Mataram (globalfmlombok.com) – Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, memberi atensi serius terhadap molornya pengisian jabatan kepala sekolah (kepsek) di Kota Mataram. Pengisian yang semula dijadwalkan pada awal 2026 hingga kini belum juga terealisasi.
Mohan menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram pada prinsipnya telah siap melaksanakan pengisian jabatan tersebut. Namun, hingga saat ini pihaknya masih menunggu aturan teknis dari pemerintah pusat sebagai dasar pelaksanaan.
“Kita nunggu aturan dulu, aturan dari pusat. Kita sebenarnya sudah siap (mengisi kepsek),” ujarnya usai menghadiri kegiatan halalbihalal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB di Sekretariat PWI NTB, Rabu (15/4/2026).
Ia meminta masyarakat untuk bersabar sembari menunggu kejelasan regulasi tersebut. Menurut dia, saat ini pemerintah pusat masih melakukan penyesuaian terhadap aturan teknis pengisian jabatan kepala sekolah.
“Tunggu saja. Supaya kita tidak melanggar aturan. Saat ini masih ada penyesuaian. Tapi kalau untuk komposisinya sudah kita dapatkan semua,” kata Mohan.
Mohan tidak menampik bahwa saat ini masih banyak sekolah di Mataram yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Kondisi ini memunculkan desakan dari berbagai pihak agar Pemkot segera melantik kepsek yang telah dinyatakan lolos seleksi.
“Memang ada desakan supaya disegerakan. Tapi sekali lagi, kita harus taat aturan, supaya tidak ada keliru nanti,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mohan mengaku belum dapat memastikan waktu pelaksanaan pengisian jabatan tersebut. Hal ini juga dipengaruhi oleh rencana keberangkatan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Mataram untuk menunaikan ibadah haji dalam waktu dekat.
“Saya tunggu mereka balik dulu,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan tetap memberi perhatian serius terhadap persoalan ini. Keberadaan kepala sekolah definitif dinilai sangat penting, terutama menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
“Saya atensi itu,” ucapnya.
Sebagai informasi, terdapat 51 jabatan kepala sekolah yang akan diisi di Kota Mataram. Rinciannya, tiga kepala sekolah merupakan hasil seleksi bakal calon kepala sekolah (BCKS) melalui Kementerian dengan pembiayaan APBN, sedangkan 48 lainnya merupakan hasil seleksi yang dibiayai melalui APBD. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Wali Kota Mataram Atensi Pengisian Kepsek yang Molor “


