Praya (globalfmlombok.com)-
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026. Langkah ini ditujukan untuk menjaga pasokan, keterjangkauan harga, serta daya beli masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan bertema ”SIGAP PANGAN: Sinergi Penguatan dan Akselerasi Produksi–Hilirisasi Pangan NTB” tersebut digelar di Kantor Bupati Lombok Tengah, Rabu (21/10/2026).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Hario Kartiko Pamungkas menyampaikan, inti kegiatan GPIPS adalah implementasi strategi 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif). Implementasi dilakukan melalui penguatan pasokan, pemeliharaan daya beli, serta perluasan kerja sama antardaerah.
”Terkait dengan pasokan, kami juga melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sini. GPM ditujukan untuk kebutuhan jangka pendek guna menjaga daya tahan dan daya beli masyarakat,” kata Hario.
Dalam gelaran GPM, BI NTB menghadirkan berbagai komoditas pangan yang kerap menjadi penyumbang inflasi di NTB, seperti cabai dan tomat. Penyediaan komoditas tersebut diharapkan dapat menekan fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Selain menggelar GPM secara langsung, BI NTB bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kabupaten/kota se-NTB terus memfasilitasi pelaksanaan kegiatan serupa di berbagai titik. Hario pun mengimbau seluruh TPID di tingkat kabupaten dan kota untuk terus mengawal stabilitas inflasi hingga akhir tahun 2026.(ris)


