BerandaPemerintahanSumbawa21 Kasus Karhutla Terjadi di Sumbawa

21 Kasus Karhutla Terjadi di Sumbawa

Sumbawa Besar (globalfmlombok.com) – Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sumbawa, mencatat sebanyak 21 kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang ditangani hingga bulan Agustus tahun 2026. Kebakaran ini terjadi dengan luas lahan bervariasi.

“Per bulan Juni hingga Agustus ada 21 kejadian dengan rata-rata luas lahan sekitar 0,5 hektar yang tersebar di beberapa titik lokasi kejadian,” kata Kabid Operasi Disdamkarmat Kabupaten Sumbawa, Syahruddin Fachri kepada Suara NTB, Rabu (19/8).

Laporan kejadian yang ditangani tersebar berada di lokasi seperti di Kawasan Samota, Bukit Permai, Sernu, Labuhan Badas, Maronge, Alas, Empang dan Utan. Sementara, dari hasil pengecekan diduga lahan tersebut sengaja dibakar untuk penanaman komoditas baru seperti jagung dan tanaman lainnya.

“Rata-rata lahan yang terbakar ini karena sengaja dibakar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, selain itu ada juga akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh masyarakat,” ucapnya.

Terkait dengan adanya masyarakat yang sengaja membakar lahan, pihaknya telah meminta kepada pemerintah desa untuk bisa melakukan pendataan. Hal tersebut dilakukan supaya saat kejadian bisa langsung diketahui orang yang melakukan pembakaran lahan.

Selain itu, pihaknya juga mencatat ada sekitar 6 wilayah yang masuk kategori rawan Karhutla. Kawasan itu meliputi Desa Serading, Labuhan Badas tepatnya di belakang kantor Pertamina, Kawasan Samota. Selain itu, di kecamatan Moyo Hulu, Semamung, dan di wilayah Kecamatan Maronge.

“Kita hanya bisa menangani kebakaran lahan yang berada di dekat pemukiman masyarakat dan objek vital, termasuk pinggir jalan. Kalau untuk kawasan hutan itu kewenangan Satgas Karhutla yang sudah dibentuk,” ucapnya.

Fahri memastikan penanganan yang dilakukan hanya untuk meminimalisir kebakaran yang meluas ke permukiman masyarakat. Bahkan untuk kegiatan operasi, pihaknya memastikan armada mobil tanki yang ada saat ini bisa digunakan untuk melakukan upaya pemadaman.

“Armada kita saat ini di Mako ada 3 unit dan satu unit mobil tanki. Ketika ada kejadian, mobil ini sudah siap beroperasinya ke wilayah yang membutuhkan bantuan,” jelasnya.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk waspada timbulnya kebakaran hutan. Bahkan masyarakat yang akan membersihkan lahan dengan cara dibakar untuk tidak ditinggalkan begitu saja,melainkan tetap melakukan pemantauan supaya apinya bisa dikendalikan.

“Kami juga mengimbau kepada pengendara sepeda motor untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan. Karena itu akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran,” katanya mengingatkan. (ils)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI