BerandaBerandaBMKG Deteksi 71 Titik Panas di NTB, Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan...

BMKG Deteksi 71 Titik Panas di NTB, Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat

Mataram (globalfmlombok.com) –

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 71 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) berdasarkan pemantauan satelit per 5 Juli 2026. Kondisi tersebut menjadi sinyal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama karena sebagian besar wilayah NTB berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar.

Data yang dirilis Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar lapisan atas permukaan tanah di NTB didominasi warna merah pada peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC). Kategori tersebut mengindikasikan vegetasi seperti alang-alang dan dedaunan dalam kondisi sangat kering sehingga mudah terbakar apabila terdapat sumber api.

Sebaran titik panas terlihat hampir merata di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Berdasarkan sistem peringatan kebakaran hutan dan lahan SPARTAN (Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan), wilayah dengan kondisi bahan bakar permukaan yang kering memiliki risiko lebih tinggi mengalami kebakaran, terutama saat cuaca panas dan minim hujan.

BMKG menjelaskan, selama periode pengamatan, angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan sekitar 5–37 kilometer per jam. Sementara itu, suhu udara di NTB berkisar antara 20 hingga 34 derajat Celsius, kondisi yang turut mendukung meningkatnya risiko penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan di area berumput atau hutan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan memperkuat pemantauan di wilayah rawan kebakaran, terutama pada kawasan hutan, lahan kering, serta daerah dengan konsentrasi titik panas yang cukup tinggi. Langkah mitigasi sejak dini dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

BMKG akan terus memantau perkembangan hotspot dan kondisi cuaca di NTB sebagai bagian dari sistem peringatan dini kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi BMKG dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI