Mataram (globalfmlombok.com)-
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika), Troy Reza Warokka, menjelaskan bahwa dukungan lintas sektor dalam persiapan MotoGP 2026 dikelompokkan ke dalam tiga klaster utama. Hal tersebut disampaikan Troy dalam rapat koordinasi dan kick off penyelenggaraan MotoGP yang berlangsung di Bank NTB Syariah, Rabu (12/8/2026) siang.
Klaster pertama mencakup keamanan, ketertiban, dan pengawalan, termasuk pengamanan mobilitas penonton, shuttle bus dan hub, area event dan camping ground, serta pengawalan logistik dari pelabuhan dan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid menuju sirkuit.
Klaster kedua meliputi infrastruktur, promosi, pariwisata, dan layanan medis, termasuk penyediaan sekitar 130 unit shuttle bus, perbaikan akses jalan, rambu lalu lintas, penerangan, serta kesiapan tenaga medis.
Di sektor pariwisata dilakukan kurasi homestay, promosi perhotelan, serta penguatan promosi melalui berbagai kanal pemerintah, bandara, pelabuhan, dan media luar ruang.
Klaster ketiga mencakup event, pemberdayaan masyarakat, dan koordinasi, seperti Riders Parade, Opening Ceremony, Festival MotoGP, hingga program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah musisi nasional juga dijadwalkan memeriahkan MotoGP 2026, di antaranya Judika, Juicy Luicy, Tipe-X, dan Happy Asmara.
Penyelenggaraan MotoGP 2026 juga diarahkan semakin inklusif. Fasilitas luxury camp akan disiapkan bagi penonton disabilitas, lengkap dengan kamar mandi dan kebutuhan pendukung lainnya.
“Disabilitas akan kita fasilitasi dengan baik, termasuk skema Buy One Get One untuk pendamping agar aksesibilitas semakin inklusif,” ujar Troy.
Program tiket khusus dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga tengah difinalisasi, termasuk jumlah tiket yang akan disediakan.
Pemberdayaan masyarakat turut diperkuat melalui keterlibatan UMKM lokal, program kebersihan bersama ASN, siswa dan komunitas, serta berbagai kegiatan edukasi bagi generasi muda seperti Riders Goes to School dan Students Go to Paddock.
Gubernur NTB menekankan pentingnya promosi pariwisata yang lebih agresif dan terintegrasi. Pasar potensial seperti Kuala Lumpur, Singapura, Makassar, Yogyakarta, Bali, dan NTT akan menjadi fokus promosi.
“Setiap daerah dengan konektivitas langsung ke NTB harus kita anggap sebagai pasar yang harus digarap secara serius melalui promosi bersama,” jelas Gubernur Iqbal.
Promosi akan diperkuat melalui kolaborasi pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, serta penguatan konten digital yang tidak hanya informatif, tetapi juga bersifat penjualan.
Selain itu, Gubernur Iqbal juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas penerbangan. “Saya akan berkoordinasi dengan maskapai di Jakarta untuk memastikan penambahan penerbangan selama periode MotoGP,” ujarnya.
Pengembangan layanan bandara melalui sistem automatic gate atau e-gate juga didorong untuk meningkatkan efisiensi pelayanan penumpang sekaligus menjadi investasi jangka panjang bagi pertumbuhan pariwisata NTB.
Seluruh pihak sepakat bahwa keberhasilan MotoGP tidak hanya diukur dari kelancaran balapan, tetapi juga dari dampaknya bagi masyarakat.
Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya kolaborasi dan inisiatif bersama. “Tidak ada satu orang yang harus melakukan semuanya. Kita semua harus memiliki inisiatif, memperbaiki diri, dan bersama-sama melakukan perubahan,” tegasnya.
Dengan persiapan yang lebih awal, sinergi lintas sektor, dan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 diharapkan memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia serta mendorong NTB semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.(ris/r)


