BerandaBerandaMendikdasmen Dorong Civitas ITKes Muhammadiyah Selong Jadi Pelopor dan Inovator

Mendikdasmen Dorong Civitas ITKes Muhammadiyah Selong Jadi Pelopor dan Inovator

Selong (globalfmlombok.com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’thi mendorong civitas akademika ITKes Muhammadiyah Selong agar tidak hanya menjadi pengikut, tetapi mampu tampil sebagai pelopor dan inovator dalam berbagai bidang.

Pesan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri peletakan batu pertama gedung rektorat ITKes Muhammadiyah Selong, Minggu (17/5/2026).

“Jangan jadi makmum terus, menjadi follower itu bagus tetapi menjadi founder itu lebih bagus. Tadi Pak Ketua PDA menyampaikan ‘bikunal awwalun’, itu kan orang-orang yang memang meletakkan dasar-dasar perjuangan di masa awal. Itu tidak mudah,” ujarnya.

Sekretaris DPP Muhammadiyah itu menilai, semangat pembaruan harus terus dijaga oleh seluruh kader Muhammadiyah. Ia pun mengajak civitas akademika menerapkan prinsip ATM atau Amati, Tiru, Modifikasi sebagai bagian dari inovasi.

“Jadi jangan anti perubahan. Belajarlah dari yang lain, yang baik kita ikuti, yang tidak baik tidak usah kita ikuti. Itu namanya inovator,” katanya.

Menurutnya, karakter pembaruan Muhammadiyah mencakup tiga dimensi utama, yakni pembaruan pemikiran, pembaruan dalam keberagamaan, dan pembaruan gerakan.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menyinggung pentingnya digitalisasi dalam praktik keagamaan, termasuk sistem pembayaran zakat melalui otodebet.

“Sekarang zakatnya pakai otodebet. Setelah dapat gaji langsung otomatis terpotong. Itu namanya digitalisasi beragama. Menurut saya justru itu yang benar,” paparnya.

Ia menilai, sistem tersebut dapat mempermudah pengelolaan zakat sekaligus membuat distribusi dana lebih terukur dan modern.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga menyoroti persoalan putus sekolah dan pernikahan dini yang masih terjadi di NTB. Menurutnya, persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan faktor ekonomi, tetapi juga dipengaruhi budaya dan pemahaman agama yang kurang tepat.

“Jangan berpikir tidak sekolah itu karena masalah ekonomi saja. Ternyata sebagian besar itu budaya. Apa itu? Kawin muda. NTB termasuk itu,” tegasnya.

Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya bertujuan untuk mencari pekerjaan, tetapi juga membentuk karakter, visi, dan kemampuan sosial seseorang.

“Pendidikan tidak hanya soal pekerjaan, tapi soal bagaimana orang punya visi, punya kepribadian, belajar bernegosiasi, belajar sabar,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor ITKes Muhammadiyah Selong, Dr. H. Moh. Juhad M.AP menyampaikan optimismenya terhadap pengembangan kampus melalui pembangunan gedung rektorat baru tersebut.

Menurutnya, saat ini ITKes Muhammadiyah Selong memiliki enam program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 1.000 orang. Ke depan, pihak kampus menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa sekaligus perubahan status menjadi universitas.

“Kami juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk pemerintah daerah, untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu,” katanya.

Menanggapi hal itu, Abdul Mu’ti menyarankan agar kampus membuka program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan alumni Muhammadiyah. (r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI