BerandaBerandaIntervensi Serentak Dimulai, NTB Kini Percepat Penurunan Stunting Melalui Kolaborasi

Intervensi Serentak Dimulai, NTB Kini Percepat Penurunan Stunting Melalui Kolaborasi

Selong (globalfmlombok.com)-

Pemerintah Provinsi NTB secara resmi meluncurkan Intervensi Serentak Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi NTB (PP3S) yang dirangkaikan dengan Pasar Rakyat, Kamis (2/7), di Kantor Desa Lendang Nangka Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.

Peluncuran tersebut dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) NTB Indah Dhamayanti Putri, Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur Mohammad Edwin Hadiwijaya, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB Sinta M. Iqbal, jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten, pemerintah kecamatan dan desa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga keluarga sebagai garda terdepan pencegahan stunting.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi Kabupaten Lombok Timur tidak terlepas dari besarnya jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1 juta jiwa. Kondisi tersebut menjadikan persoalan kemiskinan dan stunting membutuhkan perhatian yang lebih serius.

Menurutnya, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh kepedulian keluarga dan masyarakat.

“Kita hadir hari ini bukan sekadar meluncurkan sebuah program, tetapi untuk membangun kepedulian bersama. Penurunan stunting tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan harus dimulai dari keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk generasi yang sehat,” ujar Wagub Dinda.

Wagub Dinda juga menekankan pentingnya upaya pencegahan sejak sebelum pernikahan melalui edukasi kesehatan reproduksi, kesiapan calon orang tua, pemenuhan status gizi calon ibu, hingga penguatan pola pengasuhan di lingkungan keluarga.

Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB terus mengembangkan Program Desa Berdaya sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan yang berjalan beriringan dengan percepatan penurunan stunting.

Ia berharap Desa Lendang Nangka Utara menjadi contoh lahirnya semangat kolaborasi yang mampu menginspirasi desa-desa lain di seluruh NTB.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Dinda juga mendorong pemerintah desa untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal, termasuk komoditas unggulan nanas agar memiliki nilai tambah melalui inovasi produk olahan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal menjelaskan bahwa Program PP3S dibangun melalui proses panjang dengan mengedepankan pendekatan intervensi serentak dan terintegrasi.

Menurutnya, pengalaman pendampingan di berbagai desa menunjukkan bahwa penyebab stunting sangat beragam dan tidak selalu berasal dari persoalan kesehatan.

“Di lapangan kami menemukan persoalan pola asuh, kebiasaan konsumsi makanan instan, sanitasi, hingga pola pengasuhan keluarga menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itu, solusi yang diberikan juga harus sesuai dengan kondisi setiap keluarga,” ujarnya.

TP PKK Provinsi NTB juga telah memulai program percontohan melalui pendampingan keluarga berisiko stunting yang melibatkan PKK, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, serta berbagai mitra pembangunan.

Selain itu, TP PKK mengajak seluruh desa untuk mengaktifkan kembali forum pertemuan rutin ibu-ibu dan kader Posyandu sebagai ruang berbagi pengalaman mengenai pengasuhan, pemenuhan gizi, dan kesehatan keluarga. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak serta penerapan rumah bebas asap rokok juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan stunting.(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI