Beranda blog Halaman 308

Angkut Kru dan Pembalap MotoGP, Garuda Siapkan Tiga Charter Flight dari Jepang

Praya (globalfmlombok.com) – Maskapai Garuda Indonesia telah menyiapkan sebanyak tiga charter flight untuk mengangkut para kru dan pembalap MotoGP dari Bandara Internasional Narita Jepang langsung ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Dengan seluruh penerbangan direncanakan pada Senin, 29 September 2025 mendatang.

“Sampai hari ini informasinya ada tiga charter flight dari maskapai Garuda Indonesia rute Narita-Lombok di tanggal 29 September 2025 mendatang,” sebut General Manager PT. Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok Aidhil Philip Julian, dalam keteranganya, Rabu, 24 September 2025.

Selain itu selama periode gelaran MotoGP Mandalika awal Oktober mendatang, pihaknya juga sudah menerima sebanyak 28 permintaan extra flight. Terhitung mulai tanggal 29 September hingga 6 Oktober 2025. Dengan Garuda Indonesia menjadi maskapai yang paling banyak meminta extra flight yakni 18 penerbangan. Kemudian maskapai AirAsia delapan penerbangan serta Pelita Air sebanyak dua  penerbangan.  Terbanyak untuk rute Jakarta-Lombok.

Kemudian untuk pengangkutan logistic pendukung event MotoGP, total ada lima penerbangan yang dijadwalkan masuk dari maskapai Qatar Airways. Di mana seluruh penerbangan menggunakan pesawat Boeing 777. Dijadwalkan tiba selama dua hari pada 29 dan 30 September 2025 mendatang.

“Pesawat kargo pertama dijadwalkan tiba pukul 21.05 Wita pada tanggal 29 September 2025. Dan, empat penerbangan lainnya tiba pada pukul 00.05, 14.35, 17.00, dan 22.10 Wita tanggap 30 September 2025, langsung dari dari Narita International Airport (NRT) Jepang,” ujarnya.

Untuk mengakomodasi permintaan penerbangan tambahan dari maskapai selama periode MotoGP, BIZAM akan beroperasi selama 24 jam. Seluruh infrastruktur, fasilitas dan personel di BIZAM juga telah dipersiapkan secara optimal. Guna menyambut kedatangan kargo logistik MotoGP, para pembalap, tim ofisial, hingga penonton ajang balap motor terbesar di dunia tersebut.

“Khusus untuk personel yang akan mendukung kelancaran operasional bandara, kita siapkan sebanyak 307 orang. Terdiri dari 267 personel internal. Ditambah 40 personel eksternal yang berasal dari stakeholder terkait,” kata Aidhil.

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan tiga bandara. Yakni Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Blimbingsari Banyuwangi sebagai bandara alternative.  Untuk penempatan parkir pesawat jika terjadi penambahan pergerakan pesawat selama event MotoGP nantinya.

“Intinya BIZAM bersama seluruh stakeholder berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan demi kesuksesan MotoGP Mandalika 2025,” tandasnya. (kir)

Warga Tuntut Gubernur Iqbal Selesaikan Sejumlah Masalah Agraria di NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Demokrasi Baru untuk Kedaulatan Rakyat (ADBR) NTB menuntut Gubernur, Dr.H.Lalu Muhamad Iqbal untuk menyelesaikan sejumlah masalah agraria di daerah ini.

Sejumlah persoalan itu mulai dari masalah lahan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, persoalan air bersih di Bendungan Meninting, persoalan lahan di Sembalun, hingga menuntut untuk memberhentikan proyek pembangunan Kereta Gantung Rinjani.

Ketua Agra NTB, Khairudin mengatakan, konflik tanah yang terjadi di NTB ini sudah bertahun-tahun terjadi namun tak kunjung selesai. Bahkan, baru-baru ini, warga yang berjualan di Pantai Tanjung Aan turut menjadi korban karena pembangunan Beach Club.

“Kami ingin bersama Pak Gubernur, dibentuknya tim independen melakukan kajian bersama-sama untuk objektif menilai seluruh persoalan yang ada di Mandalika,” ujarnya, Rabu, 24 September 2025.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan di KEK Mandalika yang tujuannya untuk mensejahterakan rakyat, malah berbalik menyengsarakan. Yang mana rakyat digusur tanpa ada solusi yang diberikan. “Ini mau mensejahterakan rakyat, tapi rakyat yang mana mau disejahterakan,” lanjutnya.

Tak hanya Khairudin, pemilik Aloha yang terdampak penggusuran di Tanjung Aan, Kartini berharap pemerintah dapat memberikan solusi terkait kondisi saat ini. “Kami tidak ingin menjadi tamu di atas tanah kami sendiri,” katanya.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal yang menemui massa berjanji akan menyelesaikan persoalan tanah di kawasan Mandalika itu. ‘’Tentu kita akan selesaikan satu persatu, apa yang disampaikan teman-teman menjadi gambaran mengenai situasi yang lebih luas,” kata Iqbal.

Adapun 15 tuntutan warga itu adalah mujudkan Reforma Agraria sejati sebagai basis pembangunan industri nasional, mewujudkan pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi pada rakyat. Mencabut dan mengevaluasi PSN Mandalika dan Meninting karena terbukti melanggar HAM.

Selanjutnya mencabut izin perusahaan tambang Galian C di Desa Korleko, mencabut UU Ciptaker Nomor 06 Tahun 2023 beserta aturan turunannya.

Warga juga menuntut pemerintah untuk membentuk tim independen penyelesaian sengketa tanah di KEK Mandalika, pemukiman kembali, kompensasi, dan pemulihan ekonomi berdasarkan Resettlement Action Plan (RAP).

Pemerintah harus menangguhkan seluruh pembangunan di KEK Mandalika dan membuat moratorium serta menjalankan konsultasi bermakna berdasarkan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC). Harus menghentikan seluruh skena palsu transisi energi yang nyatanya menjadi wajah ekspansi monopoli baru atas tanah. Menghentikan seluruh proses izin dan eksploitasi di Gunung Rinjani.

Kemudian, pemerintah harus membuat kebijakan perlindungan pekerja porter atas jaminan upah dan keselamatan kerja. BPN harus segera menerbitkan surat pembatalan HGU PT SKE dan memberikan jaminan hak atas tunah kepada petani Sembalum yang telah menggarap tanahnya lebih dari 29 tahun.

Pemda harus memastikan akses air bersih dan lingkungan hidup yang sehat bagi perempuan dan anak di Desa terdampak Bendungan Meninting. Lalu, menjamin pekerjaan layak berbasis ekonomi kaum tani pedesaan dan menghentikan praktik migrasi paksa sebagai PMI.

Pemerintah juga harus meningkatkan perlindungan kesehatan perempuan dari dampak krisis air dan lingkungan dengan lavanan kesehatan yang terjangkau dan berbasis gender. Serta mengevaluasi sistem pembayaran UKT dan secara berangsur-angsur menyusun kebijakan menggratiskan pendidikan tinggi. (era)

Atut, Siswi SD Asal NTB Wakili Indonesia di Ajang Bergengsi WIMO 2026 China

Mataram (globalfmlombok.com) – Qashiratut Tharfi Paranata atau Atut, bocah Sekolah Dasar (SD) asal NTB menjadi salah satu perwakilan Indonesia di World International Mathematics Olympiade (WIMO) 2026 di Shenzhen, China. Keberhasilan tersebut, Atut capai setelah menyabet dua medali emas pada perhelatan matematika tingkat dunia lainnya.

Ibu Atut, Evi Diansari pada Rabu, 24 September 2025 mengatakan, sebelumnya Atut sudah mengikuti tiga olimpiade matematika tingkat dunia yakni International Mathematics Olympiade (IMO) 2025, Big Bang Competition (BBC) 2025, dan Hong Kong International Mathematics Olympiade (HKIMO) 2025.

Dari tiga ajang matematika internasional itu, Atut berhasil menyabet dua medali emas dan satu medali bronze. Dengan catatan tersebut, saat ini Atut sudah mengoleksi 19 medali (emas, silver, bronze) dan dipastikan akan mengikuti ajang matematika paling bergengsi di dunia yakni WIMO yang akan diselenggarakan di Shenzhen, China tahun depan.

Keikutsertaan Atut di ajang WIMO 2026 adalah kali pertama baginya. Dalam ajang kelas dunia tersebut nantinya, Atut akan bersaing dengan seluruh anak di penjuru dunia dan berjuang untuk mengharumkan nama Indonesia dan NTB.

“Kalau yang kemarin finalnya di tiga lomba itu masih dia memakai dua bahasa. Ada (bahasa) Inggris dan Indonesia. Informasi yang saya dapat kalau nanti WIMO-nya itu semua sudah full Inggris” jelas Evi.

Dengan jenis dan model soal yang sedikit berbeda dari olimpiade-olimpiade sebelumnya, menjadi tantangan bagi Atut. Sebab, pada ajang sebelumnya, Atut terbiasa menjawab soal dalam dua bahasa sekaligus yakni Inggris dan Indonesia.

“Mungkin sekarang mulai persiapan dia. Pertama, membiasakan ke soal yang memang full (bahasa) Inggris,” tuturnya.

Gelaran WIMO 2026, Shenzhen, China akan berlangsung selama dua hari yakni pada 3-4 Januari 2026. Atut, akan berangkat dari Lombok ke Jakarta pada Kamis (1/1/2026) dan pada hari berikutnya lepas landas ke China.

Untuk biaya keberangkatan, Evi mengaku menggunakan dana sendiri. Ia menyebut, total biaya transportasi dan akomodasi pulang pergi dari NTB ke China menghabiskan dana sebesar Rp 30-an juta.

“Dari pembiayaan sejak penyisihan, final, ataupun besok akan berangkat itu sejauh ini kami mandiri,” sebutnya.

Evi berharap, dengan semua perjuangan yang diupayakannya selama ini, Atut dapat memberikan hasil terbaik. “Memang kami mengharapkan yang terbaik, tapi apapun nanti hasilnya itu sudah kehendakNya. Tetapi, dalam waktu dua bulan ini kami akan berusaha untuk mempersiapkan diri,’’ ujarnya. (sib)

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II Minus -0,82 Persen, Di Luar Tambang Pertumbuhan Ekonomi NTB 6,08 Persen

Mataram (globalfmlombok.com) – Pertumbuhan ekonomi NTB di triwulan II tahun 2025 menempati posisi ke 37 dari 38 provinsi di Indonesia. NTB dengan pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi -0,82 persen berada di posisi kedua terendah setelah Papua Tengah dengan kontraksi hingga -9,83 persen.

Kepala Badan Pusat Statistika (BPS) NTB, Wahyudin menjelaskan, minusnya pertumbuhan ekonomi di triwulan kedua tahun 2025 disebabkan oleh kontraksi tambang yang mencapai 29,9 persen. Fenomena serupa juga terjadi di triwulan pertama, pada saat itu pertumbuhan ekonomi NTB hingga -2,32 persen.

“Kalau di luar tambang, kondisinya baik. Bahkan pertumbuhannya lebih tinggi dibanding triwulan I,” ujarnya, Rabu, 24 September 2025. Di luar tambang, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) NTB di triwulan II mencapai 6,08 persen. Hal ini menunjukan kontraksi ekonomi pada bulan Juni lalu tidak begitu berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat.

Hal yang sama disampaikan oleh Pj Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, H.Lalu Mohammad Faozal, S.Sos.M.Si. Kendati pertumbuhan ekonomi yang minus ini tidak berpengaruh terhadap masyarakat, Pemprov NTB tetap berupaya untuk meningkatkan LPE.

‘’Sebenarnya kalau kita keluarkan tambang pertumbuhan ekonomi kita 6,08 persen. Artinya masyarakat fine-fine saja. Yang terdampak dari penurunan tambang itu ternyata tidak banyak. Daya beli masyarakat masih tetap terjaga,’’ katanya.

Salah satu langkah yang dilakukan Pemprov NTB adalah dengan mengirim surat ke pusat meminta adanya relaksasi tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Hingga saat ini, Pemerintah Pusat yang dalam hal ini Kementerian ESDM belum menyanggupi permintaan PT AMNT dan Pemprov NTB tersebut.

Tetapi, Faozal meyakini, dalam beberapa pekan ke depan Pemprov NTB akan mendapat jawaban bahwa PT Amman akan diizinkan kembali melakukan ekspor barang mentah. “Kita lagi dorong, dalam minggu ini info dari Amman kita sudah boleh mengeskpor konsentrat. Dalam minggu depan ini. Kalau itu sudah mulai ekspor, kontraksi itu bisa tertolong dengan ekspor itu,” jelasnya.

Menurut Faozal, saat ini terdapat hampir 200 ton tumpukan konsentrat di PT AMNT. Akibatnya, PT Amman tidak bisa lagi melakukan penambangan karena tidak memiliki tempat untuk menumpuk konsentrat karena Smelter belum bisa beroperasi.

“Solusinya harus ekspor. PT AMNT juga sudah meminta untuk melakukan relaksasi ekspor terhadap konsentrat yang ada di AMNT. Mudah-mudahan ada keputusan terbaik dalam satu atau dua pekan ke depan,” pungkasnya. (era)

ITDC Pastikan Dukungan Penuh Pemerintah dan Masyarakat di MotoGP Mandalika 2025

Mataram (globalfmlombok.com)–

Direktur Operasi Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Warokka menegaskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 mendapat dukungan penuh dari pemerintah, pemerintah daerah, DPR RI, hingga masyarakat sekitar kawasan Mandalika.

Hal itu disampaikan Troy kepada wartawan dalam rangkaian pertemuan bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Komisi X DPR RI di Pendopo Gubernur NTB, Rabu (25/9/2025) malam.

Menurut Troy, dukungan masyarakat desa sekitar Mandalika menjadi kunci penting keberhasilan ajang balap internasional tersebut. “MotoGP sudah empat kali digelar dan masyarakat merasakan manfaat langsungnya, baik secara ekonomi maupun sosial,” ujarnya.

Sejumlah kegiatan pra-event juga telah disiapkan untuk meramaikan gelaran tahun ini. Di antaranya Riders Parade MotoGP di Kota Mataram pada 1 Oktober, serta program School Visit atau Riders Goes to School pada 2 Oktober. “Program ini dirancang untuk menghadirkan MotoGP lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberi pengalaman edukatif bagi generasi muda Lombok,” tambah Troy.

Selain balapan, berbagai hiburan turut disiapkan, mulai dari penampilan Dewa 19 dan Nassar, hingga bintang tamu baru yang akan diumumkan dalam waktu dekat. Nuansa acara akan mengangkat tema nasionalisme dengan dominasi merah putih, sejalan dengan semangat 80 tahun Indonesia merdeka dan tagline NTB Mendunia.

“Kalau tema lebih kepada nasionalisme patriotik, nuansanya lebih ke merah putih, kita gelorakan semangat 80 tahun Indonesia. kita ingin membawa Indonesia mendunia, juga NTB mendunia, sejalan dengan tagline yg diusung gubernur,” kata Troy.

Troy juga menyebut dukungan penuh datang dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Bahkan, Komisi X DPR RI yang melakukan kunjungan ke Sirkuit Mandalika turut menyatakan siap membantu persoalan hosting fee MotoGP. “Kehadiran mereka menjadi tambahan semangat bagi kami. MotoGP bukan hanya tentang olahraga, tapi juga pariwisata dan ekonomi nasional,” kata Troy.(ris)

Produksi Tinggi, Dirut Bulog Tegaskan NTB Jadi Fokus Utama Serapan Jagung dan Gabah

Mataram (globalfmlombok.com) –

Direktur Utama Perum Bulog, Rizal Ramdhani, menegaskan Nusa Tenggara Barat  akan menjadi salah satu daerah prioritas dalam program penyerapan jagung nasional tahun 2025.

Bulog menargetkan dapat menyerap hingga 1 juta ton jagung secara nasional hingga akhir Desember 2025, dengan kontribusi signifikan dari NTB yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Indonesia.

Dalam kunjungan kerjanya ke NTB, Rabu, 24 September 2025, Rizal didampingi Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB, Dr. H. Lalu. Muhamad Iqbal di kantor gubernur.

Rizal menjelaskan bahwa Bulog ingin memastikan komitmen penyerapan hasil panen petani tetap berjalan maksimal.

“Produksi jagung NTB luar biasa, sehingga kami prioritaskan untuk diserap oleh Bulog. Tadi kami sudah bertemu dengan Gubernur NTB untuk membahas strategi ke depan agar penyerapan ini berjalan optimal,” ujarnya.

Hingga saat ini, capaian serapan jagung nasional baru mencapai sekitar 100 ribu ton. Oleh karena itu, Bulog mendorong petani NTB tidak perlu ragu menjual hasil panennya.

“Masih banyak yang perlu kami serap. Kami pastikan hasil panen petani NTB akan kami beli dengan harga pembelian pemerintah,” tegasnya.

Selain jagung, Bulog juga tetap melanjutkan penyerapan gabah dari petani. Target awal pemerintah sebesar 3 juta ton gabah telah tercapai per Agustus 2025, namun pada September ini, Badan Pangan Nasional kembali menugaskan Bulog untuk menyerap gabah tambahan.

“Petani tidak perlu khawatir. Bulog tetap menyerap gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram GKP (Gabah Kering Panen) sesuai ketetapan pemerintah,” jelas mantan Danrem 162/WB ini.

Ia mengingatkan agar petani menjual gabah dalam kondisi sudah matang panen, bukan gabah yang masih muda. Hal itu penting agar kualitas beras yang dihasilkan lebih baik dan tidak cepat rusak.

Rizal juga menyinggung dukungan pemerintah untuk program swasembada pangan ini. terutama kapasitas gudang penyimpanan yang terbatas untuk menyerap gabah dan beras secara maksimal di NTB.

Menurutnya, Bulog mendapat dukungan penuh dari Polri. Kapolri telah membangun gudang-gudang jagung di hampir seluruh Polda di wilayah sentra produksi, termasuk tiga gudang di NTB.

“Gudang-gudang ini akan segera dimanfaatkan Bulog setelah ada mekanisme kerja sama resmi dengan Polri,” katanya.

Bulog juga akan melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaan penyerapan, mulai dari TNI-Polri hingga perangkat desa. Bahkan, generasi muda seperti karang taruna akan diberdayakan untuk ikut membantu dalam distribusi maupun kegiatan di koperasi desa.

“Ke depan, pintu penyerapan Bulog akan diarahkan melalui koperasi Merah Putih. Petani menjual ke koperasi, lalu Bulog membeli dari koperasi. Dengan begitu, koperasi juga ikut hidup dan berperan dalam ekosistem pangan,” papar Rizal.

Dengan strategi ini, Bulog berharap tidak hanya menjaga harga dan daya serap hasil panen petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong peran kelembagaan desa.

“Harapan kami, petani tenang, produksi terserap, dan kesejahteraan mereka meningkat,” pungkasnya.(bul/ris)

NTB Siap Jadi Tuan Rumah PON 2028, Komisi X DPR RI Dukung Pembukaan di Lombok

Mataram (globalfmlombok.com)-

Komisi X DPR RI menegaskan dukungannya agar Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII tahun 2028. Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik Komisi X DPR RI bidang olahraga, saat bertemu Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dan stakeholder di Pendopo Gubernur, Rabu (24/9/2025) malam.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani, mengatakan bahwa meski anggaran PON 2028 masih sangat minim, pihaknya optimistis dukungan pemerintah pusat akan meningkat setelah penetapan resmi NTB sebagai tuan rumah.

“Dari sisi kesiapan, NTB sudah sangat layak. Kita sudah buktikan dengan suksesnya penyelenggaraan MotoGP sebanyak tiga kali, dan sebentar lagi akan kembali digelar MotoGP di Mandalika. Soal akomodasi hotel yang sempat jadi pertanyaan di Jakarta, NTB juga sudah siap,” ujar Hadrian saat memimpin jalannya diskusi.

Ia menambahkan, seluruh anggota Komisi X sepakat mendukung NTB sebagai tuan rumah. Bahkan, ia berharap acara pembukaan PON bisa dilaksanakan di NTB agar menjadi momentum kebangkitan olahraga sekaligus pariwisata daerah.

Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan kesiapan daerahnya untuk menjadi tuan rumah PON 2028. NTB, kata dia, telah melakukan pemanasan dengan sukses menjadi tuan rumah berbagai multi-event, termasuk Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII.

“Pengalaman mengelola Fornas dengan persiapan hanya tiga bulan lebih menjadi pembelajaran luar biasa bagi kami. Alhamdulillah, Fornas berjalan lancar. Hal ini menjadi modal utama untuk menyambut PON 2028 yang membutuhkan persiapan lebih panjang dan matang,” ujar Iqbal.

Menurutnya, aspirasi dari sejumlah cabang olahraga (cabor) agar NTB menjadi tuan rumah turut memperkuat tekad pemerintah provinsi. “Kami akan berusaha maksimal agar NTB dapat menjadi tuan rumah multi-event olahraga nasional ini,” kata Iqbal.(ris)

Sejumlah Santri dan Santriwati di Lembar Lombok Barat Diduga Keracunan Makanan MBG

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Sejumlah Santri di Lembar Lombok Barat (Lobar) diduga keracunan makanan, Rabu (24/9/2025). Mereka diduga mengalami mual muntah dan pusing setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para santri dilarikan ke Puskesmas Jembatan Kembar (Jakem) untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah penanganan medis di Puskesmas, kondisi mereka pun membaik dan boleh pulang. Kepala UPT BLUD Puskesmas Jakem dr. Komang Arya Duarsa membenarkan adanya para santri dan santriwati yang diduga mengalami keracunan makanan.

Santri dan santriwati yang diduga keracunan dibawa ke Puskesmas sekitar pukul 9.30 Wita. Mereka berasal dari salah satu Pondok Pasantren di wilayah Lembar. “Gejala ada yang mual muntah, ada yang pusing,” kata dia.

Pihaknya pun sudah melakukan penanganan medis dengan cepat terhadap para santri dan santriwati tersebut. Setelah penanganan selama beberapa lama, kondisi mereka membaik. “Dan mereka dibolehkan pulang,”imbuhnya.

Terkait penyebab mereka mengalami gejala itu, pihaknya belum bisa memastikan. Sebab perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi.

“Itu (penyebab) belum kita tahu pasti, yang jelas penanganannya sesuai dengan seperti keracunan makanan, tapi memastikan itu belum kita pastikan, masih diperiksa,” terang Komang.

Sampel dari makanan itu pun sudah diambil dan dibawa untuk pemeriksaan (uji laboratorium) lebih lanjut. (her)

Parade Pembalap MotoGP 2025, Sejumlah Ruas Jalan di Mataram akan Dialihkan

Mataram (globallfmlombok.com) – Pembalap MotoGP 2025 akan mengikuti parade di Kota Mataram pada, 1 Oktober 2025. Sejumlah ruas jalan di Mataram akan dialihkan untuk memperlancar kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin dikonfirmasi pada Rabu (24/9/2025) membenarkan parade pembalap MotoGP 2025 akan digelar di Kota Mataram pada Rabu (1/10/2025) pekan depan. Selama proses parade akan dilakukan pengalihan arus lalu lintas mulai dari simpang empat Bank Indonesia, Pejanggik, dan simpang empat Kampus STIE AMM di Jalan Airlangga.

“Kewenangan pengalihan arus lalu lintas ini di Polresta Mataram. Kita hanya membantu back up saja,” terang Zulkarwin.

Pembalap akan parade mulai dari depan Taman Sangkareang sampai Teras Udayana. Zulkarwin mengatakan, pengendara dari arah Jalan Langko dialihkan ke Jalan Pendidikan atau jalan alternatif lainnya. Parade pembalap akan dimulai pukul 16.00-18.00 Wita.

Mantan Camat Selaparang mengatakan, pengalihan sifatnya situasional tergantung biker pengiring dari klub motor yang ditunjuk MGPA. “Kondisinya situasional tergantung biker pengiring yang ikut bergabung,” ujarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram, H. Lalu Alwan Basri mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat bersama PT Pengembang Pariwisata Indonesia (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association, untuk merancang kegiatan untuk parade pembalap MotoGP 2025 di Kota Mataram. Rute parade pembalap dari Taman Sangkareang menuju Teras Udayana di Jalan Udayana. “Pelaksanaan paradenya di tanggal 1 Oktober 2025,” kata Sekda.

Saat balapan MotoGP 2025 pada tanggal 3-5 Oktober, Alwan mengajak aparatur sipil negara dan masyarakat Kota Mataram berpartisipasi. Permintaan ini sifatnya imbauan atau masyarakat tidak wajib untuk hadir menyaksikan.

Akan tetapi, ia berkeyakinan bahwa penonton MotoGP tahun 2025, akan ramai. Pasalnya, banyak pecinta balap motor di Kota Mataram. “Saya rasa semua kita bisa menonton. Pembelian tiketnya bisa secara pribadi,” ujarnya. (cem)

Komisi X DPR RI Kunjungi Sirkuit Mandalika, Cek Kesiapan MotoGP 2025 hingga Hosting Fee

Praya (globalfmlombok.com) – Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada Rabu (24/9/2025) siang mengunjungi Sirkuit Internasional Mandalika. Selain mengecek secara langsung kondisi Sirkuit Internasional Mandalika jelang perhelatan akbar balap MotoGP 2025, rombongan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani juga menggelar pertemuan dengan pihak InJourney Tourism Development Corporation (ITDC).

Salah satu agendanya yakni terkait penyelesaian pembayaran hosting fee penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025.

Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka yang dikonfirmasi Suara NTB di kantor The Mandalika ITDC, Rabu (24/9/2025) sore, mengaku kalau rombongan Komisi X DPR RI sudah mengunjungi Sirkuit Mandalika. Pada intinya mereka ingin mengetahui kesiapan Sirkuit Mandalika menyelenggarakan MotoGP Mandalika awal Oktober 2025 mendatang.

Termasuk terkait pembiayaan hosting fee penyelenggaraan event MotoGP 2025 juga sempat disinggung. Di mana Komisi X DPR RI siap berkontribusi dalam membantu menyelesaikan hosting fee penyelenggaraan event MotoGP.

“Seperti apa polanya tentu para anggota DPR RI sudah paham. Yang jelas kehadiran dan dukungan para anggota DPR RI ini jadi tambahan semangat bagi kami untuk menyukseskan gelaran event MotoGP,” sebutnya.

Ia menegaskan, event MotoGP 2025 tidak hanya soal olahraga semata. Namun, juga berkaitan erat dengan sektor lainnya, terutama pariwisata. Sehingga keberlangsungan event tersebut menjadi sangat penting dijaga agar bisa terus berkontribusi bagi perkembangan ekonomi daerah maupun nasional.

Terkait Hosting Fee MotoGP 2025

“Soal hosting fee ini nanti akan ada pengumuman tersendiri. Kapan dan bagaimana polanya. Sementara ini belum bisa saya sampaikan,” tambah Troy.

Namun dengan adanya atensi dari para anggota Komisi X DPR RI tersebut pihaknya yakin persoalan hosting fee MotoGP 2025 akan bisa diselesaikan. Ajang MotoGP Mandalika tetap akan berjalan sesuai dengan rencana yang ada. “Dengan pihak Dorna diskusi juga secara intens kita lakukan terkait hosting fee ini,” imbuhnya.

Pihak Dorna Sport pada prinsipnya juga sangat terbuka dengan opsi yang ada terkait hosting fee tersebut. Dengan kata lain, meski kesepakatan hosting fee harus sudah dibayar sebelum ajang digelar, tapi dalam kondisi ini, tentu Dorna masih memberikan toleransi.

Tahun lalu hosting fee dibayarkan setelah ajang MotoGP. Jadi Dorna juga sudah memahami kondisi-kondisi yang ada. “Terpenting bagi Dorna sebenarnya keseriusan kita dalam mempersiapkan ajang MotoGP,” jelasnya.

Tidak hanya ITDC yang menunjukkan keseriusan untuk menggelar event MotoGP, pemerintah provinsi (NTB) hingga pemerintah kabupaten juga menunjukkan hal yang sama. Begitu juga stakeholder yang lain. Inilah yang membuat Dorna tetap berkeinginan untuk menggelar ajang MotoGP Mandalika 2025. Di samping memang Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar untuk ajang balap roda dua. (kir)