BerandaBerandaLautan Pelayat Iringi Pemakaman Dokter Jack

Lautan Pelayat Iringi Pemakaman Dokter Jack

Mataram (globalfmlombok.com) – Wafatnya Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M.H., atau yang akrab disapa dr. Jack, meninggalkan duka mendalam bagi jajaran birokrasi dan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. Sosok pejabat yang dikenal ramah dan rendah hati itu meninggal dunia pada Selasa malam, 10 Maret 2026.

dr. Jack meninggal di Rumah Sakit Metropolitan Medical Center (MMC), Jakarta, dalam usia 56 tahun. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Medain, Kota Mataram, Rabu (11/3/2026) usai Salat Ashar.

Prosesi pemakaman berlangsung haru dengan iringan lautan pelayat yang mengantar almarhum ke peristirahatan terakhirnya. Ribuan masyarakat, kerabat, dan sahabat hadir memberikan penghormatan terakhir.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta rekan-rekan almarhum dari berbagai organisasi seperti Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB dan Palang Merah Indonesia (PMI) NTB.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu pejabat penting di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB tersebut.

“Atas nama pribadi, keluarga, wakil gubernur, dan seluruh keluarga besar Pemerintah Provinsi NTB, kami menyampaikan duka cita yang mendalam,” ujarnya.

Ia mengenang dr. Jack sebagai pribadi yang baik dan dekat dengan banyak orang. Gubernur juga mengaku mengikuti langsung proses pemulasaraan jenazah almarhum sejak di Jakarta, mulai dari pemandian hingga pelaksanaan salat jenazah.

“Di Jakarta, tengah malam sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 dini hari, ratusan orang berduyun-duyun datang untuk bertakziah, melepas, dan mendoakan almarhum,” katanya.

Menurutnya, sejak rombongan tiba di bandara hingga prosesi pemakaman di Mataram, ribuan orang turut mengantar kepergian dr. Jack. Banyaknya pelayat yang hadir dan mendoakan almarhum dinilai sebagai pertanda baik bagi almarhum.

“Ini adalah tanda-tanda husnul khatimah. Tidak banyak orang yang ketika meninggal diantar dengan tangis dan doa sebanyak ini,” ujarnya.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa sebelum wafat, dr. Jack baru saja diberi amanah untuk menjalankan tugas penting terkait upaya peningkatan pendapatan daerah di NTB. Ia menilai almarhum memiliki karakter yang tepat untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.

“Saya melihat karakter itu ada pada dr. Jack. Beliau termasuk orang yang tidak pernah berharap berada pada posisi tersebut, tetapi ketika diberi amanah beliau mengatakan siap menjalankannya,” ungkapnya.

Bahkan, kata dia, almarhum secara rutin melaporkan perkembangan tugasnya setiap beberapa hari. Kontak terakhir keduanya terjadi pada Senin (9/3/2026), sehari sebelum dr. Jack meninggal dunia, ketika almarhum berencana bertemu untuk memberikan pembaruan terkait pekerjaannya.

“Seharusnya malam itu saya bertemu beliau dalam keadaan sehat. Namun Allah berkehendak lain,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu sahabat dr. Jack di lingkungan birokrasi NTB, Kepala Biro Organisasi Setda NTB Jamaluddin Malady, juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhum. Ia mengenang dr. Jack sebagai pribadi yang telah lama dikenalnya sejak mengikuti seleksi jabatan eselon II sekitar lima tahun lalu.

“Beliau orangnya sangat asyik, sangat humble, tidak membeda-bedakan siapa pun. Kalau sudah mengenal beliau, pasti merasa nyaman,” katanya.

Menurutnya, dr. Jack dikenal sebagai sosok yang tulus dan sederhana dalam bergaul. Hal tersebut tercermin dari banyaknya masyarakat yang datang melayat ke rumah duka.

“Kalau melihat yang datang ini luar biasa banyak. Saya tidak bisa menghitung, mungkin ribuan. Biasanya kalau orang yang datang sebanyak ini, itu menandakan almarhum adalah orang baik,” ujarnya.

Adapun kronologi meninggalnya dr. Jack diduga berawal ketika almarhum sempat terjatuh pada Selasa (10/3/2026). Ia kemudian dilarikan ke RS MMC Jakarta, namun setibanya di rumah sakit, tim medis menyatakan jantung almarhum sudah tidak berfungsi.

“Sampai di rumah sakit oleh medis dipacu jantungnya sudah tidak berfungsi dan beliau sudah dipastikan meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Kominfotik NTB Ahsanul Khalik. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Lautan Manusia Iringi Pemakaman Dokter Jack

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI