BerandaBerandaRatusan Peserta Ikuti “Jelajah Bayan” Susuri Masjid Kuno hingga Hutan Adat

Ratusan Peserta Ikuti “Jelajah Bayan” Susuri Masjid Kuno hingga Hutan Adat

Bayan (globalfmlombok.com) —

Sekitar 300 peserta yang terdiri atas unsur pelajar, mahasiswa, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan jurnalis antusias mengikuti kegiatan bertajuk “Jelajah Bayan: Menyusuri Alam, Mengenal Kearifan Lokal” di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan ini mengajak peserta menyusuri sejumlah titik penting warisan budaya dan alam. Rangkaian acara diawali dengan mengungjungi langsung Masjid Kuno Bayan, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menjelajahi kawasan hutan adat, sawah terasering, kolam pemandian Mandala, hingga kompleks Rumah Adat Bale Beleq Timuk Orong.

Kabid Pelindungan dan Pelestarian Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi NTB, Azizudin, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat upaya perlindungan dan pelestarian tradisi serta ritus budaya yang masih terus dipertahankan di Lombok Utara.

“Kita bisa lihat hutan adat masih terus dilestarikan, salah satunya karena aturan awig-awig-nya. Pengelolaan hutan adat di KLU memang ketat, sehingga terpelihara dengan baik,” ujar Azizudin.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga melihat langsung kondisi rumah adat yang sebelumnya sempat mengalami musibah kebakaran. Saat ini, satu unit bangunan telah rampung dibangun kembali berkat murni partisipasi masyarakat serta dukungan dari Pemprov NTB. Rencananya, pada November mendatang akan digelar acara tasyakuran atas rampungnya pembangunan rumah adat tersebut.

Azizudin menambahkan, pelibatan mahasiswa dan generasi muda dalam kegiatan ini sangat penting sebagai sarana pengenalan langsung terhadap adat istiadat Bayan yang harus dijaga bersama oleh para pewaris budaya masa depan.

Kolaborasi Kanwil Kemenkum NTB

Komitmen menjaga warisan budaya Bayan juga mendapat dukungan penuh dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) NTB. Kemenkum NTB menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adat untuk memperkuat pelindungan hukum, khususnya terkait kekayaan budaya Sasak.

Kepala Kanwil Kemenkum NTB, Risman Somantri menilai Bayan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa sebagai pintu pengenal budaya Sasak. “Dari perspektif kekayaan intelektual, Bayan ini sangat luar biasa. Kita memiliki kewajiban bersama untuk menjaga budaya ini agar tidak hilang, tidak terkikis, dan tetap lestari sepanjang waktu,” ujar Risman.

Ia menekankan bahwa pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan pelindungan hukum. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga identitas, memastikan keberlanjutan warisan budaya masyarakat adat, sekaligus mengantisipasi potensi klaim dari pihak luar.

“Kami siap berkolaborasi agar kekayaan budaya Bayan memperoleh pelindungan kekayaan intelektual yang tepat, sehingga tetap terjaga, diakui, dan tidak diklaim oleh daerah lain,” tegasnya.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI