Mataram (globalfmlombok.com) – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov NTB, termasuk seluruh bupati/wali kota di NTB untuk selalu mengutamakan good governance dalam tata kelola pemerintahan. Hal ini disampaikan menyusul Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 20 Juli 2026.
“Dan saya harapkan mudah-mudahan ini yang terakhir yang terjadi di NTB. Ini pelajaran buat semua pihak. Tadi saya juga mengingatkan mumpung saya sedang bersama dengan teman-teman PUPR. Saya seingatkan teman-teman untuk semua memperbaiki tata kelola dan good governance,” ujarnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurutnya, pihaknya mengetahui segala informasi dan aktivitas seluruh pegawai di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk di PUPRPKP.
“Bapak ibu jangan merasa tidak ada yang mengawasi. Allah mengawasi. Saya mendapat semua informasi di dalam. Jangan kira saya tidak mengetahui. Saya akan bertindak nanti,” tegasnya.
Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK Jadi Pelajaran
Ia menyampaikan, kasus Bupati Lombok Barat, LAZ terkena OTT KPK dijadikan sebagai pelajaran. Ia juga mengharapkan Bupati LAZ, selaku kolega Pemprov NTB untuk selalu diberikan kemudahan. Di samping itu, Mantan Dubes RI untuk Turki itu juga meminta setiap masyarakat untuk selalu menghormati proses hukum yang kini tengah berlangsung.
“Saya tahu banyak tantangan yang ada di dalam. Saya minta semuanya dengar kata-kata saya. Tingkatkan dan perbaiki tata kelola,” ujarnya.
Diketahui, Penyidik KPK membawa Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) bersama Kepala Dinas PUPR Lombok Barat, Lalu Ratnawi, ke Jakarta usai melakukan OTT setelah nobar Pildun pada Senin, 20 Juli 2026.
KPK juga membawa Direktur Umum PT Air Minum Giri Menang (AMGM), Sudirman. Mereka dibawa bersama tiga orang lainnya untuk diperiksa di Gedung KPK terkait kasus dugaan korupsi jual beli proyek di PDAM dan lingkup Lombok Barat.
Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo membenarkan pihaknya membawa tujuh orang ke Jakarta malam ini. “Salah satunya adalah Bupati Lombok Barat,” tegas Budi.
Dalam kasus ini pihaknya mengamankan 19 orang yang diduga terkait tindak pidana korupsi. “Seluruhnya sempat menjalani pemeriksaan awal di Markas Brimob Lombok Barat,” pungkasnya. (era)


