Mataram (globalfmlombok.com) – Pemerintah Kota Mataram membuka peluang mengevaluasi kebijakan penggunaan sepeda bagi pejabat dan aparatur sipil negara (ASN) untuk berangkat ke kantor. Evaluasi dilakukan menyusul munculnya berbagai keluhan dari pegawai terkait kendala penerapan aturan tersebut di lapangan.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah aspirasi dari pegawai yang menginginkan adanya kelonggaran terhadap kebijakan tersebut, terutama bagi mereka yang harus menempuh jarak cukup jauh menuju tempat kerja.
“Iya, nanti saya pikirkan untuk kembali dilakukan evaluasi,” ujar Mohan, Senin (27/4/2026).
Menurut Mohan, kebijakan bersepeda ke kantor sejak awal dirancang sebagai upaya mendorong pola hidup sehat di kalangan ASN sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan bermotor yang berkontribusi terhadap kemacetan dan emisi.
Namun dalam pelaksanaannya, kebijakan itu menghadapi sejumlah tantangan. Selain jarak tempuh yang dinilai cukup jauh bagi sebagian pegawai, faktor kondisi fisik, keterbatasan waktu akibat beban kerja, hingga cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala.
“Kita akui memang tidak mudah. Banyak yang menyampaikan bahwa jaraknya jauh dan cukup menguras tenaga,” katanya.
Selain itu, keterbatasan fasilitas pendukung seperti jalur sepeda yang aman dan tempat parkir yang memadai di sejumlah kantor juga menjadi perhatian dalam evaluasi.
Pemkot Mataram, kata Mohan, akan meninjau kembali efektivitas kebijakan tersebut agar penerapannya tetap realistis dan tidak membebani pegawai. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah skema yang lebih fleksibel, termasuk kemungkinan pengecualian bagi pegawai dengan jarak tempuh tertentu.
Ia menegaskan, setiap kebijakan publik harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan agar tujuan yang ingin dicapai tetap berjalan tanpa menimbulkan persoalan baru.
“Yang penting kebijakan ini bisa berjalan efektif, tidak memberatkan, dan tetap memberi manfaat,” tegasnya.
Di sisi lain, terkait kendaraan dinas yang tidak digunakan selama masa penerapan kebijakan bersepeda, Mohan mengatakan kendaraan tersebut sementara tetap berada di rumah masing-masing pejabat dan tetap dirawat agar kondisinya terjaga.
“Ditaruh di rumah masing-masing. Untuk perawatan, dipanaskan sekali-sekali,” ujarnya.
Sementara mengenai evaluasi efektivitas maupun dampak efisiensi dari kebijakan tersebut, Mohan menyerahkan pendataan dan analisis lebih lanjut kepada Sekretaris Daerah Kota Mataram.
“Kalau soal itu, tanya ke Pak Sekda saja,” pungkasnya. (pan)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Banyak Keluhan, Pemkot Mataram akan Evaluasi Aturan Bersepeda ke Kantor “


