Giri Menang (globalfmlombok.com)– Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat lima orang korban Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok. Kelima orang korban masih dalam proses pencarian oleh tim SAR Gabungan. Sejauh ini sebanyak 212 penumpang yang berhasil dievakuasi Tim SAR Gabungan.
Informasi yang diterima media, lima penumpang yang masih dicari tersebut telah dilaporkan ke Pos SAR Pelabuhan Lembar. Kelima korban tersebut di antaranya Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto, dan I Ratu Agung Ayu Sekar.
Keluarga korban Selvina Rambu Mayi, Nufri, ditemui di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8/2026), masih menunggu kepastian keberadaan keponakannya. Pria asal Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu datang dari Bali menuju Pelabuhan Lembar pada Rabu malam untuk mencari informasi mengenai Selvina.
Namun, setibanya di Pelabuhan Lembar, Nufri hanya mendapati suami Selvina yang telah ditemukan dan sedang menjalani perawatan. “Suaminya sudah ketemu, istrinya yang belum,” kata Nufri.
Nufri mengatakan komunikasi terakhir dengan Selvina terjadi pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, Selvina mengabarkan bahwa KMP Putri Yasmin yang ditumpanginya telah berangkat dari Pelabuhan Padangbai menuju Pelabuhan Lembar.
“Kontak terakhir saat mereka masih di atas kapal sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu infonya mereka mau bertolak,” tutur Nufri.
Sekitar pukul 04.00 Wita, Selvina kemudian mengabarkan bahwa kapal yang ditumpanginya terbakar. Nufri mengaku baru mengetahui kabar tersebut pada pagi hari karena tidak mengaktifkan ponselnya pada malam itu.
“Sampai jam 04.00 Wita kapalnya sudah terbakar. Kami kan nggak sempat aktifin handphone semalam, jadi mereka kirim video di grup WhatsApp. Pas paginya kami baru tahu,” ujarnya.
Nufri menuturkan Selvina dan suaminya sempat berpegangan tangan setelah melompat ke laut. Namun, kuatnya arus dan ombak membuat keduanya akhirnya terpisah.
“Saat mereka lompat ke laut, mereka masih genggaman tangan. Karena arus ombak akhirnya memisahkan mereka,” tutur Nufri.
Suami Korban KMP Putri Yasin Ditemukan
Suami Selvina kemudian ditemukan di perairan yang disebut berada di perbatasan dengan Australia. Dia berhasil dievakuasi pada Rabu (12/8/2026) malam menggunakan Kapal Parama Kalyani. “Suaminya ditemukan di perairan perbatasan Australia,” ujarnya.
Saat ini, suami Selvina masih menjalani perawatan di penginapan yang disiapkan Tim SAR. Kondisinya disebut mulai membaik, meski masih mengalami trauma dan terus memikirkan istrinya.
“Baik-baik saja walaupun masih trauma dan nggak mau makan karena memikirkan istrinya,” tutur Nufri.
Nufri mengatakan dirinya masih menunggu kabar mengenai keberadaan Selvina di Pelabuhan Lembar. Dia mengaku telah kembali ke pelabuhan sejak pukul 06.00 Wita untuk mendapatkan informasi terbaru dari Tim SAR.
“Sudah dari tadi malam saya cek. Tim SAR sendiri katanya berhenti melakukan pencarian tadi malam, katanya pagi baru lanjut. Makanya saya balik pagi-pagi tadi jam 06.00 Wita,” tandasnya.
Dalam insiden terbakarnya KMP Putri Yasmin pada Rabu (12/8/2026) dini hari, sebanyak 212 korban telah dievakuasi ke Pelabuhan Lembar, sementara 35 lainnya dievakuasi ke Padangbai, Karangasem, Bali. Satu orang penumpang dilaporkan meninggal dalam peristiwa itu. (her)


