BerandaBerandaNyepi dan Idulfitri Beririsan, Gubernur NTB Ingatkan Warga Perkuat Toleransi

Nyepi dan Idulfitri Beririsan, Gubernur NTB Ingatkan Warga Perkuat Toleransi

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 pada 19 Maret dan malam takbiran Idulfitri yang berlangsung pada 19–20 Maret tetap dilaksanakan di Kota Mataram. Meski dua perayaan besar umat Hindu dan Islam tersebut beririsan waktunya, kegiatan penyambutan masing-masing hari raya dipastikan tetap berjalan.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan tidak ada kekhawatiran terkait pelaksanaan malam takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Ia optimistis masyarakat NTB mampu menjaga suasana tetap kondusif.

“Dalam diskusi tadi tidak ada kekhawatiran. Kita optimistis karena masyarakat di NTB sudah ratusan tahun hidup bersama dan memahami bagaimana saling menghormati dan bertoleransi,” ujarnya usai rapat koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB di Ruang Rapat Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (16/3/2026).

Rapat tersebut dihadiri Wakapolda NTB, Kabinda NTB, perwakilan Korem 162/Wira Bhakti, Lanal Mataram, Lanud ZAM, Ketua FKUB NTB, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) NTB, Kapolresta Mataram, Asisten I Setda Kota Mataram, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Berdasarkan kesepakatan antara Pemprov NTB dan FKUB NTB, pawai ogoh-ogoh akan dilaksanakan pada 18 Maret sehingga tidak bersinggungan dengan malam takbiran Idulfitri.

Dalam pelaksanaannya, pawai ogoh-ogoh dimulai pukul 12.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Setelah pukul 18.00 Wita, seluruh kegiatan perayaan harus dihentikan. Termasuk musik harus dimatikan ketika azan berkumandang sebagai bentuk penghormatan antarumat beragama.

“Jadi ogoh-ogoh tetap jalan tanggal 18 Maret dengan kesepakatan-kesepakatan bersama mengenai bagaimana cara melakukannya. Waktunya kapan tidak boleh lebih dari jam 6 dan mulai tepat jam 12,” jelasnya.

Sementara itu, malam takbiran Idulfitri akan berlangsung pada 19 Maret malam. Umat Islam dan Hindu di NTB sepakat untuk saling bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Menurut Iqbal, momentum beririsan dua hari raya besar tersebut justru menjadi kesempatan bagi NTB untuk menunjukkan kuatnya nilai toleransi di tengah masyarakat.

“Ini saatnya NTB menunjukkan bahwa kita adalah provinsi yang sangat toleran, menjunjung kebersamaan, dan saling menghargai antar keyakinan,” katanya.

Pawai ogoh-ogoh diperkirakan akan terpusat di Kota Mataram. Namun sejumlah wilayah di Lombok Barat seperti Narmada dan Lingsar, serta Kabupaten Lombok Utara juga berencana menggelar kegiatan serupa dengan skala yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk memastikan keamanan pelaksanaan, aparat kepolisian telah menyiapkan personel pengamanan di berbagai wilayah guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

“Baik Nyepi maupun Idulfitri memiliki esensi yang sama, yaitu pensucian diri. Dengan dua umat besar yang menjalankan ibadah tersebut, masyarakat NTB diharapkan dapat menjaga kedamaian dan ketertiban bersama,” pungkasnya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Perayaan Nyepi dan Idulfitri Beririsan, Gubernur Lalu Iqbal Ingatkan Warga Perkuat Toleransi

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI