Beranda blog Halaman 23

Residivis Pencurian Jadi Bandar Narkoba, Polres Lombok Utara Sita 67,59 Gram dari Pelaku Jaringan Lombok Timur

Tanjung (globalfmlombok.com) – Satresnarkoba Polres Lombok Utara berhasil mengamankan barang bukti sabu seberat 67,59 gram dalam operasi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari. Pengungkapan ini merupakan hasil dari pengembangan dari pengungkapan kasus narkoba sehari sebelumnya atau Jumat (22/5/2026) yang melibatkan pelaku inisial HH alias B di wilayah Kecamatan Bayan.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Reserse Narkoba Polres Lombok Utara, AKP I Nyoman Diana Mahardika, S.H., M.H., Jumat (29/5/2026) mengungkapkan, pihaknya berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika jenis sabu jaringan Lombok Timur-Lombok Utara. Sebanyak empat orang terduga pelaku beserta barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat bruto mencapai 67,59 gram telah diamankan sebagai barang bukti.

Ia menjelaskan, pengungkapan berawal dari pengungkapan atas pelaku HH alias B di wilayah kecamatan Bayan. Dari hasil pemeriksaan terhadap saudara HH petugas memperoleh informasi bahwa narkotika jenis sabu tersebut didapatkan dari seorang berinisial A alias E yang berdomisili di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Lombok Utara kemudian melakukan pengembangan dan penyelidikan terhadap keberadaan A alias E.

“Pada Sabtu dini hari (23/5/2026), petugas melakukan undercover buy dan berhasil menemukan target di pinggir jalan raya Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur,” ujar Diana.

Ia mengakui, pelaku utama yang terkenal licin dan merupakan residivis kasus pencurian berupaya mengelabui petugas. A alias E diketahui mengutus orang lain untuk bertransaksi. Ketika dilakukan penangkapan, terduga pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Petugas kemudian berhasil mengamankan seorang pria berinisial SJ alias P yang saat itu berboncengan dengan pelaku lain berinisial AN yang berhasil melarikan diri.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu paket sabu dengan berat bruto 5,36 gram,” sebutnya.

Dari interogasi terhadap SJ alias P, polisi kemudian mengarah pada keberadaan saudara A alias E di sebuah rumah di Dusun Sugian Lauq, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia. Tim Opsnal selanjutnya bergerak menuju lokasi kedua dan melakukan penggerebekan.

Saat proses penangkapan, pelaku A alias E sempat melarikan diri hingga terjadi aksi kejar-kejaran dan pergumulan dengan petugas sebelum akhirnya berhasil diamankan.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas juga mengamankan dua orang lainnya, yakni seorang perempuan berinisial YA alias R dan seorang pria berinisial ME alias F yang diduga baru saja mengonsumsi sabu bersama para pelaku lainnya.

Dari hasil penggeledahan di lokasi kedua, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa narkotika jenis sabu siap edar dengan total bruto 62,23 gram, alat isap sabu, beberapa unit handphone, uang tunai, kendaraan bermotor, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran narkotika.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium RSUD Kabupaten Lombok Utara, seluruh terduga pelaku dinyatakan positif mengandung methamphetamine dan amphetamine,” ujar Kasatres Narkoba.

Saat ini, pelaku A alias E dan SJ alias P, telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di Rutan Polres Lombok Utara. Sedangkan dua lainnya masih dalam proses penyidikan terkait penyalahgunaan narkotika.

“Polres Lombok Utara akan terus berkomitmen memberantas peredaran narkotika demi menjaga generasi muda dan menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Lombok Utara,” tandasnya. (ari)

Pemprov NTB Berikan Insentif Tambahan kepada Sembilan Desa Pengelola Anggaran Desa Berdaya Terbaik

Mataram (globalfmlombok.com) –  PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan insentif khusus bagi desa dan kelurahan terbaik dalam mengelola anggaran program Desa Berdaya. Insentif tersebut diberikan agar desa memaksimalkan pengelolaan anggaran yang diberikan oleh Pemprov tersebut hingga memberikan dampak bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) NTB, H. Lalu Hamdi menjelaskan penilaian akan dilakukan terhadap pemanfaatan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang dikelola desa maupun kelurahan. Desa yang mampu mengelola keuangan yang baik serta menghadirkan inovasi pembangunan akan menjadi prioritas penerima insentif.

“Akan ada penilaian terhadap pengelolaan keuangan dan inovasi program sehingga benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya belum lama ini.
Penilaian dilakukan dalam tiga tema utama program Desa Berdaya, yakni pariwisata, ketahanan pangan, dan lingkungan. Dari masing-masing tema akan dipilih tiga desa terbaik, yakni terbaik satu, dua, dan Tiga.

“Tema pariwisata akan diambil tiga terbaik, tema ketahanan pangan tiga terbaik, dan tema lingkungan juga tiga terbaik. Semua yang terbaik itu nanti akan diberikan insentif oleh Pak Gubernur,” lanjutnya.

Meski nilai total insentif yang akan diberikan belum disampaikan, Mantan Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB itu memastikan nominalnya cukup menarik untuk memacu semangat desa. Bahkan, nilainya disebut bisa setara atau lebih besar dibandingkan anggaran BKK yang diterima désa.

Program Desa Berdaya, lanjutnya tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, tetapi mampu menciptakan identitas dan pertumbuhan ekonomi baru di desa. Salah satu contoh yang didorong adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diolah menjadi kompos untuk mendukung hortikultura.

Selain membantu penanganan sampah, program tersebut juga diharapkan melahirkan identitas khas desa sesuai potensi masing-masing. Misalnya kampung unggas, kampung hortikultura, kampung cabai, hingga kampung tenun. “Nanti setiap desa punya identitas sesuai potensinya. Itu yang ingin kita bangun,” ucapnya.

Untuk mendapatkan insentif, desa wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Selain pengelolaan keuangan yang tertib dan sesuai petunjuk teknis (juknis), program juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta memiliki inovasi pengembangan.

Penggunaan dana sendiri sudah diatur secara rinci dalam juknis, mulai dari tema kegiatan, pola pemanfaatan anggaran, jenis kegiatan, spesifikasi, volume, hingga harga satuan.

Seluruh proses tersebut akan menjadi acuan monitoring dan pengawasan. Monitoring dilakukan oleh OPD pengampu bersama OPD terkait dan Inspektorat. Evaluasi progres penggunaan anggaran akan dilakukan setiap bulan sejak pencairan dana pada Juni hingga Desember 2026. (era)

Kecamatan Mataram Siapkan Razia Rumah Kos, Libatkan Polisi hingga BNNK

Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kecamatan Mataram segera menggelar patroli dan razia rumah kos menyusul sejumlah kasus yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Langkah ini dilakukan untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas penghuni kos sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Rencana penertiban itu mencuat setelah terjadi perkelahian antar penghuni kos di Lingkungan Mamben, Kelurahan Pagesangan Barat, pada Jumat (22/5/2026), yang menyebabkan satu orang meninggal dunia. Selang beberapa hari kemudian, warga kembali dikejutkan dengan penemuan seorang laki-laki meninggal dunia di kamar kosnya di Lingkungan Karang Bedil, Kelurahan Mataram Timur, Minggu malam (24/5/2026).

Camat Mataram, Arif Mardjun, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Mataram terkait pelaksanaan patroli dan razia rumah kos yang dijadwalkan mulai dilakukan pada Juni mendatang. Menurut dia, pengawasan terhadap rumah kos perlu diperketat untuk mencegah munculnya persoalan sosial maupun tindak kriminal di tengah masyarakat.

“Sudah ada koordinasi dengan Pak Kapolsek terkait agenda penertiban kos-kosan. Secepatnya akan kami lakukan,” ujarnya saat ditemui, Jumat (29/5).

Ia menjelaskan, kegiatan penertiban akan melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), mulai dari Danramil, Kapolsek, lurah, kepala lingkungan, hingga satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas). Pelibatan lintas sektor tersebut dinilai penting agar pengawasan rumah kos berjalan lebih efektif dan menyeluruh.

Selain melakukan pendataan penghuni, petugas nantinya juga akan memeriksa identitas penghuni, izin usaha rumah kos, hingga memastikan tidak ada aktivitas yang melanggar aturan maupun mengganggu ketertiban masyarakat. Pemerintah kecamatan juga meminta para pemilik kos lebih aktif melaporkan data penghuni kepada aparat lingkungan setempat.

Arif menegaskan, keberadaan rumah kos harus tetap berada dalam pengawasan lingkungan. Menurutnya, pemilik kos tidak cukup hanya berorientasi pada usaha semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

“Pemilik kos juga harus ikut mengawasi siapa yang tinggal di tempatnya. Jangan sampai ada penghuni yang tidak jelas identitas maupun aktivitasnya,” katanya.

Selain itu, Pemerintah Kecamatan Mataram juga berencana melibatkan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mataram dalam pelaksanaan razia. Keterlibatan BNNK dimungkinkan untuk mendukung pemeriksaan terkait penyalahgunaan narkotika, termasuk kemungkinan pelaksanaan tes urine bagi penghuni kos apabila diperlukan.

Namun demikian, pelaksanaan tes urine masih akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. “Untuk sementara, seperti biasa kami akan melibatkan jajaran Forkopimcam terlebih dahulu,” pungkasnya. (r)

Ramadhipa Tampil Gemilang, Melesat Raih Podium Perdana di Moto3 Junior Barcelona

Jakarta (globalfmlombok.com)-

Pebalap belia binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, mencetak debut impresif pada ajang Moto3 Junior World Championship 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol, Minggu (24/5). Bersama Honda Asia-Dream Racing Junior Team, pebalap asal Sleman, Yogyakarta tersebut sukses meraih posisi ketiga pada race 1 dan menutup akhir pekan debutnya dengan posisi keenam pada race 2.

Memulai balapan dari posisi ketiga hasil kualifikasi di hari Sabtu (23/5), Ramadhipa melesat bersaing di grup terdepan pada race 1 yang berlangsung dalam cuaca panas dengan suhu lintasan mendekati 40 derajat Celcius. Pebalap bernomor #32 tersebut mampu tampil kompetitif sepanjang balapan dan beberapa kali bertukar posisi di barisan depan.

Memasuki lap terakhir, Ramadhipa bahkan sempat memimpin balapan sebelum akhirnya menyentuh garis finis di posisi kelima dengan selisih hanya 0,144 detik dari pemenang. Namun, penalti yang diterima pebalap lain membuatnya naik ke posisi ketiga kejuaraan dunia Moto3 junior itu.

Pada Race 2 yang berlangsung dengan temperatur lintasan lebih ekstrem hingga mendekati 50 derajat Celcius, Ramadhipa kembali menunjukkan konsistensinya. Meski sempat tercecer di tengah persaingan ketat grup depan, pebalap 16 tahun tersebut mampu mempertahankan ritme balap dan menutup lomba di posisi keenam dengan selisih kurang dari 0,3 detik dari pemenang.

Perolehan finis ketiga dan keenam membuat Ramadhipa kini menempati posisi kedua klasemen sementara Moto3 Junior World Championship dengan total 26 poin. Hasil ini juga menjadikannya sebagai pebalap Indonesia dengan debut terbaik di ajang yang sebelumnya bernama JuniorGP atau CEV Moto3.

”Kami menutup akhir pekan pertama MotoJunior ini dengan hasil positif. Meski sempat kesulitan di awal, tetapi kami mampu berkembang langkah demi langkah di setiap sesi. Untungnya kami berhasil mendapatkan hasil kualifikasi yang sangat baik sehingga lebih mudah menjalani balapan dari barisan depan,” ujar Ramadhipa.

Ramadhipa mengaku semakin percaya diri menghadapi putaran-putaran berikutnya setelah mampu bersaing di grup depan sepanjang dua balapan debutnya. ”Pada Race 1 saya mencoba menjaga ban semaksimal mungkin karena ini adalah balapan Moto3 pertama. Saya membuat sedikit kesalahan di lap terakhir, tetapi akhirnya beruntung bisa meraih podium. Pada Race 2 saya kembali bertarung untuk kemenangan, jadi ada banyak hal positif yang bisa kami ambil dari akhir pekan ini. Saya yakin kami bergerak ke arah yang tepat dan akan kembali lebih kuat di Estoril,” lanjutnya.

General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, mengatakan pencapaian Ramadhipa menjadi bukti nyata konsistensi pembinaan balap berjenjang yang dijalankan AHM bagi pebalap muda Indonesia. Perusahaan akan terus berupaya menciptakan pebalap-pebalap muda potensial lainnya demi mengibarkan Merah Putih di ajang bergengsi tingkat dunia.

”Hasil yang bagus bagi Ramadhipa pada debutnya di Moto3 Junior World Championship. Hasil ini menunjukkan bahwa proses pembinaan balap berjenjang yang dijalankan Astra Honda mampu mengantarkan pebalap muda Indonesia bersaing di level internasional. Semoga penampilannya semakin melesat di putaran berikutnya dan menjadi inspirasi bagi anak Indonesia,” ujar Andy Wijaya.

Moto3 Junior World Championship akan kembali berlanjut ke putaran kedua yang berlangsung di Circuito do Estoril, Portugal, pada 12-14 Juni mendatang.(r)

Komunitas Honda PCX Se-Indonesia Gelar Gathering Nasional HPCI 2026 Sambil Nikmati Keindahan Lombok

Mataram (globalfmlombok.com)-

Astra Motor NTB bersama komunitas Honda PCX Club Indonesia sukses menggelar kegiatan bertajuk NGASAB (Ngaspal Bareng Bapak), sebuah aktivitas komunitas touring yang menghadirkan ratusan pecinta Honda PCX dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan ini diikuti sekitar 300 peserta komunitas Honda PCX Club Indonesia yang datang dari Sabang sampai Merauke dan berlangsung meriah di kawasan Taman Hiburan Loang Baloq, Lombok. Para peserta telah mulai berdatangan sejak 15 Mei 2026 untuk mengikuti seluruh rangkaian acara yang digelar hingga selesai pada 16 Mei 2026.

Acara ini menjadi momentum spesial bagi para anggota komunitas untuk menikmati pengalaman berkendara bersama Honda PCX sekaligus mempererat tali persaudaraan antar komunitas dari seluruh Indonesia.

Tidak hanya sekadar touring, peserta juga diajak menikmati keindahan alam Pulau Lombok melalui rute yang melewati kawasan wisata Senggigi hingga finish di kawasan Malaka dengan panorama pantai yang memukau. Sepanjang perjalanan, peserta menikmati sensasi berkendara nyaman menggunakan Honda PCX yang dikenal memiliki performa tangguh, desain premium, serta kenyamanan maksimal untuk perjalanan jarak jauh. Kita menyebut acara touring tersebut NGASAB (Ngaspal bareng Bapak)

Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix mengatakan bahwa kegiatan komunitas seperti NGASAB (Ngaspal bareng Bapak) menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara Honda dengan para pengguna setianya.

“Melalui kegiatan NGASAB ini, kami ingin memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan sekaligus mempererat solidaritas antar anggota komunitas Honda PCX dari seluruh Indonesia. Lombok memiliki panorama alam yang luar biasa sehingga menjadi pengalaman touring yang berkesan bagi seluruh peserta,” ujar Felix.

Setelah touring selesai, kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah, hiburan musik, dan kebersamaan antar peserta di Taman Hiburan Loang Baloq. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menjadi penutup sempurna dalam rangkaian kegiatan komunitas tersebut.

Astra Motor NTB berharap kegiatan komunitas seperti ini dapat terus menjadi wadah positif bagi para pengguna Honda untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan persaudaraan, serta mempromosikan pariwisata daerah melalui kegiatan touring yang aman dan nyaman.(r)

11.164 Personel Polda NTB Teken Pakta Integritas Komitmen Berantas Narkoba

Mataram (globalfmlombok.com) —

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) mengambil langkah tegas dalam mengantisipasi dan mencegah penyalahgunaan narkotika di internal kepolisian.

Sebanyak 11.164 personel Polda NTB secara serentak menandatangani pakta integritas antikorupsi dan narkoba, dimulai dari tingkat Polda, para Pejabat Utama (PJU), Kapolres, hingga seluruh personel bintara, Jumat (29/5/2026)

Kapolda NTB, Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, menyampaikan bahwa penandatanganan pakta integritas ini merupakan komitmen nyata jajaran Polda NTB untuk membersihkan institusi Polri dari jeratan narkoba.

“Pakta integritas ini adalah upaya pencegahan kita kepada seluruh personel, khususnya untuk Polda NTB yang berjumlah 11.164 personel. Kita harapkan (institusi) bersih dari pelanggaran penyalahgunaan narkoba,” ujar Irjen Pol. Kalingga saat diwawancarai setelah kegiatan.

Ada hal yang menarik dan krusial dalam prosesi penandatanganan kali ini. Kapolda NTB menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas wajib disaksikan oleh istri bagi personel yang sudah berkeluarga, dan disaksikan oleh orang tua bagi personel yang masih lajang (bujang).

Menurutnya, benteng pertahanan yang paling kuat dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dimulai dari lingkungan keluarga terdekat.

“Kenapa harus disaksikan istri? Karena pencegahan narkoba yang paling utama itu adalah kehadiran keluarga. Pengawasan dan saling mengingatkan antara suami-istri jangan sampai terlibat narkoba. Bagi yang bujang, disaksikan oleh orang tua,” jelas jenderal bintang dua tersebut.

Irjen Pol. Kalingga memastikan tidak akan ada kompromi bagi oknum anggota yang terbukti melanggar komitmen tersebut. Sanksi hukum yang berat dan tegas sudah disiapkan untuk memberikan efek jera.

Di dalam pakta integritas tersebut, diatur secara jelas mengenai konsekuensi hukum bagi anggota yang terbukti terlibat tindak pidana narkoba, mulai dari: Sidang Disiplin
Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan Proses Pidana Umum.

“Kiat-kiat untuk pencegahan terhadap penyalahgunaan dan pelanggaran narkoba ini kita laksanakan sesuai dengan instruksi ataupun perintah dari Bapak Kapolri, maupun program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo,” terangnya.

Polda NTB berkomitmen agar Polri dapat menjadi contoh atau teladan yang baik bagi masyarakat luas dalam hal memerangi narkoba.

Selebihnya Kapolda NTB mengajak rekan-rekan pers dan tokoh masyarakat untuk terus bersinergi, memberikan informasi, dan bekerja sama demi memberantas peredaran narkoba di seluruh wilayah hukum NTB.(ris/r)

BGN dan Polda NTB Bongkar Modus Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur, Korban Rugi Rp950 Juta

Mataram (globalfmlombok.com)—

Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Polda NTB, mengungkap kasus dugaan penipuan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Lombok Timur. Nilai kerugian dalam perkara tersebut mencapai Rp950 juta.

Konferensi pers berlangsung di ruang Rupatama Polda NTB, Jumat (29/5/2026), dihadir Wakil Kepala BGN Irjen Pol. (P) Sony Sanjaya, S.I.K., Sekretaris Deputi (Sesdep) Promosi dan Kerja Sama BGN Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M, Plt Irwasda Polda NTB Kombes Pol. Sigit Hariwibowo, S.I.K., M.H., Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K., M.M. serta Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana, S.I.K., S.H.

Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya mengungkapkan, pelaku memakai modus menjanjikan titik lokasi pembangunan dapur SPPG, lengkap dengan operasionalnya.

“Itu modus yang dia berikan. Dia menjanjikan memberikan titik lokasi bangunan dan membangunkan bangunan SPPG serta siap operasional, padahal operasional belum berjalan,” kata Sony.

Ia menegaskan, seluruh proses pengusulan hingga verifikasi dapur MBG, sejak awal tidak memungut biaya apa pun. Himbauan terkait larangan praktik percaloan juga terus disampaikan kepada masyarakat.

“Masyarakat dari awal tidak dipungut biaya. Himbauan juga sudah jelas disampaikan berulang-ulang melalui media. Saya sendiri secara personal sudah menyampaikan dari awal jangan sampai tertipu calo-calo,” ujarnya.

Menurut Sony, sejumlah korban mulai mendatangi BGN usai uang mereka tak kunjung kembali, sementara proyek dapur belum berjalan sesuai janji.

“Korban-korban mulai datang ke BGN karena mungkin nagih terus-menerus tidak dibalikin uangnya. Baru kemudian bertanya ke BGN, dan mengatakan seperti ini ditangani aparat penegak hukum,” ucapnya.

Sony juga meminta masyarakat mengecek langsung petunjuk teknis pembangunan dapur SPPG, melalui situs resmi pemerintah. Seluruh ukuran dapur hingga tata letak bangunan, lanjut dia, sudah tersedia dan bisa diakses publik.

“Juknis BGN tentang ukuran dapur itu bisa didownload masyarakat. Sekarang sudah bisa di Google dan puluhan ribu orang sudah membuat dapur,” tegasnya.

Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana menjelaskan, laporan dugaan penipuan mulai diproses sejak Mei 2026. Polisi kini menyiapkan penetapan tersangka berinisial S.

“Kami akan memberikan informasi terkait pengaduan yang kami terima di Polres Lombok Timur. Kasus bermula pada kurun waktu September 2025, kemudian tanggal 21 Mei 2026 kita terbitkan surat penyidikan, dan tanggal 29 Mei 2026 kita tetapkan terduga berinisial S,” ujar Komang.

Ia menyebutkan, laporan pertama menimbulkan kerugian cukup besar dan penyidik membuka peluang muncul korban lain.

“Dengan kerugian yang cukup besar ini pengaduan pertama kami tangani. Nanti akan berkembang, untuk lebih jelasnya setelah kami tetapkan tersangka kami akan rilis kembali,” tegasnya.

Data penyidik menyebut pelapor Husna Mauladat Mariam, menyerahkan uang Rp950 juta kepada terlapor inisial S dan seorang kontraktor inisial HP. Dana tersebut akan dipakai untuk pembangunan dapur MBG di wilayah Masbagik Selatan, Lombok Timur.

Bangunan dapur kini sudah berdiri, namun penyelesaian pembangunan dilakukan pihak korban. Hingga saat ini dapur tersebut belum memperoleh titik koordinat resmi dari BGN, sehingga belum bisa beroperasi.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid menegaskan, perkara tersebut kini masuk tahap penyidikan, dengan dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan sesuai KUHP terbaru.(ris/r)

OJK: Masyarakat Jangan Tergiring Opini Ancaman Krisis Ekonomi

Mataram (Suara NTB) – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Rudi Sulistyo, meminta masyarakat tidak mudah tergiring opini terkait ancaman krisis ekonomi. Menurutnya, kondisi sektor jasa keuangan nasional maupun daerah hingga saat ini masih berada dalam kondisi stabil dan terjaga.

Dalam pertemuan Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) NTB di Mataram, Jumat, 29 Mei 2026, Rudi menegaskan berbagai indikator ekonomi dan perbankan masih menunjukkan tren positif. Pertumbuhan kredit nasional masih berada di kisaran 9 persen secara year on year (yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sekitar 13 persen.

“Ekonomi nasional ini masih terjaga stabil. Jadi bapak ibu jangan tergiring opini bahwa kita akan krisis. Kita semua harus menjaga supaya tidak terjadi krisis, karena kalau sampai krisis yang repot bukan hanya perbankan dan ekonomi, tetapi juga bisa berdampak sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan kredit hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk kawasan Bali-Nusa Tenggara yang mencatat pertumbuhan sekitar 8 persen. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan aktivitas ekonomi masih bergerak positif.

Dari sisi intermediasi perbankan, Loan to Deposit Ratio (LDR) masih berada di level sehat, yakni sekitar 84,64 persen. Sementara profitabilitas perbankan juga dinilai tetap kuat dengan Return on Assets (ROA) sekitar 4 persen.

Selain itu, ketahanan modal perbankan juga masih sangat baik. Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat mencapai 25,09 persen, jauh di atas ambang batas minimum yang ditetapkan regulator.

“Dari sisi permodalan sangat terjaga. Profil risiko juga masih aman, terlihat dari rasio kredit bermasalah atau NPL gross di kisaran 2,14 persen dan net sekitar 0,83 persen,” katanya.

Rudi juga memaparkan sektor jasa keuangan nonbank turut menunjukkan perkembangan positif. Industri dana pensiun tumbuh sekitar 6,71 persen, sedangkan sektor asuransi yang sebelumnya sempat tertekan kini mulai kembali tumbuh positif pada Maret 2026.

Pada sektor pembiayaan, pertumbuhan tercatat tipis sebesar 0,61 persen dengan rasio kredit bermasalah sekitar 2,83 persen. Sementara pinjaman daring atau fintech lending terus meningkat dengan outstanding pembiayaan mencapai sekitar Rp100 triliun dan pertumbuhan mencapai 26,25 persen.

Di sisi lain, transaksi aset kripto juga masih menunjukkan peningkatan jumlah pengguna. Konsumen kripto nasional tumbuh dari sekitar 20 juta menjadi 21 juta pengguna, meskipun nilai transaksinya masih relatif kecil dibandingkan sektor keuangan lainnya.

Untuk wilayah NTB, OJK mencatat penyaluran kredit tetap tumbuh sebesar 6,67 persen dan DPK tumbuh 5,32 persen. Pertumbuhan kredit terutama ditopang sektor non lapangan usaha dan pertambangan.

Meski demikian, Rudi mengakui terdapat sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai, terutama meningkatnya rasio kredit macet atau NPL/NPF, khususnya pada sektor konstruksi.

Ia juga menyebut peningkatan LDR di NTB terjadi karena pertumbuhan kredit masih lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK. Kondisi itu menyebabkan kebutuhan pembiayaan perbankan di NTB turut didukung likuiditas dari luar daerah.

Dalam kesempatan ini, OJK NTB juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

BGN : 828 SPPG di NTB Telah Serap 40 Ribuan Tenaga Kerja

Mataram (globalfmlombok.com)-

Di Provinsi NTB terdapat sebanyak 853 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terverifikasi dengan 828 unit telah operasional dan menyerap lebih dari 40.117 tenaga kerja.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi dalam rangka Memperkuat Sinergi Ekonomi Kerakyatan melalui Fasilitasi dan Sosialisasi Pemberdayaan BUMDES dan Koperasi dalam Penguatan Rantai Pasok, Sistem Keamanan Pangan dan Kepatuhan Terhadap SOP Program MBG yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Jumat (29/5).

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol. (Purn) Sony Sanjaya mengatakan, di Provinsi NTB, program MBG telah melibatkan sekitar 4.457 supplier atau pemasok yang terdiri dari koperasi, BUMDes, UMKM, dan supplier lainnya, dengan UMKM menjadi kelompok terbesar yang terlibat.

“Program ini harus menjadi momentum membangkitkan produksi pangan lokal seperti telur, sayur, ikan, dan berbagai bahan pangan lainnya,” jelasnya.

Sony juga menekankan pentingnya menjaga kualitas barang dan kepatuhan harga sesuai HET, serta memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

“Tahun kedua program difokuskan pada peningkatan kualitas dan kepatuhan standar. Kepala SPPG harus aktif melakukan pengawasan terhadap mitra,” tegasnya.

Dirinya menjelaskan bahwa mitra wajib melanjutkan proses sertifikasi dan pemenuhan standar kesehatan dalam 30 hari pertama operasional. Jika standar tidak dipenuhi, operasional dapat disuspend sementara untuk dilakukan evaluasi lanjutan.

Selain itu, standar keselamatan seperti instalasi dan penggunaan gas juga wajib dipenuhi demi menjamin keamanan operasional program.

Ia mengatakan,tujuan utama Program MBG adalah pemenuhan gizi bagi kelompok prioritas, yakni ibu hamil, ibu menyusui, balita, peserta didik, dan santri, terutama pada periode emas 1.000 hari pertama kehidupan.

“Pemerintah memperhatikan pemenuhan gizi sejak janin dalam kandungan untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Sony menegaskan bahwa MBG juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan ekonomi kerakyatan sehingga supplier lokal harus menjadi prioritas utama.

“Manfaat ekonomi program ini jangan sampai mengalir keluar daerah. Supplier lokal harus diutamakan agar perputaran ekonomi terjadi di masyarakat setempat,” katanya.

Sony menyebutkan, pemerintah saat ini menggelontorkan anggaran MBG di NTB sekitar Rp27,7 miliar per hari, dengan Lombok Timur menjadi daerah terbesar penerima distribusi anggaran sebesar Rp8,3 miliar, disusul Lombok Tengah Rp6,2 miliar dan Lombok Barat Rp3,9 miliar.

Sekitar Rp4 miliar per hari dari anggaran tersebut diserap untuk tenaga kerja sebanyak 40.100 orang sehingga menciptakan efek perputaran ekonomi di masyarakat melalui konsumsi kebutuhan sehari-hari.

“MBG adalah penggerak ekonomi tingkat bawah atau ekonomi kerakyatan. Karena itu seluruh pihak harus memahami dan menyampaikan dampak besar program ini kepada masyarakat secara benar,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pangan yang sehat, aman, mandiri, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat NTB yang sejahtera.(ris/r)

Pemprov NTB Ingin Produk Lokal Jadi Tulang Punggung Program MBG

Mataram (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan komitmennya mendukung penuh keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai instrumen penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Abul Chair, saat menghadiri Rapat Koordinasi dalam rangka Memperkuat Sinergi Ekonomi Kerakyatan melalui Fasilitasi dan Sosialisasi Pemberdayaan BUMDES dan Koperasi dalam Penguatan Rantai Pasok, Sistem Keamanan Pangan dan Kepatuhan Terhadap SOP Program MBG yang berlangsung di Hotel Lombok Raya, Jumat (29/5). Kegiatan tersebut dihadiri seluruh kepala SPPG, koordinator wilayah (korwil), koordinator kecamatan (korcam), mitra, serta yayasan se-NTB.

Sekda Abul Chair menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan fasilitasi dan sosialisasi program MBG yang dinilai menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Program MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, tetapi merupakan investasi besar bangsa untuk masa depan generasi Indonesia,” ujar Abul Chair.

Ia menegaskan, MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, namun juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, UMKM, koperasi, hingga distribusi lokal dalam satu ekosistem ekonomi daerah.

“Program ini memiliki efek ganda, yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi sekaligus menggerakkan ekonomi desa dan masyarakat. Dana program diharapkan berputar langsung di masyarakat sehingga menciptakan dampak ekonomi yang luas,” katanya.

Menurutnya, Pemprov NTB mendorong agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat lokal melalui penguatan rantai pasok daerah agar produk lokal mampu bersaing dan tidak kalah oleh produk dari luar daerah.

Hingga Mei 2026, pelaksanaan MBG di NTB tercatat telah memiliki 842 SPPG, dengan 733 unit aktif. Program tersebut melibatkan lebih dari 4.300 penyedia lokal, menyerap lebih dari 39 ribu tenaga kerja, dan menjangkau sekitar 1,9 juta penerima manfaat.

Sekda Abul Chair juga menekankan tiga hal utama dalam pelaksanaan program, yakni penguatan rantai pasok lokal, keamanan dan kualitas pangan, serta disiplin terhadap SOP dan tata kelola program.

“Produk MBG harus dikenal sehat, higienis, aman, dan terpercaya. Karena itu, keamanan pangan dan kepatuhan terhadap SOP menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Sekda menambahkan, visi pembangunan NTB Bangkit Bersama Menuju NTB Makmur dan Mendunia harus diwujudkan melalui pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa, petani, nelayan, perempuan, dan generasi muda.

“MBG harus menjadi gerakan bersama untuk memperkuat kualitas generasi muda, memperkuat ekonomi rakyat, dan memperkuat kemandirian pangan daerah,” imbuhnya.(ris/r)