BerandaBerandaPemkot Mataram Naikkan Status Bencana Menjadi Tanggap Darurat

Pemkot Mataram Naikkan Status Bencana Menjadi Tanggap Darurat

Mataram, (globalfmlombok.com) –

Pemerintah Kota Mataram meningkatkan status kebencanaan dari siaga menjadi tanggap darurat menyusul banjir dan gelombang pasang yang melanda sejumlah wilayah pesisir, khususnya di Kecamatan Ampenan.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengatakan, peningkatan status dilakukan setelah gelombang pasang menerjang permukiman warga di Lingkungan Bugis dan Bintaro Jaya, Kelurahan Bintaro, pada Rabu (21/1/2026). Dampak bencana tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga serta mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

“Pasca kejadian, seluruh pegawai di lingkungan Pemkot Mataram dibantu TNI dan Polri dikerahkan untuk membersihkan kawasan terdampak,” ujar Mohan saat ditemui, Jumat (23/1/2026).

Mohan menyampaikan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah penanganan, termasuk relokasi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat ke hunian sementara (huntara). Selain itu, dapur umum juga dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama satu pekan.

“Gelombang pasang ini berdampak langsung pada perekonomian warga. Nelayan tidak bisa melaut dalam kondisi cuaca seperti sekarang,” katanya.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 18 unit rumah dilaporkan rusak berat dan ratusan warga terdampak. Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Mataram menyiapkan langkah jangka pendek berupa pembangunan tanggul sementara dan pemasangan batu bolder di kawasan pesisir.

“Batu bolder cukup efektif untuk mengurangi hempasan ombak ke permukiman warga,” ujarnya.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, Mohan menyebutkan pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I merencanakan pembangunan pemecah gelombang (breakwater) pada 2027.

“Informasi yang kami terima dari BWS, pemecah gelombang direncanakan dibangun pada 2027,” kata Mohan.

Ia menegaskan, peningkatan status kebencanaan dilakukan karena kondisi cuaca yang belum kondusif serta mempertimbangkan potensi dampak lanjutan. Dengan status tanggap darurat, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis diminta melakukan intervensi penanganan secara terpadu.

“Kami naikkan status menjadi tanggap darurat agar penanganan bisa lebih cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Ahmad Muzaki menambahkan, status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari ke depan. Namun, durasi tersebut masih dapat disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

“Kami tingkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat selama 14 hari, sambil terus memantau eskalasi bencana,” katanya. (*)

Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Pemkot Mataram Tingkatkan Status Bencana Jadi Tanggap Darurat “

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


16,985FansSuka
1,170PengikutMengikuti
2,018PengikutMengikuti
2,458PengikutMengikuti
3,005PelangganBerlangganan
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI