BerandaBerandaBMKG : Musim Kemarau Memasuki Puncak, Puluhan Wilayah Berstatus Awas Kekeringan

BMKG : Musim Kemarau Memasuki Puncak, Puluhan Wilayah Berstatus Awas Kekeringan

Mataram (globalfmlombok.com)-

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau. Penguatan fenomena El Niño tingkat sangat kuat memicu meluasnya ancaman bencana hidrometeorologi kekeringan di sebagian besar wilayah kabupaten dan kota di provinsi ini.

Berdasarkan analisis analisis dinamika atmosfer dan analisis iklim Dasarian I Agustus 2026 dari BMKG Stasiun Klimatologi NTB, curah hujan di NTB secara umum berada dalam kategori rendah, yakni berkisar 0–10 milimeter per dasarian. Sifat hujan didominasi kategori Bawah Normal (BN).

Forecaster Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini menjelaskan bahwa kondisi kering ini berbanding lurus dengan penguatan dinamika atmosfer global. Indeks Sea Surface Temperature (SST) pada wilayah Nino3.4 menunjukkan indikator El Niño berada pada level Sangat Kuat dengan indeks mencapai +2.45.

“BMKG memprediksi El Niño 2026 akan mencapai level sangat kuat. Sementara itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini berstatus netral (+0.715) berpeluang beralih menuju fase IOD Positif mulai September hingga Desember 2026,” jelas tim prakirawan BMKG NTB.

Kondisi tersebut diperparah oleh minimnya potensi hujan pada Dasarian II Agustus (11–20 Agustus 2026), di mana peluang terjadinya hujan di seluruh wilayah NTB diperkirakan kurang dari 10 persen.

Sebaran Peringatan Dini

Merespons memanjangnya HTH dan minimnya potensi hujan, BMKG merilis peta peringatan dini kekeringan meteorologis yang membagi wilayah NTB ke dalam tiga tingkatan ancaman:

  • Level Awas: Meliputi Kabupaten Lombok Timur (Kecamatan Labuhan Haji, Suela); Sumbawa Barat (Jereweh); Sumbawa (Labuhan Badas, Moyo Utara, Sumbawa, Unter Iwes, Lape); Dompu (Kilo, Pajo); Bima (Belo, Bolo); serta Kota Bima (Kecamatan Raba).
  • Level Siaga: Tersebar di sejumlah kecamatan di Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kabupaten Bima.
  • Level Waspada: Meliputi wilayah kecamatan di Lombok Barat (Gunung Sari), Lombok Tengah (Jonggat), Lombok Timur (Sembalun), Lombok Utara (Kayangan, Pemenang), Sumbawa Barat (Seteluk), Sumbawa (Alas, Alas Barat, Rhee), serta Dompu.

Antisipasi Kebakaran dan Krisis Air

BMKG mengingatkan bahwa penetapan status Siaga hingga Awas ini harus diantisipasi dengan langkah-langkah penanganan yang konkret. Masyarakat diimbau hemat dalam mengelola penggunaan air guna mengantisipasi krisis air bersih yang kian meluas.

Selain krisis air, potensi bencana kebakaran hutan, lahan (karhutla), serta permukiman menjadi ancaman serius akibat vegetasi yang mengering dan cuaca yang terik. Warga diminta tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan maupun meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Masyarakat juga diharapkan memantau perkembangan informasi iklim resmi untuk meminimalkan potensi kerugian dalam perencanaan sektor pertanian, perekonomian, serta tetap menjaga kondisi kesehatan tubuh selama puncak musim kemarau berlangsung.(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI