Beranda blog Halaman 300

Kasus Aset SMPN 2 Gunungsari, Mantan ASN Ditetapkan Tersangka

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Polda NTB menetapkan tersangka dugaan tindak pidana penggelapan atau penggelapan dalam jabatan dalam kasus aset SMPN 2 Gunungsari. Oknum yang ditetapkan tersangka merupakan mantan ASN Pemkab Lombok Barat (Lobar). Pemkab Lobar pun merespons penetapan tersangka ini, dan meminta Polda NTB mengusut tuntas kasus ini.

Dikonfirmasi terkait penetapan tersangka kasus aset SMPN 2 Gunungsari, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Syarif Hidayat, S.H., membernarkan bahwa pihak penyidik telah menggelar perkara penetapan tersangka. “Sudah (penetapan tersangka),” kata Kombes Pol. Syarif Hidayat, Jumat (3/10/2025).

Dalam surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Polda Nomor B/844/IX/RES.1.11./2025/Ditreskrimum tertanggal 19 September yang ditandatangani Dirreskrimum Polda NTB, perihal pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan. Surat itu diterima pihak pelapor dalam hal Asisten III Setda Lobar H Fauzan Husniadi. Merujuk pada Laporan Polisi Nomor: LP/B/109/VII/2025/SPKT/Polda Nusa Tenggara Barat, tanggal 30 Juli 2025.

Kemudian Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan B/652/VII/RES.1.11./2025/Ditreskrimum, tanggal 31 Juli 2025 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP. Sidik/136.a/VII/RES. 1.11./2025/Ditreskrimum, tanggal 31 Juli 2025. Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP. Sidik/171.a/VIII/RES.1.11./2025/Ditreskrimum, tanggal 19 Agustus 2025.

Sehubungan dengan rujukan tersebut, pihak Polda memberitahukan terkait laporan pelapor telah dilakukan penyidikan dugaan tindak pidana penggelapan atau penggelapan dalam jabatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP Atau Pasal 374 KUHP yang terjadi di Kantor Pemda Lobar atau setidak-tidaknya di wilayah hukum Polda NTB, pada tanggal 21 November 2006. Dimana pihak Polda telah melakukan gelar perkara penetapan tersangka.

Rencana tindak lanjut dari penanganan perkara tersebut, Pihak penyidik akan melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap tersangka inisial LS. Selanjutnya, berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum (JPU).

Bupati Lobar Terima Surat Pemberitahuan Penetapan Tersangka

Merespons perkembangan kasus aset SMPN 2 Gunungsari dengan penetapan tersangka, Bupati Lobar melalui Asisten III Setda Lobar H. Fauzan Husniadi menerangkan bahwa pihaknya telah menerima surat pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan dari Polda NTB. “Iya sudah (terima surat pemberitahuan perkembangan penyidikan) penetapan tersangka,” kata Fauzan.

Terkait perkembangan penanganan kasus, termasuk hasil pemeriksaan tersangka pihaknya menyerahkan ke penyidik Polda. Dan ia menyampaikan terima kasih pada Polda terkait perkembangan penanganan kasus ini. Yang jelas, pihaknya juga meminta agar kasus ini diusut tuntas oleh penyidik Polda. Sebab langkah ini sebagai upaya untuk menyelamatkan aset daerah. Pemkab memastikan aset itu kembali, sebab upaya PK telah dilakukan pihaknya. (mit/her)

Dugaan Korupsi Bansos Pokir DPRD Kota Mataram Naik Penyidikan, Polda NTB Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Mataram (globalfmlombok.com) – Penanganan kasus dugaan korupsi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dari dana pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Mataram 2023 di Polda NTB kini masuk babak baru.  Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol FX. Endriadi, Jumat 3 Oktober 2025 mengatakan, tim auditor kini telah mulai menghitung kerugian negara dalam kasus ini.

“Kami telah masuk proses penyidikan dan sedang menunggu hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) dari BPKP NTB.

Naiknya kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah kepolisian menemukan dua alat bukti. “Ya, dasarnya itu (dua alat bukti),” jelasnya.

Endriadi tidak merinci terkait bagaimana perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi penyaluran Bansos Pokir DPRD Mataram 2023. Dia mengaku saat ini belum memegang data lengkapnya. Begitu juga dengan berapa dan siapa saja yang pihaknya kini telah periksa. “Nanti saya tanyakan ke penyidiknya,” terangnya.

Selain pengusutan di Polda NTB, kasus penyaluran Bansos melalui dana Pokir DPRD Kota Mataram itu juga kini tengah diusut Kejari Mataram. Namun tahunnya berbeda.

Kejari Mataram mengusut Pokir DPRD Kota Mataram tahun 2022. Sedangkan Polda NTB mengusut penyaluran Bansos dari Pokir DPRD Kota Mataram tahun 2023.

Dalam pengusutan Kejari Mataram, pada 2022, DPRD Kota Mataram mendapatkan suntikan Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Rp92 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk menjalankan program Bansos yang dimasukkan pada anggaran Pokir.

Penyalurannya dilakukan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram. Penyidik Kejari Mataram menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses penyaluran bansos tersebut.

Salah satunya adalah tidak adanya survei terhadap kelompok penerima bantuan. Bahkan, ditemukan kelompok penerima yang fiktif atau baru terbentuk menjelang penyaluran.

Jaksa juga menemukan tidak adanya petunjuk teknis (juknis) yang jelas mengenai siapa saja yang berhak menerima bantuan dan berapa besarannya.

Penyaluran bansos diketahui bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp50 juta. Penerima bansos pun terdiri dari kelompok dan perorangan, bahkan yang menerima nominal terbesar justru individu.

Dalam proses penyidikan, Kejari Mataram juga menerima petunjuk dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB mengenai dokumen dan data yang perlu dilengkapi. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti oleh penyidik. (mit)

Ketua Umum IMI Dampingi FIM dan Dorna Lakukan Inspeksi Lintasan Jelang MotoGP Mandalika 2025

Mandalika (globalfmlombok.com)

Menjelang berlangsungnya Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, jajaran penting dari penyelenggara balap dunia dan nasional melakukan inspeksi lintasan (track inspection) di Sirkuit Mandalika, Sabtu (4/10/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari prosedur standar Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan fasilitas teknis sirkuit memenuhi regulasi yang ditetapkan.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto turut mendampingi tim resmi dari FIM dan Dorna Sports selaku pemegang hak komersial MotoGP. Kehadiran Moreno menjadi wujud dukungan penuh IMI terhadap pelaksanaan MotoGP Indonesia serta upaya menjaga kepercayaan dunia terhadap kesiapan Sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah balap motor bergengsi tersebut.

Inspeksi lintasan dipimpin oleh MotoGP Race Director Mike Webb, bersama FIM Medical Officer Giancarlo Di Filippo, Direktur Medis MotoGP Dr. Angel Carte, dan Dorna Representative Loris Capirossi. Dari pihak nasional hadir pula Direktur Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria yang memastikan seluruh fasilitas pendukung berada dalam kondisi optimal.

Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh di sepanjang lintasan 4,3 kilometer. Tim memeriksa kondisi aspal, area run-off, dan gravel trap untuk menjamin keamanan pembalap. Selain itu, fasilitas medis, termasuk akses evakuasi, ambulans, dan kelengkapan Medical Centre Mandalika juga menjadi perhatian utama. Pemeriksaan turut mencakup sistem komunikasi di race control serta perangkat pengawasan balapan.

Direktur MGPA Priandhi Satria menjelaskan, inspeksi yang dilakukan FIM dan Dorna merupakan prosedur rutin sebelum setiap seri MotoGP dimulai. “Seluruh elemen lintasan diperiksa secara detail agar sesuai dengan standar internasional. Mandalika terus melakukan evaluasi dan perbaikan tiap tahun, dan inspeksi ini menjadi validasi penting dari pihak MotoGP,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran Ketua Umum IMI Moreno Soeprapto memberikan dukungan moral bagi seluruh pihak yang terlibat. “Keterlibatan IMI menunjukkan bahwa MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga kebanggaan nasional,” kata Priandhi.

Dengan selesainya proses inspeksi, Sirkuit Mandalika dinyatakan siap menggelar Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025. Hasil verifikasi FIM dan Dorna menegaskan bahwa sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut telah memenuhi standar keselamatan tertinggi untuk menyambut para pembalap dunia akhir pekan ini.(ris)

OJK NTB Gelar Syariah Financial Fair di Mataram, Dorong Literasi, Inklusi dan Akselerasi Keuangan Syariah

Mataram (globalfmlombok.com)-

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Mataram di Lombok Epicentrum Mall, Jumat (3/10/2025). Kegiatan ini menjadi upaya mendorong literasi, inklusi, dan percepatan pertumbuhan industri keuangan syariah di daerah.

Kepala OJK NTB Rudi Sulistyo mengatakan, SYAFIF merupakan program unggulan OJK yang mempertemukan berbagai pelaku industri keuangan syariah untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal penguatan ekosistem keuangan syariah yang berkelanjutan di NTB,” ujarnya.

Rudi memaparkan, hingga posisi Agustus 2025, kinerja industri keuangan syariah di NTB menunjukkan pertumbuhan positif. Total aset perbankan syariah mencapai Rp24,85 triliun, naik 11,02 persen (YoY), dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp16,66 triliun atau tumbuh 9,06 persen (YoY). Sementara total pembiayaan mencapai Rp18,23 triliun, di mana 86,79 persen di antaranya merupakan pembiayaan konsumtif.

Dari sektor nonperbankan, perusahaan pembiayaan syariah juga mencatat kenaikan 4,64 persen. Rudi menyebut capaian ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah di NTB terus meningkat.

SYAFIF Goes to Mataram melibatkan 17 pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) syariah dan dua lembaga pendukung, yang menempati 20 stan pameran inklusi. Kegiatan diisi dengan syariah expo, talkshow edukatif, hingga lomba dan hiburan keluarga, seperti lomba mewarnai dan fashion show busana syariah.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat dapat semakin memahami manfaat layanan keuangan berbasis syariah serta berpartisipasi aktif dalam penguatan ekonomi syariah daerah. “Kami ingin mendorong ekosistem keuangan syariah yang digital, transparan, dan beretika,” tutur Rudi.

Acara pembukaan dihadiri oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Plt Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK M Ismail Riyadi, Kepala KPw Bank Indonesia NTB Hario Kartiko Pamungkas, serta sejumlah pimpinan lembaga keuangan dan organisasi ekonomi syariah di NTB.

Dengan kegiatan SYAFIF ini, OJK berharap NTB semakin berperan sebagai salah satu daerah penggerak utama pengembangan keuangan syariah nasional.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa keuangan syariah memiliki peran penting dalam memberikan kepastian bagi dunia usaha, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Miq Iqbal menyampaikan bahwa sektor keuangan merupakan sektor paling rentan. Ia mencontohkan, perubahan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) bisa langsung berimbas pada kondisi pasar keuangan dunia.

“Di tengah-tengah kondisi global yang semakin penuh ketidakpastian, satu-satunya hal yang pasti adalah ketidakpastian itu sendiri. Di sinilah keuangan syariah memiliki arti penting, karena memberikan kepastian bagi banyak pengusaha,” ujar Miq Iqbal.

Iqbal juga memberikan apresiasi kepada Gubernur NTB sebelumnya, Tuan Guru Bajang, yang telah mengambil keputusan strategis mengubah Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah. Ia menegaskan, transformasi tersebut merupakan aset berharga yang harus terus dirawat dan diperkuat.(ris)

Ini Nama Pejabat Kota Mataram Dimutasi Hari Ini, Wali Kota Minta Segera Beradaptasi

Mataram (globalfmlombok.com) – Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana melantik sejumlah pejabat struktural dan fungsional di Lingkup Pemkot Mataram pada Jumat (3/10/2025). Pejabat yang dilantik diminta segera beradaptasi dan berinovasi.

Pejabat Kota Mataram yang dilantik di antaranya, Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Hj. Baiq Nelly Kusumawati digeser menjadi Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Kota Mataram.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah, Jimmy Nelwan digeser menjadi Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Drs. I Nyoman Suandiasa digeser menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga H. Soehartono Toemiran digeser menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyaratan dan Sumber Daya Manusia Setda Kota Mataram.

Kepala Dinas Sosial Drs. Lalu Syamsul Adnan digeser menjadi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga.

Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM H. Muhammad Ramadhani digeser menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram.

Kepala Dinas Tenaga Kerja H. Rudi Suryawan digeser menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Zarkasyi digeser Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Mataram.

Selain itu, Kepala Dinas Perikanan H. Irwan Harimansyah digeser menjadi Kepala Dinas Perdagangan. Staf Ahli Setda Kota Mataram, Sudirman dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Sementara, Lalu Jauhari Kepala Dinas Pertanian.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Mataram, Arif Satriawan dilantik menjadi Camat Sekarbela. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Mataram, Danang Cahyo Nugroho digeser menjadi Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Sementara, I Made Gde Yasa sebelumnya Sekretaris Kesbangpol digeser menjadi Sekretaris Pemadam Kebakaran. (cem)

Hasil Sidak Satgas, Puluhan Paket MBG di Labuapi Mubazir  

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Puluhan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi mubazir, karena tidak disantap habis oleh para siswa. Hal itu ditemukan saat Satuan Tugas (Satgas) Koordinasi dan Percepatan MBG Kabupaten Lombok Barat (Lobar) saat mengunjungi SDN 1 Telagawaru, Kecamatan Labuapi, Jumat (3/10/2025).

Menu yang disajikan oleh salah satu Yayasan Pengelola SPPG adalah roti tawar dengan saus tomat kemasan, plus sepotong ayam fillet dengan sayur kacang dan buncis rebus.

“Dari ratusan ompreng (paket) yang menjadi jatah sekolah itu, baru lima puluh persen yang dibagikan. Mungkin karena anak-anak kurang suka roti dan sayur, jadi masih banyak yang tidak dimakan,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lobar, Heny Murdiati saat berkunjung ke sekolah tersebut.

Di kesempatan yang sama, Sekda Lobar H. Ilham berharap para guru bisa mengambil peran untuk memantik selera anak dalam menyantap MBG. “Di situ peran para guru agar memberikan edukasi gizi kepada anak-anak agar mau menyantap makanan, terutama sayur mayur karena kandungan gizi dalam sayuran sangat tinggi,”  ujarnya.

Kurang Menggugah Selera

Sebelumnya Ketua Satgas MBG Lobar, H. Saepul Akhkam saat mengunjungi salah satu SPPG di Labuapi mensinyalir makanan yang disajikan kurang menggugah selera anak-anak.

“Bagaimana anak-anak mau menikmati MBG jika menunya seperti itu? Harusnya pihak SPPG tidak hanya menggugurkan kewajiban dengan hanya memperhitungkan aspek kandungan gizi. Ngapain bergizi jika tidak dimakan? Mubazir,” tanyanya.

Untuk itu, Akhkam mengimbau agar pihak SPPG melakukan pengecekan terhadap penerimaan para siswa terhadap MBG yang disuguhkan. Lebih khusus lagi ke pihak sekolah, Akhkam menyarankan agar limbah makanan dikembalikan kepada pihak SPPG. “Biar mereka tahu MBG-nya tidak dimakan karena tidak disuka,” ujarnya.

Kejadian itu sangat berbeda dengan kondisi di SDN 2 Montong Are. Di tempat itu, MBG yang disajikan disantap dengan lahap oleh para siswa.

Saat itu SPPG yang menjadi penyedia menyajikan nasi putih dengan lauk sayur, ayam kecap, dan susu.Terkait dengan proses mengolah makanan, Sekda mewanti-wanti pihak SPPG agar memperhatikan durasi waktu saat makanan siap disajikan.

“Kemenkes punya SOP. Tidak boleh makanan itu tidak dimakan paling lama 3 jam. Jadi SPPG harus memperhatikan itu. Jangan sampai karena terlalu lama dimakan sejak matang, justru bisa terkontaminasi,” ujarnya mengingatkan.

Berdasarkan pengalaman keracunan di beberapa sekolah lainnya, imbuh Ilham, makanan bisa jadi basi atau ada bakteri yang masuk ke makanan.

“Dua hari yang lalu, Satgas menerima laporan. Ada sebuah madrasah yang menerima MBG di makanan belatung, baik di nasi maupun ayam yang akan dimakan oleh anak-anak. Untungnya disadari dari awal. Bagaimana kalau tidak? Bagaimana kalau berakibat fatal bagi anak-anak,” tanyanya lagi.

Satgas MBG Kunjungi Tiga Dapur SPPG

Dalam kesempatan itu, Satgas mengunjungi tiga dapur SPPG dan dua sekolah penerima. Selama kunjungan itu, ada dua SPPG beroperasi seperti biasa dan satu SPPG yang berhenti sementara.

“Kita akan rutin sidak SPPG dan berkunjung ke sekolah. Kita ingin semua SPPG  bertanggung jawab atas MBG yang disajikannya. Program ini sangat mulia. Jangan sampai salah prosedur dan berakibat fatal bagi anak-anak yang menjadi sasaran MBG ini,” ujarnya. (her)

Marco Bezzecchi Kuasai Sesi Latihan MotoGP Mandalika 2025, Marquez Dua Kali “Cium’’ Gravel

0

Praya (globalfmlombok.com) – Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi sukses menjadi yang tercepat di sesi latihan resmi ajang balap MotoGP Mandalika 2025 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Jumat (3/10/2025). Pembalap asal Italia ini menorehkan waktu tercepat 1 menit 29,24 detik.

Bezzecchi unggul di depan dua pembalap Spanyol Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Faktory Racing) yang mencatatkan waktu masing-masing 1 menit 29,64 detik  dan 1 menit 29,66 detik.

“Ini hari yang bagus bagi kami (Aprilia Racing),” ujar Marco Bezzecchi, menanggapi hasil latihan bebas, kepada wartawan di Media Center Sirkuit Mandalika. Ia mengaku akan terus berusaha lebih fokus agar bisa memperoleh hasil yang bagus di balapan Sabtu (3/10/2025).

Posisi keempat tercepat ditempati pembalap Honda HRC Castrol Luca Marini dengan catatan waktu 1 menit 29,73 detik. Adik legenda MotoGP Valentino Rossi tersebut gagal mempertahankan performa bagusnya saat latihan bebas pada pagi hari di mana ia sukses jadi yang tercepat. Meski catatan waktunya membaik.

Marc Marquez “Cium” Gravel

Di posisi kelima ada pembalap Trackhouse MotoGP Team Raul Fernandez yang menorehkan catatan waktu nyari sama yang diperoleh Luca Marini. Sementara itu dua pembalap Ducati Lenovo Team Marc Marquez dan Francesco Bagnaia hanya mampu menduduki posisi 11 dan 17. 

Juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez menggeber motor balapan di sesi latihan MotoGP Mandalika, Jumat. Pada latihan resmi Marquez sempat mengalami crash sebanyak dua kali. Dan, terpaksa harus berada di urutan 11 pembalap tercepat. (globalfmlombok.com/ist)

Bahkan sang juara dunia MotoGP 2025 Marc Marquez sempat dua kali mengalami crash dan terpaksa harus “mencium’’ gravel Sirkuit Mandalika di tikungan 5 dan 10 dalam sesi latihan resmi yang berlangsung selama satu jam penuh tersebut.

Marquez mengaku masih berusaha mencari settingan ban yang tepat untuk motornya guna menghadapi balapan selanjutnya. Sekaligus berusaha untuk terus memacu kecepatan motor guna memperoleh batas waktu terbaik. “Ini (Sirkuit Mandalika) bukan sirkuit saya. Tapi saya berusaha untuk bisa lebih cepat lagi,” ujarnya. 

Pembalap Indonesia Belum Raih Hasil Maksimal

Di kelas Moto2 MotoGP Mandalika 2025, pembalap tuan rumah Mario Suryo Aji masih belum mampu meraih hasil maksimal. Pembalap Idemitsu Honda Team Asia tersebut tercecer di posisi 23 pada sesi latihan resmi kelas Moto2 dengan catatan waktu 1 menit 33,993 detik. Catatan waktunya berselisih 0,99 detik dari pembalap LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP Manuel Gonzalez yang sukses membukukan waktu tercepat.

Indonesia juga mengirim satu pembalapnya di kelas Moto3, Arbi Aditama. Namun sayang pembalap Honda Team Asia ini juga belum mampu tampil maksimal dan menjadi pembalap yang paling lambat di kelas Moto3 dengan torehan waktu 1 menit 39,975 detik. (kir)

Seakan “Kutukan”, Marc Marquez Jatuh di Sesi Latihan MotoGP Mandalika 2025

0

Mataram (globalfmlombok.com) – Pembalap asal Spanyol, Marc Marquez terjatuh (crash) di Sirkuit Mandalika, Jumat (3/10/2025). Kejadian jatuhnya Marc Marquez itu terjadi pada saat sesi latihan bebas pada hari pertama gelaran MotoGP Mandalika 2025.

Insiden ini menambah daftar panjang kegagalan pembalap asal Negeri Matador itu menaklukkan Sirkuit Mandalika. Ia seakan terkena “kutukan” saat balapan di Sirkuit Mandalika.

Marc Marquez sebelumnya pernah tiga kali menjajaki Sirkuit di Kuta, Lombok Tengah itu selama gelaran MotoGP di Mandalika berlangsung.

Pada 2022 ia terpaksa absen karena crash parah pada sesi warm-up. Setahun berselang, ia mengalami nasib serupa ketika terjatuh di balapan utama MotoGP Mandalika 2023.

Pada gelaran MotoGP 2023, motor Marc Marquez mengalami masalah teknis, meski sebelumnya ia sempat meraih podium ketiga di Sprint race.

Saat ini Marc Marquez berada di posisi pertama pada klasemen MotoGP dunia. Ia mempunyai 541 poin, setingkat di atas adiknya, Alex Marquez.

Alex Marquez Juga Jatuh

Tak hanya Marc, adiknya Alex Marquez juga terjatuh pada sesi Latihan itu. Insiden ini menjadi alarm keras bagi Alex. Meski berada di posisi kedua dengan 340 poin, Alex masih dibayang-bayangi oleh Francesco Bagnaia dengan 274 poin.

Perhelatan MotoGP Mandalika 2025 tengah berlangsung per hari ini, Jumat (3/10/2025) dengan dua sesi yakni Latihan Bebas 1 pada pukul 09.45-10.43 WIB. Lalu dilanjutkan dengan Latihan pada pukul 14.00-15.00 WIB.

Pada Sabtu (4/10/2025), pembalap akan menjalani sesi Latihan Bebas 2 pada pukul 09.10-09.40 WIB. Kemudian berlanjut dengan sesi Kualifikasi 1 pukul 09.50-10-05 WIB, lalu Kualifikasi 2 pukul 10.15-10.30 WIB.

Para pembalap akan menggunakan hasil start dari sesi Kualifikasi pada sesi Sprint 13 lap pada pukul 14.00 WIB. Setelahnya, balapan akan berlanjut dengan balapan utama pada Minggu (5/10) pukul 14.00 WIB dengan 27 lap. (sib)

Gubernur NTB Klaim Tiket MotoGP 2025 Ludes Terjual

Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal memastikan tiket MotoGP Mandalika 2025 ludes terjual. Dia memprediksi, akan ada lebih dari 120 ribu penonton dari penjuru daerah menyaksikan aksi para pembalap menaklukkan Sirkuit Mandalika.

“Sudah habis tiket (MotoGP 2025), alhamdulillah. Sudah diatur dengan baik untuk habis tiketnya,” ujarnya, Jumat, 3 Oktober 2025.

Menurutnya, saat melakukan pengecekan di Sirkuit Mandalika, seluruh persiapan MotoGP 2025 rampung. Tidak ada hambatan sedikitpun. Mulai dari infrastruktur juga hosting fee dan tiket.

“Per kemarin kan saya ke sana mengecek persiapan-persiapan, alhamdulillah infrastruktur bagus, sudah diperbaiki dengan bantuan pusat juga, itu sudah selesai semua. Dan saya masuk ke kampung-kampung, mereka juga merasa tenang, nyaman, kali ini tidak ada kendala,” tambahnya.

Dalam kunjungannya, Iqbal juga bertemu langsung dengan CEO Dorna Sport, penyelenggara resmi MotoGP, Carmelo Ezpeleta. Menurutnya, Dorna mengapresiasi upaya NTB yang menghadirkan nuansa berbeda dalam perhelatan MotoGP Mandalika 2025.

Dia menuturkan, pihak Dorna menyampaikan banyak perubahan perhelatan MotoGP Mandalika tahun ini dibanding tahun lalu. Begitupun dengan MotoGP di negara lain. Mantan Dubes RI untuk Turki itu melanjutkan, MotoGP Mandalika sengaja dikemas dengan sentuhan budaya lokal agar memiliki ciri khas tersendiri.

“Saya sering hadir di MotoGP di luar. Ya sama saja, antara sirkuit satu dan lainnya, datar saja nonton. Tapi kita coba memberi nuansa lokal supaya MotoGP ini berbeda dari MotoGP lain, supaya masyarakat merasa memiliki, karena ada kehadiran mereka di sini,” jelasnya.

Dorna Siapkan Perhelatan MotoGP Mandalika Tahun 2026

Melihat matangnya persiapan MotoGP Mandalika tahun 2025, Iqbal mengungkapkan Dorna memiliki rencana datang lebih awal di tahun depan untuk melihat keindahan alam NTB di luar Sirkuit Mandalika.

“Dia sangat suka dengan MotoGP di sini. Bahkan kami janjian tahun depan dia akan datang ke sini lebih awal karena dia ingin diajak keliling naik heli nanti. Beliau, waktu saya jelaskan di museum MotoGP, saya jelaskan. Dia kaget, dia ingin sekali melihat itu semua,” ungkapnya.

Untuk itu, Iqbal juga memastikan sebulan pasca-MotoGP Mandalika 2025, pihaknya akan segera mempersiapkan perhelatan MotoGP tahun berikutnya. Di tahun itu, dia menegaskan perhelatan MotoGP sekaligus museum MotoGP Mandalika harus memberikan nilai tambah kepada masyarakat. “Harus ada added valuenya,” ucapnya.

F1 Singapura Bukan Tantangan

Lebih lanjut, orang nomor satu di NTB itu mengaku kendati penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 berbarengan dengan F1 Singapura, hal itu tidak menghambat tingginya jumlah penonton di Mandalika. Sebab, ia mengaku Pemprov NTB sudah memikirkan jauh-jauh hari perihal persoalan tersebut.

“Karena kita sadar dari beberapa tahun lalu kita menghadapi F1, jadi lebih ekstra,” pungkasnya. (era)

Naik Penyidikan, Polisi Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara Kasus Bansos Pokir DPRD Kota Mataram

Mataram (globalfmlombok.com) – Penanganan kasus dugaan korupsi penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) dari dana pokok pikiran (Pokir) DPRD Kota Mataram 2023 di Polda NTB kini masuk babak baru.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda NTB Kombes Pol FX. Endriadi, Jumat (3/10/2025) mengatakan, tim auditor kini telah mulai menghitung kerugian negara dalam kasus ini.

“Kami telah masuk proses penyidikan dan sedang menunggu hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara (PKKN) dari BPKP NTB”, jelasnya.

Naiknya kasus tersebut ke tahap penyidikan setelah kepolisian menemukan dua alat bukti. “Ya, dasarnya itu (dua alat bukti),” tuturnya.

Endriadi tidak merinci perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi penyaluran Bansos Pokir DPRD Mataram 2023. Dia mengaku saat ini belum memegang data lengkapnya.

Begitu juga dengan berapa dan siapa saja yang pihaknya kini telah periksa. “Nanti saya tanyakan ke penyidiknya,” terangnya.

Kejari Mataram Juga Mengusut Bansos Dana Pokir DPRD Kota Mataram

Selain pengusutan di Polda NTB, kasus penyaluran Bansos melalui dana Pokir DPRD Kota Mataram itu juga kini tengah diusut Kejari Mataram. Namun tahunnya berbeda.

Kejari Mataram mengusut Pokir DPRD Kota Mataram tahun 2022. Sedangkan Polda NTB mengusut penyaluran Bansos dari Pokir DPRD Kota Mataram tahun 2023.

Dalam pengusutan Kejari Mataram, pada 2022, DPRD Kota Mataram mendapatkan suntikan Anggaran Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) Rp92 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk menjalankan program Bansos yang dimasukkan pada anggaran Pokir.

Penyalurannya dilakukan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram. Penyidik Kejari Mataram menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses penyaluran bansos tersebut.

Salah satunya adalah tidak adanya survei terhadap kelompok penerima bantuan. Bahkan, ditemukan kelompok penerima yang fiktif atau baru terbentuk menjelang penyaluran.

Jaksa juga menemukan tidak adanya petunjuk teknis (juknis) yang jelas mengenai siapa saja yang berhak menerima bantuan dan berapa besarannya.

Penyaluran bansos diketahui bervariasi, mulai dari Rp2,5 juta hingga Rp50 juta. Penerima bansos pun terdiri dari kelompok dan perorangan, bahkan yang menerima nominal terbesar justru individu.

Dalam proses penyidikan, Kejari Mataram juga menerima petunjuk dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) NTB mengenai dokumen dan data yang perlu dilengkapi. Rekomendasi tersebut akan ditindaklanjuti oleh penyidik. (mit)