Beranda blog Halaman 303

Opening Ceremony MotoGP 2025 Hadirkan Dewa 19 hingga Amtenar

Mataram (globalfmlombok.com) – Pembukaan Seremonial (Opening Ceremony) MotoGP 2025, Mandalika akan menghadirkan band-band ternama di Indonesia seperti Dewa 19 featuring Virzha, Amtenar, Crossover, dan King Nassar.

Direktur Operasional, Injourney Tourism Development Corporation (ITDC), Troy Warokka pada Rabu, 1 Oktober 2025 mengatakan, pemilihan band dan artis ini didasari pada popularitas serta basis penggemar yang banyak di Indonesia.  “Intinya kan kami ingin memberikan hiburan yang berbeda untuk masyarakat,” katanya.

Troy memastikan, semua band dan artis yang telah dijadwalkan hadir telah mengkonfirmasi kehadirannya. “Menyanyikan (lagu) Indonesia Raya oleh Dira Sugandi di Sirkuit Opening Ceremony,” sebutnya.

Selain penampilan dari artis dan band ternama di Indonesia, penonton pembukaan seremonial MotoGP 2025 juga akan dihibur oleh performa dari tim tari kolosal.

Penampilan tim tarian kolosal tersebut diharapkan dapat memberikan nuansa ke-Indonesiaan pada dunia.

“Opening Ceremony itu harus menggambarkan ke-Indonesiaan. Jadi nanti teman-teman akan bisa melihat ke-Indonesiaan versi dari opening Ceremony dari MotoGP,” ujar Troy.

Tak hanya itu, pihak penyelenggara juga menyiapkan persembahan drumband dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). “Jadi saya rasa akan berbeda dengan tahun lalu. Kali ini ada drumband, formasi orang-orangnya lebih banyak dan pasti teman-teman akan melihat nuansa di Sirkuit sangat Indonesia,” pungkasnya. (sib)

Angka Kunjungan Wisatawan Lobar Lampaui Target 105 Persen

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Angka kunjungan wisatawan di Lombok Barat (Lobar) telah melampaui target hingga 107 persen. Dari target 325 wisatawan tahun ini, per Agustus terealisasi 350 orang atau 107 persen per Agustus. Sama halnya dengan tahun lalu, angka kunjungan melampaui target 246 persen dari target 186 ribu orang terealisasi 458 ribu orang.

Kabid Pemasaran pada Dinas Pariwisata Lobar Ni Luh Ayu Budiyanti mengatakan, angka kunjungan terjadi peningkatan pada pertengahan tahun ini. “Terdapat peningkatan sehingga kunjungan wisatawan lampui target,” katanya, Rabu, 1 Oktober 2025.

Irman Sumantri (Suara NTB/her)

Dari pendataan langsung ke hotel-hotel di dua daerah, yakni Batulayar paling dominan mencapai 181.875 orang wisatawan mancanegara dan 123.208 wisatawan Nusantara. Sehingga totalnya mencapai 305.083 orang.

Di Sekotong mencapai 4.930 wisatawan, terdiri dari wisatawan mancanegara sebanyak 4.143 orang dan wisatawan Nusantara 787 orang. Jika dirinci per bulan, angka kunjungan terjadi pada high season sejak Juli hingga Agustus paling tinggi mencapai 45.667 wisatawan mancanegara dan 14.827 wisatawan Nusantara. Selanjutnya pada Juli, 36.122 orang wisatawan mancanegara dan 22.935 wisatawan Nusantara.

Angka kunjungan ini juga didongkrak oleh wisatawan kapal pesiar. Wisatawan kapal pesiar yang tercatat mencapai 40.307 orang. Masing-masing pada bulan Januari 18.270 orang, Februari 5.585 orang, Maret 11.650 orang dan April 4.802 orang. “Kalau ditotal semua kunjungan wisatawan 350.320 orang,” sebutnya. Jumlah kunjungan wisatawan ini diperkirakan terus meningkat, mengingat pada akhir tahun ada jadwal kapal pesiar yang akan singgah.

Selain itu, kondisi saat ini high season masih berlangsung dengan adanya event MotoGP dan event lainnya. Termasuk akan digelar Senggigi Sunset Jazz November mendatang.

Sementara itu, Kabid Pengembangan SDM Irman Sumantri mengatakan angka kunjungan wisatawan terus meningkat di Lobar, seperti tahun lalu mencapai 240 persen lebih. “Tahun ini juga telah melampaui target,” imbuhnya.

Untuk terus meningkatkan kunjungan ini, pihaknya berharap agar pemerintah mempermudah akomodasi ke Lombok, terutama dari sisi tiket pesawat yang masih menjadi keluhan pengunjung. “Pariwisata kita di sini gembar gembor tapi tataran kebijkan harus bisa membantu kita, artinya tiket pesawat harus dipermudah dengan harga terjangkau,” imbuhnya. (her)

Ada Motif Batik, Motor Valentino Rossi Livery VR46 Siap Tanding di MotoGP Mandalika 2025

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Valentino Rossi, legenda pembalap profesional MotoGP resmi memperkenalkan motor seri spesial Livery VR46 yang akan bertanding di Sirkuit Mandalika, Lombok, 3-5 Oktober 2025. Livery VR46 tampak spesial, khususnya bagi penggemar di tanah air. Pasalnya Livery VR46 dibubuhi motif batik khas Indonesia.

Tak hanya itu, corak merah putih yang menghiasi motor spesial dari Ducati Desmosedici ini menambah kesan ke-Indonesiaan. Meski demikian, motor istimewa ini tak luput menambahkan warna kuning sebagai ciri khas dari Valentino Rossi.

Seri spesial Livery VR46 yang memadukan warna khas Valentino Rossi dengan warna identitas Indonesia menunjukkan semangat kolaborasi warga tanah air dengan pembalap legendaris itu.

Livery VR46 dibuat khusus untuk menjajaki Sirkuit Mandalika pada perhelatan MotoGP 2025 di Mandalika, Lombok, 3-5 Oktober mendatang.

Tim Pertamina Enduro VR46 Racing Team memperkenalkan Seri spesial Livery VR46 ini di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada acara peluncuran tersebut, turut dihadiri Valentino Rossi dan dua pembalap VR46 lainnya.

Valentino Rossi mengatakan, balapan pekan ini di Sirkuit Mandalika adalah momen yang spesial. “Kami memutuskan seperti tahun lalu untuk memiliki motor khusus, dan livery khusus. Bagi saya, hasilnya sangat fantastis,” katanya, dikutip dari Bola.com.

Menurutnya, perpaduan warna kuning yang menjadi ciri khasnya dengan warna bendera merah putih merupakan perpaduan yang menakjubkan. “Saya harap, kita bisa sangat kompetitif selama akhir pekan dan Franco dan Di Gia bisa menikmati, bisa melaju cepat, dan bisa finis di peringkat atas,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Lubricants, Weru Prayogi menjelaskan, livery home race yang mengusung perpaduan warna identitas Rossi dan Indonesia menunjukkan semangat kecintaan terhadap Indonesia.

“Ini merupakan suatu perpaduan warna yang menunjukkan bahwa tim ini (VR46) adalah tim yang mencintai Indonesia,” pungkasnya. (sib)

Dikritisi Dewan, Pemprov NTB Sebut Penggunaan BTT Boleh untuk Bayar Utang

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemprov NTB menegaskan penggunaan dana Bantuan Tidak Terduga (BTT) boleh dialokasikan untuk membayar utang. Hal tersebut disampaikan menyusul adanya kritik dari sejumlah anggota DPRD NTB mengenai dana BTT Pemprov NTB yang dinilai tidak jelas peruntukannya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Dr.H.Nursalim menyatakan, BTT bukanlah program atau kegiatan. Melainkan jenis belanja yang berada di luar belanja operasional, belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal. Penggunaan belanja ini boleh digeser, sesuai dengan kebutuhan Gubernur.

“BTT itu dapat digunakan untuk tiga aspek. Pertama untuk keadaan darurat. Kedua adalah kondisi mendesak. Kondisi mendesak ini masuk didalam Pergub untuk pembayaran utang jangka pendek, untuk pemenuhan standar pelayanan minimal, untuk pemenuhan belanja wajib yang sifatnya mengikat. Itu bunyi aturannya,” tegasnya melalui sambungan telepon, Rabu, 1 Oktober 2025.

Menurutnya, penggunaan BTT untuk pembayaran kewajiban jangka pendek justru menghindarkan potensi kerugian daerah yang jauh lebih besar. “Itu kan kewajiban yang harus dipenuhi,” katanya.

Menyinggung soal dana BTT yang semula Rp500 miliar menjadi Rp16 miliar di APBD Perubahan, mantan Kepala Biro Organisasi NTB itu beralasan selama ini penggunaan BTT sangat minim. Sehingga dilakukan perubahan.

“Sampai APBD Perubahan baru terealisasi BTT hanya Rp2,4 miliar. Melihat ini, Pemprov tidak mau memproyeksi dana BTT dalam jumlah besar. Sementara program prioritas lainnya masih membutuhkan intervensi anggaran,” jelasnya.

Pergeseran BTT

Adapun pergeseran BTT di era kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wagub Indah Dhamayanti Putri telah dilakukan sebanyak dua kali melalui Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Pergeseran pertama senilai Rp130 miliar. Jumlah tersebut diperkirakan digunakan untuk membayar utang jangka pendek. Yang mana pada saat itu, Pemprov melunasi utang senila Rp174 miliar bersumber dari Silpa dan BTT.

Pergeseran kedua dengan nilai Rp210 miliar, lanjut Nursalim diperuntukkan untuk program-program strategis sesuai target RPJMD yang masuk dalam RKPD. Dan memenuhi kebutuhan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

“Secara aturan di dalam APBD Perubahan boleh mendaur ulang belanja yang ada pos-pos belanja OPD dan masih banyak yang belum terealisasi maka kita melakukan penyesuaian belanja,” terangnya.

“Kenapa di APBD Perubahan itu, pertama karena ada proyeksi pendapatan yang perlu direview kembali baik itu berupa target atau tidak atau ada program prioritas yang butuh penajaman atau intervensi,” sambungnya. (era)

Disambut Ratusan Fans, Marc Marquez Tiba di Lombok

JUARA dunia MotoGP 2025, Marc Marquez tiba di Lombok, pada Rabu (1/10/2025). Pembalap Lenovo Ducati ini mendapat sambutan meriah dari ratusan fans yang sudah menunggu sejak siang begitu mendarat di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Marquez sendiri tiba bersama sejumlah kru dan official tim dari Lenovo Ducati sekitar pukul 16.30 Wita.

Banyaknya fans yang datang membuat prosesi penyambutan sedikit terhambat. Usai dipasangkan Sapuq (ikat kepala khas Sasak) pembalap asal Spanyol ini langsung berjalan menuju mobil yang akan membawanya ke hotel dibawah pengawalan ketat aparat keamanan. Aksi desak-desakan para fans pun terjadi hingga luar terminal bandara.

Sebagai bentuk dukungan moral sejumlah fans membawa pamflet dan spanduk dukungan kepada pemilik tujuh gelar dunia motoGP tersebut. Para fans berharap Marc Marquez bisa tampil maksimal dan meraih podium di balapan MotoGP Mandalika kali ini. Maklum di tiga seri balapan MotoGP yang sudah di gelaran Sirkuit Mandalika sebelumnya Marquez belum pernah merasakan podium.

Pencapaian terbaik pembalap berjuluk Baby Alien ini yakni juara spirit race MotoGP Mandalika 2024 lalu. Sementara di semua balapan utama lainya Marquez selalu gagal finis. Baik karena crash atau kendala motor. “Kita berharap dia (Marquez) bisa menang di sini (Sirkuit Mandalika) jadi satu hadiah bagi masyarakat Lombok dan fans,” ujar

Belum Pernah Naik Podium

CEO Ducati Indonesia Jimmy Budhijanto, kepada awak media di BIZAM mengakui kalau Marquez belum pernah sekalipun naik podium di balapan MotoGP Mandalika. Harapannya pada balapan tahun podium bisa diraih dan menjadi napak tilas tersendiri bagi Marquez. Sekaligus bisa jadi momen merayakan gelar juara dunia yang diraih saat balapan di GP Jepang akhir pekan kemarin.

Jimmy mengaku kalau karakteristik Sirkuit Mandalika cukup menyulitkan bagi Marc Marquez. Mengingat, Marc Marquez punya kelebihan di sirkuit yang banyak tikungan ke kirinya. Sementara tikungan di Sirkuit Mandalika lebih banyak ke kanan.

“Tapi kita sebagai fans tetap berharap Marquez bisa menang. Dan, siap memberikan dukungan pada balapan besok,” tandasnya.

Kepada awak media Marc Marquez mengaku akan  berusaha tampil maksimal di balapan MotoGP Mandalika. Sehingga bisa menang dan juara. “Kita akan berusaha,” jawab Marquez singkat. (kir)

Pembalap MotoGP 2025 Sampaikan Pesan Hangat ke Warga NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Warga NTB memadati Jalam Udayana menanti kedatangan 10 pembalap utama MotoGP Mandalika 2025. Para pembalap ini melakukan parade dari Jalan Sangkareang-Udayana, sebelum beradu balap di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025 mendatang.

Melihat antusias warga, para riders menyampaikan pesan hangat mereka kepada warga NTB yang memadati ruas jalan. Masing-masing dari mereka menyampaikan kesan berbeda. Namun dengan makna yang sama, mengatakan masyarakat NTB adalah pribadi yang ramah dan luar biasa.

Pembalap berkebangsaan Italia, sekaligus yang paling banyak mencuri perhatian masyarakat, Fransesco Pecco Bagnaia menyampaikan rasa terima kasih yang sangat luar biasa kepada NTB. Hal ini menyusul namanya yang tidak putus-putusnya disebut oleh warga.

Thank you so much. Incredible to see this loud here. It’s great, just to enjoy this weekend. They’re incredible as always (terima kasih banyak. Sangat menakjubkan melihat banyaknya orang di sini. Ini sangat luar biasa. Mereka (warga) luar biasa seperti biasa,” ujarnya.

Pembalap MotoGP 2025 asal Italia sekaligus saudara kandung Valentino Rossi, Luca Marini menyampaikan NTB dan masyarakatnya sangat luar biasa. “Amazing people,” katanya saat diminta host menyampaikan kesannya terhadap Indonesia khususnya NTB.

Pembalap berkebangsaan Indonesia, Mario Aji juga menyampaikan hal yang sama. Ia mengatakan sambutan warga NTB sangat luar biasa.

Tarik Perhatian Masyarakat

Direktur Operasional ITDC, Troy Reza Warokka menyatakan, parade pembalap tahun ini mengundang banyak perhatian masyarakat. Menurutnya, parade yang dihadiri oleh  gubernur dan wakil gubernur ini menjadi momentum spesial bagi masyarakat NTB.

“Artinya bahwa antara masyarakat, pembalap, dan Forkopimda cukup bergembira sore ini. Mudahan ini menjadi hiburan yang hangat bagi masyarakat Lombok juga NTB,” katanya.

Dia mengungkapkan, para pembalap mengaku terkesan dengan sambutan hangat dari masyarakat. Mereka merasakan suasana berbeda yang tidak ditemui di negara-negara lain tempat seri MotoGP digelar.

“Mereka cukup senang dengan acara ini karena dari sekian series ini hanya di Indonesia. Jadi ini yang membuat mereka sesuatu yang menggembirakan, lucu dan yang membedakan di sini anak sekolah menyambut dengan bendera merah putih. Mereka menjadi merasa bintang di negara Indonesia,” lanjutnya.

Parade pembalap MotoGP Mandalika 2025 di Teras Udayana, Mataram, Rabu, 1 Oktober 2025. Gubernur NTB, H.Lalu Muhamad Iqbal bersama Wagub, Hj.Indah Dhamayanti Putri, hadir dalam parade tersebut. (Suara NTB/fan)

Kegiatan MotoGP 2025 di Indonesia menjadi pengalaman yang unik daripada seri lainnya. Interaksi langsung dengan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, menjadi daya tarik tersendiri.

“Programnya juga berbeda, mulai besok ada kunjungan ke sekolah-sekolah, ada dua sekolah, dan ada anak-anak sekolah yang datang ke sirkuit sebanyak 1.000 orang. Berbeda sekali dengan yang lain,” tambahnya.

Ia menilai kegiatan parade pembalap MotoGP 2025 ini juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Sebab, banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan momentum ini. Begitupun pariwisata turut bergerak dengan tingginya kunjungan dan beberapa postingan pembalap di wisata Mandalika. (era)

Polisi Serahkan Tersangka Kasus Dugaan Pengoplosan Beras di Lombok Barat ke Kejaksaan

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan pengoplosan beras di gudang milik seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial NA (38) di Dasan Geres, Lombok Barat.

Polisi melimpahkan tersangka NA (38) beserta barang bukti kasus tersebut ke Kejaksaan Tinggi NTB, Rabu (1/10/2025).

“Setelah kita ungkap kita lakukan penyidikan, kita selesaikan berkas perkaranya. Dan pada hari ini kita akan lakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol FX. Endriadi.

Endriadi menyebutkan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat dan pihak Bulog terkait adanya dugaan pengoplosan beras. Beras oplosan tersebut diduga diperdagangkan menggunakan kemasan beras milik Bulog.

Penggerebekan di Gudang

Atas laporan tersebut, polisi menggerebek gudang pengoplosan beras di Dasan Geres, Lombok Barat milik NA pada Rabu 30 Juli 2025.

Dari penggrebekan tersebut, aparat menyita sejumlah barang bukti. Yakni 78 karung beras beras cacat, dengan 21 karung kemasa 50 kilogram dan 58 karung kemasan 25 kilogram. 41 karung 25 kilogram beras menir. 4.081 lembar karung kemasan beras milik Bulog. Serta seperangkat alat pengoplosan beras lainnya.

Cara NA melancarkan aksi bejatnya adalah dengan membeli beras medium dan beras menir di penggilingan padi di sekitar Lombok Tengah dan Lombok Barat. Beras tersebut kemudian dia bawa ke rumahnya yang berada di Lombok Barat.

Tersangka kemudian mengemas ulang beras tersebut ke dalam tiga merek kemasan beras milik Bulog, yakni SPHP, Beraskita, dan Beras Medium ukuran 5 kilogram. Tersangka kemudian menjual beras tersebut melalui sales-sales.

“Kemasan-kemasan ini, pelaku ini beli secara daring melalui market place yang sudah kita kejar juga. Ini dibeli dari produk-produk lamanya bulog,” tuturnya.

Dia menegaskan, pihak Bulog tidak ada sangkut pautnya dalam penggunaan kemasan beras di kasus ini.

Dari hasil pemeriksaan, NA mengaku telah menjalankan bisnis ini selama 2 bulan. Dia mengaku telah menjual sekitar 15 ton beras ke berbagai kios di Mataram. Keuntungan per kemasan yang NA dapatkan sekitar Rp1,5 juta sampai Rp2 juta.

Atas tindakannya itu, polisi menyangkakan NA dengan Pasal 62 jo. Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Dia juga dijerat dengan Pasal 106 jo. Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Serta Pasal 100 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram Muhammad Harun Al-Rasyid mengatakan telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari Polda NTB. “Ya telah kami terima, tersangka kami tahan di Lapas Kuripan untuk 20 hari ke depan,” pungkas Harun. (mit)

Propam Polda NTB Tangani Dugaan Pelanggaran Etik Brigadir R di Kasus Meninggalnya Brigadir Esco

Mataram (globalfmlombok.com) – Kepolisian Daerah (Polda) NTB memastikan penanganan etik terhadap Brigadir R, anggota polisi yang juga tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan suaminya, Brigadir Esco Faska Rely berproses.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Mohammad Kholid, membenarkan bahwa saat ini Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTB tengah memproses pemeriksaan kode etik terhadap Brigadir R.

“Propam sedang melakukan pemeriksaan terhadap kode etiknya,” kata Kholid, Selasa (1/10/2025).

Kholid tidak merinci apakah Brigadir R kini telah menjalani pemeriksaan di Bid Propam terkait penanganan etik tersebut.

Sementara itu, kuasa hukum Brigadir R, Rosihan Zulby mengatakan belum mendapat informasi terkait pemeriksaan kliennya di Bid Propam Polda NTB.

“Kemarin hari Senin terakhir saya konfirmasi saat penjengukan keluarga, tidak ada diberitahukan soal itu,” jelasnya.

Dia mengaku, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Brigadir R memang pernah menjalani pemeriksaan di Propam Polres Lombok Barat.

“Namun itu keterkaitannya saat masih penyelidikan kasus ini,” tandasnya.

Dalam kasus ini, istri almarhum yang juga bertugas di Polres Lombok Barat itu telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara khusus di Polda NTB.

Setelah menjadi tersangka, polisi menyangkakan R dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana jo. Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan atau perbuatan lainnya yang menyebabkan nyawa seseorang hilang dan jo. Pasal 44 Tahun 2004 tentang PKDRT.

Saat ini, polisi telah menahan tersangka di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda NTB.

Kronologi Penemuan Jenazah Brigadir Esco

Sebelumnya, jenazah Brigadir Esco ditemukan di Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) di bawah perbukitan daerah setempat, pada Minggu (24/8/2025) siang.

Jenazah korban membengkak dan mulai membusuk mengeluarkan bau tak sedap, sehingga dikerubungi lalat. Bagian lehernya terikat tali.

Informasi penemuan pertama kali dilaporkan oleh Kepala Dusun Nyiur Lembang. Dari keterangan saksi bernama Amaq Siun (50), warga setempat, penemuan jenazah berawal saat ia mencari ayamnya yang hilang di bukit belakang rumah.

Saat pencarian, sekitar pukul 11.30 Wita, saksi menemukan sosok pria dalam posisi terlentang di bawah pohon. Kondisi korban sudah tidak bernyawa, dengan leher terikat tali, wajah rusak, serta tubuh membengkak.

Belakangan terungkap, Brigadir Esco merupakan anggota polisi yang bertugas di Polsek Sekotong, Lombok Barat. Hal itu diperkuat dengan sejumlah barang bukti berupa pakaian, ponsel, jam tangan, dan kunci sepeda motor yang ditemukan di saku celana korban. (mit)

Ribuan Penonton Padati Taman Sangkareang, Sambut Meriah Parade MotoGP 2025 di Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Ribuan masyarakat memadati kawasan Taman Sangkareang, Kota Mataram untuk menyaksikan Parade MotoGP Mandalika 2025, Rabu (1/10/2025). Antusiasme warga terlihat sejak siang hari, jauh sebelum para pembalap dijadwalkan melintas di sepanjang Jalan Pejanggik dan Jalan Udayana, Kota Mataram.

Berdasarkan pantauan Suara NTB, sekitar pukul 14.00 Wita, warga mulai berdatangan bersama keluarga dan sanak saudara. Banyak di antara mereka membawa bendera merah putih berukuran kecil sebagai simbol dukungan dan semangat nasionalisme.

Para penonton tampak memenuhi sisi bahu Jalan Pejanggik. Mereka mencari posisi strategis untuk menyaksikan para pembalap yang dijadwalkan memulai parade MotoGP 2025 pada pukul 15.00 Wita.

Salah seorang warga asal Labuapi, Lombok Barat, Susanti, mengaku sengaja datang lebih awal demi menyaksikan langsung momen langka tersebut. Ia berangkat dari rumahnya di Kuranji bersama keempat anaknya sejak pukul 14.00 Wita.

“Saya berangkat dari rumah jam dua siang, sampai di sini (Taman Sangkareang) pas jam tiga, tapi belum mulai. Jadi kami duduk di taman menunggu,” ujarnya.

Pengalaman Berharga bagi Warga

Susanti mengatakan, ini adalah pengalaman pertamanya dan anak-anaknya menyaksikan langsung kehadiran para pembalap MotoGP 2025. Biasanya, ia hanya bisa melihat aksi mereka melalui layar televisi.

“Pertama kali ini saya nonton langsung dan bisa melihat wajah pembalap yang biasanya hanya kami lihat di TV,” ungkapnya dengan antusias.

Hal senada juga disampaikan Widiani, seorang pedagang kaki lima di sekitar Taman Sangkareang. Ia mengaku dagangannya laris manis sejak siang hari.

“Alhamdulillah, lumayan ramai pembeli. Dari jam 1 siang (13.00) Wita masyarakat yang mau nonton sudah banyak yang datang ke sini,” ujarnya.

Parade MotoGP Mandalika 2025 merupakan bagian dari rangkaian pembuka perhelatan akbar MotoGP yang akan digelar pada 3–5 Oktober 2025 di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Selain menjadi daya tarik bagi wisatawan, parade pembalap MotoGP 2025 ini juga menjadi momen istimewa bagi masyarakat NTB untuk melihat langsung para pembalap dunia yang selama ini hanya bisa disaksikan melalui layar kaca. (pan)

87 Persen Tiket MotoGP Sudah Terjual, Warga Lingkar Sirkuit Disiapkan Tiket Gratis

Praya (globalfmlombok.com) – Penjualan tiket nonton MotoGP Mandalika terus bergerak. Hingga Selasa, 30 September 2025 kemarin, jumlah tiket yang terjual sudah menyentuh angka diatas 87 persen dari total 50 ribu lebih tempat duduk yang tersedia. Pihak InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Mandalika Grand Prix Assocation (MGPA) selaku penyelenggara pun kini mulai ancang-ancang mengantisipasi jika terjadi onjakan pemesanan tiket jelang balapan pada 3 sampai 5 Oktober 2025 mendatang.

Ditemui di area VIP Deluxe Sirkuit Mandalika, Selasa siang kemarin, Direktur Operasi ITDC Troy R. Warokka mengatakan kalau penjualan tiket nonton MotoGP trennya terus bergerak naik. Baik tiket kategori grandstand reguler maupun premium. Bahkan untuk beberapa kategori tiket sudah terjual habis. Seperti tiket royal box. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan ajang balap MotoGP.

“Khusus untuk grandstand kita sedang hitung ulang kapasitasnya. Jangan sampai tiket yang terjual melebihi ketersediaan kursi yang ada,” jelasnya.

Dengan melihat tren penjualan tiket yang ada pihaknya optimis gelaran MotoGP Mandalika tahun ini bakal lebih ramai. Dan ini semua tidak lepas dari dukungan yang diberikan oleh semua pihak. Termasuk pemerintah provinsi maupun kabupaten yang dukungannya semakin baik. “Secara khusus kami apresiasi atas dukungan semua pihak. Sehingga event MotoGP Mandalika tahun ini bakal lebih ramai,” ujar Troy.

Khusus bagi masyarakat lingkar kawasan The Mandalika, ITDC kata Troy juga sudah menyiapkan alokasi tiket gratis. Yang nanti akan disalurkan melalui pemerintah daerah dan stakeholder terkait. Penyiapan tiket gratis tersebut sebagai wujud apresiasi kepada masyarakat lingkar kawasan The Mandalika yang selama ini telah banyak memberikan dukungan. Dengan turut menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan The Mandalika.

Sehingga kawasan The Mandalika bisa berkembang menjadi seperti sekarang ini. “Untuk alokasi tiket gratisnya nanti akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Namun sebelum itu kita akan koordinasikan dengan pemerintah daerah setempat. Untuk memastikan jumlah dan pola penyalurannya. Setiap tahun tiket gratis ini wajib kita siapkan,” tegasnya. (kir)