Beranda blog Halaman 163

Masyarakat Diminta Bayar Parkir Non-Tunai

Mataram (globalfmlombok.com)Dinas Perhubungan Kota Mataram meminta masyarakat menggunakan transaksi non-tunai saat membayar parkir, khususnya selama bulan Ramadan. Langkah ini dilakukan agar seluruh transaksi terekam dalam sistem dan potensi retribusi dapat terpantau secara akurat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin, Rabu (25/2/2026), mengatakan koordinator lapangan (korlap) terus melakukan penagihan dan pengawasan terhadap juru parkir (jukir), termasuk di titik-titik baru yang muncul akibat ramainya pedagang takjil.

Menurutnya, sejumlah ruas jalan seperti Jalan Majapahit dan Jalan Airlangga setiap tahun selalu mengalami kepadatan saat Ramadan. Penanganannya pun tidak bisa hanya dibebankan pada satu organisasi perangkat daerah.

“Kalau di sana memang krodit sejak dulu. Kalau pengelolaan parkirnya berdiri sendiri agak sulit,” ujarnya.

Ia menegaskan, penataan parkir di kawasan penjualan takjil membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, seperti Asosiasi Pedagang Kreatif Lapangan (APKLI), Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perdagangan, serta aparat kepolisian.

“Jadi harus semua terlibat dalam penanganan parkir selama Ramadan ini,” katanya.

Zulkarwin menjelaskan, pendapatan retribusi parkir selama Ramadan tidak otomatis meningkat meskipun jumlah kendaraan yang terparkir bertambah. Setiap titik parkir resmi telah memiliki ketetapan setoran harian.

Karena itu, ia berharap korlap meningkatkan pengawasan terhadap jukir agar potensi pendapatan daerah bisa dioptimalkan. Di sisi lain, masyarakat juga diminta beralih ke pembayaran non-tunai, seperti menggunakan QRIS, agar transaksi tercatat secara digital.

“Kalau banyak yang gunakan QRIS, gampang kita cek pemasukan jukir,” jelasnya.

Ia mengingatkan baik jukir maupun pengguna jasa parkir agar patuh menggunakan sistem non-tunai sehingga potensi kenaikan retribusi parkir selama Ramadan dapat terlihat secara transparan dan terukur. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Masyarakat Diminta Bayar Parkir Non-Tunai 

Di Tengah Cuaca Ekstrem, Sirkuit Mandalika Tetap Beroperasi Normal

Praya (globalfmlombok.com) – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa hari terakhir tidak mengganggu operasional Sirkuit Internasional Mandalika. Pengelola memastikan lintasan tetap aman dan dapat digunakan seperti biasa.

Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Priandhi Satria, menegaskan meski hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan sirkuit, tidak terdapat genangan air di jalur utama lintasan.

“Meski cuaca ekstrem menghantam kawasan Sirkuit Mandalika, kondisi lintasan tetap terjaga. Tidak terdapat genangan air di jalur utama lintasan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026).

Ia mengakui terdapat limpahan air dari area luar sirkuit yang sempat mengalir ke tepi trek. Namun, sistem drainase sirkuit disebut berfungsi optimal sehingga mampu mengalirkan air dan menjaga permukaan lintasan dari genangan berlebih.

Cuaca ekstrem pada Selasa (24/2/2026) juga sempat menyebabkan sejumlah kerusakan minor pada beberapa fasilitas. Tim operasional langsung melakukan pembersihan puing, penggunaan high pressure washer dan blower di sejumlah titik, serta pengamanan papan circuit branding yang terdampak angin kencang.

Tim Track Maintenance turut melakukan perapian pada area yang terdampak debit hujan tinggi, terutama di run-off Tikungan 1, apex Tikungan 2, serta beberapa titik water crossing di lintasan. Setelah dilakukan inspeksi ulang oleh tim keselamatan, lintasan dinyatakan aman untuk digunakan.

Menurut Priandhi, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem merupakan bagian dari standar operasional pengelolaan sirkuit. Seluruh sistem pendukung, termasuk drainase dan kesiapan tim operasional, dipastikan dalam kondisi optimal.

Pihaknya menegaskan keselamatan dan kelancaran seluruh aktivitas di kawasan Sirkuit Mandalika menjadi prioritas utama. MGPA juga terus memantau perkembangan cuaca guna memastikan seluruh kegiatan, baik aktivitas harian maupun agenda motorsport, tetap berjalan aman sesuai standar yang berlaku. (kir)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Di Tengah Cuaca Ekstrem, Sirkuit Mandalika Tetap Beroperasi 

Relokasi PKL Jalan Adisucipto ke Eks Bandara Selaparang Tertunda

Mataram (globalfmlombok.com) – Rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di atas trotoar Jalan Adisucipto ke kawasan eks Bandara Selaparang kembali tertunda. Pemerintah Kota Mataram menyebut penundaan terjadi karena pihak Koperasi Karyawan Angkasa Pura (Kokapura) belum siap dari sisi sarana dan prasarana.

Relokasi sebelumnya direncanakan sebelum memasuki Ramadan 1447 Hijriah bertepatan dengan momentum Festival Ramadan. Namun jadwal yang sempat diundur hingga 25 Februari 2026 itu kembali batal dilaksanakan karena fasilitas di lokasi tujuan belum memadai dan masih ada sejumlah kendala teknis dari pihak pengelola.

Selain persoalan kesiapan tempat, relokasi juga dihadapkan pada penolakan sebagian PKL. Mereka menginginkan tetap berjualan di luar kawasan eks bandara, seperti saat ini.

Asisten I Setda Kota Mataram, H. Lalu Martawang, Rabu (25/2), mengatakan pemerintah terus membangun komunikasi dengan para pedagang maupun pihak Kokapura. Menurutnya, pemerintah berada di tengah dua aspirasi yang berbeda.

Di satu sisi, para PKL khawatir pendapatan mereka menurun jika dipindahkan ke dalam area eks bandara. Di sisi lain, masyarakat menghendaki kawasan Jalan Adisucipto lebih tertib, aman, dan nyaman tanpa penggunaan trotoar sebagai lapak, terlebih dengan bangunan semi permanen.

“Penggunaan fasilitas itu nanti, kapan siapnya Kokapura, itulah waktu kita relokasi,” ujarnya.

Martawang membenarkan bahwa perwakilan PKL telah menemuinya untuk menyampaikan keberatan. Mereka menilai lokasi baru berpotensi mengurangi jumlah pembeli.

Namun pemerintah juga menerima keluhan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas PKL yang memanfaatkan fasilitas umum, termasuk trotoar.

“Keluhan PKL kita dengarkan, keluhan masyarakat juga tetap kita dengar. Jadi, kita harus menemukan solusi terbaik. Kapan waktunya, tergantung kesiapan Kokapura sebagai mitra dan pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan,” jelas mantan Kepala Bappeda Kota Mataram tersebut.

Ia menegaskan nota kesepahaman (MoU) antara pihak Angkasa Pura dan Pemerintah Kota Mataram tetap berlaku dan berjalan sesuai kesepakatan, baik terkait operasional maupun penataan kawasan eks Bandara Selaparang.

Pemkot berharap kawasan tersebut ke depan dapat menjadi lebih produktif, tertata, aman, dan nyaman, sekaligus menjadi percontohan dalam penataan PKL di Kota Mataram. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Relokasi PKL di Jalan Adisucipto ke Eks Bandara Selaparang Tertunda 

Polisi Tangkap Terduga Pengedar Sabu di Mataram, Sita 16,99 Gram Barang Bukti

Mataram (globalfmlombok.com) – Tim Satuan Reserse Narkoba Polresta Mataram menangkap seorang pria terduga penjual sabu di Lingkungan Karang Kelayu, Kelurahan Punia, Kota Mataram. Dari tangan pelaku, polisi menyita 16,99 gram sabu siap edar.

Kepala Satresnarkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, Rabu (25/2/2026), mengatakan terduga pelaku berinisial SH (35). Sebelumnya, SH bekerja sebagai karyawan toko baju. Namun setelah dipecat, ia banting setir menjadi penjual narkoba.

“Pelaku ini baru berjualan sabu sejak tiga bulan lalu setelah dipecat dari tempat kerjanya di toko baju,” ujarnya.

SH ditangkap pada Rabu (24/2/2026) di Gang Bonsai, Lingkungan Karang Kelayu, saat menunggu pembeli. Polisi yang telah lebih dahulu mengepung lokasi langsung mengamankan pelaku ketika mencoba melarikan diri.

Dari hasil penggeledahan badan, petugas menemukan 14 poket sabu siap edar yang disimpan di kantong celana sebelah kanan dan dalam tas hitam yang dibawanya.

Pengembangan kemudian dilakukan dengan menggeledah rumah SH yang lokasinya tidak jauh dari tempat penangkapan. Di rumah tersebut, polisi kembali menemukan sejumlah barang bukti berupa satu bendel plastik kosong, bong sabu, serta pipet plastik yang ujungnya diruncingkan.

“Total kami temukan barang bukti sabu pada operasi itu seberat 16,99 gram,” bebernya.

Saat ini SH telah ditahan di Mapolresta Mataram. Hasil tes urine terhadap pelaku juga menunjukkan positif mengonsumsi narkotika.

Penyidik menjerat SH dengan Pasal 609 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Polisi Tangkap Terduga Penjual Narkoba di Mataram, Sita 16,99 Gram Sabu 

Pemkab Lombok Tengah Tetapkan Status Siaga Bencana hingga Maret 2026

Praya (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah menetapkan status siaga bencana hingga Maret 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul masih tingginya potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Lombok Tengah H. Ridwan Makruf mengatakan, intensitas hujan di Lombok Tengah kembali meningkat dan diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari 2026. Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.

“Ini sudah dua hari hujan turun dengan intensitas cukup tinggi. Beberapa daerah juga sudah melaporkan mulai ada genangan seperti di Desa Setanggor dan Tanak Rarang,” ujarnya di Praya, Selasa (24/2/2026).

Meski demikian, genangan yang terjadi sejauh ini masih dalam kategori terkendali. Air disebut langsung surut setelah hujan reda dan belum sampai menimbulkan dampak signifikan.

Ridwan menekankan pentingnya peran masyarakat dalam upaya mitigasi bencana, salah satunya dengan menggalakkan kembali gotong royong membersihkan saluran air, selokan, dan sungai dari tumpukan sampah. Menurutnya, sebagian besar banjir dipicu oleh tersumbatnya aliran air akibat sampah yang dibuang sembarangan.

“Momen sekarang ini penting bagi masyarakat untuk menggalakkan gotong royong membersihkan sungai dan saluran dari sampah sebagai langkah antisipasi selama cuaca ekstrem,” imbuhnya.

Terkait kesiapan logistik, pihaknya memastikan persediaan untuk penanganan darurat masih dalam kondisi aman. Hingga kini, BPBD Loteng belum perlu menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk memenuhi kebutuhan logistik kebencanaan.

“Kalau logistik kita selama ini selalu cukup. Kita berharap tidak sampai terjadi bencana skala besar yang membutuhkan dukungan dalam jumlah banyak,” tegasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Status Siaga Bencana di Loteng Ditetapkan hingga Maret 

Jalur Dua Menuju Sirkuit Mandalika Ditutup Sementara, Banjir Rendam Desa Kuta

Praya (globalfmlombok.com)Polres Lombok Tengah menutup sementara salah satu jalur di jalur dua kawasan The Mandalika yang mengarah ke Sirkuit Mandalika akibat tergenang banjir. Penutupan dilakukan mulai dari simpang gate 1 kawasan The Mandalika hingga jalur masuk menuju Novotel Lombok Resort & Villas dan Pullman Lombok Mandalika Beach Resort.

Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi risiko kecelakaan apabila jalur yang tergenang tetap dipaksakan dilalui kendaraan.

“Penutupan jalur ini kita lakukan sejak kemarin, setelah air meluap menggenangi jalan dampak dari tingginya intensitas hujan yang berlangsung sejak Minggu (22/2/2026),” ujar Kasat Lantas Polres Loteng AKP Wulan Sucianur, Rabu (25/2/2026).

Petugas telah memasang road barrier sebagai penanda penutupan agar pengguna jalan tidak terjebak di lokasi genangan. Patroli juga dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan situasi di lapangan.

Pihak kepolisian mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Jalan dan pengelola kawasan untuk mempercepat penanganan banjir agar air segera surut dan jalur bisa kembali difungsikan.

Saat ini, satu jalur lainnya masih diberlakukan dua lajur agar arus lalu lintas tetap berjalan, meski sebagian badan jalan juga terdampak genangan namun masih bisa dilalui kendaraan. Namun, jika kondisi memburuk, tidak menutup kemungkinan kedua jalur menuju Sirkuit Mandalika akan ditutup total.

“Semoga kondisi semakin membaik supaya kedua jalur ini tidak sampai kita tutup,” ujarnya.

Sementara itu, banjir juga merendam wilayah Desa Kuta yang menjadi salah satu kawasan terparah terdampak cuaca ekstrem di Kabupaten Lombok Tengah. Sedikitnya lima dusun terdampak, dengan jumlah rumah terendam diperkirakan lebih dari seratus unit.

Staf Ahli Bupati Lombok Tengah, Lalu Sungkul, yang meninjau lokasi banjir, menyebut buruknya kondisi drainase menjadi salah satu faktor utama penyebab meluasnya genangan. Selain penyempitan saluran, di sejumlah titik drainase bahkan tertutup pembangunan fasilitas pariwisata, dan beberapa lokasi tidak memiliki saluran pembuangan air sama sekali.

“Ini yang kita temukan di lapangan,” ungkapnya.

Menurutnya, hujan dengan intensitas tinggi bukan hal baru dan merupakan siklus lima tahunan. Namun perubahan kondisi tata ruang dan pembangunan yang kurang memperhatikan sistem drainase memperbesar potensi banjir.

Hasil peninjauan lapangan tersebut akan segera dilaporkan kepada Bupati Lombok Tengah untuk menjadi dasar pengambilan kebijakan penanganan ke depan.

Kepala Desa Kuta, Mirate, mengakui jumlah rumah terdampak cukup banyak karena banjir menyebar di lima dusun, di antaranya Dusun Mengalung, Merendeng, Baturiti, dan Rangkap. Sebagian wilayah sudah surut, namun ada pula yang masih tergenang.

Ia berharap pemerintah daerah dan investor turut berperan dalam pembenahan saluran drainase. Menurutnya, kemampuan anggaran desa sangat terbatas untuk menangani persoalan tersebut secara menyeluruh.

“Kalau hanya mengandalkan dana desa tentu tidak cukup. Perlu dukungan semua pihak supaya persoalan drainase ini bisa segera teratasi,” ujarnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tergenang Banjir, Jalur Dua Menuju Sirkuit Mandalika Ditutup Sementara 

Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 (33)

Mataram (globalfmlombok.com)-

Kegiatan Sinkronisasi Program Prioritas Nasional dengan Program Prioritas Provinsi NTB Tahun Anggaran 2026 meliputi sejumlah program, di antaranya program penanganan warga negara migran korban tindak kekerasan, program perlindungan dan jaminan sosial, program rehabilitasi sosial, program hubungan industrial dan lain sebagainya.(*)

Telkomsel Siaga Layani Pelanggan Selama Ramadan dan Idulfitri 2026, Ini Paket Spesialnya

Jakarta (globalfmlombok.com) –

Telkomsel menegaskan komitmennya untuk tetap “Melayani Sepenuh Hati” selama Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan layanan pelanggan, penyediaan ragam paket spesial, serta optimalisasi jaringan guna memastikan kenyamanan pelanggan dalam beribadah, bersilaturahmi, hingga melakukan perjalanan mudik.

Direktur Sales Telkomsel, Stanislaus Susatyo, mengatakan perusahaan berfokus menghadirkan layanan yang siaga di setiap langkah pelanggan selama Ramadan. “Kami sudah menyiapkan layanan pelanggan yang siaga kapan pun dibutuhkan, menghadirkan ragam penawaran istimewa, serta meningkatkan keandalan jaringan agar pelanggan dapat beribadah dengan khusyuk dan menikmati momen Ramadan dengan lebih bermakna,” ujar dia dalam keterangan resmi, Selasa (25/2/2026).

Posko Siaga dan Layanan 24 Jam

Selama periode 19 Februari hingga 31 Maret 2026, Telkomsel mengoperasikan 43 Posko Telkomsel Siaga yang terdiri atas 15 Posko Flagship dan 28 Posko Reguler. Di posko tersebut, pelanggan dapat melakukan aktivasi dan isi ulang produk, migrasi kartu SIM ke eSIM, memperoleh bantuan layanan aplikasi MyTelkomsel, hingga menukarkan Telkomsel POIN.

Selain posko fisik, layanan pelanggan juga tersedia melalui aplikasi MyTelkomsel, situs resmi perusahaan, media sosial @telkomsel, Call Center 188, ratusan GraPARI Siaga, serta puluhan ribu mitra outlet di berbagai daerah. Kanal digital turut diperkuat melalui Posko RAFI Digital di TikTok, fitur AI Travel Assistant di MyTelkomsel sebagai panduan mudik, serta paket bundling keamanan digital.

Paket Spesial Ramadan

Untuk menyemarakkan Ramadan, Telkomsel menghadirkan berbagai paket bagi pelanggan prabayar maupun pascabayar. Pelanggan SIMPATI dapat memanfaatkan paket seperti Seru Sahur, Seru Ngabuburit, Seru Mudik, hingga Seru Nonton. Pelanggan Halo memperoleh penawaran Halo Meaningful Deals dan RoaMAX Umroh, sementara pelanggan by.U dapat memilih Paket Sahur On The Road (SOTR) dan promo Ramadan lainnya.

Di segmen layanan rumah, tersedia promo IndiHome berupa potongan biaya instalasi dan peningkatan kecepatan. Telkomsel juga menawarkan promo Orbit dan EZnet, serta program donasi Telkomsel POIN melalui Mudik Hepi untuk membantu pelanggan berbagi dengan sesama.

Melalui aplikasi MyTelkomsel, pelanggan juga dapat mengakses fitur Ramadan Corner yang menyediakan layanan sedekah, jadwal ibadah, Kirim Parsel, hingga Peta Mudik yang terintegrasi dengan Posko Siaga.

Antisipasi Lonjakan Trafik Data

Telkomsel memproyeksikan puncak payload nasional mencapai 70,85 petabyte selama periode RAFI 2026, atau meningkat sekitar 11,1 persen dibanding hari normal. Lonjakan diperkirakan terjadi seiring meningkatnya aktivitas digital seperti streaming video, komunikasi, permainan daring, belanja online, dan media sosial.

Kenaikan pelanggan tertinggi diprediksi terjadi di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Jawa Barat, serta Jawa Timur.

Untuk menjaga kualitas layanan, Telkomsel mengoptimalkan jaringan di 494 titik prioritas yang mencakup area keramaian, transportasi, rute mudik, kawasan residensial, hingga tempat ibadah. Perusahaan juga menerapkan Autonomous Network berbasis kecerdasan buatan untuk pemantauan jaringan 24 jam, menyiagakan 15 Posko Siaga Network, serta mengerahkan 45 unit Compact Mobile BTS (COMBAT) di lokasi berpotensi padat.

Selain itu, drive test dilakukan sepanjang sekitar 18.406 kilometer, termasuk lebih dari 4.000 kilometer jalan tol, guna memastikan kualitas layanan suara dan data tetap terjaga.

Diakui dalam Laporan Opensignal

Kinerja jaringan Telkomsel juga tercatat dalam laporan Opensignal Mobile Network Experience Report edisi Desember 2025. Dalam laporan tersebut, Telkomsel memimpin 11 dari 16 metrik jaringan, termasuk pengalaman video 5G, gim 5G, kecepatan unduh dan unggah 5G, serta cakupan dan ketersediaan 5G di Indonesia.

Telkomsel menyatakan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan konektivitas pelanggan tetap stabil, baik di rumah maupun saat bepergian, sehingga masyarakat dapat menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan lebih tenang dan nyaman.(r)

Jembatan Darurat Tak Kunjung Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terpaksa Libur Sekolah

Giri Menang (globalfmlombok.com) – Jembatan penghubung di Desa Sekotong Timur menuju Mareje, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), yang putus diterjang arus sungai pada Minggu (22/2/2026) lalu, hingga kini belum dibangun kembali. Akibatnya, lima dusun terisolasi dan aktivitas warga terganggu. Anak-anak sekolah pun terpaksa libur karena tidak bisa menyeberang ke sekolah di seberang sungai.

Kepala Desa Sekotong Timur, H. Marwan Hakim mengatakan, jembatan darurat belum bisa dibangun karena terkendala cuaca. Hujan yang masih mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir membuat warga belum berani memasang batang pohon kelapa sebagai jembatan sementara.

“Belum (dibangun) karena masih hujan, cuma sudah dikumpulkan pohon kelapa,” kata Marwan, Selasa (24/2/2026).

Ia menjelaskan, material berupa batang kelapa sudah tersedia dan tinggal dipasang. Namun, kondisi cuaca yang belum bersahabat serta pertimbangan faktor keselamatan membuat pengerjaan ditunda.

“Kalau cuaca bagus dan tidak hujan, kami bersama warga akan langsung kerjakan. Penanganan darurat ini ditanggung BPBD,” ujarnya.

Sejak jembatan putus, akses utama warga di lima dusun terdampak belum bisa dilalui. Dusun tersebut antara lain Aik Mual, Aik Mual Utara, Menomang, dan Kambeng Timur. Warga yang hendak menuju Sekotong, Lembar, maupun Gerung terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh dan ekstrem.

Dampak paling terasa dialami para pelajar. Siswa SMP dan SMA tidak dapat berangkat ke sekolah karena derasnya arus sungai membahayakan jika dipaksakan menyeberang.

“Tidak ada yang bisa lewat anak-anak sekolah ini, terpaksa mereka tidak sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Lobar, Lalu Ratnawi, menjelaskan kendala pembangunan jembatan darurat selain cuaca juga terkait ketersediaan material. Lebar bentangan sungai mencapai sekitar 10 meter, sehingga dibutuhkan batang pohon kelapa dengan panjang minimal 10 meter dan tidak boleh disambung.

“Kalau disambung rawan patah. Karena itu pohon kelapa paling tidak panjangnya 10 meter,” ujarnya.

Pemerintah daerah berharap cuaca segera membaik agar pemasangan jembatan darurat dapat dilakukan, sehingga aktivitas warga dan kegiatan belajar mengajar kembali normal. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jembatan Darurat Belum Dibangun, Siswa di Lima Dusun Sekotong Timur Terisolasi Terpaksa Libur Sekolah 

Tim Pansel Tegaskan GNE Tak Akan Jadi Penampungan “Timses”

Mataram (globalfmlombok.com) – Tim Panitia Seleksi (Pansel) Direksi BUMD NTB, PT Gerbang NTB Emas, menegaskan komitmennya menghadirkan kepemimpinan profesional serta menutup ruang praktik politis dalam proses seleksi calon direksi. Isu lama yang menyebut GNE sebagai tempat penampungan “tim sukses” (timses) dipastikan tidak akan terulang dalam rekrutmen kali ini.

Sekretaris Pansel Direksi PT GNE, Prof. Riduan Mas’ud, Rabu (25/2/2026) menyatakan pihaknya menghargai berbagai anggapan yang berkembang di masyarakat terkait proses sebelumnya. Namun, ia memastikan seleksi kali ini berjalan objektif dan profesional.

“Ya, itu isu, anggapan itu ya. Kita hargai karena proses-proses itu yang pernah terjadi sebelumnya. Tapi untuk sekarang ini, tidak ada ruang bagi siapa pun yang tidak punya keahlian,” tegas Prof. Riduan usai pertemuan dengan Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Izzuddin Mahili.

Ia menambahkan, para pendaftar rata-rata memiliki pengalaman di perusahaan besar dan rekam jejak yang jelas. Selain itu, dipastikan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis.

“Tidak pernah duduk di partai. Tidak ikut serta dalam suksesi perpolitikan, baik level provinsi, kabupaten maupun kota. Itu kata kunci yang diarahkan pimpinan. Dan alhamdulillah, yang daftar sangat luar biasa,” ujarnya.

Seleksi Tanpa Intervensi

Prof. Riduan menegaskan seluruh tahapan seleksi, termasuk uji kompetensi dan Leaderless Group Discussion (LGD) yang dilaksanakan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, berlangsung tanpa intervensi.

“Begitu tahapan seleksi dilakukan oleh BKD, itu tidak ada intervensi sama sekali. Dan saya sampaikan selaku sekretaris, tidak ada antara pansel untuk saling mempengaruhi. Silakan nilai secara objektif,” katanya.

Ia menyebut selisih nilai antarpeserta sangat tipis. “Nilainya nol koma sekian. Artinya, kita dapat orang-orang yang malah di atas ekspektasi kita,” tambahnya.

Nama-nama calon direksi hasil seleksi telah diserahkan kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk dilakukan wawancara sebelum penetapan akhir. Pansel juga berkomitmen membuka ruang transparansi kepada publik.

“Nanti calon yang diputuskan gubernur akan diwawancarai wartawan ekonomi. Silakan digali rekam jejaknya. Kalau pernah tim sukses, kita tarik,” tegasnya.

Ia mengibaratkan GNE sebagai perusahaan yang sedang sakit dan membutuhkan pemimpin yang benar-benar sehat dan kompeten. “Kalau perusahaan sakit lalu kita beri pimpinan yang tidak mampu menyembuhkan, tentu akan semakin hancur. Tanggung jawab kita bersama agar ini sukses,” ujarnya.

Berbasis Profesionalisme

Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Setda NTB, Izzuddin Mahili, menegaskan arahan gubernur sangat jelas, yakni seleksi berbasis profesionalisme tanpa campur tangan.

“Beliau tidak ada cawe-cawe sama sekali. Basisnya profesional karena beliau ingin segera GNE ini ada perbaikan,” katanya.

Ia menambahkan, ke depan GNE diarahkan membesarkan bisnis inti sesuai khitahnya, yakni bisnis beton. Saat ini, nama-nama calon direksi sudah berada di meja gubernur untuk tahapan wawancara.

“Setelah diwawancara, baru kita eksekusi,” ujarnya.

Pada periode pendaftaran 8–10 Februari 2026, tercatat 15 orang mendaftar dari berbagai latar belakang. Dua orang tidak lulus seleksi administrasi sehingga 13 orang mengikuti tahapan berikutnya. Dari 13 peserta yang mengikuti LGD di Kantor BKD Provinsi NTB, satu orang dinyatakan gugur karena tidak menyelesaikan tahapan.

Sebanyak 12 nama kemudian direkomendasikan kepada gubernur untuk mengisi tiga posisi direksi, yakni Direktur Utama, Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan. Mereka adalah Sulman; Ahmad Jaelani Adiya Putra; Suhaimi; Hendra Yuda Sakti; Desty Chiptiana; Yuyud Indrayudi; Taufik Amri; M. Aidul Adha; Imanti Sukmaningsih; Catur Rahmad Mardhiyanto; Yunita Yoesminarty; dan Nazamuddin. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Tim Pansel: GNE Tidak akan Dijadikan Penampungan “Timses”