Praya (globalfmlombok.com) – Aktivitas penerbangan rute Lombok-Jakarta di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) kini sudah dinyatakan kembali normal. Penerbangan rute Lombok-Jakarta sempat ditutup selama dua hari akibat dari penutupan Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Tangerang, Banten dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Pembukaan kembali penerbangan rute Lombok-Jakarta ditandai dengan kedatangan pesawat Lion Air JT 656 rute Jakarta–Lombok di BIZAM pada Selasa (8/9/2026), pukul 08.09 Wita.
“Seiring dengan kembali beroperasinya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penerbangan antara Jakarta dan Lombok atau sebaliknya sudah mulai kembali beroperasi,” sebut General Manager PT Angkasa Pura (AP) Indonesia BIZAM Aidhil Philip Julian, dalam keterangan, Selasa (8/9/2026) siang.
Ia menjelaskan, kondisi pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya menjadi alasan dilakukan penghentian sementara operasional Bandara Soekarno-Hatta, saat ini telah dinyatakan aman oleh otoritas penerbangan dan BMKG. Atas dasar itu terhitung mulai Selasa dini hari pukul 00.30 WIB, Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah kembali beroperasi.
Kendati demikian, pihaknya tetap meminta kepada seluruh calon penumpang khususnya di rute Lombok-Jakarta agar tetap meng-update informasi penerbangan yang ada secara berkala. Mengingat kondisi aktifitas Gunung Anak Krakatau bisa berubah sewaktu-waktu. Sehingga bisa berdampak pada aktifitas penerbangan di rute tersebut.
“Kita akan terus meng-update setiap perkembangan kondisi yang ada. Untuk itu mohon para calon penumpang bisa tetap memantau perkembangan informasio yang ada. Bak melalui kanal informasi resmi maskapai masing-masing sebelum menuju bandara ataupun layanan Contact Center InJourney Airports yang dapat diakses melalui nomor telepon 172,” jelasnya.
Selama penutupan rute penerbangan Lombok-Jakarta pada Minggu dan Senin kemarin, tambah Branch Communication & CSR Department Head PT AP Indonesia BIZAM, Hidya Putri Ramadhina, total ada 37 penerbangan di rute Lombok-Jakarta yang terpaksa harus dibatalkan oleh pihak maskapai. Dengan total penumpang terdampak mencapai 5.025 orang.
Sejauh ini pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan seluruh stakeholder terkait lainya. Untuk memastikan pelayanan serta operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman dan lancar. “Koordinasi dengan pihak terkait terus dilakukan,” tegas Hidya. (kir)


