BerandaBerandaBanyak SMA Negeri di Kota Mataram Sepi Peminat

Banyak SMA Negeri di Kota Mataram Sepi Peminat

Mataram (globalfmlombok.com) – Sejumlah SMA di Kota Mataram sepi peminat pada Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun ini. Di antaranya yaitu SMAN 6, SMAN 7, SMAN 9, SMAN 10, dan SMAN 11 Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi mengatakan rata-rata calon siswa berebut untuk masuk sekolah favorit. Padahal menurutnya, semua sekolah di NTB, khususnya Mataram sama saja. Bahkan, banyak guru yang mengajar di sekolah yang dianggap kurang favorit merupakan guru-guru hebat.

“Sebenarnya bagi kami favorit itu enggaK ada. Itu sama saja kan. Tetapi masyarakat yang mengharapkan untuk dapat di sekolah tertentu kami sarankan untuk mengisi sekolah-sekolah yang belum terpenuhi kuotanya,” ujarnya pekan kemarin.

Untuk mengatasi ketimpangan ini, Dinas Dikpora NTB menyiapkan strategi jangka panjang guna memeratakan kualitas pendidikan. Syamsul menegaskan pihaknya akan memberikan perhatian khusus dan penguatan anggaran bagi sekolah-sekolah yang kekurangan siswa tersebut.

“Saya selaku Kepala Dinas Pendidikan ke depan akan memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah yang masih belum terpenuhi kuotanya ke depan agar menjadi sekolah yang menjadi tujuan dari siswa,” katanya.

Di sisi lain, ia juga mengimbau para orang tua calon siswa untuk bersikap realistis dan memanfaatkan kuota kosong di sekolah-sekolah terdekat yang belum terpenuhi. Selain mutunya yang kini terus digenjot agar setara, memilih sekolah yang belum penuh juga menjadi solusi logis agar anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa harus melanggar aturan administrasi kependudukan.

“Sebenarnya tidak juga itu, hanya kemudian image saja sebenarnya itu. Ya saya melihat bahwa banyak juga kan justru guru-guru yang hebat itu tidak di sekolah favorit. Kalau memang pemahaman masyarakat bahwa guru hebat itu linier dengan hasil belajar siswa,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pihak Dikpora NTB juga berkomitmen untuk menghindari skema kelas pagi-sore (double shift) di sekolah yang kelebihan muatan. Dinas ingin memastikan bahwa distribusi siswa berjalan merata ke seluruh sekolah yang ada.

“Ya kita hindari seperti itu kecuali di satu kondisi-kondisi tertentu, emergency gitu ya. Misalnya tadi kalau ternyata ada anak yang tidak sekolah memang hanya itu-itunya sekolah. Ya apa boleh buat, karena bagi kita yang utama itu adalah anak-anak sekolah. Kan gitu ya,” pungkasnya. (era)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI