Mataram (globalfmlombok.com) — Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, aktif menggelar sosialisasi bahaya narkoba di sekolah. Langkah ini diambil untuk mencegah remaja dan siswa terjerat kenakalan serta tindakan negatif lainnya.
Kepala Bidang Kepemudaan Dikpora NTB, H. Tarmidzi, menyampaikan bahwa pihaknya mulai merutinkan jadwal sosialisasi ke sekolah. Dalam pelaksanaannya, Dikpora menggandeng Densus 88 sebagai mitra kerja sama.
Tarmidzi menjelaskan, sosialisasi ini merupakan wujud kepedulian Bidang Kepemudaan Dikpora terhadap generasi muda yang dinilai rentan terpengaruh dampak buruk lingkungan. “Apalagi kenakalan-kenakalan remaja ini. Makanya, itu kami ada MoU kerja sama dengan Densus 88 Kepemudaan, bersama ini untuk minimal kita ada pencegahan dini dalam artian kita masuk ke sekolah-sekolah,” ujarnya usai melaksanakan sosialisasi di SMAN 9 Mataram, Jumat (4/9).
Kegiatan ini tidak berhenti pada penyampaian materi semata. Densus 88 menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti setiap laporan terkait tindakan negatif yang merugikan di lingkungan sekolah.
Selain siswa, sasaran sosialisasi akan diperluas ke jajaran mahasiswa serta pemuda rentang usia 16–30 tahun. Jangkauan lokasinya pun tidak terbatas di Pulau Lombok, melainkan akan meluas hingga ke Pulau Sumbawa.
Bidang Kepemudaan Dikpora akan makin memasifkan gerakan ini. Selain bermitra dengan lembaga resmi, Dikpora berencana memberdayakan Duta Genre untuk mengampanyekan bahaya narkoba. Pelibatan antarpemuda ini dinilai membuat pesan lebih mudah diterima sekaligus mendorong peran aktif pemuda dalam pencegahan kenakalan remaja.
“Karena untuk sosialisasi biasanya kalau sekolah-sekolah itu, yang mantap itu yang memang selevel, yang satu sinyal. Dalam artian mereka yang Gen Z yang mengisi acara itu, itu menarik,” pungkasnya. (sib)


