Giri Menang (globalfmlombok.com) – Jembatan darurat di Desa Sekotong Timur, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) kembali putus, menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu. Hingga kini, penanganan permanen dari pemerintah daerah belum terealisasi.
Kepala Desa Sekotong Timur, Marwan Hakim, mengatakan jembatan darurat tersebut putus sekitar lima hingga enam hari lalu. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah.
“Lima enam hari lalu putus lagi. Kami gotong royong memasang tiga batang pohon kelapa agar bisa dilalui, khususnya untuk anak sekolah,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi jembatan yang tidak layak membuat anak-anak takut untuk menyeberang. Bahkan, sebagian orang tua melarang anaknya bersekolah demi menghindari risiko kecelakaan.
“Karena berisiko, sementara ini hanya bisa dilalui dengan batang kelapa yang kami pasang,” imbuhnya.
Pemerintah desa telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan meminta Dinas Pekerjaan Umum segera merealisasikan pembangunan jembatan permanen. Berdasarkan informasi yang diterima, proyek tersebut masih dalam tahap persiapan administrasi lelang dan direncanakan mulai dikerjakan pada April ini.
Marwan menegaskan, pihaknya akan menemui Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, untuk memastikan komitmen pembangunan tersebut. Ia khawatir keterlambatan penanganan dapat memicu jatuhnya korban.
Selain pelajar, para guru yang mengajar di wilayah Mareje juga terdampak. Mereka terpaksa berjalan kaki, bahkan ada yang nekat melintasi jembatan dengan kendaraan meski dalam kondisi berbahaya.
“Terpaksa dilalui karena itu satu-satunya akses terdekat,” katanya.
Tak hanya itu, distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut terhambat. Orang tua harus mengambil paket makanan ke seberang jembatan, sehingga dikhawatirkan kualitas makanan menurun akibat keterlambatan distribusi.
Pemerintah daerah berencana menangani pembangunan jembatan bersamaan dengan perbaikan akses jalan menuju wilayah tersebut. Pembangunan jembatan direncanakan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT), sementara perbaikan jalan dianggarkan melalui APBD murni tahun 2026.
Warga berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan agar aktivitas masyarakat kembali normal dan aman. (*)
Berita ini di muat di SUARANTB.COM dengan judul ” Jembatan Darurat di Sekotong Timur Putus “


