Selong (globalfmlombok.com) – Seorang pendaki asal Malaysia, Chye Connsynn mengalami kecelakaan saat menuruni jalur pendakian Gunung Rinjani, Senin (25/5/2026) sore. Korban dipastikan mendapatkan layanan medis maksimal karena tercatat memiliki asuransi premium pendakian yang mencakup evakuasi udara menggunakan helikopter.
Korban diketahui melakukan pendakian melalui pintu Sembalun pada 24 Mei 2026 dengan kode eticket ERMPPBVU9IYT8. Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 Wita saat korban turun dari puncak Gunung Rinjani dan terjatuh di kawasan punggungan jalur pendakian.
Setelah kejadian, porter dan guide setempat langsung memberikan pertolongan dengan menggendong korban menuju tenda rombongan di Plawangan 2 karena korban tidak mampu berdiri.
Dokter dari Klinik Nusa Medika, Lia Puspita Jaya mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).
“Setelah kita tracking asuransinya, pasien punya asuransi premium. Dia beli waktu pendakian otomatis. Kita segera luncurkan helikopter dari Bali, koordinasi dengan Basarnas dan MHC,” ujarnya.
Menurut dr. Lia, helikopter diberangkatkan dari Bali pada pukul 16.18 Wita dan tiba di sekitar lokasi korban pukul 17.09 Wita. Namun, proses evakuasi udara tidak dapat dilakukan karena kondisi cuaca buruk dan kabut tebal yang menyelimuti kawasan pendakian.
Helikopter sempat beberapa kali berputar mencari celah untuk mendekati lokasi korban. Akan tetapi, karena jarak pandang terus menurun dan bahan bakar mulai menipis, pilot memutuskan kembali ke Denpasar sekitar pukul 17.30 Wita.
“Mengingat kondisi korban diduga mengalami cedera tulang ekor, pergerakan sangat tidak disarankan. Jika bergeser, dikhawatirkan terjadi cacat atau kelumpuhan,” jelas dr. Lia.
Ia menambahkan, tim medis menyarankan korban tetap bermalam di Plawangan 2 sambil menunggu proses evakuasi udara lanjutan pada Selasa pagi.
“Kami sarankan korban bermalam di atas di Pelawangan dalam tenda. Evakuasi via darat sangat riskan,” katanya.
Sementara itu, tim Edelweis Medical Health Centre (EMHC) bersama Basarnas telah diberangkatkan dari Resor Sembalun menuju lokasi korban pada pukul 18.00 Wita untuk melakukan pendampingan medis serta mempersiapkan evakuasi lanjutan.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Rinjani, Astekita Ardi mengatakan proses evakuasi udara dijadwalkan kembali dilakukan pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 Wita.
“Klinik sudah standby di bawah. Jika terburuk harus evakuasi darat, tim medis sudah siap,” tambah dr. Lia.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi korban dilaporkan stabil dan masih berada dalam pendampingan tim medis di kawasan Plawangan 2 Gunung Rinjani. (r)


