BerandaBerandaRealisasi Investasi NTB Tembus 17 Persen, Pemprov Optimistis Target Rp68 Triliun Tercapai

Realisasi Investasi NTB Tembus 17 Persen, Pemprov Optimistis Target Rp68 Triliun Tercapai

Mataram (globalfmlombok.com) – Realisasi investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada triwulan pertama tahun 2026 mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini, capaian investasi telah menembus 17 persen atau meningkat sekitar lima persen dibanding periode yang sama tahun 2025 yang hanya berada di angka 12 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu NTB, Irnadi Kusuma mengaku optimistis target investasi sebesar Rp68 triliun yang diberikan Kementerian Investasi dapat terealisasi hingga akhir tahun.

“Kalau dulu kan hanya 12 persen. Sekarang meningkat signifikan,” ujarnya kepada Suara NTB, Minggu (17/5/2026).

Menurut Irnadi, peningkatan realisasi investasi tahun ini dipengaruhi meningkatnya kesadaran para pelaku usaha dalam melaporkan nilai investasi mereka. Hal itu terjadi setelah pemerintah aktif melakukan pendampingan dan jemput bola kepada perusahaan-perusahaan investasi di daerah.

“Kalau sebelumnya kan mereka masih diam-diam saja. Kita sekarang ini sudah mulai pendampingan dan kita jemput bola ke masing-masing pelaku investasi, perusahaan. Kita turun langsung untuk membantu mereka melaporkan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, nilai investasi di NTB masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dengan sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar, disusul sektor pariwisata.

Meski belum menghitung secara rinci total realisasi investasi dalam bentuk nominal, Irnadi memperkirakan capaian 17 persen dari target Rp68 triliun setara sekitar Rp11,56 triliun.

“Nah saya lupa jumlahnya itu berapa. Kita hitung saja dari 68 triliun kalau dibagi 17 persennya itu berapa. Ada angkanya di kantor, lupa saya,” katanya.

Di tengah tingginya target investasi, Pemprov NTB masih menghadapi tantangan terkait belum rampungnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di sejumlah kabupaten/kota.

RDTR menjadi dasar penting dalam penyusunan acuan izin pemanfaatan ruang, pedoman pembangunan hingga pengendalian tata ruang yang terintegrasi dengan sistem Online Single Submission (OSS).

Irnadi mengakui, hampir seluruh daerah di NTB masih belum menyelesaikan RDTR. Padahal, tanpa RDTR, izin investasi di wilayah yang menjadi target pengembangan tidak dapat diterbitkan melalui sistem OSS.

“Ini kita dorong agar kabupaten/kota bisa menyelesaikan. Kami terus berkoordinasi juga lewat teman-teman PUPR,” katanya.

Untuk mengejar target investasi Rp68 triliun, Pemprov NTB kini mulai membidik sejumlah proyek strategis. Salah satunya rencana pembangunan seaplane atau pesawat air di Bendungan Batujai, Kabupaten Lombok Tengah.

Menurut Irnadi, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal memberikan perhatian khusus terhadap pengawalan investasi di daerah. Bahkan, gubernur disebut telah bertemu langsung dengan calon investor proyek tersebut.

Pembangunan seaplane dinilai akan memperkuat konektivitas pariwisata menuju Lombok, terutama bagi wisatawan dari Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan daerah lainnya.

“Ini untuk konektivitas, memperkuat arus pariwisata supaya angka kunjungan meningkat karena yang kita kejar sekarang wisatawan yang menengah ke atas atau high tourism,” ujarnya.

Selain proyek seaplane, Pemprov NTB juga membidik investasi di sektor pembangkit listrik, termasuk proyek dari Berkah Energi Lombok dengan nilai investasi mencapai Rp3,1 triliun.

“Secara umum nilai investasinya ini besar-besar. Kalau untuk seaplane belum bisa saya sebutkan, nanti mulai dilakukan tahapan perizinan,” pungkasnya. (r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI