BerandaEkonomiDishub NTB Soroti Konflik Antar Pelaku Transportasi di Mandalika, Minta Hentikan Klaim...

Dishub NTB Soroti Konflik Antar Pelaku Transportasi di Mandalika, Minta Hentikan Klaim Wilayah dan Aksi Kekerasan

Mataram  (globalfmlombok.com) – Pemerintah Provinsi NTB menaruh perhatian serius terhadap konflik yang masih terjadi di kalangan pelaku jasa transportasi, khususnya di kawasan pariwisata.

Peristiwa terbaru yang menjadi sorotan adalah dugaan pemukulan terhadap seorang pengemudi taksi oleh oknum pengemudi travel di kawasan Mandalika. Kasus tersebut saat ini telah ditangani aparat penegak hukum.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Ervan Anwar di Mataram, Jumat, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil klarifikasi dari berbagai pihak sebelum memberikan penjelasan lebih jauh terkait insiden tersebut.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan manajemen Bluebird sebagai perusahaan yang memayungi pengemudi taksi yang menjadi korban, untuk memperoleh informasi yang utuh.

Meski demikian, Ervan menegaskan Pemerintah Provinsi NTB tidak menginginkan konflik antar pelaku transportasi terus berulang, terlebih terjadi di kawasan wisata strategis nasional seperti Mandalika.

Menurutnya, ketenangan dan rasa aman merupakan faktor penting dalam menjaga kepercayaan wisatawan. Karena itu, pemerintah secara rutin memfasilitasi pertemuan antara para pelaku transportasi bersama pengelola kawasan, Angkasa Pura, dan instansi terkait guna mencegah munculnya gesekan di lapangan.

“Daerah wisata tidak boleh diwarnai kegaduhan. Kalau wisatawan melihat kondisi yang tidak kondusif, tentu akan memengaruhi citra daerah. Kalau kunjungan wisata menurun, akhirnya semua pihak juga yang merasakan dampaknya,” katanya.

Ervan menjelaskan, pada dasarnya angkutan umum yang berizin telah memiliki ketentuan mengenai trayek maupun wilayah operasional sesuai regulasi. Sementara itu, layanan transportasi berbasis aplikasi memiliki karakteristik yang berbeda karena tidak terikat pada trayek tetap.

Karena itu, ia menilai seluruh pelaku usaha transportasi seharusnya dapat menjalankan aktivitas sesuai ketentuan masing-masing tanpa harus saling mengklaim wilayah ataupun menghalangi operasional pihak lain.

“Persaingan dalam usaha itu sesuatu yang wajar karena semua orang mencari nafkah. Tetapi persaingan harus dilakukan secara sehat, bukan dengan cara-cara yang menimbulkan konflik atau kekerasan,” tegasnya.

Ervan menduga insiden yang terjadi lebih disebabkan oleh ulah oknum tertentu dan bukan mencerminkan hubungan seluruh pelaku transportasi di lapangan. Menurutnya, selama ini komunikasi antara pemerintah dan komunitas transportasi berjalan cukup baik.

“Kalau kami melihat, sebenarnya persoalan besar sudah tidak ada. Kemungkinan ini dilakukan oleh oknum-oknum yang justru ingin memperkeruh situasi. Biasanya setiap ada event besar selalu muncul persoalan seperti ini,” ujarnya.

Dinas Perhubungan NTB memastikan akan terus memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut sesuai kewenangannya. Selain memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan aparat penegak hukum, Dishub juga akan terus mendorong dialog antarorganisasi transportasi agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah.

Ervan juga mengimbau seluruh pelaku usaha transportasi, baik taksi, travel, maupun layanan lainnya, untuk menjaga kondusivitas kawasan wisata dan menghindari tindakan yang dapat merugikan citra pariwisata NTB.

“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha transportasi agar bekerja sesuai ranah masing-masing. Tidak perlu saling mengklaim wilayah ataupun membuat kegaduhan. Rezeki sudah ada yang mengatur. Yang terpenting, mari bersama-sama menjaga Mandalika agar tetap aman, nyaman, dan kondusif sehingga wisatawan senang datang ke NTB. Kalau pariwisata ramai, pada akhirnya semua juga yang akan menikmati manfaatnya,” pungkasnya. (bul)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI