BerandaBerandaSPPG Mataram Tutup Sementara, Tenaga Harian Keluhkan Gaji Tak Dibayar

SPPG Mataram Tutup Sementara, Tenaga Harian Keluhkan Gaji Tak Dibayar

Mataram (globalfmlombok.com) – Penutupan sementara sebagian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mataram berdampak pada tenaga operasional harian yang untuk sementara tidak menerima upah. Kondisi ini terjadi seiring penghentian sementara sejumlah dapur program makan bergizi gratis (MBG) yang masih menjalani pembenahan fasilitas.

Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Mataram menyebut para pengelola SPPG dijadwalkan mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Mataram, Selasa (28/4/2026), guna membahas tindak lanjut operasional layanan tersebut.

Koordinator Wilayah BGN Kota Mataram, Isnan Purnama, menjelaskan terdapat perbedaan kebijakan pengupahan antara tenaga profesional dan tenaga operasional harian selama masa suspend berlangsung.

Menurut dia, tenaga profesional seperti akuntan, ahli gizi, dan kepala SPPG tetap menerima gaji karena masih menjalankan fungsi pelayanan dan administrasi.

“Tenaga seperti akuntan, ahli gizi, dan kepala SPPG tetap bekerja. Di SPPG ini bukan hanya kegiatan memasak, tetapi juga ada layanan konsultasi gizi bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Sementara itu, tenaga operasional seperti petugas masak, pencuci ompreng, hingga sopir sementara tidak dipekerjakan selama dapur SPPG tempat mereka bertugas belum kembali beroperasi.

Isnan mengatakan sistem kerja harian membuat para pekerja tersebut tidak menerima upah selama tidak bekerja.

“Mereka ini dibayarkan harian, sehingga ketika tidak bekerja, sementara waktu memang tidak menerima upah,” katanya.

Di Kota Mataram saat ini terdapat 63 unit SPPG. Dari jumlah tersebut, 15 unit sempat dihentikan operasionalnya. Delapan unit di antaranya kini telah kembali beroperasi, sementara tujuh lainnya masih dalam proses perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Menurut Isnan, pembenahan fasilitas itu dilakukan untuk memastikan standar layanan pemenuhan gizi tetap terjaga, termasuk kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.

“Pemerintah ingin memastikan kualitas layanan tetap baik, sehingga anak-anak kita mendapatkan haknya sesuai standar yang ditetapkan,” tegasnya.

Pemerintah Kota Mataram juga disebut memberi perhatian terhadap percepatan pemenuhan standar fasilitas di seluruh SPPG. Asisten I Sekretariat Daerah Kota Mataram, Lalu Martawang, mengatakan seluruh kepala SPPG akan dikumpulkan untuk mendapatkan arahan teknis terkait pemenuhan persyaratan operasional.

“Besok pagi pukul 09.00 Wita kita kumpulkan di Dinas Kesehatan. Semua kepala SPPG akan diberikan arahan teknis agar syarat seperti IPAL segera dipenuhi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemenuhan standar teknis, terutama terkait pengelolaan limbah, penting untuk mencegah dampak terhadap lingkungan sekitar sekaligus menjaga keberlanjutan program makan bergizi gratis.

Pemerintah berharap seluruh SPPG yang masih dihentikan sementara dapat segera memenuhi persyaratan sehingga operasional kembali berjalan normal. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” SPPG di Mataram Ditutup Sementara, Tenaga Harian Tak Digaji

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI