BerandaPemerintahanLombok BaratPemkab Lobar Kirimkan 10 Ribu Liter Air, “Dahaga” Warga Bukit Tinggi Terobati...

Pemkab Lobar Kirimkan 10 Ribu Liter Air, “Dahaga” Warga Bukit Tinggi Terobati Sementara

Giri Menang (globalfmlombok.com) – “Dahaga” warga Dusun Tunjang Polak Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari Lombok Barat (Lobar) seolah terobati dengan bantuan air yang dikirim Pemkab Lombok Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Satpol PP dan PDAM serta Pemdes sempat pada Senin (24/8/2026).

Pasalnya, warga yang telah lama mengalami krisis air selama beberapa pekan terakhir telah menunggu bantuan air tersebut. Kepala Desa Bukit Tinggi, Ahmad Mutakkin mengatakan, laporan masyarakat terkait kekeringan ini sejak tanggal 12 Agustus 2026. Pihaknya langsung merespons keluhan warga ini dengan bersurat ke BPBD untuk minta bantuan penyaluran atau droping air untuk warganya di Dusun Tunjang Polak.

“Alhamdulillah kami direspons Bu Wabup dan BPBD, air sudah di-droping,” katanya.

Ia dan warganya pun merasa bersyukur atas bantuan air tersebut, karena paling tidak bisa memenuhi kebutuhan dua-tiga hari ke depan. Saat ini di desa itu baru satu dusun yang sangat kekurangan air. Sedangkan di wilayah bagian atas masih bisa ditanggulangi melalui sumber air di wilayan itu.

Warga yang kekurangan air mesti ke sungai mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi untuk dikonsumsi, air sungai itu tidak layak, karena dipakai warga untuk mandi dan mencuci pakaian.

“Sehingga harapan kami satu-satunya bantuan dari Pemda ini untuk bisa dikonsumsi kami berterima kasih kepada Bu Wabup dan OPD terkait,” imbuhnya.

Kekeringan terjadi karena debit sumber air untuk kebutuhan warga menyusut, sehingga tidak bisa dialiri ke rumah-rumah penduduk. Terutama dusun yang berada pada bagian paling bawah seperti Tunjang Polak, tidak bisa terlayani air. Terlebih aliran air perpipaan di bagian atas atau hulu sumber air terkadang ditutup oleh oknum masyarakat tak bertanggung jawab, sehingga itu pula yang menyebabkan warga di dusun paling bawah tidak bisa mendapatkan air dari sumber tersebut.

Untuk melayani kebutuhan air di desa itu sendiri telah dipasangkan pipa yang dikelola oleh tim relawan masyarakat desa. Pendistribusian air dari mata air diatur ke masing-masing dusun sesuai jadwal yang telah dijadwalkan. Masing-masing dusun memperoleh waktu pembagian air dua hingga tiga jam. “Karena sumber air kecil, tapi fasilitas perpipaan begitu banyak, tidak sesuai antara sumber airnya,” imbuhnya.

Sementara itu, kepala BPBD melalui Kabid Darurat dan Logistik pada BPBD Lobar Toni Hidayat mengatakan bahwa pihaknya bersama OPD terkait dan PDAM serta Pemdes menyalurkan air sebanyak 10 ribu liter kepada warga Bukit Tinggi dengan dua kali pengantaran masing-masing 5.000 liter.

 “Kita menindaklanjuti surat aduan yang masuk dari desa, mengetahui camat dan kita turun respon,”kata Toni.

Selain di desa Bukit Tinggi, pihaknya juga mendroping air ke Desa Guntur Macan. Pendistribusian air ini bersifat penanganan sementara. Penyaluran akan terus dilakukan sampai hujan turun dan sumur-sumur warga terisi. Karena saat sumur warga mulai mengering dampak musim kemarau. (her)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI