BerandaBerandaDigitalisasi Pembayaran di NTB Makin Masif, BI Catat 444 Ribu Merchant, Pengguna...

Digitalisasi Pembayaran di NTB Makin Masif, BI Catat 444 Ribu Merchant, Pengguna Tembus 538 Ribu

Mataram (globalfmlombok.com)–

Transformasi digital di sektor pembayaran di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan perkembangan signifikan. Bank Indonesia (BI) mencatat peningkatan transaksi pembayaran digital yang ditopang oleh meluasnya penggunaan QRIS, layanan transfer antarbank, hingga transaksi lintas negara (cross border).

Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, mengatakan pertumbuhan transaksi digital menjadi salah satu indikator positif yang mencerminkan meningkatnya adopsi teknologi keuangan di masyarakat.

“Hingga Triwulan II 2026 atau posisi April 2026, transaksi BI-FAST tumbuh 33,81 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan Real Time Gross Settlement (RTGS) tumbuh 18,99 persen (yoy),” ujar Hario dalam kegiatan Media Briefing Forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) NTB Triwulan II Tahun 2026 di Kota Mataram, Jumat (29/5/2026).

Tidak hanya itu, penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) juga terus meluas. Hingga Maret 2026, jumlah merchant QRIS di NTB telah mencapai sekitar 444 ribu, dengan jumlah pengguna menembus 538 ribu orang.

Menurut Hario, tren positif juga terlihat pada transaksi QRIS lintas negara atau QRIS Cross Border, terutama dengan Malaysia, Thailand, dan Singapura. Peningkatan tersebut sejalan dengan bertambahnya kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB.

“Penggunaan QRIS terus meningkat, termasuk transaksi QRIS Cross Border dari wisatawan Malaysia yang menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke NTB,” katanya.

Selain itu, transaksi valuta asing (valas) di NTB juga mengalami pertumbuhan sebesar 27 persen (yoy). Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya aktivitas wisatawan asing yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata di daerah tersebut.

Di tengah perkembangan ekonomi daerah, Hario menjelaskan bahwa perekonomian global pada Triwulan I 2026 masih menghadapi berbagai tantangan. Ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai masih memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dan menimbulkan kerentanan pada rantai pasok global.

Meski demikian, ekonomi nasional tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada Triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen (yoy), didukung oleh konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga, serta investasi yang tetap terjaga.

Kinerja yang lebih impresif tercatat di NTB. Pada periode yang sama, ekonomi daerah tumbuh 13,64 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didorong oleh kuatnya ekspor konsentrat tembaga, meningkatnya konsumsi pemerintah, serta terjaganya daya beli masyarakat.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi NTB terutama ditopang oleh sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian global, NTB tidak hanya mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, tetapi juga semakin cepat beradaptasi dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang terus berkembang.(ris)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -


[td_block_social_counter manual_count_facebook="16985" manual_count_twitter="2458" youtube="#" style="style3 td-social-colored" f_counters_font_family="450" f_network_font_family="450" f_network_font_weight="700" f_btn_font_family="450" f_btn_font_weight="700" tdc_css="eyJhbGwiOnsibWFyZ2luLWJvdHRvbSI6IjMwIiwiZGlzcGxheSI6IiJ9fQ==" tiktok="#" manual_count_tiktok="2018" manual_count_instagram="1170" facebook="#" twitter="#" instagram="#" manual_count_youtube="3005"]
BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI