BerandaBerandaPolisi Tegaskan Dugaan Penculikan Anak di Loteng Hoaks

Polisi Tegaskan Dugaan Penculikan Anak di Loteng Hoaks

Praya (globalfmlombok.com) – Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat di Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah (Loteng) dihebohkan dengan beredarnya informasi dugaan percobaan penculikan anak di wilayah Desa Batunyala di media sosial. Polisi pun menegaskan kalau informasi tersebut merupakan berita bohong alias hoaks. Masyarakat pun diminta tenang dan tidak terpengaruh dengan informasi yang belum tentu kebenaranya.

Kasi. Humas Polres Loteng Iptu Lalu Brata Kusnadi, dalam keteranganya, Kamis (7/5), mengungkapkan kalau pihaknya awal pekan kemarin mendapat informasi kalau ada informasi terkait dugaan percobaan penculikan anak di Kampung Penyambung Dusun Majan Desa Batunyale di media sosial. Dengan informasi berasal dari grup WhatsApp (WA) guru dan wali murid Desa Batunyala.

Informasi tersebut kemudian menyebar luas dan memicu keresahan masyarakat setempat. Polisi yang mendapat laporan langsung turun melakukan pengumpulan bahan dan keterangan di lapangan. Setelah dilakukan pulbaket dan pengecekan langsung di lapangan, informasi dugaan penculikan anak tersebut dipastikan tidak terbukti kebenarannya.

“Jadi untuk memastikan klaim dugaan percobaan penculikan anak yang beredar di media social itu kita sudah turun dan dinyatakan itu hoaks,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari hasil pulbaket diketahui peristiwa sebenarnya terjadi pada Senin (4/5) siang. Kala itu Inaq Ita warga kampung setempat keluar rumah untuk membeli pulsa di kios yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Tiba-tiba anak balitanya bernama Rayanza (3) yang semula berada di rumah, keluar untuk menyusul ibunya sambil menangis.

Melihat ada anak kecil yang berjalan sendiri di jalan sambil menangis, seorang warga sekitar berinisiatif membantu dengan mengajak anak tersebut menyusul ibunya. Namun, karena terus menangis, anak tersebut diamankan salah satu pemilik warung bernama Inaq Yani.

Selang beberapa waktu kemudian, ayah anak tersebut yang baru pulang bekerja melihat anaknya sedang berada di tengah kerumunan warga. Ia kemudian langsung menggendong dan membawa anak tersebut pulang. “Keterangan dari kepada dusun setempat menegaskan kalau isu penculikan anak yang beredar di media sosial tersebut tidak benar terjadi,” imbuh Brata.

Berkaca dari kasus tersebut pihaknya berharap masyarakat tidak cepat percaya dan menyebarkan dengan informasi yang beredar. Apalagi informasi yang belum terverifikasi kebenaranya. Karena informasi yang belum terverifikasi bisa memicu kepanikan di tengah masyarakat dan berpotensi mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami ingatkan masyarakat supaya lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, khususnya yang berasal dari media social. Jangan menyebarkan pesan berantai yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” tegasnya seraya menambahkan, biasakan untuk mengecek fakta sebelum membagikan informasi di ruang digital. (kir)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI