Mataram (globalfmlombok.com) – Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri di Nusa Tenggara Barat (NTB), diusulkan untuk mendapatkan fasilitas mobil antar-jemput khusus. Rencana pengadaan transportasi umum ini bertujuan untuk mempermudah mobilitas dan memperluas aksesibilitas siswa berkebutuhan khusus menuju sekolah.
Kabid Pembinaan SMK dan Pendidikan Khusus (SMK-PK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Hasbi, menyatakan bahwa usulan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk meningkatkan kualitas keterampilan siswa.
Dua gebrakan utama yang kini tengah disiapkan adalah pengadaan mobil operasional antar-jemput dan penerapan sistem pembelajaran berbasis asrama (boarding school).
“Walaupun masih antar jemput, itu kita ikhtiarkan. Pak Gubernur juga dalam melihat-lihat fiskal kita apakah bisa untuk memberikan satu SLB Negeri itu satu mobil operasional,” ujar Hasbi saat ditemui belum lama ini.
Saat ini, usulan pengadaan mobil antar-jemput tersebut masih dalam tahap pembahasan mendalam. Pasalnya, realisasi kebijakan ini sangat bergantung pada kondisi keuangan atau fiskal daerah.
Hasbi berharap ada kelonggaran anggaran agar siswa yang tinggal jauh dari sekolah tidak lagi mengalami kendala transportasi. “Dan ini moga-moga kita ada kelonggaran fiskal. Kita juga tidak memaksa, tapi kalau ada kelonggaran fiskal, dengan senang hati kita untuk menopang kegiatan apa SLB ini,” harapnya.
Rencana ini juga diharapkan menjadi solusi atas evaluasi fasilitas yang sudah ada. Hasbi mengungkapkan, beberapa SLB sebenarnya sudah memiliki mobil operasional, namun penggunaannya tidak efektif karena biaya perawatan dan operasional yang terlalu tinggi.
“Kita berharap ada mungkin nanti yang diberikan Pak Gubernur, yang operasionalnya nggak terlalu tinggi,” jelasnya.
Selain fasilitas transportasi, Pemprov NTB bersama Dinas Dikbud juga sedang mengkaji peluang penerapan sistem asrama bagi siswa SLB. Langkah strategis ini dinilai efektif untuk memaksimalkan waktu belajar sekaligus mengasah potensi mandiri para siswa.
Sistem asrama ini juga diproyeksikan mampu meringankan beban finansial orang tua, terutama bagi keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Dengan tinggal di asrama, orang tua tidak perlu lagi memikirkan biaya dan waktu untuk antar-jemput anak setiap hari.
“Ini harapan kita supaya anak-anak yang lahir dari SLB ini bisa berkarya di luar, bisa juga memberikan income buat dirinya sendiri, tidak menjadi beban untuk orang tuanya. Dan harapan Pak Gubernur ini kita harus menopang dia karena anak-anak SLB kita ini juga banyak anak-anak yang tidak mampu. Beliau betul-betul berharap kalau semua SLB Negeri ini memiliki asrama, supaya anak-anak mengurangi beban orang tua dalam antar jemput,” pungkas Hasbi. (sib)


