Giri Menang (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Bupati (Wabup) Lobar, Hj. Nurul Adha mendorong Sekda Lobar, H. Fauzan Husniadi yang baru saja dilantik untuk memperkuat birokrasi, soliditas antarperangkat daerah, dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Beberapa hal ini menjadi pesan utama dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Sekda Lobar yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lobar, Rabu (4/11/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Wabup Lobar dan dihadiri Gubernur NTB, Anggota Komisi II DPR RI, pimpinan DPRD Lobar, Ketua TP PKK Lobar, unsur Forkopimda, Pj. Sekda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, kepala OPD, mantan Sekda Lobar, pimpinan lembaga dan organisasi mitra kerja, serta tokoh agama dan masyarakat.
Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal bersama Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha berharap Sekda definitif, H. Fauzan Husniadi, mampu membangun sistem pemerintahan yang profesional, solid, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan ucapan selamat kepada Wabup Lobar beserta seluruh jajaran pemerintah daerah atas terselesaikannya proses transisi kepemimpinan birokrasi melalui pelantikan Sekda definitif.
Ia berharap Sekda yang baru dapat menjadi mitra strategis kepala daerah dalam mengendalikan jalannya pemerintahan sekaligus memastikan seluruh sistem birokrasi berjalan secara efektif dan berkesinambungan.
Menurut Gubernur, Sekda memiliki posisi strategis sebagai pengendali internal birokrasi dan penjaga keberlangsungan sistem pemerintahan. Karena itu, Sekda dituntut mampu membangun tata kerja yang kuat, profesional, dan tidak bergantung pada figur atau individu tertentu.
“Bangun sistem, jangan tergantung kepada orang. Siapa pun pemimpinnya, birokrat harus tetap profesional dan tegak lurus kepada pimpinan yang dipilih rakyat,” pesannya.
Ia menjelaskan, kepemimpinan politik dapat berganti setiap lima tahun, tetapi birokrasi harus tetap berjalan secara profesional sebagai bagian dari kesinambungan pemerintahan. Dengan sistem yang kuat, program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
Gubernur juga mengingatkan bahwa keberhasilan membangunj pemerintahan tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, sistem birokrasi yang tertata dengan baik akan melahirkan kebijakan yang berkualitas, pelayanan publik yang semakin baik, serta menjadi fondasi bagi pemerintahanM selanjutnya.
Sementara itu, Wabup Lobar, Hj. Nurul Adha menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTB atas dukungan serta pendampingan yang diberikan selama proses transisi hingga terlaksananya pelantikan Sekda definitif.
Ia mengajak seluruh kepala OPD dan jajaran ASN menjadikan momentum tersebutk sebagai titik awal memperkuat kebersamaan, soliditas, dan sinergi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Wabup menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bekerja sebagai satu kesatuan, tanpa pengelompokan maupun ego sektoral yang dapat menghambat pencapaian target pembangunan.
“Tidak boleh lagi ada kubu-kubuan. Mari kita bersama-sam jg membangun soliditas dan sinergitas. Tidak ada lagi OPD yangj bekerja sendiri-sendiri atau mengedepankan ego sektoral. Kita harus menjadi satu tim, yaitu Pemkab Lobar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga mengingatkan sejumlah tantangan pembangunan yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama seluruh perangkat daerah. Di antaranya penurunan angka kemiskinan dari 11,90 persen menjadi 11,60 persen, penanganan stunting sebesar 8,93 persen, serta persoalan anak tidak sekolah yang tercatat sebanyak 7.364 anak.
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja. Diperlukan koordinasi yang kuat, kolaborasi lintas sektor, serta kepemimpinan Sekda yang mampu menyatukan seluruh potensi dan sumber daya pemerintah daerah.
Selain persoalan sosial, Wabup juga menekankan pentingnya pembenahan tata kelola pemerintahan, terutama dalam pengelolaan keuangan daerah. Penguatan koordinasi antara eksekutif dan legislatif serta tindak lanjut terhadap berbagai catatan perbaikan tata kelola menjadi agenda penting yang harus segera diperhatikan.
Ia berharap Sekda yang baru mampu menjalankan fungsi koordinasi dan pengendalian secara optimal sehingga setiap program pemerintah daerah dapat terlaksana secara terarah, transparan, dan akuntabel.
Lebih lanjut, Umi Nurul mengingatkan bahwa pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial maupun pengambilan sumpah jabatan. Di balik jabatan tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk bekerja dengan integritas, menunjukkan kinerja terbaik, serta memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pelantikan ini bukan hanya pengambilan sumpah yang disaksikan bersama, tetapi memiliki makna tanggung jawab yang besar. Ini menjadi amanah bagi Sekda, bagi saya, dan bagi kita semua untuk bersama-sama membangun Lobar,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Wabup mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah menjadikan pelantikan Sekda definitif sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan membangun pemerintahan yang semakin baik.
Dengan sinergi seluruh perangkat daerah, kepemimpinan yang profesional, serta komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. (her)


