Tanjung (globalfmlombok.com) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melakukan rapat persiapan menyusul rencana kunjungan Putri Mahkota Swedia, Victoria, ke Indonesia, 4-8 September 2026. Lombok Utara adalah salah satu daerah yang rencananya akan dikunjungi.
Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, S.T.,M.T., dalam rapat persiapan bersama seluruh jajaran OPD lingkup Pemda Lombok Utara di aula kantor Bupati, Rabu (2/9), mengungkapkan pihaknya dengan senang hati menyambut kedatangan Putri Victoria.
Pihaknya bersyukur, di antara banyak daerah yang dikunjungi, Putri Victoria memilih Lombok Utara. Ia meminta semua pihak khususnya OPD, untuk bersinergi mematangkan persiapan penyambutan khususnya di lokasi-lokasi yang dikunjungi.
Kunjungan Putri Victoria menjadi sebuah kehormatan bagi KLU. Diharapkan, dari kunjungan internasional Putri Mahkota ini, akan semakin mengenalkan KLU di mata dunia.
“Walaupun ini bukan kunjungan kenegaraan, akan tetapi ini merupakan bagian dari kunjungan antarnegara oleh Putri Mahkota langsung dari Swedia. Hal ini patut kita ucapkan terima kasih, karena Kabupaten Lombok Utara merupakan bagian penting dari lokasi yang dikunjungi,” ujarnya.
Menurut rencana kunjungan, rombongan Putri Victoria akan mengunjungi Bale KITA Provinsi NTB pada Sabtu, 5 September 2026. Bale KITA merupakan gerai penyaluran produk UMKM Provinsi NTB. Dari sana, rombongan akan melanjutkan perjalanan ke SMKN 1 Pemenang untuk melihat pembangunan rekonstruksi gedung pascagempa yang didukung pendanaan KFW.
Selanjutnya, Putri Mahkota Victoria dijadwalkan mengunjungi Puskesmas Pemenang untuk melihat pengembangan sistem monitoring logistik kesehatan (SMILE) yang mendapat dukungan UNDP. Program tersebut juga diketahui telah memperoleh penghargaan Global Award.
Sementara pada Minggu (6/9), Putri Victoria dijadwalkan untuk mengunjungi Gili Meno. Sejumlah kegiatan yang mengangkat isu ekonomi biru dan pelestarian lingkungan, disisipi dengan dialog mengenai inisiatif ekonomi biru bersama masyarakat lokal, kunjungan ke penangkaran penyu, pelepasan tukik, transplantasi terumbu karang serta diskusi mengenai pengembangan rumput laut.
Rombongan kemudian dijadwalkan mengunjungi Kampung Adat Bayan, termasuk Hutan Adat Bayan dan Mata Air Mandala. Dalam agenda tersebut juga direncanakan kegiatan penanaman pohon di sekitar mata air serta dialog bersama masyarakat adat Bayan di Desa Karang Bajo.
Pemkab Lombok Utara bersama Pemprov NTB terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kesiapan setiap lokasi dan agenda yang akan dikunjungi.
“Kita berharap kunjungan ini menjadi momentum positif dalam mempererat hubungan dan kerja sama internasional antara pemerintah Indonesia dengan Swedia, sekaligus memperkenalkan potensi Lombok Utara dalam bidang pariwisata, pendidikan, kesehatan, ekonomi biru, konservasi lingkungan, serta kearifan lokal masyarakat adat,” demikian ujar Kusmalahadi. (ari)


