BerandaBerandaPesisir Lombok hingga Bima Berpotensi Diterjang Banjir Rob Hingga 19 September 2026,...

Pesisir Lombok hingga Bima Berpotensi Diterjang Banjir Rob Hingga 19 September 2026, Warga Diimbau Waspada

Praya (globalfmlombok.com)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob bagi masyarakat di kawasan pesisir Nusa Tenggara Barat (NTB). Potensi pasang air laut maksimum ini diprakirakan berlangsung mulai 14 September 2026 pukul 04.00 WITA hingga 19 September 2026 pukul 14.00 WITA.

Berdasarkan analisis kondisi cuaca maritim di wilayah Lembar dan Sape, cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan dengan pergerakan angin berembus dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–20 knot. Sementara itu, tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 2,0 meter.

Ketinggian pasang air laut maksimum di kawasan perairan Lembar diprediksi mencapai 1,7 meter dan berpotensi terjadi pada pukul 23.00 hingga 04.00 WITA. Adapun di wilayah perairan Sape, pasang maksimum diprakirakan dapat mencapai 1,8 meter pada pukul 22.00 hingga 06.00 WITA.

Daerah Terdampak

Sejumlah wilayah pesisir di NTB diprakirakan bakal terdampak fenomena pasang maksimum ini, di antaranya:

  • Pulau Lombok: Wilayah pesisir Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, serta Labuhan Lombok.
  • Pulau Sumbawa: Wilayah pesisir Sumbawa dan Labuhan Badas.
  • Kabupaten/Kota Bima: Wilayah pesisir Palibelo, Belo, Woha, Bolo, Lambu, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

Kepala Stasiun Meteorologi ZAM, Tri Widiarto, mengimbau warga yang bermukim di sekitar pesisir Lombok dan Bima, daerah aliran sungai (DAS), serta wilayah pemukiman berdataran rendah untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah mitigasi mandiri diperlukan guna mengantisipasi genangan banjir rob yang dapat mengganggu aktivitas sosial dan ekonomi warga.

Masyarakat imbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca maritim dan ketinggian gelombang resmi melalui saluran informasi BMKG NTB.(ris/r)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI