BerandaBerandaSuasana Haru Warnai Pemakaman Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin

Suasana Haru Warnai Pemakaman Korban Kebakaran KMP Putri Yasmin

Mataram (globalfmlombok.com) – Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman salah satu korban meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin, Indah Dwi Septiani, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Lingkungan Gatep, Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Rabu (12/8/2026).

Indah menjadi satu-satunya korban jiwa yang teridentifikasi dalam insiden kebakaran KMP Putri Yasmin yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita di perairan Selat Lombok. Saat kejadian, kapal tengah berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Korban dievakuasi ke Pelabuhan Lembar bersama sejumlah penumpang lain yang berhasil diselamatkan.

Almarhumah meninggal dunia pada usia 20 tahun. Indah merupakan putri dari seorang anggota Kepolisian yang bertugas di Satuan Brimob Polda NTB. Ia tercatat sebagai mahasiswa semester III Universitas Mataram dan sedang menempuh pendidikan di Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik.

Pantauan Media sekitar pukul 16.00 Wita, keluarga, kerabat, serta rekan-rekan kuliah mulai berdatangan untuk mengikuti salat jenazah di salah satu masjid di komplek Asrama Brimob NTB. Usai disalatkan, jenazah diantarkan menuju TPU Lingkungan Gatep untuk dimakamkan.

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Tangis keluarga dan para sahabat pecah ketika jenazah mulai masuk ke liang lahat. Sejumlah pelayat tampak tak kuasa menahan kesedihan saat mengantarkan almarhumah ke peristirahatan terakhir.

Teman dan Keluarga Korban Kaget

Salah seorang teman kuliah korban, Nanda, mengaku sangat terkejut saat menerima kabar duka sekitar pukul 14.00 Wita melalui grup WhatsApp.

“Pas dengar kabar saya kaget. Siapa yang tidak kaget? Kita yang sering kirim pesan di grup chat, saling berbagi foto. Tiba-tiba dapat kabar seperti ini,” ujarnya usai menghadiri pemakaman sambil menahan tangis.

Nanda mengaku sempat tidak percaya setelah menerima foto kartu tanda penduduk (KTP) almarhumah yang beredar seusai proses evakuasi. Ia bahkan mengira identitas tersebut tertukar dengan penumpang lain.

Menurutnya, teman dan kerabat mengenal Indah sebagai sosok yang baik, ramah, dan mudah bergaul selama menjalani perkuliahan. Selama lebih dari satu tahun berteman, almarhumah tidak pernah membeda-bedakan teman dan selalu merangkul siapa pun.

Terkait tujuan perjalanan Indah ke Bali, Nanda mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Kalau soal itu saya kurang tahu,” pungkasnya. (pan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

BERDASARKAN TAG
BERDASARKAN KATEGORI