Beranda blog Halaman 29

Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pokir DPRD Lobar Titip Uang Kerugian Negara Rp90 Juta

Mataram (globalfmlombok.com) –  Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram menerima titipan uang kerugian keuangan negara Rp90 juta dari terdakwa Rusandi, kasus dugaan korupsi pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Lombok Barat (Lobar) tahun 2024.

Kepala Kejari Mataram, Gde Made Pasek Swardhayana dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (26/5/2026) mengatakan, uang Rp90 juta itu dititipkan Rusandi lewat istrinya, Widya Afni Aloirana.

“Penitipan diterima langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Mataram, I Made Juri Imanu,” sebutnya.

Selain terdakwa Rusandi, terdakwa lain dalam perkara ini, Ahmad Zainuri juga sempat menitipkan uang kerugian negara ke Kejari Mataram beberapa waktu lalu. Ahmad Zainuri saat ini telah menitipkan Rp1.008.000.000 ke Kejari Mataram.

Ada empat terdakwa dalam perkara ini. Mereka adalah Ahmad Zainuri selaku anggota DPRD Lobar pemilik pokir, dua pejabat Dinas Sosial (Dinsos) Lobar; Muhammad Zakaki dan Dewi Dahliana; dan Rusandi dari pihak swasta.

Kasus ini kini masih berproses di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Mataram. Persidangan kini masih pada proses pembuktian oleh jaksa penuntut umum.

Sebelumnya, jaksa menyangkakan Pasal 603 dan Pasal 604 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP kepada para terdakwa.

Dalam dakwaan jaksa, Muhammad Zakaki bersama tersangka Dewi tidak melakukan survei harga dalam penyusunan HPS. Keduanya hanya mengacu pada besaran anggaran dan Standar Satuan Harga (SSH) Lombok Barat 2023.

Akibatnya, harga dalam kontrak yang ditetapkan PPK/KPA menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasar dan memicu terjadinya kemahalan harga.

Dewi dan Muhammad Zakaki juga ikut dalam pengaturan pemenang bersama Ahmad Zainuri dengan cara menunjuk langsung tersangka Rusandi sebagai penyedia tertentu. Selanjutnya mereka tidak melakukan pengendalian kontrak dan pengawasan pelaksanaan kegiatan, sehingga pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak yang ada. (mit)

31 Tahun Melayani Indonesia, Telkomsel Perkuat Ekosistem Digital Nasional

Jakarta (globalfmlombok.com) –

Telkomsel kini sudah berusia 31 tahun. Perusahaan ini mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 14,7 persen secara kuartalan (quarter to quarter/QoQ) sepanjang 2025. Sementara itu, EBITDA perusahaan juga meningkat 5,4 persen QoQ, menandai penguatan kinerja di tengah dinamika industri telekomunikasi yang masih menantang.

Perusahaan menyebut capaian tersebut didorong oleh kontribusi layanan digital bisnis yang kini menyumbang lebih dari 95 persen terhadap pendapatan mobile, serta pertumbuhan trafik data sebesar 15 persen secara tahunan.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, mengatakan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

“Di tengah dinamika industri yang masih penuh tantangan, Telkomsel terus menjaga kepemimpinan pasar melalui fokus pada customer value, kualitas layanan broadband, dan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nugroho dalam keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).

Sepanjang 2025, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp109,3 triliun dengan laba bersih mencapai Rp19,7 triliun. Transformasi layanan digital menjadi salah satu faktor utama yang menopang pertumbuhan tersebut.

Perusahaan juga mencatat basis pelanggan sebanyak 156,1 juta pengguna dengan average revenue per user (ARPU) meningkat menjadi Rp45.000 pada akhir tahun.

Selain layanan seluler, Telkomsel terus memperkuat layanan konvergensi dan fixed broadband. Penetrasi layanan konvergensi tercatat mencapai sekitar 59 persen, sedangkan jumlah pelanggan fixed broadband telah melampaui 10 juta pelanggan.

Dalam pengembangan ekosistem digital, perusahaan menekankan pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), integrasi layanan digital, hingga penguatan broadband untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional.

Di sisi sosial, Telkomsel mengklaim turut mendorong pertumbuhan ekonomi digital melalui pemberdayaan UMKM yang mencatat kenaikan omzet rata-rata hingga 32 persen melalui pemanfaatan layanan digital.

Selain itu, ekosistem digital perusahaan disebut mendukung penciptaan lebih dari 685.000 lapangan kerja serta pengembangan talenta digital melalui program seperti NextDev.

Perusahaan juga terus memperluas akses digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui dukungan BTS universal service obligation (USO).

Dari sisi infrastruktur, Telkomsel kini memiliki lebih dari 293.000 BTS on-air di seluruh Indonesia untuk menopang kebutuhan konektivitas masyarakat.

Sepanjang 2025, Telkomsel juga meraih sejumlah penghargaan nasional dan internasional, termasuk pengakuan dari Ookla melalui Speedtest Awards atas kualitas jaringan, serta penghargaan inovasi teknologi dari GTI Awards, Glotel, TM Forum, dan Gartner Marketing & Communications Awards.

Nugroho menilai pertumbuhan industri telekomunikasi ke depan tidak hanya ditentukan oleh skala bisnis, tetapi juga kemampuan menghadirkan layanan yang relevan dan berkelanjutan.

“Telkomsel akan terus memperkuat perannya sebagai digital ecosystem enabler melalui pengembangan konektivitas broadband, layanan digital terintegrasi, serta pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang semakin seamless, relevan, dan bernilai,” kata dia.(r)

APBN Jadi Pendorong Ekonomi NTB, Belanja Negara Capai Rp7,88 Triliun hingga April 2026

Mataram (globalfmlombok.com) –

Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga 30 April 2026 menunjukkan tren positif di tengah dinamika ekonomi global. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp2,653 triliun atau 47,43 persen dari target yang ditetapkan.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp7,886 triliun atau 33,63 persen dari total pagu anggaran. Capaian tersebut dinilai memperlihatkan peran strategis APBN dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam rilis resmi Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi NTB, Selasa 26 Mei 2026 terlihat dari sisi penerimaan perpajakan, realisasi hingga April 2026 mencapai Rp889,95 miliar. Penerimaan tersebut masih didominasi oleh Pajak Penghasilan (PPh) sebesar Rp471,07 miliar dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp197,42 miliar.

Secara tahunan, penerimaan pajak tumbuh 6,3 persen. Pertumbuhan itu didorong oleh kenaikan pada komponen pajak lainnya. Berdasarkan jenis pajak, PPN Dalam Negeri menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 42,90 persen, diikuti PPh Pasal 21 sebesar 22,46 persen dan PPh Final sebesar 11,12 persen.

Kondisi tersebut mencerminkan aktivitas konsumsi dan pendapatan masyarakat yang masih bergerak positif. Adapun dari sisi sektor usaha, penerimaan pajak didominasi sektor administrasi pemerintahan sebesar 42,15 persen, perdagangan 18,49 persen, serta jasa keuangan 9,50 persen.

Di sektor kepabeanan dan cukai, realisasi penerimaan mencapai Rp1,454 triliun. Kinerja ini ditopang lonjakan bea keluar yang tumbuh hingga 8.218,28 persen secara tahunan.

Peningkatan tersebut sejalan dengan tingginya realisasi ekspor konsentrat tembaga oleh PT Amman Mineral Internasional menjelang berakhirnya masa relaksasi ekspor pada 30 April 2026.

Selain itu, penerimaan cukai juga tumbuh positif sebesar 3,09 persen dan diperkirakan terus meningkat seiring membaiknya kinerja cukai hasil tembakau. Namun, bea masuk mengalami kontraksi 23,30 persen akibat menurunnya volume impor bahan baku dan bahan penolong sektor pertambangan.

Sementara itu, realisasi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp308,85 miliar atau 42,69 persen dari target.

Pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) tumbuh 12,03 persen, terutama didorong peningkatan pendapatan jasa layanan rumah sakit dan layanan pendidikan. Di sisi lain, komponen PNBP lainnya juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,30 persen secara nominal, yang menunjukkan perbaikan kinerja penerimaan negara secara menyeluruh.(r)

Ekspedisi Rupiah Berdaulat di NTB Tuntas, Rp8,34 Miliar Uang Layak Edar Tersalurkan di Lima Pulau 3T

Mataram (globalfmlombok.com)

Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat menuntaskan pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 dengan menjangkau lima pulau tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di NTB pada 18-24 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilakukan menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Pulau Rimau-724 sebagai upaya menghadirkan layanan kas dan memperkuat kedaulatan Rupiah di wilayah kepulauan.

Lima pulau yang menjadi tujuan ekspedisi yakni Pulau Moyo, Pusu Langgudu, Medang, Maringkik, dan Gili Gede. Pemilihan wilayah tersebut didasarkan pada keterbatasan akses layanan perbankan, tingginya kebutuhan uang layak edar, serta pentingnya kehadiran negara di kawasan 3T.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan kegiatan ERB 2026 difokuskan pada dua agenda utama, yakni layanan penukaran uang Rupiah dan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat.

“Melalui layanan penukaran tersebut, Bank Indonesia menyediakan uang Rupiah layak edar dengan modal kerja mencapai Rp 8,34 miliar atau meningkat 3,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Hario.

Ia menjelaskan, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari tingkat serapan uang yang mencapai 100 persen, baik oleh masyarakat maupun perbankan setempat. Kondisi itu menunjukkan kebutuhan uang layak edar di wilayah kepulauan masih sangat tinggi, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat yang sebagian besar masih menggunakan transaksi tunai.

Selain layanan penukaran uang, BI juga memberikan edukasi CBP Rupiah kepada pelajar, guru, dan masyarakat umum di seluruh wilayah tujuan ekspedisi. Edukasi dilaksanakan di sekolah, kantor desa, hingga ruang serbaguna desa dengan peserta sekitar 50 orang di setiap lokasi.

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga dan merawat uang Rupiah, mengenali ciri keaslian uang melalui metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang, serta menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan bangsa.

“Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa Rupiah bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga identitas nasional yang harus dijaga bersama,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, ERB NTB 2026 menghadapi tantangan geografis dan cuaca yang cukup berat, terutama saat menjangkau Desa Pusu Langgudu di pesisir selatan Kabupaten Bima. Gelombang laut yang mencapai lebih dari empat meter membuat KRI tidak dapat merapat langsung ke wilayah tersebut.

Selain itu, proses pemindahan personel dan logistik dari kapal menuju sekoci dinilai memiliki risiko keselamatan tinggi. Demi memastikan layanan tetap berjalan, tim ERB melanjutkan perjalanan melalui jalur darat dari Pelabuhan Bima menuju Desa Pusu sejauh sekitar 65 kilometer atau lima jam perjalanan menggunakan dump truck.

Perjalanan tersebut melewati medan berbukit, berbatu, dan cukup ekstrem, terutama pada sekitar 20 kilometer terakhir. Secara keseluruhan, perjalanan pulang pergi mencapai sekitar 130 kilometer dengan total waktu tempuh sekitar 10 jam.

Hario menyebut kondisi tersebut menjadi gambaran nyata komitmen Bank Indonesia bersama TNI Angkatan Laut dalam menghadirkan Rupiah hingga ke wilayah terpencil dan sulit dijangkau.

Secara umum, pelaksanaan ERB NTB 2026 berjalan lancar dengan melibatkan 14 personel dari berbagai satuan kerja Bank Indonesia, di antaranya Departemen Pengelolaan Uang, Kantor Perwakilan BI NTB, serta perwakilan BI Jambi, Kediri, Banten, Malang, Bali, dan Balikpapan.

Menurut Hario, keterlibatan lintas satuan kerja itu mencerminkan semangat kolaborasi nasional dalam memperluas layanan Rupiah di wilayah 3T.

Ia menambahkan, NTB dipilih sebagai lokasi pelepasan kegiatan karena memiliki karakteristik geografis yang strategis. Sebanyak 92,4 persen wilayah NTB berupa lautan dengan 395 gugusan pulau, termasuk pulau-pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Dengan kondisi geografis tersebut, layanan kas Bank Indonesia menjadi sangat penting untuk memastikan kelancaran transaksi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat kedaulatan Rupiah di wilayah kepulauan,” ujar Hario.(ris/r)

Sempat Terkendala Cuaca, Pendaki Asal Malaysia yang Cedera di Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi dengan Helikopter

Mataram (globalfmlombok.com)—

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki perempuan asal Malaysia yang mengalami cedera serius saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok Timur, Selasa (26/5/2026). Korban diterbangkan menggunakan helikopter menuju rumah sakit di Bali untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sebelumnya, Kantor SAR Mataram menerima laporan pada Senin (25/5/2026) mengenai seorang pendaki asal Malaysia yang terjatuh saat menuruni jalur pendakian dari puncak Gunung Rinjani menuju Pelawangan.

Korban dilaporkan mengalami cedera serius hingga tidak mampu menggerakkan tubuhnya. Porter dan pemandu pendakian kemudian mengevakuasi korban ke kawasan Pelawangan 2 Sembalun sambil menunggu bantuan tim SAR.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kayangan dan Kantor SAR Mataram langsung diberangkatkan ke lokasi. Untuk mempercepat proses penyelamatan, helikopter milik PT SGi Air Bali diterbangkan dari Bali.

Namun, proses evakuasi udara pada Senin sore sempat terkendala cuaca buruk. Kabut tebal yang menyelimuti kawasan Pelawangan 2 Sembalun membuat jarak pandang terbatas sehingga helikopter tidak dapat melakukan pendaratan.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan keselamatan korban dan kru menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan tersebut.

“Karena kendala cuaca berupa kabut tebal, evakuasi udara kami tunda dan baru dilanjutkan kembali saat jarak pandang dinyatakan aman,” ujar Hariyadi dalam keterangan yang diperoleh, Selasa 26 Mei 2026.

Berdasarkan rekomendasi tim medis dari Nusa Medica Clinic, korban tidak dipindahkan sementara waktu demi menjaga stabilitas kondisinya. Selama proses penundaan, korban tetap mendapat pengawasan intensif dari tenaga medis dan tim SAR gabungan di lokasi.

Cuaca yang mulai membaik pada Selasa pagi memungkinkan helikopter kembali beroperasi. Helikopter lepas landas dari Lapangan Sembalun pada pukul 08.05 Wita menuju Pelawangan 2 Sembalun untuk melakukan evakuasi medis udara.

Setelah proses persiapan selesai, korban diterbangkan dari Pelawangan 2 menuju Bali pada pukul 08.17 Wita dan tiba di helipad Benoa, Bali, sekitar pukul 09.05 Wita. Korban selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Inmedika Sanur guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Keberhasilan operasi tersebut melibatkan kerja sama sejumlah pihak, antara lain Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, PT SGi Air Bali, Nusa Medica Clinic, BPBD Lombok Timur, EMHC, SAR Unit Lombok Timur, serta porter dan pemandu pendakian yang mendampingi korban selama proses evakuasi.(ris)

Nelayan Asal Lombok Timur Hilang di Perairan Teluk Awang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Praya (globalfmlombok.com) —  Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap seorang nelayan bernama Darmawan (46), warga Dusun Batu Nampar Selatan, Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, yang dilaporkan hilang di perairan Teluk Awang, Kabupaten Lombok Tengah, Senin (25/5/2026) malam.

Korban diketahui berangkat melaut sekitar pukul 16.30 Wita. Namun sekitar pukul 19.30 Wita, warga menemukan sampan milik korban dalam kondisi kosong di perairan setempat.

Warga yang melakukan pencarian awal kemudian menemukan pakaian korban di area keramba serta tali sampan dalam kondisi terputus. Korban diduga terjatuh ke laut saat berupaya mengamankan perahunya di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gede Eka Suarjana, mengatakan tim SAR telah diberangkatkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

“Kami dari Unit Siaga SAR Mandalika telah mengerahkan personel dan peralatan pendukung. Saat ini tim fokus melakukan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya sampan korban serta wilayah perairan sekitarnya,” ujar Gede Eka Suarjana, Selasa (26/5/2026).

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Pos TNI AL Teluk Awang, Pos Polair Mandalika Polda NTB, Tagana Lombok Tengah, PMI Lombok Timur, serta masyarakat nelayan setempat.

Dalam proses pencarian, tim SAR mengoperasikan perahu karet, perahu nelayan, dan sejumlah peralatan SAR air untuk memperluas area penyisiran di perairan Teluk Awang.(ris/r)

Jangan Khawatir, Pertamina Patra Niaga Tambah 147 Ribu Tabung LPG 3 Kg di NTB Selama Long Weekend Idul Adha

Mataram (globalfmlombok.com) –  Pekan ini, masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmat long weekend selama lima hari berturut-turut mulai Rabu 27 Mei hingga Minggu 31 Mei 2026. Rabu (27/5) merupakan momen penting bagi seluruh umat Islam, yakni perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H.

Dengan adanya momen long weekend ini, Pertamina Patra Niaga pastikan pasokan energi di wilayah NTB, baik BBM maupun LPG dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat.

Pertamina Patra Niaga sebagaimana disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, selama libur panjang ini, stok BBM dan LPG dipastikan dalam kondisi aman tercukupi dan seluruh infrastruktur telah disiagakan. Pertamina juga tetap standby di lokasi untuk memastikan penyaluran BBM dan LPG berjalan lancar.

“Pada momen libur panjang ini, produk LPG menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek Quantity and Quality (QQ) BBM,” terang Ahad dalam keterangan tertulisnya, Senin 25 Mei 2026.

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 99 persen dari rata-rata penyaluran harian dengan jumlah 147.520 tabung untuk seluruh wilayah NTB. Jumlah ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan aktivitas masyarakat selama libur panjang pekan ini, sehingga masyarakat dapat menikmat long weekend kali ini dengan tenang.

Ahad juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman dan tercukupi, serta mengimbau masyarakat untuk tidak panic buying dan tetap membeli secara bijak sesuai kebutuhan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya, jangan sampai kekhawatiran masyarakat dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” tutup Ahad.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk dapat menggunakan LPG sesuai peruntukannya, dimana LPG 3 kg merupakan produk subsidi yang ditujukan khusus masyarakat yang kurang mampu. Serta menggunakan LPG Non Subsidi (Brightgas) bagi masyarakat mampu.

Bagi masyarakat dan pelanggan setia Pertamina yang membutuhkan informasi terkait produk dari Pertamina dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135.(ris/r)

Seorang WNA Asal Swiss Jadi DPO Jaksa Kasus Pencemaran Air di Gili

Mataram (globalfmlombok.com) –  Seorang warga negara asing (WNA) asal Swiss, terpidana kasus pencemaran air di Gili Trawangan dan Meno, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kini masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram.

Perwakilan jaksa penuntut umum perkara tersebut, Danny Curia Novitawan, Senin (25/5/2026) membenarkan perihal bule Swiss itu jadi buronan jaksa. Alasan pria bernama William John Matheson menjadi DPO karena dia mangkir dari panggilan eksekusi putusan kasasi.

“Karena waktu itu, yang bersangkutan kami panggil secara patut untuk melaksanakan eksekusi putusan kasasi. Tiga kali panggil, tidak juga hadir. Setelah cek ke Imigrasi, yang bersangkutan kabarnya sudah ke luar negeri,” jelasnya.

Oleh karena itu, Danny sebagai jaksa penuntut umum melaksanakan eksekusi putusan kasasi hanya kepada Samsul Hadi, mantan Direktur Gerbang NTB Emas (GNE).

“Itu saja lumayan lama kita laksanakan eksekusinya dari rentang putusan kasasi, karena sempat beberapa kali dipanggil mangkir. Kalau tidak salah akhir tahun 2025 kami laksanakan untuk Samsul Hadi,” jelasnya.

Dalam amar putusan kasasi yang dibacakan pada Juli 2025, majelis hakim Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan para terdakwa, yakni William John Matheson dan Samsul Hadi, maupun dari jaksa penuntut umum.

Dengan putusan tersebut, Samsul Hadi dinyatakan tetap menjalani hukuman sebagaimana putusan Pengadilan Tinggi NTB yang menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama pada 31 Oktober 2024.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara selama satu tahun kepada Samsul Hadi dengan status tahanan kota. Selain itu, ia juga dikenai pidana denda sebesar Rp1 miliar dengan ketentuan subsider tiga bulan kurungan apabila denda tidak dibayarkan.

Direktur PT Berkah Air Laut (BAL), William John Matheson, turut menerima vonis yang sama dan menjalani status tahanan kota. Status tersebut diberikan berdasarkan penetapan majelis hakim pengadilan tingkat pertama yang diketuai Lalu Moh. Sandi Iramaya.

Kasus yang menjerat Samsul Hadi bermula saat dirinya menjabat Direktur PT GNE periode 2019-2024. Dalam kapasitas itu, ia menjalin kerja sama dengan PT BAL milik William John Matheson terkait proyek penyulingan air laut menjadi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Gili Trawangan dan Gili Meno.

Namun dalam pelaksanaannya, kerja sama tersebut tidak berjalan sesuai kesepakatan. PT BAL diketahui memasok air bersih melalui pengeboran air tanah secara ilegal.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Mataram, Ida Made Oka Wijaya, saat dimintai keterangan mengenai perkembangan pencarian William John Matheson mengaku belum menerima informasi terbaru dari Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Mataram.

Sementara itu, mantan Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Mataram, I Nyoman Sugiartha, pada awal Februari 2026 membenarkan bahwa William John Matheson telah melarikan diri ke luar negeri. “Iya, yang William kabur ke luar negeri,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Kejati NTB Wahyudi mengatakan dirinya belum memperoleh laporan terkait penerbitan daftar pencarian orang (DPO) terhadap warga negara Swiss yang telah berstatus terpidana tersebut. “Itu saya belum tahu, nanti saya cek dulu ya,” kata Wahyudi. (mit)

Miliki Asuransi Premium, Pendaki Asal Malaysia yang Jatuh di Rinjani Dapat Layanan Medis Terbaik

Selong (globalfmlombok.com) – Seorang pendaki asal Malaysia, Chye Connsynn mengalami kecelakaan saat menuruni jalur pendakian Gunung Rinjani, Senin (25/5/2026) sore. Korban dipastikan mendapatkan layanan medis maksimal karena tercatat memiliki asuransi premium pendakian yang mencakup evakuasi udara menggunakan helikopter.

Korban diketahui melakukan pendakian melalui pintu Sembalun pada 24 Mei 2026 dengan kode eticket ERMPPBVU9IYT8. Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 Wita saat korban turun dari puncak Gunung Rinjani dan terjatuh di kawasan punggungan jalur pendakian.

Setelah kejadian, porter dan guide setempat langsung memberikan pertolongan dengan menggendong korban menuju tenda rombongan di Plawangan 2 karena korban tidak mampu berdiri.

Dokter dari Klinik Nusa Medika, Lia Puspita Jaya mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

“Setelah kita tracking asuransinya, pasien punya asuransi premium. Dia beli waktu pendakian otomatis. Kita segera luncurkan helikopter dari Bali, koordinasi dengan Basarnas dan MHC,” ujarnya.

Menurut dr. Lia, helikopter diberangkatkan dari Bali pada pukul 16.18 Wita dan tiba di sekitar lokasi korban pukul 17.09 Wita. Namun, proses evakuasi udara tidak dapat dilakukan karena kondisi cuaca buruk dan kabut tebal yang menyelimuti kawasan pendakian.

Helikopter sempat beberapa kali berputar mencari celah untuk mendekati lokasi korban. Akan tetapi, karena jarak pandang terus menurun dan bahan bakar mulai menipis, pilot memutuskan kembali ke Denpasar sekitar pukul 17.30 Wita.

“Mengingat kondisi korban diduga mengalami cedera tulang ekor, pergerakan sangat tidak disarankan. Jika bergeser, dikhawatirkan terjadi cacat atau kelumpuhan,” jelas dr. Lia.

Ia menambahkan, tim medis menyarankan korban tetap bermalam di Plawangan 2 sambil menunggu proses evakuasi udara lanjutan pada Selasa pagi.

“Kami sarankan korban bermalam di atas di Pelawangan dalam tenda. Evakuasi via darat sangat riskan,” katanya.

Sementara itu, tim Edelweis Medical Health Centre (EMHC) bersama Basarnas telah diberangkatkan dari Resor Sembalun menuju lokasi korban pada pukul 18.00 Wita untuk melakukan pendampingan medis serta mempersiapkan evakuasi lanjutan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Rinjani, Astekita Ardi mengatakan proses evakuasi udara dijadwalkan kembali dilakukan pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 Wita.

“Klinik sudah standby di bawah. Jika terburuk harus evakuasi darat, tim medis sudah siap,” tambah dr. Lia.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban dilaporkan stabil dan masih berada dalam pendampingan tim medis di kawasan Plawangan 2 Gunung Rinjani. (r)

Pemkot Mataram Larang Sekolah Tarik Uang Perpisahan dan Gelar Wisuda Mewah

Mataram (globalfmlombok.com) –  Pemerintah Kota Mataram menegaskan larangan bagi sekolah untuk menarik uang perpisahan dari orang tua murid maupun menggelar acara wisuda atau kelulusan secara mewah di hotel berbintang. Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh satuan pendidikan jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Mataram.

Larangan itu ditegaskan menyusul masih adanya keluhan masyarakat terkait tingginya biaya kegiatan perpisahan sekolah yang dinilai membebani orang tua siswa, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Martawang mengatakan, kegiatan perpisahan maupun pelepasan siswa seharusnya dilaksanakan secara sederhana tanpa membebani wali murid.

Menurutnya, prioritas utama pemerintah saat ini adalah memastikan kebutuhan pendidikan anak tetap terpenuhi dan keberlanjutan pendidikan siswa tidak terganggu hanya karena kewajiban mengikuti kegiatan seremonial sekolah.

“Kita pastikan bahwa prioritas di lingkup Dinas Pendidikan adalah agar anak-anak bisa memenuhi kebutuhan dan keberlanjutan pendidikannya,” ujarnya, Senin (25/5).

Martawang menjelaskan, pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh kepala sekolah se-Kota Mataram untuk membahas pelaksanaan kegiatan akhir tahun ajaran. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi forum evaluasi terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan di sekolah.

Dalam pertemuan itu, Dinas Pendidikan akan menegaskan kembali larangan penarikan uang perpisahan maupun penyelenggaraan wisuda di hotel berbintang yang berpotensi menimbulkan beban tambahan bagi orang tua siswa.

Selain itu, pemerintah juga akan meminta sekolah lebih bijak dalam menyusun kegiatan nonakademik dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang beragam.

Menurut Martawang, kegiatan perpisahan sebenarnya tetap dapat dilaksanakan selama dilakukan secara sederhana, edukatif, dan tidak bersifat memaksa. Sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana kebersamaan tanpa harus mengedepankan kemewahan atau gengsi.

Ia menilai, budaya wisuda mewah di tingkat pendidikan dasar dan menengah pertama perlu dikendalikan agar tidak menimbulkan kesenjangan sosial di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, Martawang yang juga menjabat sebagai Asisten I Setda Kota Mataram mengingatkan pentingnya rasa empati dan kepedulian sosial di kalangan orang tua murid. Menurutnya, orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik harus memahami kondisi wali murid lain yang kurang mampu.

“Nah, yang mampu harus memiliki awareness yang baik kepada yang tidak mampu,” katanya.

Ia menambahkan, sekolah tidak boleh menjadikan kegiatan perpisahan sebagai beban psikologis bagi siswa maupun orang tua. Sebab, tidak sedikit wali murid yang terpaksa meminjam uang demi memenuhi biaya kegiatan sekolah yang bersifat seremonial.

Karena itu, pemerintah berharap seluruh sekolah dapat mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan demi menjaga akses pendidikan tetap inklusif dan tidak diskriminatif.

Sebelumnya, pada 2025 lalu, Pemkot Mataram telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: 400.3.1/999/SETDA/II/2025 tentang larangan pelepasan atau perpisahan peserta didik di lingkungan satuan pendidikan di Kota Mataram.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa kegiatan wisuda maupun kelulusan harus dilaksanakan secara sederhana dan sekolah tidak diperkenankan memungut sumbangan dari orang tua siswa dalam bentuk apa pun.

Pemkot Mataram berharap kebijakan tersebut dapat dipahami seluruh pihak sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih adil, sederhana, dan berpihak pada kepentingan peserta didik. (pan)