Mataram (globalfmlombok.com)-
Perum Bulog Kantor Wilayah NTB menyiapkan 20 ton beras, 30.000 liter minyak goreng, dan 2 ton gula pasir untuk kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia, Kamis 22 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi.
Wakil Pimpinan Wilayah (Wapimwil) Perum Bulog NTB, Sri Rejeki Lestari Y, mengatakan GPM merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau bagi masyarakat.
“Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memastikan pangan tersedia dalam jumlah yang cukup, dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik,” ujarnya.
Sri Rejeki menjelaskan, Bulog terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan melalui pelaksanaan GPM dan berbagai saluran distribusi lainnya.
Sepanjang Januari hingga Oktober 2026, Bulog NTB telah bekerja sama dengan pemerintah daerah melaksanakan GPM sebanyak sekitar 367 kali. Jumlah tersebut belum termasuk kegiatan GPM dalam rangka Hari Pangan Sedunia.
“Ini terus berjalan. Sampai akhir tahun sudah terjadwal kegiatan GPM bersama pemerintah daerah, Dinas Ketahanan Pangan, dan Disperindag. Targetnya lebih dari 400 kali kegiatan,” katanya.
Khusus GPM dalam rangka Hari Pangan Sedunia yang dilaksanakan selama dua hari di sembilan titik, Bulog menyiapkan sekitar 20 ton beras, 30.000 liter minyak goreng, dan 2 ton gula pasir.
Berdasarkan data Bulog NTB, penyaluran Minyak Kita sepanjang 2026 mencapai 3.271.140 liter melalui berbagai saluran distribusi. Sementara itu, penyaluran gula pasir melalui GPM tercatat sekitar 73.000 kilogram, dengan total penyaluran melalui seluruh saluran mencapai 277.000 kilogram.
Adapun penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui seluruh saluran penjualan tercatat sebesar 19.960.585 kilogram, sedangkan penyaluran melalui GPM mencapai 1.308.395 kilogram.
Dalam kegiatan tersebut, beras SPHP dijual dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium sebesar Rp13.500 per kilogram. Sementara itu, Minyak Kita dijual dengan harga maksimal Rp15.700 per liter.
Sri Rejeki menegaskan, upaya menjaga ketahanan pangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, terutama Bulog dan pemerintah daerah.
“Kami harus bersinergi dengan pemerintah daerah. Komitmen kami adalah mendukung seluruh program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah daerah,” tuturnya.(ris/r)


