Mataram (globalfmlombok.com) – Pelaksanaan Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB ke-XIII pada, Minggu (30/8) terasa berbeda. Forum tertinggi untuk menentukan keberlangsungan organisasi olahraga daerah itu, dipenuhi pendukung Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebagai Ketum KONI NTB selanjutnya.
Dari pantauan Suara NTB, beberapa peserta Musorprov memakai rompi berwarna orange terang. Di depan rompi tertulis tagar “LMI (Lalu Muhamad Iqbal) for KONI NTB”. Sementara di belakangnya tertera slogan “Bangkit Bersama Majukan Olahraga”.
Para peserta merupakan anggota dari sejumlah Cabang Olahraga (Cabor) dan KONI kabupaten/kota yang mendukung Gubernur Iqbal sebagai Ketum KONI NTB periode 2026-2030. Keikusertaan sejumlah peserta dengan rompi tersebut, merupakan wujud dukungan pendukung Gubernur Iqbal dalam kontestasi perebutan kursi KONI NTB.
Walaupun sebelumnya, jalan Gubernur Iqbal dan lawannya, Mori Hanafi selaku petahana dalam pertarungan memperebutkan jabatan Ketum KONI NTB terganjal syarat. Gubernur Iqbal tak memenuhi syarat pernah memimpin Cabor dan KONI daerah, sementara Mori belum mampu memenuhi syarat suara atau dukungan 30 persen dari Cabor dan Konida. Mereka berdua akhirnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).
Ketua KONI Kota Mataram, H. Firadz Pariska selaku salah satu pendukung Gubernur Iqbal menjelaskan, kehadiran peserta Musorprov yang mengenakan rompi orange merupakan bentuk dukungan Cabor dan Konida yang dari awal mengharapkan Gubernur Iqbal memimpin KONI selanjutnya.
“Yang pasti ini semangat dari teman-teman cabor selaku pendukung beliau untuk mengikuti acara Musprov ini. Tentu ini kita tidak usah terlalu berpikir jauh ya, bahwa pasti teman-teman akan mengikuti sesuai dengan mekanisme yang ada, sesuai dengan AD/ART, juklak dan juknis. Tapi tentunya ini adalah bagian ekspresi dari semangat teman-teman pendukung Lalu Muhamad Iqbal, seperti itu,” ujarnya, Minggu (30/8) usai mengikuti pembukaan Musorprov.
Meski hadir sebagai petarung baru, Gubernur Iqbal memiliki basis pendukung yang cukup besar. Tercatat, ada sekitar 37 Cabor dan delapan KONI kabupaten/kota mendukung Iqbal menjadi nakhoda KONI berikutnya.
Ditanya, apakah kehadiran pendukung di Musorprov ini sebagai sinyal Gubernur Iqbal akan mencalonkan diri lagi jika seleksi kembali dibuka, Firadz menyampaikan pihaknya akan mengikuti sesuai mekanisme.
Berdasarkan susunan acara, Musorprov kali ini tidak akan langsung memilih Ketum KONI. Mengingat dua bakal calon Ketum KONI dinyatakan TMS. Alhasil, Musorprov hanya akan melangsungkan sesi laporan pertanggungjawaban kepemimpinan KONI periode 2022-2026.
“Kita ikuti saja dulu prosesnya. Kita tidak bisa berbicara jauh karena kita juga belum mengetahui hasil akhir dari ini, nanti apakah langsung akan ditunjuk Caretaker atau bagaimana,” terangnya.
Ia berharap sosok caretaker yang nantinya diamanahkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya sesuai AD/ART KONI yang berlaku. “Tentunya harapan kita nanti seandainya ada Musprovlub yang berikutnya, yang pasti akan menghasilkan hasil yang menjadi harapan kita bersama masyarakat olahraga Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Bima, Alfian mengatakan, pihaknya berharap Gubernur Iqbal dapat memimpin KONI NTB pada periode berikutnya. Ia menilai Gubernur Iqbal cocok nakhodai KONI NTB mengingat posisinya sebagai kepala daerah yang mempunyai kewenangan lebih. Utamanya dalam kebijakan anggaran pengembangan olahraga daerah.
“Sehingga mudah-mudahan kalau beliau nanti terpilih bisa memberikan kemajuan bagi olahraga Nusa Tenggara Barat tentunya, apalagi kita menjadi tuan rumah PON.
Dukungan kepada mantan Dubes RI untuk Turki itu, tetap mengalir meski diketahui sebelumnya, Gubernur Iqbal dinyatakan TMS lantaran tak pernah memimpin Cabor atau Konida sebagai salah satu syarat menjadi calon.
Alfian memilih menyerahkan semua penyelesaian persoalan tersebut kepada Caretaker yang akan ditunjuk pusat. Ia meyakini syarat yang mengganjal jalannya Gubernur untuk maju sebagai Ketum KONI berpeluang berubah melalui mekanisme yang telah diatur dalam regulasi organisasi.
“Ya, makanya nanti kan tergantung caretaker. Apakah persyaratan itu tetap dimasukkan atau dihilangkan tergantung dari caretaker-nya,” pungkasnya. (sib)


