Beranda blog Halaman 132

Veda Ega Pratama Cetak Sejarah, Raih Podium Perdana Indonesia di Moto3 Brasil

GOIÂNIA (globalfmlombok.com)-

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencatatkan sejarah dengan meraih podium ketiga pada ajang Moto3 Brasil 2026 di Autódromo Internacional de Goiânia Ayrton Senna, Minggu (22/3/2026). Hasil ini menjadi podium pertama bagi pembalap Indonesia di kelas Moto3.

Veda memulai balapan dari posisi keempat. Jalannya lomba berlangsung dramatis setelah insiden yang melibatkan Scott Ogden memaksa balapan dihentikan dan dilanjutkan dengan restart sepanjang lima lap.

Pada balapan ulang, Veda sempat tercecer di posisi ke-10. Namun, ia mampu bangkit dengan cepat dan memperbaiki posisi secara konsisten hingga masuk ke peringkat keempat saat dua lap tersisa.

Momentum penentuan terjadi di lap terakhir ketika Veda berhasil menyalip Alvaro Carpe dan mengunci posisi ketiga hingga garis finis.

“Hari ini saya menjalani balapan dengan baik. Meski sempat kesulitan menjaga ban belakang sebelum red flag, saya akhirnya bisa finis di tiga besar. Ini pencapaian terbesar saya saat ini,” ujar Veda.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia, sponsor, dan keluarganya atas dukungan yang diberikan.

Hasil ini menjadi modal penting bagi Veda untuk menghadapi seri berikutnya di Amerika Serikat pada 27–29 Maret 2026.

Hasil dari Proses Panjang

Kesuksesan Veda tidak lepas dari proses panjang, termasuk latihan intensif di Pertamina Mandalika International Circuit. Sirkuit tersebut menjadi salah satu pusat pembinaan penting bagi pembalap Indonesia sebelum tampil di level internasional.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

“Kami bangga atas prestasi yang diraih Veda yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia. InJourney terus mendorong pembalap Indonesia agar mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Menurut dia, dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan ekosistem motorsport nasional, termasuk pengembangan Sirkuit Mandalika yang telah menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional seperti MotoGP dan World Superbike sejak 2021.

Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai prestasi Veda menunjukkan keberhasilan Mandalika sebagai ekosistem sportainment yang mampu melahirkan talenta berdaya saing global.

Sementara itu, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association, Priandhi Satria, mengatakan Veda merupakan contoh nyata hasil pembinaan berkelanjutan melalui berbagai ajang nasional, termasuk Pertamina Mandalika Racing Series.

Karier yang Terus Menanjak

Sebelum tampil di Moto3, Veda telah meniti karier sejak ajang Asia Talent Cup. Ia mencatat kemenangan ganda di Mandalika pada 2022 dan menjadi juara pada 2023.

Pada 2024, Veda juga tampil di Asia Road Racing Championship kelas Supersport 600cc dan meraih podium kedua di Mandalika. Kariernya terus menanjak dengan menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025, sebelum akhirnya menembus ajang Moto3.

Serangkaian pengalaman tersebut menjadikan Mandalika sebagai bagian penting dalam perjalanan kariernya menuju level dunia.(ris/r)

BMKG: Cuaca NTB Didominasi Hujan Sedang hingga Lebat Sepekan ke Depan

Mataram (globalfmlombok.com)–

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam sepekan ke depan, 23 hingga 29 Maret 2026, didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan dengan intensitas sedang.

Berdasarkan rilis Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada 23–25 Maret 2026. Kondisi ini dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Lombok Timur, Sumbawa, Bima, dan Kota Bima.

Suhu udara di NTB diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat celsius. Sementara itu, angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan maksimum mencapai 30 kilometer per jam.

Memasuki periode 26–29 Maret 2026, kondisi cuaca relatif masih serupa, yakni cerah berawan hingga hujan sedang. Namun, intensitas hujan diperkirakan cenderung lebih ringan, dengan potensi terjadi di sejumlah wilayah seperti Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem, terutama hujan yang disertai petir dan angin kencang pada periode awal prakiraan.

Adapun kategori intensitas hujan yang digunakan BMKG meliputi hujan ringan dengan curah 0,1–5,0 mm per jam atau 5–20 mm per hari, hujan sedang 5,0–10,0 mm per jam atau 20–50 mm per hari, serta hujan lebat 10,0–20,0 mm per jam atau 50–100 mm per hari.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti genangan, banjir lokal, maupun gangguan aktivitas harian, khususnya di daerah rawan.

Tradisi Tiyu di Lombok Timur, dari Jejak Sejarah hingga Perayaan Idulfitri

Selong (globalfmlombok.com)–

Tradisi Tiyu atau pawai kuda kembali digelar masyarakat Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Kabupaten Lombok Timur, pada momen Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan yang berlangsung setiap 1 dan 2 Syawal ini menjadi agenda tahunan yang dinanti warga.

Tiyu merupakan tradisi pawai menggunakan kuda yang dimaknai sebagai bentuk perayaan datangnya bulan Syawal sekaligus simbol kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Meski tidak memiliki catatan sejarah tertulis, tradisi ini diyakini berakar dari peristiwa masa lampau. Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, Tiyu berkaitan dengan peperangan antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangasem.

Dalam kisah tersebut, Kerajaan Selaparang mendapat bantuan pasukan dari Kesultanan Sumbawa dan Gowa yang datang dengan menunggangi kuda. Setelah konflik berakhir, sebagian prajurit menetap di wilayah yang kini menjadi Desa Jantuk.

Kuda-kuda yang sebelumnya digunakan dalam peperangan kemudian dimanfaatkan untuk merayakan kemenangan. Dari situlah tradisi Tiyu diyakini mulai berkembang dan diwariskan secara turun-temurun hingga kini.

Kepala Desa Jantuk, Yudi Hermawan, mengatakan sejarah pasti tradisi tersebut memang belum terdokumentasi secara resmi.

“Cerita yang kami terima dari orang tua terdahulu menyebutkan tradisi ini berkaitan dengan prajurit yang datang membantu peperangan di Lombok Timur dengan menunggangi kuda,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Tiyu saat Idulfitri memiliki makna simbolis sebagai perayaan kemenangan setelah sebulan penuh menahan diri selama Ramadan.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (21/3/2026) sore, ribuan warga memadati rute pawai sepanjang sekitar 500 meter usai salat Asar. Ratusan kuda berbaris lengkap dengan penunggang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.

Puncak pawai dijadwalkan berlangsung dini hari sekitar pukul 03.00 Wita, mengikuti ketentuan yang telah berlangsung secara turun-temurun.

Pada Idulfitri tahun ini, sebanyak 189 ekor kuda ikut serta dalam pawai. Kuda-kuda tersebut didatangkan dari berbagai daerah di Pulau Lombok, seperti Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Keterbatasan jumlah kuda di Desa Jantuk membuat peserta harus menyewa dari luar daerah dengan biaya berkisar Rp3 juta hingga Rp5 juta per ekor, tergantung ukuran dan kelincahannya.

Salah seorang peserta, Andi, mengaku telah mempersiapkan diri sejak jauh hari dengan mencari kuda hingga ke luar desa.

“Mau tidak mau harus keluar mencari, karena di sini tidak ada kuda dan kami ingin mendapatkan yang bagus,” katanya.

Menurut Andi, tradisi Tiyu juga menjadi ajang gengsi antar peserta. Postur kuda yang besar dan gagah dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri saat tampil dalam pawai.

Antusiasme masyarakat terhadap tradisi ini juga terlihat dari warga perantauan yang memilih pulang kampung demi ikut meramaikan Tiyu.

“Selama mereka memiliki darah Jantuk, pasti pulang,” ujar Andi.

Dukung Mobilitas Kendaraan Listrik, PLN NTB Siapkan 45 SPKLU Saat Libur Lebaran

Mataram (globalfmlombok.com) –

PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik dengan menyiagakan sebanyak 45 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di Pulau Lombok, Sumbawa, dan Bima dalam rangka menyambut libur Idulfitri 1447 Hijriah.

Sebanyak 31 unit SPKLU berada di Pulau Lombok yang tersebar di berbagai titik strategis seperti Kota Mataram dan wilayah penyangga, sementara 14 unit lainnya tersebar di Pulau Sumbawa dan Bima guna memastikan kemudahan akses bagi pengguna kendaraan listrik di seluruh wilayah NTB. Penyebaran ini mencakup lokasi-lokasi vital seperti pusat kota, destinasi wisata, serta jalur utama mudik.

Dari sisi kapasitas, SPKLU yang disiapkan memiliki variasi daya mulai dari 7 kW hingga 60 kW. Di Pulau Lombok, beberapa SPKLU memiliki kapasitas hingga 60 kW, sementara di Sumbawa dan Bima didominasi kapasitas 22 kW hingga 30 kW. Hal ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pengisian daya yang cepat dan efisien selama periode mobilitas tinggi Idulfitri.

Selain jumlah unit, PLN juga memastikan keandalan operasional dengan menyiagakan personel serta melakukan pemeliharaan berkala terhadap seluruh peralatan SPKLU. Upaya ini dilakukan untuk menjamin seluruh unit dalam kondisi prima dan siap melayani pengguna kendaraan listrik selama periode libur panjang.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa kesiapan SPKLU ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung ekosistem kendaraan listrik sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat selama momen Idulfitri. “Kami memastikan seluruh infrastruktur SPKLU dalam kondisi siap operasi untuk mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik, selama libur Idulfitri. Dengan total 45 unit yang tersebar di NTB, kami optimis kebutuhan pengisian daya dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Sri Heny.

Ia menambahkan bahwa PLN terus berupaya memperluas jaringan SPKLU seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, termasuk di wilayah NTB yang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata berbasis energi bersih. “Kehadiran SPKLU ini tidak hanya untuk mendukung kelancaran perjalanan saat Idulfitri, tetapi juga sebagai langkah PLN dalam mendorong transisi energi dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi,” tambahnya.

PLN juga mengimbau kepada pengguna kendaraan listrik untuk merencanakan perjalanan dengan baik, termasuk mengetahui lokasi SPKLU terdekat dengan fitur trip planner di aplikasi PLN Mobile, guna memastikan perjalanan tetap nyaman dan tanpa kendala selama periode libur.

“Dengan kesiapan infrastruktur dan dukungan penuh dari PLN, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik dan liburan Idulfitri dengan lebih aman dan nyaman.” Tutup Sri Heny.(r)

Duka di Tengah Lebaran, Tiga Kecamatan di Bima Diterjang Banjir

Bima (globalfmlombok.com) –

Banjir akibat hujan sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Bima, pada Sabtu (21/3/2026) siang. Bencana hidrometeorologi tersebut berdampak pada permukiman warga, infrastruktur, serta lahan pertanian di Kecamatan Soromandi, Wera, dan Woha.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, Ruslan, S.Sos., menyampaikan hujan terjadi mulai pukul 13.50 Wita hingga sekitar pukul 16.00 Wita. Kondisi tersebut memicu meluapnya sejumlah sungai dan drainase di wilayah terdampak.

Di Kecamatan Soromandi, banjir terjadi di Desa Sai sekitar pukul 15.00 Wita. “Air sungai meluap akibat tingginya debit air dari gunung, sehingga merendam permukiman warga, jalan raya, dan lahan pertanian. Selain itu, bronjong penahan sungai di jembatan limpasan mengalami kerusakan,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).

Kerusakan bronjong tersebut menyebabkan hilangnya struktur pelindung tebing sungai. “Kondisi ini berpotensi memicu longsor susulan, erosi tanah, serta meluapnya air ke permukiman warga di sekitar bantaran sungai,” sebutnya.

Banjir juga berdampak pada akses jalan provinsi lintas Sai-Sampungu. Arus lalu lintas sempat terganggu karena kendaraan tidak dapat melintas akibat derasnya arus air. “Saat ini, air banjir mulai berangsur surut, sementara pendataan terhadap lahan pertanian dan infrastruktur masih berlangsung,” katanya.

Di Kecamatan Wera, banjir terjadi di Desa Bala pada waktu yang hampir bersamaan, sekitar pukul 15.00 Wita. Banjir dipicu oleh meluapnya drainase yang tidak mampu menampung debit air dari gunung.

“Ketinggian air di Desa Bala bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter. Selain disebabkan kapasitas drainase yang terbatas, kondisi diperparah oleh adanya sampah yang menyumbat saluran air,” tuturnya.

Dampak banjir di Desa Bala menyebabkan tiga kepala keluarga atau 11 jiwa terdampak. Satu unit rumah beserta peralatan perbengkelan mengalami kerusakan, sementara dua unit rumah lainnya terendam banjir.

“Selain itu, satu kepala keluarga yang terdiri dari empat jiwa terpaksa mengungsi akibat banjir tersebut. Ruas jalan di Dusun Bala, RT 001/RW 001, juga tergenang air sehingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Tapi saat ini banjir telah surut dan warga melakukan pembersihan lumpur serta sampah,” urainya.

Sementara itu, di Kecamatan Woha, banjir terjadi di Desa Talabiu sekitar pukul 15.30 Wita. Tingginya debit air sungai menyebabkan kerusakan pada sayap Bendung La Nonu.

BPBD Kabupaten Bima memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir di tiga kecamatan tersebut. Namun, dampak terhadap lahan pertanian dan infrastruktur masih dalam proses pendataan.

“Tim BPBD melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait terdampak dan melakukan pengamatan, pendataan dan kaji cepat serta penanganan darurat bencana terhadap daerah terdampak,” ujarnya.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor.

BPBD Kabupaten Bima juga mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak di lokasi terdampak. “Kebutuhan tersebut meliputi bantuan tanggap darurat, logistik dan peralatan, serta alat berat berupa excavator untuk menggali sedimen di jembatan limpasan Desa Sai, Kecamatan Soromandi,” tutupnya. (hir)

 

31 Rumah Terbakar di Alas, 129 Jiwa Terdampak Kini Mengungsi di Rumah Keluarga

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com)-

Sebanyak 129 jiwa terdampak kebakaran di Kampung Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas pada Minggu (22/3) sekitar pukul 02.00 wita saat ini telah mengungsi dirumah keluarga terdekat. Bantuan logistik pun terus berdatangan untuk membantu meringankan beban keluarga yang terdampak bencana.

“Penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi kepolisian dan saat ini 129 jiwa terdampak mengungsi di rumah keluarga masing-masing,” kata kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa, Muhammad Nur Hidayat, Minggu (22/3).

Dayat melanjutkan, penanganan awal yang dilakukan saat ini yakni memastikan ketersediaan logistik bagi masyarakat terdampak. Bahkan dari Dinas Sosial (Disos) juga akan mendirikan dapur umum bagi masyarakat setempat agar mereka tidak semakin kesulitan dalam menjalani kehidupan.

“Kita sudah mulai melakukan pendistribusian logistik untuk membantu meringankan beban masyarakat mendirikan dapur umum darurat,” ucapnya.

Sebanyak 31 unit rumah dilalap si jago merah saat api mulai menghanguskan rumah-rumah warga pada Minggu dini hari tersebut.

Bupati Sumbawa Kenang Jasa Danru Pos Damkar Alas Sebagai Pejuang

Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, mengenang almarhum M. Solikin, anggota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) yang meninggal dunia saat menjalankan tugas kemanusiaan sebagai pejuang.

“Kepergian almarhum merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan Pemkab Sumbawa,” katanya dengan penuh haru saat melayat kerumah duka di Kebayan, Kelurahan Brang Biji, Minggu (22/3).

Haji Jarot mengaku, kehadirannya bukan sekadar menjalankan tugas sebagai kepala daerah. Melainkan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan keberanian almarhum dalam menjalankan tugas mulia menyelamatkan masyarakat.

“Almarhum adalah sosok yang berdedikasi tinggi dan tidak pernah gentar menghadapi risiko di lapangan. Gugurnya M. Solikin saat bertugas menjadi bukti nyata pengorbanan seorang pemadam kebakaran yang menjadikan kemanusiaan sebagai panggilan jiwa,” jelasnya.

Bupati juga menyempatkan diri duduk bersama ayah dan keluarga inti almarhum, memberikan dukungan moril sekaligus memastikan perhatian pemerintah daerah terhadap keluarga yang ditinggalkan.

Sekretaris Daerah, Budi Prasetiyo, yang turut mendampingi, menegaskan bahwa pemerintah akan mengurus seluruh hak almarhum sebagai abdi negara yang gugur dalam tugas, termasuk proses administrasi dan bentuk penghormatan lainnya.

“Kami pastikan semua hak almarhum dipenuhi. Prosesnya akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya. (Ils)

Libur Idul Fitri, MGPA Tawarkan Program Lampaq di Sirkuit Mandalika dengan Harga Promo

Mandalika (globalfmlombok.com) –

Menyambut momen Hari Raya Idul Fitri, Pertamina Mandalika International Circuit menghadirkan berbagai pilihan aktivitas seru yang dapat dinikmati masyarakat dan wisatawan selama berkunjung ke kawasan The Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Beragam experience otomotif hingga wisata sirkuit ditawarkan dengan harga promo spesial, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan langsung sensasi berkendara di lintasan balap kelas dunia.

Selama periode libur Idulfitri, pengunjung dapat menikmati program Lampaq di Sirkuit dengan harga promo Rp50.000 per orang dari harga normal Rp75.000. Aktivitas ini tersedia setiap akhir pekan pada pukul 06.00–09.00 WITA dan 17.00–18.00 WITA, sementara pada hari kerja dapat dibuka dengan minimum booking 20 peserta.

Selain itu, tersedia juga Taxi Ride dengan harga promo Rp400.000 untuk 2 lap dari harga normal Rp650.000 untuk 3 lap, serta CBR 250 Experience dengan harga promo Rp400.000 untuk 3 lap dari harga normal Rp450.000 untuk 3 lap. Pengunjung juga dapat menikmati Drift Kart dengan biaya Rp100.000 per lima menit yang berlaku kelipatan waktu.

Berbagai aktivitas ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin mengisi waktu libur Lebaran dengan pengalaman berbeda, mulai dari menikmati atmosfer motorsport hingga menyaksikan panorama pesisir Mandalika yang ikonik, termasuk momen matahari terbenam di area Tikungan 10. Selain aktivitas berkendara, pengunjung juga dapat mengunjungi berbagai atraksi dan fasilitas wisata lain yang tersedia di kawasan The Mandalika.

Sebagai informasi, Sirkuit Mandalika akan TUTUP untuk umum pada tanggal 21–22 Maret 2026 dalam rangka Hari Raya Idulfitri, dan akan kembali beroperasi normal mulai 23 Maret 2026.

Priandhi Satria, Direktur Utama PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA), perusahaan yang ditunjuk untuk mengelola Pertamina Mandalika International Circuit oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), menyampaikan bahwa momentum Idulfitri menjadi kesempatan yang tepat untuk mengajak masyarakat berwisata sekaligus merasakan experience berbeda di kawasan Mandalika.

“Libur Idul Fitri adalah momen kebersamaan bersama keluarga dan kerabat. Kami mengundang masyarakat untuk berkunjung ke Mandalika, menikmati berbagai aktivitas di sirkuit, sekaligus merasakan suasana wisata yang lengkap di kawasan ini. Kami berharap kehadiran berbagai experience ini dapat memberikan kesan positif bagi wisatawan serta mendorong pertumbuhan sport tourism di Mandalika,” ujar Priandhi Satria.

Untuk informasi dan pemesanan aktivitas, masyarakat dapat langsung menghubungi admin resmi Sirkuit Mandalika melalui WhatsApp di nomor +62 821-2559-6792.

Melalui berbagai pilihan experience seru ini, Sirkuit Mandalika terus berupaya menghadirkan destinasi wisata otomotif yang inklusif dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara selama momen libur Idulfitri. (MGPA)

31 Unit Rumah di Alas Alami Kebakaran, Satu Orang Petugas Damkar Meninggal Dunia

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com)-

Sebanyak 31 unit rumah yang berada di pemukiman padat penduduk di di Kampung Sawo, Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas ludes terbakar, Minggu (22/3) sekitar pukul 02.00 wita serta merenggut nyawa petugas pemadam kebakaran (damkar) usai tersengat aliran listrik.

“Penyebab kebakaran masih dalam tahap investigasi kepolisian, tetapi dugaan awal akibat puntung rokok dari salah satu rumah warga yang dibuang sembarangan,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) H. Sahabuddin, kemarin.

Ia melanjutkan, kebakaran pertama kali muncul dari rumah milik H. M. Nur. Berdasarkan informasi sementara dari warga dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), api diduga berasal dari puntung rokok yang belum padam serta obat nyamuk yang masih menyala.

“Api dengan cepat membesar karena kondisi permukiman yang padat penduduk dan sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu sehingga mudah terbakar,” ucapnya.

Proses pemadaman terhadap rumah tersebut berlangsung cukup lama, karena petugas kesulitan untuk mencapai lokasi yang merupakan pemukiman padat penduduk. Selain itu, sumber air yang minim juga menjadi kendala di lapangan saat proses pemadaman.

“Di proses pemadaman kita turunkan 3 unit mobil pemadam dari Pos Kecamatan Alas dan satu unit fire jeff, sehingga api bisa dikendalikan dan tidak merembet ke rumah lainnya,” ucapnya.

Dalam proses pemadaman, insiden tragis menimpa salah satu personel. Petugas bernama M. Solikin dinyatakan meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik saat berupaya menjinakkan api di tengah lokasi yang masih dialiri aliran listrik.

“Kami kehilangan pahlawan. Almarhum M. Solikin gugur dalam tugas mulia. Kami tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan PLN untuk memastikan keamanan listrik di lokasi agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.

Selain korban jiwa dari kalangan petugas, bencana ini juga menyebabkan puluhan keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka yakni Astari, Hamzah Tifa, Hamzah Naf, Haji M. Nur, Hasbulah, Ahmad Seleha, Haji Dar Ahmad, Tabrin, Masrikuling, Adi Rahma, Hamid, M. Saen, Hadijah A. Rahman, Amhad Asan, Nurhayati Remo, Samsul Rahma, M. Ali Saleha, Salma, Hendro, Doari Adam, Ardes, M. Saleh Taram, Junaidi, Iyah Haji Safar, Sakariah Haji M. Son, Atil, Ismail, dan Hasan Esah.

Ia meyakinkan, saat ini tim gabungan dari Damkartan, BPBD, TNI, Polri, serta relawan warga masih terus melakukan pendinginan dan evakuasi puing-puing bangunan. Pemerintah Desa Kalimango telah mendirikan posko darurat dan dapur umum bagi para pengungsi yang saat ini tersebar di rumah-rumah kerabat serta balai desa.

“Alhamdulillah api sudah berhasil kita padamkan. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib, sementara kerugian materi diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” terangnya.

Seray mengimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran di musim kemarau. Terutama dengan memastikan kompor, listrik, dan sumber api lainnya dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah atau saat hendak tidur.

“Kita harus waspada kemungkinan yang akan terjadi dengan tetap melakukan pengecekan secara intensif terhadap instalasi kelistrikan yang kita miliki,” tukasnya. (ils)

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Jakarta (globalfmlombok.com)-

Suara lonceng yang memecah keheningan di lereng Gunung Agung menjadi mukadimah bagi sebuah harapan baru. Di Pura Kancing Gumi, Bali, doa-doa melambung setinggi 250 meter dari permukaan laut, memohon keselamatan bagi alam semesta.

Namun, masyarakat di kawasan Hutan Mahawana Basuki Besakih menyadari bahwa doa harus beriringan dengan laku nyata.

Melalui filosofi Tri Hita Karana—keseimbangan hubungan antara manusia, Tuhan, dan alam—Pertamina hadir melalui program Hutan Lestari. Inisiatif reforestasi pasca-erupsi Gunung Agung tahun 2017 ini kini tak sekadar menghijaukan kembali lereng yang sempat mati suri, tetapi juga menghidupkan kembali sendi-sendi ekonomi warga desa.

I Nyoman Artana, sosok local hero di balik transformasi ini, menegaskan pentingnya menjaga Besakih sebagai Huluning Bali Rajya atau hulu dari Pulau Dewata. “Mengelola lingkungan harus dimulai dari hulu. Jika lokasi ini tidak dipelihara dengan baik, Bali akan rentan terhadap bencana dan perubahan iklim,” ujarnya dengan nada penuh penekanan.

Hasil dari menjaga “hulu” ini pun berbuah manis. Kelompok binaan Nyoman kini mampu memanen 100 hingga 150 kg madu per tahun, dengan harga jual mencapai Rp500.000 per liter untuk madu kelanceng yang berkhasiat tinggi. Tak hanya itu, geliat wisata alam di lokasi ini melonjak drastis dengan pendapatan kelompok mencapai Rp120 juta per bulan, sekaligus membuka lapangan kerja bagi puluhan warga sebagai pengelola wisata.

Semangat menjaga alam ini pun bergema hingga ke tanah Lampung. Di Ulubelu, seorang pria bernama Wastoyo menjadi saksi hidup bagaimana hutan bisa mengubah karakter seseorang. Jika dulu hutan adalah medan perburuan dan sasaran gergaji mesin, kini hutan adalah rumah yang ia proteksi dengan sepenuh hati.

“Dulu, menebang pohon adalah cara instan kami untuk menyambung hidup karena ketidaktahuan. Kami terjebak dalam siklus perusakan demi sesuap nasi,” kenang Wastoyo.

Titik balik terjadi saat Pertamina memperkenalkan Sekolah Hutan Lestari. Melalui pendampingan intensif kepada KUPS Margo Rukun, para mantan pemburu ini bertransformasi menjadi pembudidaya ulung. Mereka tidak hanya menanam 50.000 bibit pohon Multi-Purpose Tree Species (MPTS) untuk menahan erosi, tetapi juga mengubah limbah kopi menjadi pupuk berkualitas melalui unit Pertaganik Bestari.

Keberhasilan ini tercermin dari angka yang fantastis: KUPS Margo Rukun kini mencatatkan omzet hingga Rp2,2 miliar per tahun. Produk bibit dan konsep budidaya lebah mereka bahkan telah diadopsi oleh berbagai perusahaan multinasional sebagai standar rehabilitasi lahan di Lampung.

Bergeser ke pesisir Selatan Jawa, sebuah cerita unik lahir dari tangan dingin Wahyono di Kampung Laut, Cilacap. Di tempat yang dulunya gundul akibat pembalakan mangrove besar-besaran, Wahyono sempat dianggap “gila” oleh warga sekitar karena kegigihannya menanam kembali bakau di atas lahan yang gersang dan penuh udang yang mati terserang penyakit.

“Dulu semuanya gersang, namun, saya yakin mangrove adalah ‘pabrik’ alami kita, kini, keraguan warga sirna.” ujar Wahyono.

Pembibitan mandiri Wahyono mampu memproduksi hingga 800 ribu bibit mangrove setiap tahunnya. Kawasan tersebut kini telah bermetamorfosis menjadi pusat eduwisata yang diakui peneliti mancanegara sebagai model pemulihan ekosistem pesisir.

Wahyono dengan haru menutup ceritanya, “Dulu mereka bilang saya gila, sekarang kita ‘gila’ bersama-sama untuk menjaga hutan demi masa depan anak cucu.”

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa ketiga cerita sukses ini adalah bukti nyata komitmen Pertamina dalam mendukung program kedaulatan pangan nasional, sejalan dengan visi pemerintah era Presiden Prabowo Subianto.

Program Hutan L3stari telah menanam lebih dari delapan juta pohon produktif dan mangrove serta telah membina masyarakat sekitar melalui integrasi antara reforestasi, pemberdayaan ekonomi, dan edukasi generasi muda.

“Pertamina membuktikan bahwa menjaga energi bumi bisa sejalan dengan menghidupkan kemandirian masyarakat, hutan tidak lagi hanya dijaga agar tidak rusak, tapi dirawat agar terus memberi kehidupan.” Lanjut Baron.

Program Hutan Lestari berkontribusi pada pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mengakhiri kelaparan (SDG 2), memastikan konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDG 12), serta aksi iklim (SDG 13). Selain itu, inisiatif ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), yang menjadi landasan Pertamina dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan.(r)

Idulfitri 1447 H, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Kebersamaan Membangun NTB

Mataram (globalfmlombok.com) – Pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (21/3/2026) berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Ribuan jemaah memadati halaman Bumi Gora Kantor Gubernur NTB di Mataram, larut dalam gema takbir yang menandai berakhirnya Ramadan.

Momentum Idulfitri tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penutup ibadah puasa, tetapi juga sebagai titik awal untuk merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Ramadan membekas dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana yang syahdu, ribuan jemaah dari berbagai latar belakang berdiri dalam satu saf, melebur dalam kesederhanaan dan kebersamaan. Perbedaan suku, profesi, hingga asal daerah seolah hilang, digantikan oleh kesatuan arah dalam beribadah.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan merupakan “madrasah kehidupan” yang mengajarkan keseimbangan antara kesalehan pribadi dan sosial.

Menurutnya, puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri secara menyeluruh, mulai dari ucapan, tindakan, hingga keinginan.

“Tidak semua yang mampu kita lakukan harus dilakukan, dan tidak semua yang kita inginkan harus diwujudkan. Di situlah letak kebijaksanaan,” ujarnya.

Ia menilai, di tengah kehidupan yang semakin dinamis dan kompetitif, kemampuan mengendalikan diri menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai persoalan. Banyak permasalahan, kata dia, justru muncul bukan karena keterbatasan, melainkan karena ketidakmampuan menahan diri.

Lebih jauh, Gubernur Iqbal menekankan bahwa nilai-nilai Ramadan, seperti kepedulian sosial melalui zakat dan semangat berbagi, harus terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada percepatan program, tetapi juga pada keseimbangan antara capaian dan kebermanfaatan, serta antara kekuatan dan kepedulian.

“NTB tidak hanya dibangun dengan kebijakan, tetapi juga dengan hubungan sosial yang sehat dan rasa saling percaya,” katanya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial. Kebersamaan, lanjutnya, merupakan fondasi utama dalam mewujudkan daerah yang makmur dan berdaya saing.

Pelaksanaan salat Idulfitri tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kebersamaan dapat terbangun dari hal-hal sederhana, seperti saling memahami, peduli, dan hadir bagi sesama.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur mengingatkan bahwa Idulfitri bukanlah akhir, melainkan awal langkah untuk membangun kehidupan yang lebih baik secara bersama-sama.

“Jalan menuju NTB yang makmur dan mendunia hanya bisa dilalui dengan kebersamaan, kepedulian, dan ketulusan,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Idul Fitri dan Pesan Gubernur Iqbal: Membangun NTB dengan Kebersamaan