Giri Menang (globalfmlombok.com) – Kemeriahan dan pesona budaya lokal berhasil menyita perhatian ratusan pasang mata dalam gelaran Pekan Kesenian Senggigi, Sabtu (4/7/2026). Ajang atau event rangkaian Festival Senggigi yang menjadi etalase kreativitas dan kekayaan tradisi ini mencatatkan antusiasme pengunjung yang tinggi sejak hari pertama pembukaannya.
Pada pekan kedua penyelenggaraannya, Pekan Kesenian Senggigi menampilkan atraksi kesenian dari para pelajar dan kelompok kesenian Kecamatan Gunungsari.
Kawasan wisata Senggigi yang legendaris tampak kembali hidup dan berdenyut kencang. Ratusan pengunjung memadati area panggung utama Amfiteater Pasar Seni Senggigi.
Menariknya, kerumunan massa tidak hanya didominasi oleh warga lokal Lombok maupun wisatawan domestik. Pekan Kesenian Senggigi kali ini benar-benar naik kelas dengan hadirnya gelombang wisatawan mancanegara. Para turis asing yang tengah menginap di berbagai hotel berbintang dan resor di sepanjang kawasan Senggigi terlihat berbondong-bondong mendatangi lokasi acara. Mereka tampak membaur bersama warga, ikut menari, dan mengabadikan momen.
Kesuksesan acara ini juga didukung penuh oleh alam. Cuaca di kawasan Senggigi sepanjang gelaran acara terpantau sangat cerah dan bersahabat. Langit biru yang bersih dipadu dengan angin sepoi khas pesisir Pantai Senggigi menciptakan atmosfer yang sempurna bagi para pengunjung. Mereka bisa menikmati setiap jengkal pertunjukan seni hingga malam hari.
Pekan Kesenian Merupakan Rangkaian Festival Senggigi 2026
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Lombok Barat, Agus Gunawan sangat mengapresiasi antusias pengunjung di pekan kedua Pekan Kesenian Senggigi ini. Pekan Kesenian Senggigi merupakan rangkaian Festival Senggigi 2026 yang akan digelar hingga bulan Agustus setiap pekannya.
“Pekan Kesenian Senggigi di minggu kedua ini lebih ramai dari sebelumnya. Kita harapkan setelah Agustus kita bisa tetap terus selenggarakan setiap pekannya. Bukan sabtu saja, minggu juga,” ujarnya.
Pekan Kesenian Senggigi ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah pelestarian seni budaya bagi generasi muda. Namun, juga menjadi magnet pariwisata yang ampuh untuk meningkatkan lama tinggal (length of stay) para wisatawan di Lombok Barat, sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif para pelaku UMKM lokal.
“Kita harapkan Festival Senggigi ini bisa bangkitkan kembali Senggigi supaya bisa lebih ramai lagi. Okupansi hotel terisi, masyarakat terhibur, dan semakin banyak tamu wisatawan mancanegara yang datang kesini,” harap Agus. (her)


