Mataram (globalfmlombok.com) – Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil NTB 1, Mori Hanafi memberikan sorotan tajam terhadap usia sejumlah armada kapal penumpang milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) yang diduga sudah sangat tua. Kondisi tersebut diduga sebagai salah satu pemicu banyaknya kecelakaan kapal belakangan ini.
Dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Kepala BMKG, Kepala BNPP, serta Kepala Basarnas. Hal itu diungkapkan Mori setelah insiden kecelakaan Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok pada Rabu, 12 Agustus 2026 lalu.
Mori membeberkan bahwa lebih dari separuh total armada yang dioperasikan Pelni saat ini telah berumur di atas tiga dekade, yang berpotensi tinggi memicu risiko kecelakaan di perairan Indonesia. Mori pun menyampaikan fakta-fakta usia kapal-kapal tua tersebut secara langsung.
“Saya mau bacain kapal-kapalnya Pelni sekarang. KM Tidar umurnya sudah 35 tahun, KM Serimau umurnya sudah 35 tahun, KM Binaya umurnya sudah 32 tahun. KM Awu umurnya sudah 35 tahun. KM Tilongkabila 31 tahun. KM Lawit 40 tahun. Bapak punya 26 kapal. 14 kapal sudah lewat 30 tahun,” ungkap Mori.
Ketua DPW Partai NasDem NTB itu menekankan bahwa tingginya usia kapal berbanding lurus dengan penurunan fungsi serta kelayakan peralatan keselamatan darurat, seperti instrumen kebakaran saat kondisi darurat.
Mori memperkirakan penyelesaian keselamatan pelayaran kerap terjadi akibat prosedur pemeriksaan keselamatan (ramp check) yang tidak berjalan optimal.
“Kalau saya bisa mengambil kesimpulan sementara bahwa ada kemungkinan memang alat-alat itu karena usia yang sudah tua dan mungkin ramp check-nya itu tidak pernah dilakukan, itu tidak mampu untuk menyerap api,” ujarnya.
Mori juga memperhitungkan efektivitas pengawasan kelaikan laut serta kerapian pendataan penumpang atau manifes yang sering menjadi masalah berulang setiap kali terjadi kecelakaan kapal.
“Kapal yang sudah tua, yang alat-alatnya tidak berfungsi, dan manifes yang tidak jelas. Pertanyaan saya mau sampai kapan kita gini-gini,” tegasnya.
Karena itu Mori mendesak Kemenhub untuk memastikan kelayakan armada dan kesiapan fasilitas keselamatan sebelum kapal diizinkan berlayar, agar keselamatan nyawa masyarakat tidak terus dijadikan taruhan. (ndi)


