrikan Lombok Kembali Normal

Mataram (globalfmlombok.com) —

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), Sri Heny Purwanti, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Kota Mataram pada Senin pagi (7/7). Kunjungan ini menjadi bentuk kepedulian PLN terhadap masyarakat sekaligus memastikan seluruh sistem kelistrikan telah kembali normal setelah sempat terdampak banjir.

Banjir yang terjadi akibat hujan deras pada Minggu (6/7) mengakibatkan genangan di sejumlah titik seperti wilayah Cakranegara, Kekalik, dan Sekarbela. Sebanyak 45 petugas dari Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mataram dikerahkan untuk menangani kondisi darurat ini.

Mereka bekerja cepat dan sigap menelusuri titik-titik terdampak, memastikan peralatan aman sebelum listrik kembali dinyalakan. Hasilnya, per pukul 14.40 WITA, seluruh gardu terdampak banjir berhasil dinormalkan dan pasokan listrik kepada pelanggan kembali pulih.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh tim dan sinergi dengan pihak terkait, sistem kelistrikan di Kota Mataram kini telah kembali normal. Terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Sri Heny Purwanti.

Di tengah peninjauan, PLN juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN NTB. Bantuan diserahkan langsung kepada warga korban banjir sebagai bentuk solidaritas PLN dalam situasi darurat.

Salah satu penerima bantuan, Wandi Purnomo (55 tahun), warga Sandubaya, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian PLN. “Terima kasih banyak kepada PLN yang sudah peduli dan datang langsung ke lokasi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang sedang kesulitan. Semoga PLN selalu diberi kelancaran dalam tugasnya,” ujar Wandi penuh haru.

Sri Heny menegaskan, kehadiran PLN dalam kondisi darurat bukan hanya sebatas pelayanan kelistrikan, melainkan juga wujud kepedulian sosial. “Kami hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat NTB. Kehadiran kami hari ini adalah bentuk komitmen bahwa PLN selalu siap mendampingi di tengah kesulitan,” tambah Heny.

PLN juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh instalasi listrik yang masih basah atau tergenang air, dan segera melaporkan kondisi berbahaya melalui aplikasi PLN Mobile untuk penanganan cepat.

Menutup kunjungannya, Heny menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas lapangan serta memohon dukungan masyarakat. “Saat ini seluruh sistem telah kembali normal 100 persen. Namun kami tetap siaga apabila terjadi kondisi serupa di masa mendatang. Mohon doa dan dukungan agar PLN terus dapat memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tutup Heny.(ris)

Pakar Lingkungan Sebut Banjir Besar Mataram Dipicu oleh Empat Faktor

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kota Mataram kembali dilanda banjir besar pada Minggu (6/7) kemarin. Banjir kali ini cukup mengejutkan lantaran terjadi di beberapa wilayah yang jarang terjadi luapan air seperti kawasan Selagalas, kawasan Universitas Mataram (Unram) dan di wilayah Kekalik.

Dosen Program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSDAL) Unram Prof. Markum mengatakan, kejadian banjir sesungguhnya merupakan pengaruh akumulatif dari banyak faktor. Curah hujan tidak menjadi faktor tunggal tetapi menjadi faktor pengendali (driver) dalam kejadian banjir.

Menurutnya, setidaknya ada empat faktor penyebab, yaitu karena terjadinya curah hujan ekstrem yaitu di atas 100 mm di wilayah hulu, kemudian kondisi daya dukung sumber daya alam yang terus menurun, perilaku buruk masyarakat terhadap kepedulian lingkungan dan dalam waktu bersamaan terjadi banjir rob di muara Sungai Ancar di Tanjung Karang.

“Sangat menentukan, tetapi bisa saja banjir tidak terjadi jika ada faktor penekan banjir, dan banjir bisa menjadi jauh lebih besar jika ada faktor pemicunya,” kata kata Prof Markum, Senin (7/7).

Menurutnya, ada instrument sederhana untuk menganalisis terjadinya banjir yaitu menggunakan analisis DPSIR (driver, pressure, state, impact, respons). Instrumen ini digunakan oleh European Environment Agency sejak tahun 1990-an untuk menganalisis pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan.

Hujan menjadi faktor pengendali yang menyebabkan volume air bertambah di bumi ini. Jika saja kondisi lingkungan di daratan masih bagus, daya serap tanah terhadap air hujan tinggi, tutupan vegetasi masih dominan, maka hal tersebut bisa menjadi penekan, banjir tidak terjadi atau hanya kecil saja.

Tetapi kalau kondisi lingkungan buruk, tutupan vegetasi sudah rusak, daya serap tanah terhadap air menurun, alur sungai menjadi menyempit dan dangkal, banyaknya sampah; maka ini akan menjadi pemicu terjadinya banjir lebih besar.

“Karena sebagian besar air akan mengalir dipermukaan, dan arusnya terhambat oleh sumbatan-sumbatan sampah dan bangunan sarana dan prasarana,” imbuhnya.

Markum yang juga Ketua Forum Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup (DAS-LH) NTB ini juga menerangkan, pengaruh curah hujan terhadap terjadinya banjir, tergantung dari faktor-faktor lain sebagai penekan dan pemicu. Jika dengan curah hujan kecil saja, sudah menyebabkan banjir, bisa dipastikan bahwa kondisi sumber daya alan dan lingkungan di wilayah tersebut sudah rusak berat.

Pemicu lainnya yang menyebabkan banjir terjadi begitu besar di Mataram yaitu dalam waktu bersamaan terjadinya Rob di Pantai Tanjung karang. Sehingga air banjir yang seyogyanya mengalir lepas ke laut, justru terhalang oleh arus rob. Tidak pelak, volume air didaratan malah menjadi lebih besar.

Terkait dengan curah hujan, berdasarkan info yang diperoleh dari BMKG NTB Stasiun Meteorologi Kelas II Zainuddin Abdul Madjid Praya, curah hujan pada hari Minggu di Stasiun Sigerongan tercatat sebesar 105,6 mm, dan di Stasiun Kota Mataram 67,4 mm.

Curah Hujan harian melebihi 100 mm, dalam kategori BMKG, sudah termasuk hujan ekstrem, sangat beresiko terjadinya banjir besar. Bahkan kalau merujuk pada kasus-kasus banjir yang terjadi tahun 2024 kamrian, khususnya di Kabupaten/Kota di Pulau Sumbawa, CH kurang dari 60 mm saja sudah mampu menciptakan banjir besar.

Adapun terkait dengan perilaku buruk masyarakat terhadap kepedulian lingkungan, dalam kasus banjir ini, wilayah hilir seperti kawasan Unram yang penuh dengan sampah adalah penerima dampak dari perilaku buruk masyarakat di wilayah hulu yang membuang sampah sembarangan.

“Aliran air Sungai Ancar yang membawa material sampah dari hulu, melewati Selagalas, Cakranegara, Mataram akhirnya menumpahkan muatan sampahnya di hilir antara lain di depan Unram. Menjadi pemandangan tidak nyaman ketika melihat ribuan sampah mengapung dengan latar belakang gedung Unram,“ katanya.(ris)

Banjir Ganggu Listrik di Kota Mataram, 33 Ribu Pelanggan Terdampak, PLN Lakukan Penormalan Secara Bertahap

Mataram (globalfmlombok.com)-

Hujan lebat seharian yang mengguyur Kota Mataram pada Minggu (6/7) mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan, termasuk di wilayah Cakranegara dan sekitarnya. Kondisi ini berdampak pada terganggunya listrik di beberapa titik. Akibat kondisi tersebut, hingga berita ini disusun, tercatat sebanyak lebih dari 33 ribu pelanggan terdampak dari banjir tersebut.

PLN telah menyiagakan tim teknis untuk melakukan penormalan secara bertahap di lokasi-lokasi yang telah dinyatakan aman. Proses pemulihan dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan masyarakat, petugas, serta keandalan sistem kelistrikan.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa langkah-langkah penanganan terus dilakukan secara intensif.

“Saat ini kami fokus pada proses penormalan sistem kelistrikan secara bertahap. Keselamatan masyarakat, petugas, dan peralatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan,” ujar Heny, Minggu (6/7) malam.

Seiring dengan mulai surutnya air di beberapa titik, hingga pukul 21.30 wita, PLN telah berhasil menyalakan kembali 35 gardu distribusi. Pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan secara berkala dengan koordinasi bersama aparat dan pihak terkait guna memastikan setiap area benar-benar aman sebelum aliran listrik dikembalikan.

PLN juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya listrik di sekitar area genangan air. Bila menemukan kondisi berbahaya atau mengalami gangguan, masyarakat diharapkan segera melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

“Kami mengapresiasi dukungan dan pengertian dari seluruh pelanggan atas situasi yang terjadi. Semoga proses penormalan berjalan lancar dan seluruh pasokan listrik bisa kembali normal dengan aman,” tutup Heny.(r)

Menakar Kuliah Kerja Nayata (KKN) : Apakah Masyarakat Masih Membutuhkannya Saat Ini ?

Oleh Prof. Markum

Perguruan Tinggi sudah 55 tahun menerapkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Spirit penerapan KKN pada awalnya untuk mendukung penerapan teknologi Panca Usaha Tani, mewujudkan swasembada pangan tahun 1970-an. KKN saat itu dinilai berhasil karena tema yang diusung sesuai dengan konteks zamannya. Saat ini kondisi zaman sudah banyak berubah dalam banyak hal, jauh berbeda dengan masa lalu. Pertanyaannya, apakah KKN masih dibutuhkan oleh masyarakat saat ini ?  

Saat itu, tahun 1969-an, pemerintahan Orde Baru (Era Presiden Soeharto) mencanangkan program Bimas-Inmas, sebuah program untuk meningkatkan produksi padi melalui penerapan Panca Usaha Tani. Dalam mendukung gerakan ini, IPB dan UGM andil dan mengerahkan mahasiswanya ke berbagai pelosok desa.     

Hasilnya, kehadiran mahasiswa di desa dinilai positip dan telah berhasil membantu petani menerapkan teknologi Panca Usaha Tani tersebut. Keberhasilan ini kemudian mendorong pemerintah melembagakan KKN menjadi program nasional untuk diterapkan oleh Perguruan Tinggi di Indonesia (Ditjen Dikti, 1971).

Mengapa program KKN di awal 1970-an dinilai berhasil ?. Saya mencoba searching informasi situasi di era 1970-an. Pada saat itu, angka buta huruf di Indonesia sekitar 21 %, jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan mencapai 60 %, jumlah mahasiswa hanya sekitar 3 %,  sarana jalan dan transporasi pedesaan masih jarang, media dan akses informasi sangat terbatas.

Maka kehadiran mahasiswa, tidak pelak menjadi sumber perhatian dan informasi sentral di pedesaan. Mahasiswa sangat krusial perannya menjembatani informasi baru dengan kebutuhan praktis masyarakat saat itu terutama terkait dengan penerapan teknologi pertanian.

Saat ini kita sudah setengah abad lebih menerapkan program KKN di Indonesia. Mengapa sampai sekarang kita masih bertahan dengan program KKN tersebut ? Apakah kita masih punya asumsi bahwa KKN yang kita terapkan saat ini punya tingkat keberhasilan yang sama dengan tahun 1970-an ?

Jika dibandingkan dulu (1970-2000-an) dengan kondisi saat ini, dimana saat ini sumber informasi begitu masif tersedia melalui berbagai platform media (google, youtube, dan lainnya), masyarakat pedesaan,  bahkan yang kita sebut pelosok, kapanpun bisa akses informasi tentang banyak hal. Jumlah buta huruf sudah sangat sedikit (3 %), angka kemiskinan tinggal 9 %. Kemajuan teknologi saat ini sudah mendobrak ruang geografis desa-kota, perkembangan informasi telah menghapus distorsi akses komunikasi masyarakat maju-terbelakang.

Maka pertanyaannya adalah masih relevankah program KKN sekarang ini dan betulkah masyarakat masih membutuhkan program KKN saat ini ?

Ada baiknya menyimak dua catatan penting,  hasil pencermatan saya selama menjadi pembimbing KKN kurang lebih 11 tahun. Pertama, umumnya aparat desa memiliki ekspektasi yang tinggi kepada mahasiswa, bahwa mahasiswa KKN diharapkan bisa memberikan bantuan untuk desa, terutama untuk sarana prasarana fisik; kedua, masyarakat juga berharap bahwa program yang diusung mahasiswa menyentuh kebutuhan riel mereka serta tidak mengulang program KKN sebelumnya. 

Menjadi dilematis kemudian bagi mahasiswa, ketika apa yang diaharapkan oleh masyarakat tidak bisa dipenuhi, karena untuk mewujudkan itu tidak jarang memerlukan dukungan anggaran yang besar. Ketika harapan awal mereka tidak bisa dipenuhi oleh mahasiswa KKN, maka apa yang mereka programkan, dianggap tidak menjadi begitu penting lagi oleh desa.  

Apakah aparat desa dan masyarakat kemudian menolak kehadiran KKN ? Tidak secara eksplisit, tetapi  sikap yang ditunjukkan menjadi apatis terhadap KKN. Hal ini bisa dicermati misalnya aparat desa setengah hati menerima penyerahan KKN, masyarakat enggan menghadiri undangan pertemuan, serta kecil minat mereka untuk terlibat secara aktif pada pelaksanaan kegiatan KKN. 

Dampaknya tentu saja bisa berimbas kepada psikologis mahasiswa. Mahasiswa  menjadi tidak bersemangat melaksanakan kegiatan KKN. Satu sisi ada tuntutan mahasiswa menghasilkan keluaran KKN yang harus diselesaikan, di sisi lain animo masyarakat mengikuti kegiatan KKN rendah. Sejak awal kemudian batin mahasiswa dibenturkan dengan kondisi ketidaknyamanan.    

Sikap apatis masyarakat, bagi saya sebenarnya merupakan dampak dari program KKN yang secara terus-menerus dilakukan dengan pola yang mirip, dan dalam waktu lama. Sementara dinamika zaman sudah banyak mengalami perubahan. Barangkali kita masih sering menganalogkan profil masyarakat desa, belum berubah sebagaimana seperti dulu yang kita anggap terisolir dalam perspektif geografi dan aspek lainnya.  Sehingga kita meyakini apa yang kita lakukan dengan KKN punya peran strategis untuk masyarakat desa.  

Kembali ke pertanyaan awal, “Betulkah masyarakat masih membutuhkan program KKN saat ini ?”

Saya tentu saja tidak menafikkan ada sisi baiknya program KKN selama ini, tetapi ada baiknya pihak universitas atau bahkan Kementerian mengadakan evaluasi menyeluruh terkait dengan program KKN ini. Apalagi baru saja ada kejadian korban tenggelam mahasiswa KKN di Maluku, kejadian kasus pelecehan mahasiswa, kejadian kecelakaan saat KKN, dan lainnya. Ini momentum yang tepat untuk dilakukan refleksi dan evaluasi.

Bagaimana kemungkinan hasilnya ? Tentu saja bisa ada beberapa opsi: apakah seyogyanya dihentikan saja program KKN digantikan dengan program lain; ataukah dilanjutkan dengan banyak modifikasi pembaharuan, ataukah menjadi sebuah program pilihan saja bagi mahasiswa, tidak menjadi kewajiban.

Perguruan Tinggi sudah terlalu lama menerapkan program KKN, kini sudah saatnya perlu ada pembaharuan.(*)  

Menengok Budidaya Lebah Trigona di Gunungsari, Dikembangkan jadi Madu, Sabun Mandi Hingga Salep

Mataram (globalfmlombok.com)

Lebah Trigona, dengan ukurannya yang mungil menyimpan potensi ekonomi yang besar. Tak hanya madu murninya, berbagai turunan produk inovatif kini berhasil dikembangkan dari lebah tanpa sengat ini. Mulai dari sabun mandi hingga salep kulit. Inovasi ini selain menambah nilai jual, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan limbah yang sebelumnya terbuang.

Kelompok Budidaya Madu Tuan Muda, Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat telah melakukan inovasi ini. Kelompok ini telah berhasil mengubah limbah perasan madu Trigona, yang disebut propolis, menjadi produk bernilai tinggi.

“Lebah kecil Trigona ini memiliki banyak manfaat. Di antaranya produk yang bisa dihasilkan itu madu jadi atau madu yang kita botolkan. Selain dari madu itu ada bipollen, kemudian ada propolis. Nah, propolis ini adalah sisa dari perasan madu yang kita olah saat ini menjadi sabun-sabun propolis dan salep propolis,” ungkap Imamul Azkar, Ketua Kelompok Budidaya Madu Tuan Muda, Desa Bengkaung.

Sebelumnya, ampas perasan madu Trigona ini seringkali hanya menjadi limbah yang terbuang. Namun, dengan sentuhan inovasi, limbah tersebut kini menjadi bahan baku berharga. Kelompok Budidaya Madu Tuan Muda bahkan sudah membeli ampas perasan madu dari para petani, baik yang berkelompok maupun mandiri, dengan harga Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Satu kilogram ampas perasan madu ini dapat diolah menjadi sekitar 30 batang sabun.

Sabun madu Trigona saat ini dibanderol seharga Rp20.000 per batang. Sabun ini terbuat dari campuran ampas perasan madu Trigona dengan bahan-bahan alami lainnya seperti coconut oil, butter, virgin coconut oil (VCO), olive oil (minyak zaitun), dan minyak biji matahari. Kombinasi bahan-bahan ini dipercaya memberikan manfaat optimal bagi kesehatan kulit.

Selain sabun, salep kulit madu Trigona juga menjadi produk unggulan. Salep ini diformulasikan khusus untuk mengatasi berbagai masalah kulit seperti alergi dan iritasi. Potensi lain dari propolis, seperti propolis cair dan campuran untuk minyak rambut, juga sedang dalam tahap pengembangan dan penelitian lebih lanjut.

“Tidak ada terbuang sekarang dan nilai ampas lebah madunya kita bisa berdayakan masyarakat daripada dia buang dan tidak dihargakan,” tambah Imam menunjukkan keberhasilan program ini dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.

Madu Trigona, yang dihasilkan oleh lebah Trigona (sering disebut juga lebah kelulut atau lebah tanpa sengat), dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan yang telah banyak diteliti. Madu ini memiliki rasa yang khas, sedikit asam, dan kaya akan antioksidan.

Sabun yang dibuat dari propolis madu Trigona menawarkan manfaat yang luar biasa untuk kesehatan kulit. propolis secara alami memiliki sifat antimikroba yang kuat, efektif melawan bakteri dan jamur penyebab masalah kulit seperti jerawat, gatal-gatal, dan infeksi kulit lainnya. Membantu menenangkan kulit yang meradang, mengurangi kemerahan, dan iritasi. Melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas dan polusi, membantu menjaga kulit tetap sehat dan awet muda.

Kombinasi dengan minyak alami seperti coconut oil dan olive oil dalam sabun membantu menjaga kelembapan kulit, mencegah kekeringan dan pecah-pecah. Propolis dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan luka kecil dan membantu regenerasi sel kulit baru.

Sementara salep kulit berbasis propolis dari madu Trigona menjadi solusi alami untuk berbagai masalah kulit. Propolis sangat efektif dalam meredakan gatal, kemerahan, dan peradangan akibat alergi atau iritasi kulit. Mempercepat penyembuhan luka bakar ringan, luka gores, dan luka lainnya, karena kemampuannya dalam meregenerasi sel dan melindungi dari infeksi.

Kandungan antiseptik alami dalam propolis membantu membersihkan area kulit yang bermasalah dan mencegah infeksi. Efektif untuk kondisi kulit yang terkait dengan peradangan seperti eksim dan dermatitis.

Kelompok Budidaya Madu Tuan Muda dimulai pada tahun 2013 dengan 15 anggota. Kini, jumlah anggotanya telah berkembang pesat menjadi 40 orang, tersebar di seluruh Desa Bengkaung, dengan lebih dari seribu kotak produksi madu Trigona. Perkembangan ini tak lepas dari pembinaan yang diberikan oleh Astra Honda Motor melalui Astra Motor NTB sejak tahun 2020.

Saat ini, produksi sabun dan salep hanya mampu memenuhi permintaan lokal.Namun, semangat untuk terus berkembang dan berinovasi tidak padam. Dengan pemanfaatan potensi lokal dan dukungan dari berbagai pihak, Madu Trigona dan produk turunannya tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga simbol pemberdayaan masyarakat Desa Bengkaung.

Sebagai kelanjutan pembinaan kelompok ini, Robien Tony selaku Chief Executive Astra Motor didampingi Jeffry Mei Gamastra Runawang selaku Kepala Wilayah Astra Motor NTB, Jumat, 4 Juli 2025 kemarin meninjau kelompok ini sekaligus menyalurkan bantuan meliputi setup (rumah lebah), alat panen, topi dan sepatu boots pelindung, sarung tangan, dan pisau stainless. Selain itu, Astra Motor NTB juga membantu dalam pembuatan desain kemasan, pemasaran online dan offline, serta pendampingan dan koordinasi dengan dinas terkait.(ris)

Astra Motor Perkuat UMKM Madu Trigona dan Plecing Kangkung di NTB jadi “Local Champion”

Mataram (globalfmlombok.com) –

Astra Motor menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan dan pengembangan ekonomi lokal melalui program pemberdayaan Usaka Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Astra Motor menyerahkan bantuan kepada dua UMKM unggulan binaan Astra Motor di NTB yaitu UMKM Kelompok Budidaya Madu Trigona di Bengkaung, Kecamatan Batu Layar, Kabupaten Lombok Barat dan UMKM Keripik Plecing dari Kota Mataram.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Robien Tony selaku Chief Executive Astra Motor didampingi Jeffry Mei Gamastra Runawang selaku Kepala Wilayah Astra Motor NTB, Jumat, 4 Juli 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif Astra Motor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di berbagai aspek, mulai dari lingkungan, kesehatan, hingga pemberdayaan komunitas lokal.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami. Astra tidak hanya fokus pada bisnis, tapi juga ingin hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat, lingkungan, kesehatan, dan UMKM,” ungkap Robien.

Robien menjelaskan bahwa Astra Motor menargetkan enam pilar keberlanjutan yang harus dicapai hingga 2030. Keenam inisiatif tersebut adalah Mengurangi emisi gas rumah kaca, dengan operasional yang lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan energi terbarukan, seperti penggunaan panel surya di kantor dan fasilitas operasional. Pengelolaan limbah padat, termasuk dari kantor dan unit usaha agar tidak mencemari lingkungan. Efisiensi penggunaan air dan daur ulang, untuk konservasi sumber daya air. Menciptakan lingkungan kerja yang aman, dengan prinsip zero accident. Pengembangan masyarakat, melalui program community development yang menyasar UMKM.

Enam inisiatif tersebut diterjemahkan ke dalam empat program besar sosial yang dijalankan Astra Motor, yaitu, AM Growth: fokus pada pemberdayaan UMKM. AM Health: program kesehatan masyarakat. AM Smart: bidang pendidikan. AM Greener: upaya pelestarian lingkungan.

“Kalau program yang kita saksikan hari ini ini merupakan bagian dari AM Growth, bagaimana kami mendampingi UMKM agar bisa berkembang, mandiri, dan memiliki dampak nyata bagi lingkungannya,” kata Robien di lokasi kelompok budidaya madu trigona di Bengkaung.

Pemilihan UMKM madu trigona dan keripik plecing menurutnya bukan tanpa alasan. Menurut Robien, kedua produk tersebut mencerminkan nilai lokal (local wisdom) NTB yang khas dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk unggulan nasional.

“Madu Trigona Lombok memiliki kekhasan yang tidak ditemukan di tempat lain. Begitu juga plecing kangkung – makanan khas yang menjadi ikon kuliner NTB. Ini yang membuat kami ingin mengangkat keduanya menjadi local champion (penggerak utama UMKM NTB),” ujarnya.
Robien secara pribadi mengakui kecintaannya pada kuliner NTB.

“Kalau saya ke Mataram, pasti cari ayam Taliwang dan plecing kangkung. Ini adalah rasa yang tak bisa ditemukan di daerah lain,” tambahnya.

Tak hanya sekadar memberikan bantuan, Astra Motor berkomitmen untuk terus mendampingi kedua UMKM tersebut melalui pelatihan, bantuan peralatan produksi, kemasan, akses pemasaran digital, hingga fasilitasi legalitas produk.

“Pembinaan ini bukan datang sekali terus selesai. Kami ingin menjadikan madu trigona dan keripik plecing sebagai produk unggulan nasional. Kami akan terus mendampingi agar dampaknya makin besar, bukan hanya di desa atau kecamatan, tapi bisa membawa nama NTB di tingkat nasional,” jelas Robien.

Sejak 2022, Astra Motor telah membina total 29 UMKM di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Papua, hingga NTB. UMKM dinilai sebagai tulang punggung ekonomi nasional yang harus terus diberdayakan agar membuka lapangan kerja dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Penyerahan bantuan ini juga bertepatan dengan ulang tahun Astra Motor ke-55. Dengan mengusung tema “Melangkah Pasti Meraih Masa Depan”, perusahaan ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat merupakan bagian penting dari langkah strategis perusahaan di masa mendatang.

“Mari kita bergerak bersama untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” tutup Robien.(ris)

Tagih Tunggakan Pajak, Dewan Minta Pemprov NTB Bangun Sistem Kolaborasi dengan Kabupaten/Kota

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kabupaten Lombok Timur (Lotim) telah membentuk Tim Operasi Kejar (Opjar) untuk melakukan penagihan piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pedesaan dan Perkotaan (P2). Jumlah piutang PBB P2 yang akan diburu mencapai Rp55 miliar yang tersebar di ratusan ribu wajib pajak se Lotim.

DPRD Provinsi NTB melihat hal ini sebagai langkah yang strategis dalam upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Karena itulah, upaya ini perlu mendapat atensi dari Pemprov NTB agar bisa melakukan kerja sama di lapangan. Sebab Pemprov NTB juga memiliki kepentingan untuk menagih kewajiban dari para wajib pajak, misalnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) dan lainnya.

Anggota Komisi III DPRD NTB M. Nashib Ikroman mengatakan, Pemprov dan pemda kabupaten/kota sebenarnya memiliki problem yang sama terkait dengan tunggakan pajak. Tentu objek pajak antara Pemprov dan kabupaten/kota berbeda-beda, namun subjek pajak relatif sama.

“Kabupaten memiliki kewenangan PBB dengan tunggakan yang tak kalah banyak, provinsi juga selaku memilik kewenangan pemungut pajak kendaraan juga mengalami hal yang sama. Sehingga saya sarankan kepada Pemprov NTB dan kabupaten untuk duduk bersama, agar tak terpisah-pisah,” kata M. Nashib Ikroman, Jumat 4 Juli 2025.

Ia mengatakan, perlu dibangun sebuah sistem kolaborasi antara Pemprov NTB dengan kabupaten/kota dalam penagihan piutang pajak di masyarakat. Sehingga pekerjaan yang sama ini bisa lebih optimal.

“Misalnya Opjar yang dibentuk oleh Pemkab Lotim ini kan akan mendatangi rumah ke rumah. Kenapa tidak misalnya diberi tugas tambahan untuk penagihan pajak provinsi. Kalaupun tak memiliki kewenangan memungutan misalnya, minimal membantu melakukan sosialisasi. Misalnya sosialisasi diskon pajak kendaraan,” katanya.

Kolaborasi penagihan pajak ini makin penting karena opsen pajak PKB dan BBNKB yang diterima oleh kabupaten/kota cukup besar, melebihi jumlah yang diterima oleh pemungut yaitu pihak provinsi.

“Sehingga ada kewajiban bagi pemerintah kabupaten untuk turut serta melakukan tugas-tugas itu. Harus ada penyatuan terhadap itu. Secara teknis mungkin akan banyak didiskusikan,” katanya.

Politisi Perindo ini melihat ada contoh yang baik dalam hal kolaborasi pemungutan pajak atau retribusi antar pihak. Misalnya iuran sampah bisa dititip di pembayaran PDAM. Ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam membayar iuran sampah.” Jadi begitu orang membayar PDAM langsung include membayar retribusi sampah,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kabupaten Lotim telah membentuk Tim Operasi Kejar (Opjar) melakukan penagihan piutang PBB P2 yang mencapai Rp 55 miliar se Lotim.

Wakil Bupati Lotim, H. Muhammad Edwin Hadiwijaya telah memberikan pembekalan kepada Tim Opjar. Jumlah objek pajak sebanyak 493.844. Jumlah Surat Penagihan Pajak Terhutang (SPPT) sebanyak 449.969 lembar.

Wabup menegaskan, perlu dilakukan evaluasi mendasar soal kinerja tim Opjar. Pasalnya, hasil realisasi penagihan PBB-P2 2014-3024 baru mencapai 47 persen. “Ini masih Kurang dari 50 persen dari target yang sudah ditetapkan,” ucapnya.(ris)