Beranda blog Halaman 333

DPRD Soroti Mitigasi Bencana Pemkot Mataram Kurang

Mataram (globalfmlombok.com) – DPRD Kota Mataram menyoroti lemahnya upaya mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, terutama dalam menghadapi cuaca ekstrem dan gelombang pasang di wilayah pesisir. Penanganan abrasi yang masih bersifat darurat dinilai belum menyentuh solusi jangka panjang bagi warga terdampak.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Ahmad Azhari Gufron, menilai langkah-langkah yang diambil Pemkot selama ini terkesan reaktif dan minim antisipasi. Padahal, abrasi dan gelombang pasang yang menerjang kawasan pesisir. Terutama di empat titik rawan seperti Lingkungan Pondok Perasi, Bintaro, hingga Mapak di Kelurahan Jempong Baru, terjadi hampir setiap tahun saat cuaca ekstrem.

“Mitigasi bencana kita ini bisa dibilang nol. Hampir tidak ada upaya sistematis dan terencana untuk melindungi warga pesisir dari risiko abrasi,” tegasnya, Kamis, 28 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, jangankan untuk membangun atau merenovasi rumah warga yang rusak akibat abrasi, langkah antisipatif oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun dinilai sangat lemah. Sebagai contoh, di Lingkungan Penghulu Agung, Kelurahan Ampenan Selatan, menurutnya, belum pernah tersentuh upaya mitigasi dari BPBD.

“Kalau soal bantuan, Pemkot belum pernah memberikan dukungan untuk relokasi rumah warga yang berada di pinggir pantai. Yang ada hanya bantuan sembako. Itu pun sifatnya darurat,” tambah Azhari.

Menurutnya, pemasangan tanggul darurat dari batu boulder di beberapa titik tidak cukup sebagai solusi permanen. Warga tetap merasa was-was setiap kali musim angin barat datang karena tidak ada perlindungan jangka panjang yang memadai.

Karena itu, Azhari yang juga berasal dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), mendesak Pemkot Mataram untuk segera menyusun peta wilayah rawan bencana yang diperbarui secara berkala, serta menyusun rencana kontinjensi yang siap diterapkan sebelum bencana terjadi.

Selain itu, ia mendorong pembangunan infrastruktur pengaman pantai seperti talud atau pemecah gelombang yang permanen, terutama di kawasan yang sudah berulang kali terdampak abrasi.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzakki menegaskan, pihaknya telah bekerja secara maksimal di lapangan terkait penanganan dan mitigasi bencana.

“Tidak apa-apa, itu bagian dari tanggapan para dewan. Kami di lapangan sudah bekerja sesuai tugas dan kemampuan kami,” ujarnya singkat. (pan)

Kerugian Negara di Kasus Dugaan Korupsi Sori Paranggi Capai Rp600 Juta Lebih

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Dompu telah mengantongi angka kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi rehabilitasi daerah irigasi Sori Paranggi di Kabupaten Dompu terus berjalan.

Kepala Kejari Dompu, Burhanuddin, mengatakan pihaknya telah menerima dokumen resmi hasil audit kerugian negara dari Inspektorat Provinsi NTB. “Kerugian negara sudah keluar. Sori Paringgi Rp600 juta lebih,” kata Burhan, Kamis (28/8/2025).

 

Kejaksaan telah mulai menaikkan status perkara ini ke penyidikan sejak Maret 2024. Penyidik Kejari Dompu juga telah memeriksa sebanyak 17 orang saksi dalam kasus ini. Saksi-saksi tersebut termasuk mantan kepala Dinas PUPR tahun 2022 serta pihak perusahaan pelaksana proyek.

Pada laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), irigasi Sori Paranggi direhabilitasi menggunakan dana APBD Kabupaten Dompu tahun 2022. Nilai tendernya Rp5,6 miliar pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Saat itu, lelang tender berlangsung pada 17 Desember 2021. Sebanyak 19 perusahaan berupa CV atau PT dari seluruh wilayah NTB mengikuti tender.

Pemenang tender pada proyek ini adalah CV Anak Negeri, perusahaan asal Kota Mataram. Perusahaan ini memenangkan tender dengan nilai penawaran yang disetujui senilai Rp5,39 miliar.

Akan tetapi, dugaan penyelewengan muncul setelah bendungan Sori Paranggi jebol diterjang banjir pada 2023. Muncul dugaan bahwa proyek ini dikerjakan secara asal-asalan sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. (mit)

Doa Kebangsaan di NTB Dihadiri Puluhan Ribu Warga Lintas Agama, Bukti Harmoni dalam Keberagaman

Mataram (globalfmlombok.com)-

Puluhan ribu umat lintas agama memadati Lapangan Umum Sangkareang, Kota Mataram, Kamis 28 Agustus 2025 sekitar pukul 19.30 Wita. Warga dari pulau Lombok dan Sumbawa hadir dalam Doa Kebangsaan Lintas Agama menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-32 Kota Mataram.

Doa kebangsaan masing-masing pemimpin agama, baik Islam, Hindu, Kristen, Katolik, Budha dan Konghuchu. Perwakilan umat Islam hadir Dr. H. Badrun, M.Pd, sementara umat Kristen diwakili oleh Pendeta Miss Sono Bogar, M.Si yang juga Ketua Umum PGI Wilayah NTB.

Doa dari umat Katolik dipimpin oleh Romo Emanuel Ano, sedangkan umat Hindu diwakili oleh Pinandita I Gusti Putu Kaler Marjana. Dari umat Buddha, doa dibawakan oleh YM. Bhikkhuni Nyana Pundarika, Mahatheri, serta dari umat Khonghucu diwakili oleh Widjanako.

Hadir, Sekjen Kemenag Prof. H. Kamaruddin Amin, Gubernur NTB Dr. H Lalu Muhammad Iqbal, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat H.Zamroni Aziz,MH.I serta para tokoh masyarakat.

“Kita baru saja menyaksikan toleransi yang sangat berkelas, bukan kalimat saja yang menyejukkan tapi toleransi yang luar biasa,” terang Kamaruddin Amin.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang paling plural di dunia. Warga NTB telah memberi contoh toleransi di tengah keragaman umat. Sekjen Kemenag mengapresiasi sikap warga NTB dan kekompakan tokoh agama.

“Jadi kalau tokoh agama kompak membimbing umatnya untuk menjaga kepluralan ini, maka kita kerukunan dan persatuan tetap terjaga,” sebut Kamaruddin Amin.

Menurut Kamaruddin Amin, tokoh lintas agama mempunya peran penting dalam membina umat untuk terus merawat kerukunan dan menjaga kohesivitas sosial. Tidak ada kedamaian dalam suatu bangsa bila tidak ada toleransi antar umat beragama. Tidak ada toleransi tanpa ada komunikasi. Ajaran agama harus mendatangkan kemaslahatan dan menjadi instrument menguatkan kerukunan antar sesama.

“Intinya toleransi dalam beragama, hargai antar sesama dan tetap menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan dalam menjalankan nilai kebhinekaan,” tegasnya.

Ia juga mengutip teladan Nabi Muhammad SAW saat memimpin masyarakat Madinah, yang terdiri dari berbagai latar belakang agama. Piagam Madinah, kata Kamaruddin, menjadi bukti monumental bahwa perbedaan keyakinan tidak menghalangi kerja sama dalam membangun negara.

“Nabi telah memberikan contoh betapa kita harus saling menghormati dan menghargai, karena kita terikat dalam konstitusi dan perjanjian bersama,” tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, Zamroni Aziz, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Sekjen Kemenag RI dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa NTB adalah wilayah yang kaya akan keberagaman suku dan agama, namun tetap kokoh dalam semangat kebersamaan.

“NTB maju dan mendunia karena semua lintas agama duduk bersama, berdoa untuk kemajuan daerah. Sinergi sudah terbangun, dan jika umat bersatu, maka program pemerintah akan berjalan aman dan lancar,” kata Zamroni.

Hal senada disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal. Menurutnya, Indonesia merupakan negara yang paling beragam di dunia. Dia bersyukur, karena meski banyak etnis tapi Indonesia tetap bersatu. Sementara ada banyak negara yang masyarakatnya berasal dari satu atau dua etnis saja namun terpecah belah.

“Jadi salah satu kelebihan Indonesia, meskipun banyak etnis tapi tetap dalam Bhineka Tunggal Ika,” ucap Muhammad Iqbal.

“Doakan para pemimpin kita tetap Amanah. Doakan NTB tetap memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat NTB. Semoga NTB bisa makmur mendunia,” imbuh Eks Dubes Indonesia untuk Turki ini.(ris)

Polda NTB Bentuk Tim Gabungan Usut Kematian Brigadir Esco

Mataram (globalfmlombok.com) – Polda NTB membentuk tim gabungan dengan Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat (Lobar) dalam menangani kematian anggota Polsek Sekotong, Brigadir Esco Faska Rely. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB, Kombes. Pol. Syarif Hidayat kepada Suara NTB, Kamis, 28 Agustus 2025 menegaskan perihal tim gabungan tersebut.

Sebelumnya Syarif memberikan sinyal kuat bahwa Ditreskrimum Polda NTB akan mengambil alih pengusutan kasus ini.  Pada Selasa (26/8/2025) Syarif mengatakan akan melakukan rapat dan gelar perkara bersama Polres Lobar untuk memutuskan hal tersebut.

“Ditangani gabungan,” jawabnya singkat kepada Suara NTB ketika ditanya terkait hasil rapat dan gelar perkara bersama Polres Lobar.

Untuk perkembangan kasus ini, saat ini pihak kepolisian telah meminta keterangan sejumlah saksi. Saksi-saksi tersebut termasuk pihak keluarga almarhum. Polisi juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah Brigadir Esco. Dari autopsi tersebut ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di bagian leher korban.

Syarif juga menyebutkan tengah berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri untuk proses ekstraksi handphone milik Brigadir Esco.

Lebih lanjut, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Lombok Barat, AKP Lalu Eka Arya Mardiwinata, Kamis (28/8/2025) menegaskan penanganan kasus ini terus berlanjut. “Kami terus bekerja keras dalam penanganan kasus ini. Pengusutan terus berlanjut,” tegasnya.

Eka mengatakan, pemberian informasi terkait kasus ini ia serahkan kepada Polda NTB.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid mengisyaratkan akan adanya pemberian keterangan secara resmi dari Polda NTB dalam waktu dekat terkait kasus ini.

“Terkait kasus kematian Brigadir Esco akan kami lakukan press release dalam waktu dekat. Mohon tunggu saja,” ucap Kholid kepada Suara NTB, Kamis (28/8/2025).

Sebagai informasi, jenazah korban ditemukan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) di bawah perbukitan daerah setempat, pada Minggu (24/8/2025) siang.

Jenazah korban membengkak dan mulai membusuk mengeluarkan bau tak sedap, sehingga dikerubungi lalat. Bagian lehernya terikat tali.

Informasi penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Nyiur Lembang. Dari keterangan saksi bernama Amaq Siun (50), warga setempat, penemuan jenazah berawal saat ia mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah.

Saat pencarian, sekitar pukul 11.30 Wita, saksi menemukan sesosok pria dalam posisi terlentang di bawah pohon. Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh membengkak.

Belakangan terungkap, Brigadir Esco merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Sekotong, Lombok Barat. Hal itu diperkuat dengan sejumlah barang bukti berupa pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci sepeda motor yang ditemukan di saku celana korban. (mit)

Diduga Pembunuhan Berencana, Pelaku Cor Mayat Pacar di Lobar Terancam Hukuman Mati

Giri Menang (globalfmlombok.com) – IH (31) warga asal Mataram, terduga pelaku yang mengecor mayat Nurminah (27) warga Beleka Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) telah ditetapkan tersangka. Tersangka pun disangkakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati dan lainnya, paling ringan penjara seumur hidup serta 20 tahun penjara.

Kasi Humas Polres Lobar Iptu Amirudin, menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kasus pembunuhan korban, bahwa tersangka telah ditahan di Rutan Polres Lobar sejak tanggal 24 Agustus untuk 20 hari kedelapan. Dan sesuai dengan penyampaian penyidik bahwa, tersangka dijerat pasal 340 KUHP dengan pembunuhan berencana, kemudian dilapisi pasal 338 dan 351 ayat 3.

“Di mana dalam pasal 340 itu, ancaman (hukuman) pertama ancaman hukuman mati, dan ancaman hukuman seumur hidup. Dan terakhir ancam maksimal 20 tahun penjara,” sebut Amirudin, kemarin.

Sementara itu, pihak korban Nurminah, korban pembunuhan lalu dicor di perumahan Perembun Asri, Kecamatan Labuapi mendesak agar pelaku atas nama IH dijatuhi hukuman mati.

Mereka menegaskan bahwa perbuatan pelaku sudah tidak bisa ditolerir karena dilakukan dengan cara tidak manusiawi dan menyebut tindakan tersebut sangat terencana. “Kami berharap pihak berwenang menghukum pelaku seberat-beratnya. Karena adik kami sudah kehilangan nyawa, maka kami mohon nyawa harus dibalas nyawa,” pinta kakak sepupu Nurminah, Muhammad Anwar, kemarin.

Desakan senada juga disampaikan Ahmad Ridwan, sepupu Nurminah lainnya. Ia menilai, kasus ini harus diproses dengan pasal pembunuhan berencana agar hukuman maksimal bisa dijatuhkan. Mereka menolak jika nantinya hanya dijatuhi hukuman seumur hidup.

“Kami tidak akan menerima hukuman seumur hidup. Yang paling pantas adalah hukuman mati, supaya ada keadilan bagi adik kami,” tegas Ridwan.

Ridwan mengatakan bahwa jika pelaku tidak dikenakan hukuman mati, maka pihak keluarga akan sangat keberatan. Karena ditakutkan tindakan serupa yang dilakukan pelaku akan terulang di kemudian hari.

“Kami keberatan (kalau tidak dihukum mati), sangat ditakutkan dia (IH) nanti melakukan hal yang sama kepada orang lain,” ujarnya.

Meski demikian, Ridwan mengatakan pihak keluarga sepenuhnya menyerahkan urusan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Mereka berharap apa yang menjadi harapannya terwujud.

Pihak keluarga mengaku syok mengetahui Nurminah dibunuh lalu dicor oleh pacarnya dalam septic tank. Mereka menyebut pelaku atas nama IH lebih dari psikopat atas tindakan tidak manusiawi yang dilakukannya.

Hingga saat ini, Ridwan mengaku tidak menyangka ada bentuk pembunuhan seperti ini, dan harus menimpa adik sepupunya.  Ridwan, pelaku tidak perlu lagi dilakukan tes kejiwaan, karena apa yang diperbuatnya sungguh sangat direncanakan dan dilakukan dengan bersih.

Pada bagian lain, kakak kandung korban, Sarinah juga menuturkan Nurminah juga merupakan sosok yang humoris, ia mencontohkan ketika Nurminah bekerja di rumah makan di Labuapi, korban selalu mengelontarkan guyonan untuk menghibur karyawan lain.

“Pokoknya ada aja kelucuannya yang mampu menghibur orang. bahkan bos sama teman-temannya sendiri yang bilang begitu,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Sarinah juga mengatakan Nurminah merupakan sosok yang produktif dan giat bekerja. Korban tidak pernah berhalangan untuk kerja kecuali dalam keadaan sakit.  Meski dikenal ceria, Sarinah mengaku bahwa Nurminah memang jarang cerita kepada dirinya. Korban biasanya cerita, kata Sarinah, pada temannya yang sesama perempuan. “Karena saya kan sudah beda rumah, saya tinggal di rumah suami. Jadi dia sering cerita ada sama satu temannya,” sebutnya.

Ia sangat menyayangkan tindakan tragis yang dilakukan IH kepada adiknya. Padahal, ujar Sarinah, hubungan asmara mereka sudah berlangsung tiga tahun lamanya, dan pergi kemanapun selalu berdua.  (her)

Perkuat Langkah Edukasi Cegah Berulangnya Kasus Kriminal di NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Pekan ini, NTB dikejutkan dengan sejumlah kasus kriminal yaitu dugaan pembunuhan. Mulai dari masyarakat sipil, hingga aparat kepolisian. Tercatat, mulai Sabtu hingga Rabu, ada tiga kasus kejahatan yang mengejutkan masyarakat.

Mulai dari dugaan kasus pembunuhan dan pengecoran pacar di Lombok Barat (Lobar), kasus kematian polisi di Sekotong, Lobar, dan dugaan kasus penganiayaan berujung kematian di Pantai Nipah, Lombok Utara.

Meningkatnya kasus kriminal dalam beberapa hari terakhir di NTB menjadi perhatian serius berbagai pihak. Termasuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mutiara Sukma.

Direktur RSJ Mutiara Sukma, dr. Wiwin Nurhasida menilai kondisi ini bisa menjadi pemicu atau trigger bagi masyarakat. Termasuk memunculkan kecenderungan meniru jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Menurutnya, tingginya kasus dugaan pembunuhan akhir-akhir ini berkaitan dengan kondisi psikis pelaku dan korban. Untuk memastikan kejadian serupa tidak terjadi lagi, pihaknya akan memperkuat langkah edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan jiwa.

“Berita-berita terakhir ini sangat memprihatinkan. Bisa jadi menjadi metode untuk meniru. Karena itu kami akan segera bergerak, walaupun sebelumnya sudah ada langkah, tapi akan semakin intens mengedukasi masyarakat,” ujarnya, Kamis, 28 Agustus 2025.

Edukasi tersebut sebaiknya fokus pada aspek pengendalian diri dan soft skill, seperti cara mengelola emosi, mengatasi kecemasan, hingga mengendalikan amarah dalam kondisi tertekan. Hal ini menurutnya sangat penting agar masyarakat lebih siap menghadapi tekanan hidup tanpa berujung pada keputusan ekstrem.

“Kesehatan mental itu perlu. Bagaimana mengendalikan emosi, kecemasan, dan kondisi jiwa lainnya, itu yang akan kami sampaikan kepada masyarakat,” katanya.

RSJ Mutiara Sukma juga mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, komunitas, maupun keluarga, untuk terlibat aktif dalam upaya memperkuat kesadaran akan kesehatan jiwa. Harapannya, angka kasus kematian akibat tindakan kejahatan bisa berkurang, bahkan nihil di NTB.

“Mudah-mudahan segera akan kita bisa melakukan edukasi yang lebih intens lagi kepada masyarakat. Kita tidak berharap ini akan menjadi lebih parah lagi,” pungkasnya. (era)

Marak Kasus Kriminal di NTB, DPRD Dorong Aparat Beri Jaminan Rasa Aman kepada Masyarakat

Mataram (globalfmlombok.com) – Wakil Rakyat di DPRD NTB menyoroti maraknya kasus kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Provinsi NTB belakangan ini. Temuan-temuan kasus kriminalitas yang sampai menghilangkan nyawa seseorang harus menjadi atensi serius para pemangku kebijakan.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi NTB, Ir.Made Slamet menyampaikan bahwa pihaknya prihatin atas situasi dan kondisi keamanan daerah belakangan ini. Menurutnya kasus-kasus pembunuhan yang terjadi telah menciptakan perasaan tidak aman di tengah masyarakat.

“Ini harus jadi perhatian serius kita bersama, terutama aparat keamanan. Karena dengan banyaknya kasus-kasus pembunuhan di daerah kita ini. Sekarang masyarakat merasa tidak aman dan nyaman untuk beraktivitas di lingkungan sendiri,” ujar Made Slamet pada Kamis (28/8/2025).

Dengan banyaknya kasus-kasus pembunuhan yang terungkap, situasi di tengah masyarakat saat ini terjadi ketakutan, kehawatiran, dan perasaan tidak aman. Atas kondisi ini, Slamet mendorong aparat keamanan untuk segera bertindak, terutama dalam memberikan jaminan rasa aman kepada masyarakat.

“Ini kegagalan aparat kita, terutama intelijen dalam mendeteksi situasi sosial keamanan di masyarakat. Aparat harus bicara ini, harus ada ketegasan dari mereka untuk memberi rasa aman kepada rakyat. Jangan biarkan masyarakat diselimuti ketakutan,” tegasnya.

Pasalnya kasus-kasus pembunuhan yang terjadi tersebut, nyawa seseorang seperti sudah tidak berharga, karena dengan mudahnya seseorang diakhiri hidupnya hanya karena persoalan-persoalan sepele. Kasus terakhir yakni seorang mahasiswi Unram yang ditemukan tewas diduga jadi korban pembegalan di kawasan wisata Pantai Nipah, Kabupaten Lombok Utara.

“Ini harus direspons serius oleh semua pihak, tidak saja pemerintah, terutama oleh aparat kemanan kita, baik TNI, Polri maupun badan Intelijen kita. Nyawa orang seperti sudah tidak berharga ini. Masyarakat menjadi takut berpergian kemana-mana. Apalagi kejadian kasus terakhir ditempat wisata,” katanya.

Pemerintah Jangan Cuek

Sedangkan bagi pemerintah daerah, politisi PDIP NTB meminta agar tidak cuek menyikapi situasi keamanan ini. Bahwa maraknya kasus-kasus kriminalitas tersebut tidak saja masih masalah penegakan hukum semata. Tapi juga harus dilihat pada skala yang lebih luas, faktor-faktor yang pemicunya.

Ia menyebutkan bahwa faktor sosial ekonomi yang terjadi dapat memicu meningkatnya aksi kriminalitas ditengah masyarakat. Made Slamet melihat di tengah kesulitan ekonomi saat ini, masyarakat menjadi frustasi dan akhirnya mendorong terjadi aksi kejahatan.

“Tentu faktor ekonomi juga sangat besar sekali menjadi pemicu aksi kriminalitas. Ditengah kesulitan pekerjaan, tekanan ekonomi yang meningkat. Masyarakat menjadi prustasi, dan dalam kondisi itu orang lebih cepat untuk mengambil jalan pintas,” pungkasnya. (ndi)

Sosiolog Unram Sebut Tiga Faktor Penyebab Meningkatnya Kasus Kriminal di NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Kasus kejahatan yang menghabisi nyawa seseorang belakangan kerap terjadi di NTB. Di antara kasus-kasus kriminal di NTB, terjadi di Kabupaten Lombok Barat yang memakan korban masyarakat biasa hingga anggota polisi. Kemudian yang paling hangat adalah kasus meninggalnya mahasiswi dengan modus dugaan pembegalan di Pantai Nipah, Lombok Utara.

Rentetan kasus kriminal tersebut tidak hanya membuat masyarakat khawatir terhadap jaminan keamanan dan keselamatan, tetapi juga menimbulkan pertanyaan terkait penyebab kasus kejahatan marak terjadi.

Sosiolog Universitas Mataram (Unram), Dr. Dwi Setiawan Chaniago, S.Sos., MA., pada Kamis (28/8/2025) mengatakan, dalam perspektif sosiologi, fenomena kriminal tidak terjadi akibat faktor tunggal. Kriminalitas umumnya terjadi karena ada relasi sejumlah aspek yang berhubungan.

“Secara umum biasanya ada beberapa faktor yang cukup determinan mempengaruhi situasi kriminalitas,” katanya kepada Suara NTB.

Tiga Faktor

Dwi menyebut ada tiga faktor yang menjadi dalang munculnya kasus kejahatan di tengah masyarakat di antaranya, determinisme ekonomi, sosial, dan teknologi. Ketiga faktor tersebut memiliki andil kuat kenapa kriminalitas menguat di tengah masyarakat.

Misalnya determinisme ekonomi. Menurut Dwi, tekanan ekonomi di tengah masyarakat semakin kuat akibat kondisi ekonomi secara nasional. Kebijakan-kebijakan yang tidak menguntungkan sejumlah kelompok masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, hingga inflasi yang menuntut biaya hidup melangit membuat keadaan psikis masyarakat mudah terganggu.

“Pada akhirnya ini tentu akan mudah bereskalasi pada perilaku-perilaku kriminalitas,” ujarnya.

Kecemburuan Sosial Turut Memantik

Dwi menambahkan, kondisi kemiskinan, ketimpangan, hingga kecemburuan sosial turut memantik perilaku kejahatan menjamur di tengah masyarakat. Ia menilai, basis kebijakan pembangunan yang bertujuan mendorong peningkatan ekonomi hanya memihak kepada segelintir pihak. Sementara masyarakat yang terdampak proses pembangunan justru hanya menjadi penonton.

“Masyarakat-masyarakat yang terdampak ini kalau tidak memperoleh akses dan manfaat atau bahkan justru terdampak secara negati. Ini justru memunculkan kecemburuan sosial yang pada akhirnya bermuara pada kriminalitas,” tutur Dwi.

Pengaruh tekanan ekonomi juga membuat masyarakat yang tidak memiliki kemampuan menjadi aktor utama pembangunan. Akhirnya memilih jalur pintas yakni menjadi pekerja informal ilegal, seperti mencuri, membegal, dan tindakan-tindakan melawan hukum lainnya.

Soal Pembangunan Sumber Daya Manusia

Selain faktor ekonomi, pengaruh determinisme sosial masyarakat di NTB, khususnya di Pulau Lombok. Determinisme sosial melihat bahwa laju pembangunan ekonomi dan pariwisata tidak dibarengi dengan upaya pembangunan sumber daya manusianya.

Menurut Dwi, kemajuan pariwisata dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), destinasi bertaraf nasional, dan potensi-potensi alami lainnya, ternyata kurang menyerap sumber daya lokal.

Dari kenyataan tersebut, ekspektasi masyarakat terhadap terbukanya peluang kerja dan lapangan kerja baru meningkat. Namun, menurutnya, harapan tersebut jauh panggang dari api.

“Saya melihat proses dalam upaya mendorong afirmasi kemampuan adaptasi masyarakat untuk mengimbangi proses perubahan sosial itu masih belum memadai. Saya melihat ada ketimpangan antara laju pertumbuhan pembangunan di sektor ekonomi dengan pembangunan sosial, padahal itu kan seharusnya berjalan beriringan,” terangnya.

Harus Jadi Alarm bagi Pemerintah

Ia mengingatkan, dari kasus kejahatan yang terjadi belakangan ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah bahwa di tengah keseriusan membangun ekonomi dan pariwisata, pemerintah juga mesti memerhatikan kesejahteraan masyarakat rentan terdampak pembangunan.

“Jangan sampai lari ke hal-hal yang bisa mengarah kepada perilaku kriminalitas. Karena kalau mereka tidak diperhatikan saya khawatir mereka akan masuk ke ranah-ranah yang sifatnya kontra-produktif,” tekannya.

Kemudian ketiga, ada faktor determinisme teknologi. Menurut Dwi, peran teknologi dalam penyebaran informasi membuat masyarakat semakin dekat dengan berita-berita yang sebelumnya sulit diakses atau yang disebut desensititasi.

“Di sisi lain tentu tidak hanya dalam konteks penyebaran informasi dampak dari determinisme teknologi ini, tapi juga pengaruhnya terhadap kejahatan-kejahatan digital,” ungkapnya.

Perlunya Kepedulian Sosial

Dwi melihat, hubungan ketiga faktor tersebut mengakibatkan munculnya perilaku kriminalitas dalam komunitas masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, Dwi mengajak, pemerintah untuk membangun peringatan dini di level komunitas masyarakat. Selain itu, kepedulian sosial juga perlu untuk meredam kasus-kasus kejahatan di daerah.

“Situasi seperti ini kan harus kita hadapi dengan kolektivitas bersama, kepedulian, lebih peduli terhadap lingkungan sosial kita, kita bisa lebih mudah mengidentifikasi situasi-situasi yang mungkin bisa bermuara pada perilaku kriminalitas di level lingkungan,” ujarnya.

Selain itu, pemberian batas waktu keluar untuk anak usia pelajar juga perlu diberlakukan. Hal itu untuk meminimalisasi potensi terjadinya kejahatan di tengah masyarakat. “Hal-hal seperti itu bisa menekan angka kriminalitas,” pungkasnya. (sib)

Seorang Mitra Grab Jadi Tersangka Dugaan Perusakan saat Demo di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Seorang mitra atau pengemudi ojek online Grab Mataram berinisial RS menjadi tersangka dalam kasus dugaan perusakan saat demo di kantor Grab NTB, 17 April 2025 lalu.

Kepala Unit Harta Benda (Harda) Polresta Mataram, Ipda Sudrajat Kamis (28/8/2025) mengatakan, RS tidak ditahan meskipun dia telah menjadi tersangka.

Dia mengatakan, sebelumnya ada tiga orang yang menjadi terlapor dalam kasus ini. “Namun setelah melakukan penyelidikan mendalam, kami hanya menetapkan satu orang sebagai tersangka,” jelasnya.

Kepada RS, pihak kepolisian menyangkakan Pasal 406 KUHP tentang perusakan. Tersangka terancam 2 tahun penjara atas sangkaan tersebut.

Sejauh ini kata Sudrajat, RS tetap kooperatif dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. Dia pun kooperatif untuk melakukan wajib lapor setiap Senin dan Kamis.

Satu buah rumahan kunci harmonika yang telah rusak dan satu buah gembok serta rantai besi telah diamankan sebagai barang bukti.

Dalam perkara ini, RS merupakan mitra dan koordinator lapangan saat demo di Kantor Grab NTB April lalu.

Saat demo tersebut, rumahan kunci dari Kantor Grab NTB mengalami kerusakan.

“Kantor tidak bisa dibuka karena kerusakan tersebut, aktivitas di kantor juga terganggu,” tuturnya.

Saat ini Polresta Mataram telah melimpahkan berkas perkara ke Kejaksaan terkait kasus ini.

“Kami saat ini tengah menunggu petunjuk jaksa untuk proses selanjutnya,” tandasnya.

Berawal dari Demo

Sebagai informasi, 17 April 2025 sekitar 300 orang mitra Grab NTB melakukan aksi demo di depan Kantor Grab Cabang Mataram di Jalan Selaparang, Kota Mataram.

Aksi tersebut merupakan puncak kekecewaan para pengemudi terhadap implementasi program “paket hemat” yang dinilai secara signifikan menggerogoti pendapatan mereka.

Mereka menuntut agar regulator memberikan sanksi tegas kepada Grab atas dugaan pelanggaran regulasi.

Mereka juga mendesak penghapusan skema bisnis aplikasi yang dianggap melanggar ketentuan tarif, seperti program “slot hemat” dan “all kilometer hemat”. Menurutnya, skema-skema ini secara sistematis mengurangi pendapatan para pengemudi.

Isu overload atau kelebihan jumlah pengemudi di NTB juga menjadi sorotan utama dalam aksi ini.

Tuntutan terakhir yang disuarakan oleh para pengemudi adalah peningkatan tarif dasar transportasi online di NTB. Mereka menilai tarif saat ini tidak lagi relevan dengan biaya operasional yang terus meningkat. (mit)

Promosi Pariwisata Lebih Berkualitas

GUBERNUR NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal menerima audiensi sekaligus silaturahmi dari Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi NTB di ruang kerjanya Kantor Gubernur, Kamis 27 Agustus 2025.

Dalam Audiensi tersebut, Gubernur berharap promosi pariwisata akan terus diperkuat untuk mendukung program pariwisata NTB yang berfokus pada pengembangan wisata kelas dunia. Salah satunya adalah membuka rute penerbangan dengan destinasi wisata domestik maupun internasional seperti pembukaan rute penerbangan langsung Mataram–Perth, Australia yang rencana akan berjalan Oktober mendatang. Selain rute internasional, NTB juga diarahkan menjadi hub wisata domestik, salah satunya melalui konektivitas dengan Labuhan Bajo, NTT.

“Konsep hub pariwisata akan menjadi strategi utama dalam memperkuat konektivitas NTB dengan tujuan-tujuan wisata lainnya.Kemarin itu sebenarnya trial kita coba. Coba trial dengan Labuhan Bajo, tiga kali saja seminggu. Ternyata full. Dalam seminggu kita naikkan jadi minggu keduanya jadi enam kali seminggu sekarang udah dua kali sehari penerbangan itu,’’ katanya.

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa peran BPPD akan semakin penting dalam mendukung strategi tersebut. Untuk itu, Gubernur juga akan terus membangun sinergi dalam meningkatkan kegiatan promosi pariwisata yang lebih berkualitas dan berkembang ke depannya.

“Komitmen kita memang kita ingin meningkatkan kemampuan promosi pariwisata kita. Sehingga dinas dan BPPD mengambil peran masing-masing untuk mempromosikan pariwisata NTB secara nasional maupun internasional,” tegasnya.

Sementara itu Ketua BPPD NTB Sahlan M. Saleh mengungkapkan support dan dukungan pemerintah menjadi kunci utama dalam meningkatkan kegiatan promosi pariwisata di NTB. Sinergi BPPD dengan dinas-dinas terkait menjadi peran utama untuk mempromosikan destinasi wisata NTB yang lebih berkemajuan.

“Insya Allah ke depan, kegiatan promosi pariwisata akan terus ditingkatkan sehingga destinasi wisata NTB akan dikenal luas di kancah nasional maupun internasional,’’ harapnya. (r)