Beranda blog Halaman 316

KK-NTB 2025: Sinergi dan Kolaborasi untuk Mendorong UMKM NTB Mendunia

Mataram (globalfmlombok.com) —

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat peran sektor ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (KK-NTB) 2025. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 September 2025, ini mengusung tema “Sinergi dan Kolaborasi Mewujudkan UMKM NTB Berdaya dan Siap Mendunia” dan melibatkan 101 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai sektor unggulan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, menyampaikan bahwa KK-NTB menjadi wadah strategis untuk mendorong UMKM naik kelas, baik dari sisi akses pasar maupun pembiayaan. “Framework pengembangan UMKM Bank Indonesia didasari pada tiga pilar, yaitu korporatisasi, kapasitas, dan pembiayaan,” ujarnya dalam pembukaan acara di Mataram, Jumat (19/9).

Sektor wastra dan kriya menjadi sorotan utama dalam gelaran ini. Menenun telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya masyarakat NTB, baik di Pulau Lombok maupun Sumbawa. Selain itu, kerajinan mutiara, kulit kerang, ketak, dan gerabah turut dipamerkan sebagai produk unggulan daerah.

Untuk mendukung pembiayaan UMKM, Bank Indonesia menggandeng 24 bank di bawah Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB dalam kegiatan business matching lounge. Penurunan BI-Rate menjadi 4,75 persen juga diharapkan dapat memperluas akses kredit dan pembiayaan ke sektor prioritas, termasuk UMKM.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal dalam sambutannya menekankan pentingnya ekonomi kreatif sebagai pilar masa depan pembangunan daerah. “Saat ini, perekonomian mulai bergeser dari dominasi korporasi menuju basis individu, di mana talenta dan kreativitas menjadi penggeraknya,” ujarnya.

Selain bazaar UMKM, KK-NTB juga menghadirkan rangkaian kegiatan seperti fashion show, talkshow, edukasi dan literasi keuangan, perlombaan, serta pertunjukan seni. Sebagian omzet dari kegiatan ini akan disalurkan untuk pengembangan wakaf produktif sebagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bank Indonesia juga memperluas digitalisasi pembayaran melalui QRIS, termasuk fitur terbaru QRIS Tap yang mempermudah transaksi nontunai. Kolaborasi dengan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) baik bank maupun nonbank menjadi bagian dari strategi akselerasi ekonomi digital di NTB.

Acara pembukaan KK-NTB 2025 turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi NTB, para kepala daerah, pimpinan instansi vertikal, akademisi, perwakilan pesantren binaan, serta mitra perbankan dan media. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem UMKM NTB menuju pasar global.(ris/r)

Elpiji Langka, Gubernur NTB Larang ASN Gunakan Gas Melon

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melarang tegas Aparatus Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov NTB menggunakan gas subsidi 3 kilogram (Kg) atau gas melon. Menurutnya, penggunaan gas subsidi diperuntukkan hanya untuk masyarakat kurang mampu (miskin).

“ASN itu tidak termasuk desil satu dan dua. Bukan termasuk orang yang menggunakan gas elpiji 3 Kg. Di Pendopo tidak masuk (penggunaan elpiji 3 Kg, red),” ujarnya, Jumat, 19 September 2025.

Dia menegaskan, ASN jangan sampai bersaing dengan masyarakat kurang mampu. Elpiji 3 Kg, lanjutnya sudah ada peruntukannya. Dia meminta, seluruh ASN untuk sadar, jangan sampai mengambil hak yang bukan miliknya.

Begitu pun dengan pengguna di luar kategori. Seperti untuk kebutuhan nelayan dan pertanian. Menurutnya, masih banyak distribusi gas elpiji salah sasaran. Banyak digunakan untuk kebutuhan usaha. Tidak hanya persoalan distribusi gas elpiji, lanjutnya, ia menilai pangkalan data di NTB juga cukup buruk.

“Data kita memang buruk. Database mengenai siapa yang menggunakan gas elpiji sangat lemah. Tapi persoalan ini tidak hanya di NTB di level nasional angka itu  juga lemah. Itu yang harus kita perbaiki,” jelas Gubernur.

Kelangkaan elpiji yang dikeluhkan masyarakat bukan karena ketersediaan pasokan, melainkan masalah distribusi. Untuk itu, ia memastikan pasokan tambahan sudah dikoordinasikan bersama Pertamina pusat maupun daerah.

“Begitu ada kelangkaan gas, saya langsung berkomunikasi dengan Pertamina. Intinya, tidak ada kelangkaan, ini hanya masalah distribusi. Sudah dipastikan antara hari ini sampai Minggu pasokan masuk, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Mantan Duta Besar RI untuk Turki itu mengaku telah meminta penambahan distribusi (extra dropping) hingga 150 ribu tabung untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Hal itu juga dilakukan pada saat kelangkaan gas di Pulau Sumbawa beberapa waktu lalu.

“Yang penting sekarang para Bupati bersama Polres di masing-masing kabupaten/kota melakukan traking ke agen memastikan bahwa tidak ada yang menimbun dan menjual diatas harga yang ditentukan,” lanjutnya. (era)

Dugaan Siswa Keracunan Konsumsi MBG, Dinkes NTB Lakukan Investigasi, BPOM Uji Mikrobiologi

Mataram (globalfmlombok.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB tengah melakukan investigasi terkait dugaan siswa di Empang, Kabupaten Sumbawa keracunan paket Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (16/9/2025) lalu. Sementara Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) Mataram, sedang melakukan uji mikrobiologi untuk memastikan penyebab siswa mengalami gejala keracunan.

Kepala Dinkes NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri pada Jumat (19/9/2025) mengatakan, saat ini pihaknya tengah menginvestigasi temuan kasus dugaan keracunan MBG di Sumbawa. “Kita dalam proses investigasi baik itu di Puskesmas dengan ahli gizi dan juga (di) sekolah kita sudah lakukan wawancara kepada siswa,” katanya.

Dari hasil investigasi sementara, ada indikasi gejala muntah. Mual setelah mengonsumsi paket MBG. Pihaknya kemudian membawa sampel makanan yang dikonsumsi siswa untuk pengujian di laboratorium. “Kita masih menunggu konfirmasi hasil laboratoriumnya,” jelasnya.

Ia juga melaporkan, bahwa puluhan siswa yang dirawat di Puskesmas setempat sudah sehat dan sudah bisa pulang ke rumah masing-masing. “Biaya perawatan semua siswa sepenuhnya ditanggung oleh pemilik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi),” ungkapnya.

Perkuat Langkah Antisipasi Hindari Keracunan Menu MBG

Hamzi menegaskan bahwa ke depan, pihak terkait mesti memperkuat langkah antisipatif demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.  Peran Satgas MBG tingkat provinsi juga mesti memperkuat koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinkes, dan juga BPOM.

“Pengawasan itu juga tetap kita harus perkuat di sisi higiene dan sinitasi kemudian rantai distribusi juga kita perkuat dan juga standar penyimpanan juga perlu dilihat, terutama di seluruh dapur MBG,” jelasnya.

Hamzi juga meminta Satgas MBG untuk memastikan agar distribusi makanan tidak melebihi jeda waktu aman konsumsi yakni maksimal dua jam. Kemudian, pengaturan jadwal supervisi oleh tim ahli gizi dan pengawas lapangan perlu dilakukan. Pemda Sumbawa, lanjut Hamzi juga punya peran pada aspek pendampingan kepada korban.

Lalu, evaluasi terhadap SOP, terutama pada aspek distribusi MBG ke wilayah sasaran di Pulau Sumbawa. “Kemudian ada juga penguatan dari sisi Pemda Sumbawa di sisi percepatan hasil uji lab-nya,’’ jelasnya.

Hamzi juga mengatensi perlunya langkah mitigasi, khususnya dari menu MBG. Menurutnya, langkah tersebut untuk memastikan menu yang tersaji layak santap.

BPOM Mataram Lakukan Uji Mikrobiologi

Sementara itu, ditemukan sejumlah kasus keracunan menu MBG di NTB, pihak BPOM Mataram tidak tinggal diam. Beberapa kasus diduga terjadi seperti  di Lombok Barat dan di Kabupaten Sumbawa.

Demikian disampaikan Kepala BPOM Mataram, Yosef Dwi Irwan yang dikonfirmasi, Jumat (19/9). Katanya, di Lobar, ditemukan sebanyak 17 siswa diduga keracunan MBG. Di Sumbawa, 130 siswa di Kecamatan Empang  diduga mengalami keracunan dengan gejala mual, muntah, dan diare. Keracunan itu diduga akibat menu MBG yang tercemar bakteri Escherichia Coli (E. Coli).

Yosef Dwi Irwan mengatakan, akan melakukan uji mikrobiologi terhadap sampel makanan program MBG menyusul sejumlah kasus dugaan keracunan yang terjadi di Lombok dan Sumbawa.

“Kami dari BPOM Mataran akan melakukan pengujian terkait parameter ataupun mikrobiolog. Sampel yang selama ini dari Lombok Barat, Sumbawa sudah masuk. Nanti kami melakukan pengujian untuk memastikan terkait apa penyebab keracunan,” ujarnya, Jumat, 19 September 2025.

Menurutnya, hasil uji laboratorium selama ini sering mengindikasikan adanya cemaran Bakteri E.coli, yang menunjukkan adanya masalah pada aspek higienitas dan sanitasi. Namun penyebab keracunan dinilai kompleks, bisa berasal dari proses pemasakan di Sentra Penyediaan Pangan Gotong Royong (SPPG) maupun di sekolah, hingga perilaku siswa yang langsung mengonsumsi makanan tanpa cuci tangan.

“Tapi ada dua hal yang perlu kita lihat, bahwa proses pemasakan di SPPG nya ataukah di sekolahnya sendiri. Berdasarkan penelusuran di sekolah nya kemarin, anak anak ini saat mereka menu MBG itu mereka langsung mengkonsumsi tanpa cuci tangan dulu,” katanya.

BPOM Soroti Sanitasi di SPPG

BPOM juga menyoroti sanitasi di SPPG, termasuk proses distribusi makanan yang idealnya harus segera dikonsumsi maksimal lima jam setelah dimasak. Proses pengolahan dalam jumlah besar juga menuntut standar kebersihan yang ketat, seperti penggunaan sarung tangan, masker, penutup kepala, dan kewajiban mencuci tangan bagi petugas.

Selain faktor makanan, kebiasaan siswa yang mengonsumsi air keran tanpa dimasak juga menjadi perhatian. Menurut Yosef, perlu adanya edukasi kepada siswa agar tidak mengkonsumsi air keran sembarangan.

 “Terkait pentingnya cuci tangan sebelum makan menggunakan sabun. Ada di sekolah yang cuci tangan tetap tidak ada sabunnya. Itukan sama saja,” katanya.

Dia menegaskan, pengujian mikrobiologi memerlukan waktu lebih lama dibanding uji kimia karena harus melalui proses inkubasi dan verifikasi ulang. Hasil akhir akan disampaikan ke Dinas Kesehatan sebagai pihak yang berwenang menangani kasus ini.

“Kalau kasus di Sumbawa, kurang lebih kalau kita uji lengkap yang lama itu uji mikrobiologi. Karena kalau uji kimia seperti pH, nitrit dan sianida itu tidak lama karena penggunaan rapid. Yang lama itu mikrobiologi karena harus diinkubasikan. Bisa empat sampai lima hari. Biasanya hasil ujinya kita sampaikan ke Dinas Kesehatan,” pungkasnya. (sib/era)

Istri Brigadir Esco Jadi Tersangka Dugaan Pembunuhan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat (Lobar) telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir Esco Faska Rely. Tersangka tersebut merupakan istri dari Brigadir Esco sendiri.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid saat dikonfirmasi Suara NTB Jumat (19/9/2025), mengatakan penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara yang telah dilakukan pihak kepolisian.

“Ya, hasil gelar perkara penyidik menetapkan istri Brigadir Esco berinisial R menjadi tersangka,” kata Kholid.

Kholid tidak merinci apakah istri Brigadir Esco tersebut langsung ditahan pihak kepolisian setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dia juga tidak merinci pasal apa yang disangkakan kepada R.

Polisi Periksa Keluarga

Sebelumnya, Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat pada Senin (15/9/2025) telah memeriksa dua orang saksi dari keluarga korban almarhum Brigadir Esco. Diduga, penyidik memeriksa keduanya hingga tengah malam.

Fakta tersebut terungkap melalui pernyataan kuasa hukum orang tua almarhum Brigadir Esco, Dr. Lalu Anton Hariawan. Anton, pada Selasa (16/9/2025) mengaku mendapatkan informasi terkait pemeriksaan itu langsung dari penyidik kepolisian.

“Ada pemeriksaan beberapa saksi yang dimintai keterangan sampai tengah malam,” bebernya.

Salah satu saksi kata dia berinisial R dan kedua saksi merupakan keluarga Brigadir Esco sendiri.

Anton enggan membeberkan apakah ekstrak handphone milik korban telah dikantongi polisi.

“Terkait bukti petunjuk, ada beberapa hal yang tidak berani kami buka. Itu rahasia penyidikan,” tegasnya.

Kronologi Penemuan Mayat Brigadir Esco

Sebelumnya, jenazah Brigadir Esco ditemukan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) di bawah perbukitan daerah setempat, pada Minggu (24/8/2025) siang.

Jenazah korban membengkak dan mulai membusuk mengeluarkan bau tak sedap, sehingga dikerubungi lalat. Bagian lehernya terikat tali.

Informasi penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Nyiur Lembang. Dari keterangan saksi bernama Amaq Siun (50), warga setempat, penemuan jenazah berawal saat ia mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah.

Saat pencarian, sekitar pukul 11.30 Wita, saksi menemukan sosok pria dalam posisi terlentang di bawah pohon. Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh membengkak.

Belakangan terungkap, Brigadir Esco merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Sekotong, Lombok Barat. Hal itu diperkuat dengan sejumlah barang bukti berupa pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci sepeda motor yang ditemukan di saku celana korban. (mit)

Tinjau Jembatan Putus, Bupati Pastikan akan Buka Akses bagi Masyarakat

Selong (globalfmlombok.com) – Bupati Lotim H. Haerul Warisin, Jumat (19/9) menjelang petang meninjau jembatan putus akibat banjir bandang di Apitaik. Jembatan yang menghubungkan desa Apitaik dengan Teko ini diketahui merupakan akses utama bagi masyarakat. Bupati pun memastikan akan segera membuka akses bagi masyarakat dengan mengalokasikan Rp1 miliar dari dana tanggap darurat (DTT).

Kehadiran Bupati ini disambut warga sekitar. Setelah mengecek kondisi jembatan dan turun langsung ke Sungai Tanggek mengecek langsung dari bawah, Bupati berkesempatan berdialog dengan warga Apitaik dan warga Teko. Jembatan ini juga menjadi satu satunya akses jalan menuju pasar bagi warga Tirtanadi, Korleko, Krumut, dan sekitarnya.

Guna memastikan aktivitas ekonomi warga tetap bisa berjalan, Bupati didampingi Wakil Ketua DPRD Lotim, Abdul Khalid, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Rumah (PUPR) Achmad Dewanto Hadi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lalu Mulyadi.

H. Iron, mengatakan, jembatan tersebut memang sejak awal sudah diusulkan pendanaannya ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berdasarkan hasil kajian dan evaluasi BPBD Lombok Timur. Saat ini, kata Bupati, usulan itu sudah sampai ke meja Kementerian Keuangan dan masih dalam pembahasan.

“Karena kondisi darurat, kita ambil langkah cepat dengan membangun jalan sementara agar masyarakat tetap bisa melintas. Anggarannya kami siapkan sekitar satu miliar rupiah termasuk untuk normalisasi alur sungai,” ucapnya

Ia menambahkan, jembatan Penghubung Apitaik dengab Teko memang masuk kategori rawan dan sudah tidak layak, sehingga perlu segera perbaikan permanen. Bupati menuturkan sudah komunikasi densjk salah satu anggota DPR RI, khususnya Komisi V, akan terus memperjuangkan agar dana perbaikan segera cair dari pusat.

Sesuai proposal yang diajukan ke BNPB, biaya pembangunan jembatan Rp10 miliar lebih. Prosesnya masih butuhkan waktu. Sehingga kemungkinan besar akan cair tahun 2026. Anggaran pembangunan jembatan cukup besar karena bentangannya cukup panjang, mencapai lebih dari 30 meter.

Ditambahkan, dana Rp1 miliar itu juga sekalian dipergunakan untuk normalisasi sungai guna mengantisipasi ketika terjadi banjir kembali tidak terjadi kerusakan jembatan lebih parah.

“Dana Rp1 miliar ini kita akan lakukan normalisasi sungai supaya kalaupun terjadi banjir masih bisa lancar lah, banjirnya tidak sampai membuat hal yang membahayakan,” demikian katanya. (rus)

Banjir Bandang Terjang Tiga Kecamatan di Lotim: Sebuah Jembatan Putus, Puluhan Hektare Tanaman Padi Hanyut

Selong (globalfmlombok.com) – Banjir bandang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) pada Kamis (18/9/2025) malam. Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan satu jembatan putus dan puluhan hektar tanaman padi hanyut.

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, ketiga kecamatan yang terdampak adalah Aikmel, Wanasaba, dan Pringgabaya. Hujan ekstrem yang berlangsung dari pukul 16.00 Wita hingga malam pada Kamis lalu menyebabkan tanggul Sungai Tanggek jebol, sehingga air meluap ke permukiman warga dan areal pertanian.

Kepala Pelaksana BPBD Lotim, Lalu Mulyadi, saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (19/9/2025) menjelaskan sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tembeng Putik, Kecamatan Wanasaba, terpaksa dievakuasi sementara ke tempat yang lebih aman. Sementara belum ada laporan adanya korban jiwa dan luka-luka dalam musibah ini.

Untuk sementara ini, warga tidak diizinkan tidur di rumah dan diarahkan mengungsi ke rumah tetangga yang lokasinya aman. ‘’Ini dilakukan karena kami khawatir akan adanya banjir susulan yang lebih besar,” kata Mulyadi.

Banjir baru mulai surut sekitar pukul 22.00 Wita, tapi masih menyisakan genangan di beberapa titik, seperti di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya. Tim BPBD pun melakukan upaya penyedotan menggunakan pompa mesin di lokasi-lokasi yang airnya sulit surut.

Dampak kerusakan material yang ditimbulkan cukup signifikan. Satu jembatan di Desa Apitaik, Kecamatan Pringgabaya, putus diterjang banjir. Selain itu, puluhan hektar lahan padi di wilayah Ladon, Kecamatan Wanasaba, hanyut terbawa banjir. Arus air yang deras dari sungai langsung menerjang permukiman warga di Desa Tembeng Putik, khususnya yang berdekatan dengan aliran sungai.

Hingga berita ini ditulis, warga sudah dapat kembali masuk ke rumahnya untuk membersihkan dan menyelamatkan barang-barang. Namun, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan belum disarankan untuk tidur di rumahnya hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman.

Kejadian ini telah dilaporkan kepada instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut, termasuk perbaikan infrastruktur dan pendataan kerugian yang lebih detail.

Banjir Sebabkan Jembatan Putus

Mengenai jembatan putus di Desa Apitaik ini diketahui sudah cukup lama mengalami kerusakan juga akibat diterjang banjir. Banjir terparah terjadi pada Kamis malam  yang menyebabkan jembatan yang menghubungkan Desa Apitaik dengan Desa Teko itu kini putus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lotim, Achmad Dewanto Hadi langsung mengecek kondisi jembatan Jumat pagi.

Kepada Suara NTB, Dewanto Hadi menyampaikan ia meninjau langsung ke lokasi melihat kondisi jembatan Apitaik. Sesuai dengan laporan Camat Pringgabaya dan Kepala Desa Apitaik, debit air yang cukup besar membuat jembatan putus.

“Total sekarang jembatan ini sudah tidak bisa kita fungsikan dan akan kita tutup,’’ ujarnya. Diakui, jembatan ini menjadi satu-satunya akses penghubung antara Desa Teko dengan Desa Apitaik. Tidak jauh dari Jembatan, merupakan Pasar Apitaik.

Melihat kondisi bentangan jembatan yang cukup panjang, sehingga tidak bisa juga dibuatkan jembatan darurat. Karena itu, disarankan warga menggunakan jalur lain. Untuk pengguna jalan selama air sungai tidak terlalu besar masih bisa dilalui, akan tetapi disarankan untuk ditutup dulu karena khawatir akan terjadi hal yang tidak diinginkan.

Dewanto Hadi mengakui, jembatan ini sudah lama hendak diperbaiki. Desain pembangunan pun sudah disiapkan dan diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kabarnya, pihak BNPB sudah memberikan restu untuk segera diperbaiki.

Ia mengatakan, kalaupun tidak bisa dialokasikan lewat BNPB, Pemkab Lotim akan coba ajukan penganggarannya lewat APBD tahun anggaran 2026 mendatang. Mengingat kondisi jembatan, harus dilakukan pembangunan ulang dengan bentangan lebih panjang agar lebih aman.

Adapun kisaran dana dibutuhkan untuk pembangunan sekitar Rp 17 miliar. Diawal perencanaan beberapa tahun lalu sudah didesain dengan anggaran Rp 10,5 miliar. Tapi karena perlu penyesuaian sehingga kondisi jembatan ini membutuhkan anggaran yang lebih besar. (rus)

Pulihkan Akses Warga, Pemkot Mataram Bangun Jembatan Sementara

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram membangun jembatan sementara di Lingkungan Karang Kemong, Kelurahan Cakranegara Barat, guna memulihkan akses warga yang terputus akibat jembatan lama rusak diterjang banjir bandang pada 6 Juli 2025 lalu. Jembatan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Karang Kemong dengan Lingkungan Majeluk, Kelurahan Pejanggik.

Langkah pembangunan ini ditempuh karena jembatan permanen yang direncanakan masih dalam proses tender, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung sangat mendesak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Lale Widiahning mengatakan, pembangunan jembatan sementara ini merupakan bentuk respon cepat pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.

“Jembatan ini sangat dibutuhkan warga, karena menjadi akses ke sekolah dan ke kuburan,” ujarnya, Kamis, 18 September 2025.

Lale menambahkan, pembangunan jembatan sementara ditargetkan rampung dalam satu hari dan bisa mulai digunakan pada Jumat, 19 September 2025. Namun sebelum dioperasikan, pihaknya akan melakukan uji coba terlebih dahulu untuk memastikan kekuatan dan keamanan struktur.

Jembatan ini tidak diperuntukkan bagi kendaraan bermotor, dan akan difungsikan khusus untuk pejalan kaki. Keputusan ini, kata Lale, diambil untuk menjaga keamanan serta keberlanjutan jembatan dalam jangka menengah.

“Untuk jembatan permanen pun nantinya tidak disiapkan bagi kendaraan, meskipun secara struktur bisa dilalui. Masyarakat juga mendukung,” jelasnya.

Jembatan sementara tersebut dibangun dengan material besi rangka bekas jembatan sebelumnya yang diperkuat pelat baja, sehingga bersifat semi permanen dan bisa dibongkar-pasang jika dibutuhkan kembali.

“Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan, jembatan ini bisa jadi cadangan. Tapi harapan kami, tidak sampai terjadi bencana lagi,” ujar Lale.

Untuk pembangunan jembatan permanen, Pemkot Mataram telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,3 miliar melalui revisi APBD 2025. Saat ini, tahapan lelang sedang berlangsung melalui LPSE dan ditargetkan rampung Desember 2025.

Selain itu, proyek jembatan Mahkota Bertais juga telah masuk tahap konstruksi. Dinas PUPR bersama rekanan CV. Dewi Wangi sudah menandatangani kontrak kerja senilai Rp2,8 miliar.

Terpisah, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana menegaskan, pembangunan jembatan sementara ini adalah bagian dari proses menuju jembatan permanen, yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga empat bulan untuk penyelesaian total, termasuk aspek administrasi, lelang, hingga pelaksanaan fisik.

“Karena masyarakat harus memutar jauh, saya putuskan untuk bangun jembatan sementara agar bisa digunakan dulu,” katanya.

Mohan menambahkan, meskipun disebut sementara, struktur jembatan cukup kuat untuk digunakan dalam jangka waktu panjang selama pembangunan permanen berjalan.

“Kami melihat kebutuhan warga yang sangat tinggi terkait keberadaan jembatan ini, karena akses utama mereka untuk beraktivitas,” pungkasnya. (pan)

Polisi Segel Aktivitas Penambangan Ilegal di Kecamatan Lantung

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Kepolisian Resor (Polres) Sumbawa, memasang garis polisi atau police line di lokasi penambangan rakyat ilegal yang terjadi di Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa. Langkah tegas tersebut ditempuh karena Izin Penambangan Rakyat (IPR) belum disetujui.

“Kami telah melakukan tindakan kepolisian dengan memasang police line terhadap fasilitas yang diduga digunakan sebagai operasional tambang ilegal tersebut,” tegas Kapolres Sumbawa, AKBP Marieta Dwi Ardhini, kepada wartawan, kemarin.

Marieta menegaskan, bahwa kepolisian tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin pertambangan. Mengingat untuk proses pengurusan izinnya merupakan kewenangan dari Kementerian ESDM.

“Proses pengurusan perizinan merupakan wewenang dari Kementerian ESDM. Kami tidak punya wewenang apapun terkait pertambangan,” ujarnya.

Selain memasang garis polisi, pihaknya pun juga sudah melakukan pengecekan lokasi tambang tersebut. Hal tersebut dilakukan, menindak lanjuti adanya informasi dugaan bahan peledak di lokasi pertambangan untuk menjaga kondusivitas.

“Kami sudah cek ke lokasi untuk penggunaan bahan peledak dan tidak kita temukan, tetapi yang jelas langkah hukum sudah kami ambil salah satunya pemasangan garis polisi,” ucapnya.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi terkait dugaan adanya pekerja asing di lokasi tambang. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisasi terjadinya hal yang tidak diinginkan serta menjaga kondusivitas wilayah.

“Kami tetap memberikan atensi serius terhadap persoalan tambang ini. Jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi aktivitas tambang ini mengakibatkan adanya masyarakat yang pro dan kontra,” tukasnya. (ils)

Jaksa Minta Polisi Pisah Berkas Enam Tersangka Kasus Masker Covid-19

Mataram (globalfmlombok.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram telah mengembalikan berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan masker Covid-19 ke pihak kepolisian, Rabu (17/9/2025).

Dalam pengembalian berkas perkara, terdapat sejumlah petunjuk jaksa yang harus dipenuhi oleh penyidik Unit Tipikor Polresta Mataram. Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Mataram, AKP Regi Halili, Kamis (18/9/2025) mengatakan, petunjuk jaksa yang pertama adalah memisah berkas perkara enam tersangka menjadi lima.

“Sebelumnya penanganan kasus ini dalam tiga berkas. Jaksa meminta agar diubah menjadi lima berkas,” kata Regi.

Jaksa meminta penyidik untuk memisah berkas perkara milik Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) NTB, Wirajaya Kusuma dan Kamaruddin selaku Pejabat Pembuat Komitmen.

“Kemudian mereka meminta berkas M. Haryadi Wahyudin dan Chalid Tomasoang Bulu digabung,” tuturnya.

Berkas perkara milik Dewi Noviany dan Rabiatul Adawiyah tetap terpisah.

Sebelumnya, Wirajaya Kusuma, Chalid Tomasoang Bulu, M. Haryadi Wahyudin, dan Kameuddin berada dalam satu berkas.

“Kami menyatukan empat orang dalam satu berkas karena erannya sama, dua berkas lainnya berbeda-beda waktu itu,” jelasnya.

Petunjuk lainnya, jaksa meminta penyidik untuk melengkapi berkas pemeriksaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB dan ahli keuangan.

Serta melengkapi berkas pemeriksaan dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Regi menyebutkan, pihaknya kini telah mulai untuk memenuhi sejumlah petunjuk jaksa itu.

“Kami garansi secepatnya akan memenuhi seluruh petunjuk jaksa. Sebentar lagi pasti akan P-21,” tandasnya.

Riwayat Penanganan Kasus Pengadaan Masker Covid-19

Kasus ini bermula dari proyek pengadaan masker pada tahun 2020 dengan anggaran sebesar Rp12,3 miliar, yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Dinas Koperasi dan UMKM NTB. Pihak dinas pada saat itu melakukan pengadaan dalam tiga tahap dan melibatkan lebih dari 105 pelaku UMKM.

Berdasarkan Surat Nomor: B/673/V/RES.3.3/2025/Reskrim tertanggal 7 Mei 2025, polisi telah menetapkan enam orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Wakil Bupati Sumbawa (DN), Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah NTB (WK), serta K, CT (Chalid Tomasoang), MH, dan RA.

Pihak kepolisian melakukan penyelidikan dalam kasus ini pada Januari 2023. Polisi kemudian meningkatkannya ke tahap penyidikan pada September 2023 setelah menemukan indikasi perbuatan melawan hukum.

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB menaksir kerugian negara akibat dalam kasus mencapai Rp1,58 miliar. (mit)

Dikunjungi Dosen Universitas Sains Malaysia, Amaq Darwilis Maestro Penatah Wayang Sasak ke Panggung Dunia

KEDIAMAN Amaq Darwilis di Dusun Gunung Malang, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, menjadi saksi pertemuan berharga pada Minggu, 13 september 2025. Maestro penatah wayang Sasak ini mendapat kunjungan dari Dosen Universitas Sains Malaysia dan Dosen Program Studi Seni Pertunjukan Universitas Bumi Gora NTB.

Kunjungan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap konsistensi Amaq Darwilis dalam menjaga warisan Budaya Sasak melalui seni pembuatan wayang kulit. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa syukurnya.

“Bagi saya, kedatangan para akademisi ini adalah sebuah penghormatan. Wayang bukan hanya karya seni, tapi juga warisan leluhur yang harus terus dijaga. Saya bersyukur masih bisa menekuni pekerjaan ini di tengah zaman yang semakin modern,” ungkapnya.

Amaq Darwilis menuturkan harapannya agar perhatian dari kalangan akademisi bisa membuka jalan bagi pelestarian wayang Sasak. “Saya hanya bisa membuat dan menjaga apa yang diwariskan orang tua saya. Tapi kalau ada generasi muda yang mau belajar, saya dengan senang hati akan mengajarkan. Semoga wayang Sasak tidak berhenti di tangan saya saja,” ucapnya penuh harap.

Dalam kunjungan itu, Dr. Fara Dayana dari Universitas Sains Malaysia mengaku tertarik mengetahui perbedaan wayang di Malaysia dengan Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki ragam wayang yang jauh lebih banyak dan beragam dibanding Malaysia. “Di Malaysia, wayang kulit memang ada, tetapi jenis dan variannya tidak sebanyak di Indonesia. Dari kunjungan ini saya bisa melihat betapa kayanya tradisi wayang di Nusantara, termasuk wayang Sasak yang unik dengan karakter warna dan detailnya,” ujar Dr. Fara Dayana.

Sementara itu, Dosen Prodi Seni Pertunjukan Universitas Bumi Gora NTB, Taufik Mawardi,M.A, menekankan pentingnya dukungan terhadap para maestro lokal. “Sosok seperti Amaq Darwilis adalah inspirasi nyata bagi generasi muda. Konsistensi beliau menatah wayang adalah bukti bahwa seni tradisi masih relevan dan patut kita perkuat dengan dukungan akademisi maupun pemerintah,” tegasnya.

Pria yang kini sudah berusia 62 tahun memiliki nama asli “ Darwinah”, akrab dipanggil Amaq Darwilis ini telah menekuni dunia penatah wayang sejak remaja. Warisan keahlian dari ayahnya yang juga seorang Dalang, serta lingkungannya yang lekat dengan dunia pedalangan, membuat karyanya memiliki ciri khas tersendiri. Warna-warni mencolok, rapi, dan detail halus. Tak heran bila dalang-dalang kondang kerap memesan wayang darinya.

Tak hanya dikenal di Lombok. Karya Amaq Darwilis juga telah menembus panggung nasional hingga internasional. Wayang hasil karyanya sudah sampai ke berbagai daerah di Indonesia, seperti di Museum Wayang Yogyakarta, Bali dan nasional. Bahkan karyanya dikoleksi oleh pecinta budaya di Jerman, Jepang, dan Amerika Serikat. Prestasi ini semakin menegaskan perannya sebagai maestro penatah wayang Sasak yang menjaga tradisi sekaligus mengharumkan nama Lombok (NTB) di kancah global.

Di tengah capaian tersebut, kehadiran dan dukungan dari pemerintah sangat dibutuhkan. Terlebih, saat ini Pemerintah Provinsi NTB tengah menggaungkan visi “NTB Makmur dan Mendunia”, yang selaras dengan perjuangan seniman tradisi seperti Amaq Darwilis. Dengan perhatian serius, baik berupa fasilitasi, promosi, maupun pemberdayaan. Wayang Sasak berpotensi menjadi ikon budaya Lombok yang tak hanya mengakar di masyarakat lokal, tetapi juga dikenal luas di dunia internasional.

Kunjungan akademisi ini diharapkan menjadi titik awal kerja sama dalam mendokumentasikan dan mengangkat seni wayang Sasak ke ranah global. Kehadiran Amaq Darwilis sebagai penjaga tradisi menjadi pengingat pentingnya merawat budaya di tengah arus modernisasi. (her)